Istriku Gagah Jelita

Istriku Gagah Jelita
Kesepakatan


__ADS_3

Rey tampak sibuk menyiapkan makan malam yang sudah sangat terlambat untuk Ryan, sepertinya Ryan memang sangat lapar, sampai bunyi perut nya terdengar begitu nyaring.


"Ryan.. ayo kita makan dulu! " Rey menyiapkan piring dan mengisi nya dengan nasi dan lauk pauk.


"Terimakasih Rey.. maaf ya lagi-lagi aku merepotkanmu".


"Ah sudahlah Ryan,, lagian ini kan belanjaan yang kamu beli waktu itu. Aku hanya memenuhi janjiku".


"Rey.. mengenai kejadian tadi, di Rooftop aku juga minta maaf ya, aku ngga sengaja! " Ryan tertunduk malu, mengingat kembali wajah Rey dengan rambut nya yang tergerai indah tertiup angin..Ahh cantiik


"Iya ga papa Ryan, " Jangankan rambut, semua tubuhku ini sudah kamu lihat dan kamu jamah, tiba-tiba pikiran Rey teringat saat berbulan madu dulu, mengingat setiap sentuhan Ryan yang membuatnya melayang ....Aiishh Rey kenapa jadi mesum gini sii? tanpa disadarinya Rey memukul-mukul dahinya sendiri.


"Rey.. kenapa? apa yang kamu pikirkan? " Ryan merasa aneh melihat prilaku Rey , wajahnya memerah sambil menepuk dahinya berulang kali.


"Ooh.. Eeh.. apa? emang aku kenapa? "


"Wajah kamu merah, apa kamu demam? "


Ya.. aku demam cinta!!! Engga pa pa Ryan.. mungkin karena sedikit lelah saja, nanti juga baikan.


"Ooh.. mmm, Rey................ berarti aku kalah tanding ya?"


"Hmmm....!! "


"Berarti aku harus mengikuti semua keinginan kamu? "

__ADS_1


"Hmmm...!! "


"Emang apa yang kamu inginkan dariku ? "


"Nanti juga kamu tahu! "


"apa kamu akan menyuruhku meninggalkan Gwen? "


"Uhuk.. Uhuk..! " Rey tersedak oleh makanan yang sedang di nikmatinya.


Ryan segera memberi minum pada Rey.


"Apa kamu menilai ku sejahat itu Ryan?" Rey melirik tajam pada Ryan.


"Maaf.. jadi sebetulnya apa yang kamu inginkan? "


"Hmmm.. baiklah! tapi... boleh aku meminta sesuatu padamu? "


"katakanlah! "


"Aku ingin belajar agama .. mau kah kamu mengajariku?"


Rey mengacungkan kedua jempolnya.."Okee!"


"Sebaiknya kamu segera pulang Ryan.. jangan sampai Gwen cemas, dan ingat !!..rahasiakan apa yang terjadi dia antara kita! "

__ADS_1


"Baiklah Rey.. terimakasih makan malam nya.. aku sangat menikmatinya.. aku pamit yaa". Ryan segera beranjak dari kursi hendak keluar dari apartemen Rey . "Oh iya Rey........! "Ryan tampak ragu meneruskan ucapan nya.


"Apa..?"


Ryan memandang Rey.. tatapan yang begitu hangat, yang bisa membuat Rey merasakan jantungnya berdebar tidak karuan .


"Maaf bila aku sedikit lancang,, tapi aku tidak bisa menahan diri.. !" Ryan tertunduk


"Apa sih.. aku ngga ngerti? " Rey tampak penasaran.


"Kamu cantik.. rambut kamu indah! " Ryan segera berlari menuju pintu..wajahnya sangat merah menahan malu. Untung saja Rey tidak melihatnya, karena Rey masih syok dan terbengong-bengong mendengar ucapan Ryan yang tidak di duganya itu. Bahkan Rey tidak menyadari kalau Ryan kini sudah tidak berada di apartemen nya, digantikan oleh kehadiran Adam yng baru saja muncul untuk meminta makan malam.


"Terimakasih Ryan.. apa kamu menyukainya? "


Adam yang baru datang, tidak mengerti dengan apa yang Rey ucapkan, Ryan?? Adam melihat ke sekeliling mencari sosok Ryan, Tidak ada orang di sini? apa dia sedang kesambet jin, atau dia sedang berhalusinasi? ihh.. cinta itu menakutkan, Rey yang perkasa aja bisa jadi ngga waras gitu.


"Heiiii... " Adam menepuk bahu Rey


"Astaghfirullahal'Adzim.... Adam... kok kamu di sini sii? " Rey terlihat sangat kaget.. dia melihat sekeliling, mencari keberadaan Ryan.


"Mana Ryan? " Rey bertanya pada adam yang sedang asik menikmati makan malam nya.


"In your dream!" jawab adam sambil sibuk melahap ayam goreng.


❤❤❤

__ADS_1


Dukunganmu... semangatku... like, vote and komen pliis


__ADS_2