
Sudah menjadi kebiasaan Rey untuk bangun disepertiga malam, membentangkan sajadahnya, mencurahkan segala kesedihan dan memohon perlindungan untuk diri dan keluarga nya kepada Dia Sang Maha Pencipta. Semenjak Rey berpisah dengan keluarga nya Rey tidak pernah meninggalkn sholat malam, padahal sebelumnya jangankan sholat malam.
untuk. melakukan sholat subuh saja harus di bangunkan dengan susah payah oleh ibu, yah mungkin inilah yang disebut hikmah di balik musibah.
Setelah selesai dengan aktifitas ibadahnya Rey merasa sangat haus dan pergi ke dapur, tapi sebelum dia mencapai dapur,Rey melihat ada hal yg aneh, para penjaga di halaman belakang tampak sedang tertidur d gazeebo, tentu saja bagi Rey yang instingnya sudah terasah oleh sang jendral menangkap kecurigaan dengan kejadian itu. Rey segera kembali ke kamar nya memakai pakaian hitam dan penutup wajah,
"Tolong.. tolong,, " terdengar suara Lily dari kamarnya
Rey berlari sekuat tenaga melompati beberapa anak tangga agar bisa segera tiba di kamar lily.
Di dalam kamar tampak seorang memakai topeng sedang berusaha membuka pakaian lily dengan paksa, dia menindih tubuh kecil lily dengan paksa, lily tidak berdaya untuk melawan. lily hanya mampu berteriak meminta tolong .
Rey yang baru tiba di ambang pintu segera menerjang lelaki bertopeng itu, lelaki itu terpental ke lantai, Rey kembali menerjangnya, kali ini dada yang menjadi sasaran Rey. Tapi pria bertopeng itu begitu gesit mematahkan serangan Rey,.
Lily yang masih berada dia atas kasur segera meraih ponsel nya di atas nakas, satu satunya yang dia ingat hanyalah ingin menelpon kakaknya Ryan.
tut... tut.."halo lily" ucap Ryan
"Kakak tolong aku kak.. ada yang ingin mencelakai ku kakak.. " ucap Lily sambil menangis histeris
" Lily kamu dimana"? ucap Ryan panik
Belum sempat Lily menjawab lily terkulai lemas tak sadarkan diri
Rey masih sibuk bertarung dengan pria bertopeng itu, rupanya lawan nya sangat tangguh, setiap tendangan dan pukulan Rey bisa di hindarinya.
Dari arah tangga terdengar langkah kaki yang semakin mendekat,
__ADS_1
"Hei.. kalian apakan adikku"! ?ucap Ryan berlari menuju kedua sosok misterius berpakaian hitam itu.
Mengetahui kehadiran Ryan. pria bertopeng itu kabur melalui jendela, Rey pun segera kabur menghindari pertarungan dengn Ryan.
Ryan ingin sekali mengejar mereka tapi dia hanya teringat akan kondisi lily yang pingsan. Ryan segera menghubungi dokter Andre.
Flash back
Malam itu Ryan merasa gelisah , sudah 4 hari tidak melihat Lily membuatnya sangat khawatir, akhirnya Ryan memutuskan untuk pulang, walau jam masih menunjukkan pukul 3pagi tapi Ryan tidak peduli, yang penting dia bisa segera melihat Lily, Ryan mengemudikan. mobilnya sendiri, karena Alex saat ini sedang ada urusan keluarga dan meminta ijin dari kemaren sore untuk pulang kampung.
Ryan sudah hampir sampai ke rumah nya ketika tiba tiba Lily menelpon sambil menangis histeris
"kakak tolong aku kak.. ada yang ingin mencelakai ku kak.. " ucap Lily menangis histeris
tiba tiba Lily tidak bersuara lagi, hanya terdengar seperti suara sebuah pertarungan yang sesekali terdengar suara benda berjatuhan.
Dini hari itu di rumah Ryan, tampak tuan muda yang murka, memarahi dan menendang para penjaga nya, Bagaimana tidak hampir saja adik kesayangan nya menjadi korban perkosaan orang misterius.
Di ruang kerjanya Ryan terus mengamati kamera cctv, mengamati setiap detik kejadian di kamar Lily. Dari lily Ryan tahu bahwa ada sosok misterius yang menolongnya.
"Siapa dia"? ucap Ryan sambil terus memandang layar cctv, tiba tiba Ryan menangkap sorot mata penolong lily itu persis sama dengan orang yang menolongnya
"Mata bulat itu, bulu matanya yang lentik dia adalah orang yang sama yang menolongku" gumam Ryan
"Tapi kenapa dia bisa ada di Rumahku"? dan bisa datang dengan cepat ?" Ryan bertanya
pada dirinya sendiri
__ADS_1
"Jangan jangan dia.. "Ryan tersentak kaget dengan pemikiran nya sendiri
*********************************
Keesokan paginya Di ruang kerja Ryan
"Alex aku punya tugas penting untukmu hari ini"ucap Ryan serius
""Baik tuan, tugas apa kah itu? " ucap Alex penasaran
Ryan tersenyum licik sambil membisikkan sesuatu d telinga Alex.
Di dapur tampak mbo Marni sedang bersih bersih, dia membawa tumpukan buku yang sudah tidak terpakai.
" Non Rey.. sinii" panggil mbo Marni kepada Rey yang sedang asik ngobrol dengan lily di taman belakang.
"Ada apa bi" Rey menghampiri mbo Marni
"Tolong simpan buku buku ini di gudang belakang ya, biar nanti non lily di temani mbo aja"
" oh iya bi" Rey membawa tumpukan buku ke gudang di balik tembok kamarnya.
Di gudang itu begitu banyak kardus kardus bertumpuk dengan rapi, Rey menyusun Buku buku tadi di sebuah rak buku. Saking asiknya Rey membereskan buku sampai dia tidak menyadari ada seseorang yang masuk dan mengunci pintu gudang.
*****************
Di ruang kerja nya Ryan dengan Khusyuk memandangi kamera Cctv, dia sudah tidak sabar untuk menyaksikan setiap kejadian yang akan terjadi di layar laptop nya.
__ADS_1