
Begitu banyak hal yang ingin disampaikan oleh Rey, dan banyak juga pertanyaan yang mengganggu pikiran nya, tapi Rey sadar ini bukan waktu yang tepat, Masih banyak penghalang menuju kebahagiaan mereka. Apalagi saat ini Rey tahu bahwa Peter pun memantau gerak-geriknya. Untuk keperluan apa? .
Belum lagi masalah Leon, saat ini dia belum menyadari kepergian Lily, tapi bagaimana jika dia tahu Lily sudah pergi? Bisa jadi Leon akan mencelakai Ryan.
Ryan dan Rey sedang duduk berdampingan di sofa, Ryan memeluk Rey dan Rey menyenderkan kepala nya di dada Ryan.
"Rey... " Ryan mengusap lembut rambut Rey.
"Hmmm"
"Bagaimana jika ingatan ku tidak pernah kembali? "
"Tidak masalah Ryan, selama kamu masih mencintaiku". Rey memeluk Ryan.
"Walau aku amnesia ribuan lagi, aku pasti akan tetap mencintai orang yang sama sayang...."
Cup.. Pipi Rey merona mendapat kecupan manis dari suaminya.
"Hati-hati kalau bicara Ryan, ucapan itu bisa menjadi doa, aku ngga mau kamu terluka lagi, aku lelah berpetualang dan harus menyelamatkan mu terus" .
"Ah Rey.... maafkan aku selalu menyusahkan mu".
"Bukan begitu maksudku Ryan". Rey memandang wajah Ryan dan menangkup pipinya dengan kedua tangan nya. "Aku bahagia bisa selalu menolongmu sayang, dan aku hanya ingin kita menjalani hidup normal seperti pasangan pada umumnya, menjadi istri yang menantikan suaminya pulang kerja sambil mengasuh anak-anak kita, memasak untukmu ,seperti itu Ryan"
"Anak-anak kita? " Ryan merasa terpancing mendengarnya.
"Rey.. bagaimana kalau kita mulai memprogram memiliki anak dari sekarang? " tangan Ryan mulai kepanasan.
"Ryan... ini bukan waktu yang tepat"
__ADS_1
"Pliss Rey.. aku sudah menahan nya selama tiga tahun".
"Apa kamu tidak pernah melakukan nya dengan Gwen? "
"RRey.. aku bersumpah, aku tidak pernah melakukan hal-hal seperti layaknya suami istri dengan Gwen, perlakuan ku pada Gwen tak lebih seperti perlakuan ku pada Mini".
"Kok bisa Ryan! " rey merasa aneh walau hatinya sangat lega karena ternyata suaminya tidak pernah berzina
"Entahlah... aku sering dilanda sakit kepala hebat dan gelisah setiap malam, dan sama sekali tidak memiliki keinginan begitu pada Gwen"
"Trus.. sekarang? "
Ryan menyeringai dan mulai melancarkan aksi nya pada Rey
"Ryan... STOP!! Rey menjauhi Ryan.
"Kita sholat dulu ya.. Sebagai ucapan syukur pada Nya". ucap Rey sambil tersenyum manis.
"Ashiiiaap" Dengan cekatan Ryan menggendong Rey menuju kamar.
Hari beranjak semakin malam, sepasang kekasih yang baru kembali bersatu keluar dari kamar nya, Ryan bahkan lupa kalau dia sudah memasak untuk Rey.
"Rey.. aku sudah memasak untukmu.. kita makan ya".
"Ryan.. aku lelah"
"Aku suapin ya.. " Ryan menghampiri Rey yang sedang tiduran di sofa. "Maaf ya sayang.. ".
Rey hanya menjawab dengan senyuman nya.
__ADS_1
"Ryan... aku ingin malam ini kamu pulang ke Gwen".
"Apaa? Aku ngga mau Rey"
"Ryan.. ada hal penting yang harus kamu lakukan , aku mohon Ryan, setelah urusan itu selesai kita bisa pulang ke rumah dengan tenang."
"Huuuh... baiklah sayang, hal apa yang harus aku lakukan".
Rey menjelaskan bahwa ada dokumen penting miliknya yang disimpan oleh Gwen, dan Ryan harus bisa mengambilnya malam ini, tentunya dengan bantuan formula AL untuk mengorek info dari Gwen.
Saat menginterogasi Leon, Rey mendapatkan informasi dari Leon bahwa dokumen penting aset berharga Ryan ditahan oleh Gwen, hal itu Gwen lakukan agar Leon tidak berani mengganggu Ryan. Rupanya walau Gwen sangat licik tapi dia sangat ingin melindungi Ryan lelaki yang dicintai nya itu.
Pantas saja Rey dan Adam tidak bisa menemukan dokumen itu di kantor ataupun di kediaman Leon, selama hampir tiga malam menyelinap tapi tidak menemukan apapun.
Akhirnya setelah mendapat penjelasan dan arahan dari Rey dan Adam, Ryan pun dengan berat hati pulang menuju rumah Gwen.
"Dam.. kamu ikuti Ryan ya? "
"Rey.. apa Ryan sudah kamu beri tahu identitas aslinya? "
"Belum dam.. aku khawatir dia akan emosi pada Gwen dan membuat Gwen curiga."
"Terus kenapa Ryan mau mengambil dokumen itu? apa alasan kamu? "
"Kekuatan cinta dam.. cinta itu ajaib". Rey pergi meninggalkan Adam yang terbengong bengong.
...💓💓💓...
Terimakasih sudah mampir di karya pertama saya. sambil nunggu up bisa mampir ke karya kedua autors yang juga menceritakan ketangguhan seorang wanita walau dengan gaya berbeda, kisah Arin guru Rohis Rey dalam judul CINTA SUCI SANG BIDADARI
__ADS_1