
Setelah dokter memastikan kondisi Rey sehat, maka Rey pun dipindahkan ke ruang rawat inap, Ryan memastikan Rey mendapatkan perawatan dan pelayanan VVIP .
Ryan sengaja belum memberitahukan kabar baik ini kepada bu Sri, karena selain agar bu Sri beristirahat, Ryan pun masih ingin berduaan dengan Rey.
Ryan duduk di sisi ranjang ,memandang Rey dengan tatapan penuh kerinduan. Sementara itu Rey terlihat sedang memikirkan sesuatu.
"Rey.. lagi mikirin apa sih?" Tangan Ryan menggenggam erat tangan Rey.
"Aku sedih banget Ryan,"
"Kenapa sayang". Ryan terlihat cemas, khawatir ini berkaitan dengan kaki nya, padahal Rey kan belum tahu pikirnya.
"Kamu jahat".
"lho.. aku?? emang aku kenapa? " Telunjuk Ryan menunjuk diri nya sendiri.
"Orang lain Tuuh kalau istrinya lagi sakit dikasih yang indah-indah, kok kamu malah nagih utang," Rey cemberut kesal.
"Aihh.. Kirain apa, jangan ngambek dong sayang nya aku,, !" Ryan mencium punggung tangan istrinya.
Rey merasa ada yang janggal, ada sesuatu yang dilewatkan nya, "Tunggu... tunggu... ".... Ryan menagih utang sama aku? ini pasti tentang peluru artic Warfare super magnum yang aku habiskan di villa Ryan waktu liburan itu kan, kalo dia inget itu berartiiii...
"Ryan.. apa ingatanmu sudah kembali? " Rey membalas genggaman tangan Ryan.
Ryan mendekatkan wajahnya ke wajah Rey, kedua tangan nya mengelus pipi Rey dengan lembut, CUP.. bibir keduanya beradu.
__ADS_1
"Aku sudah ingat semua nya sayang.. bahkan saat malam pertama kita" Bisik Ryan di telinga Rey.
Rey merasakan tubuhnya bergetar, hatinya terasa hangat, air mata mengalir tanpa permisi membasahi pipi nya yang merona akibat bisikan Ryan. Apakah Rey sedih? No.!!. tentu ini air mata bahagia, setelah semua perjuangan nya, ternyata kini Ryan nya telah kembali.
"Kamu serius Ryan?? " mata Rey berbinar. senang
Ryan mengangguk semangat.
"Hmmm....coba aku tes dulu ya! " Rey tampak berpikir.
"Okee.. siapa takut ". Ryan menantikan Rey .
"Siapa yang menolong Lily di kamar nya? "
"My angel.. " Cup.. pipi kanan Rey mendapat kecupan .
"My angel juga.. " Cup.. pipi kiri Rey mendapat kecupan.
"Hmmmm.... berarti yang punya utang siapa doong? " Rey mencebik kesal.
"Aku" Ryan tersenyum senang.
"Berarti yang harus bayar utang siapa? "
"Aku dong sayaaangg" . Cup.. bibir pucat Rey mendapat kecupan singkat.
__ADS_1
"Ternyata kamu emang udah ingat semua nya Ryan". Rey memeluk erat suaminya .
"Tapi peluru AWSM yang kamu habiskan tetep aku anggap utang lho sayang". Ryan tersenyum ingin mengjaili istrinya itu.
Rey melepaskan pelukan nya. "Dasar suami pelit". Rey memukul dada bidang Ryan.
"Hahahhaa.... " , Aku sayang kamu Rey, aku punya segala nya dan semua yang aku punya adalah milikmu, Kamu cukup bayar utang mu dengan sesuatu yang tidak aku punya".
"Apa??" . perasaan Rey sedikit curiga.
Ryan membisikkan sesuatu di telinga Rey. "I want Ba...by..." . Ryan memandang mesra wajah cantik Rey dan mengecup bibir Rey dalam dan lama.
Ahh.. Ryan...
Rey membalas semua perlakuan suaminya, "Aku mencintaimu Ryan". Ucap Rey dengan suara sangat pelan, tapi Ryan tentu mendengar pengakuan cinta Rey yang untuk pertama kalinya itu.
"APPAAA?? kamu bilang apa sayang?" . Ryan menjauhkan wajahnya dari Rey, ingin memastikan kembali apa yang di dengar nya.
Rey memalingkan wajahnya , "Au ah... "
"Aishhh.. kok gitu sii sayang..bilang yang keras dong , aku ingin denger lagi". Ryan merajuk.
Rey begitu gemas melihat perlakuan suaminya, dia sangat bahagia, walau terbaring di rumah sakit dengan luka yang belum mengering, tapi hati nya bahagia walau dengan gomabalan retceeh suaminya.
Entah apa yang akan terjadi pada dirinya, jika tahu kalau saat ini kakinya tidak bisa bergerak Lincah seperti dulu. Wanita tangguh dengan kemampuan luar biasa yang dalam hidupnya dipenuhi petualangan menegangkan, harus terjebak dalam kursi roda dalam kurun waktu yang entah sampai kapan.
__ADS_1
Ryan pun tampak enggan untuk memberi tahu kabar buruk itu, dia hanya ingin menikmati kebersamaan yang indah dengan Rey, Ryan belum punya cara yang tepat untuk memberi kan kabar buruk itu pada Rey.