
Rey masih menangis di sofa nya, rasa rindu bercampur cemburu menguasai relung hatinya, sang kekasih hati yang dirindu kini sedang menuju wanita lain yang ternyata juga adalah istrinya, tidak ada tatapan cinta dari Ryan untuknya, Ryan melihat nya hanya sebats wanita asing yang baru di kenalnya.
Tok.. tok.. tok!!
Rey mengusap air matanya, dan mbegegas membuka pintu apartemen nya.
"Assalamualaikum rey..! " Tampak pak panji di depan pintu .
"Wa'alaikumussalam... om! " Rey berhambur memeluk Pak panji yang kini sudah menjadi ayah nya. Di dada gagah ayah sambungnya itu Rey tidak bisa menahan air matanya, ia kembali menangis bahkan lebih keras dari sebelumnya.
"Hei... ada apa dengan anak ku ini? apa kamu tidak senang bertemu ayahmu ini? " Pak panji menuntun Rey menuju sofa .
"Om.. apa om sudah tahu? sejak kapan om tahu? "
"Apa maksudmu Rey? "
"Ryan om...! " Rey tidak sanggup meneruskan ucapan nya, rey kembali menangis pilu.
"Rey.. kenapa? "
Rey melihat tajam pada pak panji, di tatap nya wajah pak panji sambil mengusap air matanya.
"Om... tolong jujur pada rey, sejak kapan om tahu tentang Ryan dan keluarga barunya! " Rey yakin tidak mungkin pak panji tidak tahu, memiliki informasi untuk hal yang sekecil itu sungguh mudah bagi orang sekelas pak Panji.
"Kamu sudah tahu rupanya... mmm... syukurlah, !" pak panji meraih ponselnya, dan mengetik pesan pada seseorang. "Apa Yang mau kamu ketahui Rey? "
__ADS_1
"Om.. semuanya sudah terlambat sekarang. Ryan sudah bahagia dengan keluarga barunya, bahkan mereka sudah memiliki anak! " lagi lagi Rey menangis.
"Ya ampun... kenapa kamu jadi cengeng begini sih? " Pak panji menghapus air mata Rey yang tidak berhenti.
"Jelaskan saja semuanya om.. rey ingin tahu semuanya, tolong jangan sembunyikan apapun lagi pada Rey "!.
"Baiklah,, om akan ceritakan semua, asal kamu mau berjanji, untuk terus melanjutkan misi ini hingga selesai! "
Rey mengangguk setuju, dia sudah tidak sabar mendengar penjelasan pak panji.
"Rey.. saat kamu masih dalam tahap pemulihan, adam dan bawahan om tidak berhenti mencari Ryan dan lily, hingga akhirnya adam om suruh pulang ke indonesia, tapi om masih menyimpan mata mata Disini. Hampir setahun setelah kabar kematian Ryan, muncul Ryan dengan identitas baru dan keluarga barunya, "
"Kenapa om ngga cerita, ternyata sudah selama itu om tahu, om tega!" rey terisak
"Tapi om... Ryan itu suamiku, rey lebih berhak tahu dari Siapapun! " rey terlihat emosi
"Lalu om harus bagaimana? apa om harus bilang padamu bahwa Ryan baik baik saja dan sudah bahagia dengan keluarga barunya? " pak panji meninggikan suaranya.
"Tapi om.. apakah adil untukku? aku menganggap suami ku sudah mati! " Rey ikut meninggikan suaranya.
"Huuuhh". Pak panji melepaskan nafas nya dengan berat. "Rey.. apakah menurutmu kondisimu akan lebih baik jika tahu Ryan masih hidup tapi sudah berkeluarga? saat kondisimu sedang sakit dulu? apa kamu akan setegar sekarang? lihat ibumu, saat suaminya meninggal, dia bisa segera bangkit, tapi berbeda dengan om, yang ditinggalkan istri karena lelaki lain, rasa sakit kehilangan karena pengkhianatan itu lebih menyakitkan rey. melihat orang yang kita cintai pergi dan memilih bahagia dengan orang lain itu sangat menyedihkan!..kondisimu tidak baik baik saja saat itu, om hanya tidak mau melihatmu makin terluka, bisa saja om menculik ryan saat itu, tapi sanggupkah kamu melihat ryan yang akan bersikap berbeda padamu, menganggapmu orang asing yang sudah memisahkan nya dari istri dan anaknya, bisakah kamu setegar sekarang rey? saat mellihat tiidak ada lagi cinta dimatanya untukmu?...maafkan om harus mengatakan ini Rey! "
Deg!! Benar om... sangat menyakitkan.
"Tapi Omm... semuanya sudah terlambat sekarang! "
__ADS_1
"Dasar bodoh! " Pak panji menyentil kepala Rey, .. "Ternyata cinta bisa bikin kamu jadi bodoh rey, sia sia ayahmu dan om mendidik dengan keras! ".
"Assalamualaikum... om" Tampak Adam memasuki apartemen dengan membawa sebuah box, adam menghampiri pak panji dan mencium punggung tangan nya, menyerahkan box tsb pada pak panji.
"Wa'alaikumussalam.. gimana kabarny Dam? "
"Alhamdulillah baik.. gimana kabar ibu om? "
"Alhamdulillah baik.. lihatlah dia! " pak panji menunjuk rey dengan matanya.. "Anaknya sendiri bahkan lupa menanyakan kabar ibunya!" pak panji cemberut melihat Rey.
"Omm...buat apa aku menanyakan kabar ibu sama om.. tiap hari juga aku telponan sama ibu! " rey mendengus kesal.
"Hahaha... lihatlah dam, dia marah padaku sampai tidak mau memberiku segelas air pun, padahal om sudah jauh jauh datang ingin menengoknya!" Pak panji berekspresi sedih.
"Ya ampun! " rey menepuk jidatnya sendiri. "Maaf om... rey lupa". Rey segera beranjak dari duduknya.
"Biar aku aja Rey.. " Adam segera ke dapur
"Rey maukah kamu berjanji pada om.. untuk bersikap profesional dan mengesampingkan perasaanmu dalam menyelesaikan misi ini? jika kamu gegabah maka taruhan nya adalah nyawa Ryan dan lily!" Pak panji mengambil beberapa kertas di dalam box.
"Ini Rey.. bacalah dengan teliti.
πππ
Vote, like dan komen.. plisssπ
__ADS_1