
Sudah hampir sebulan Rey dan Ryan melakukan syuting dan pemotretan, menjadi bintang iklan dari produk Marcell otomotif. Hubungan mereka pun tampak semakin akrab, Ryan merasa nyaman berada di dekat Rey. Setiap selesai syuting Rey selalu menyiapkan makan siang untuk Ryan dan tidak lupa memberi nya minuman herbal yang diracik nya sendiri.
"Rey.. aku bosan minum herbal itu,, aku minum kopi saja ya!" wajah Ryan memelas.
"Ryan.. ingat kesepakatan kita, kamu harus nurut sama aku?!"
"Tapi buat apa sih aku harus minum herbal itu terus.. aku kan ngga sakit Rey! "
"Eiitss... ingat kesepakatan kita Ryan .... JANGAN BANYAK NANYA!" Rey sedikit meninggikan suaranya.
Hadeuuh.. kenapa dia lebih galak dari Gwen ya. untung permintaan nya ngga aneh-aneh.
"Rey.. stok makanan di rumah mu sudah habis kah? "
"Iya.. kenapa? "
"Nanti kita belanja ya? "
"Hmmm....boleh! "
"Yes!! " Ryan mengepalkan tangan nya karena senang.
"Kenapa sii? sampai sebahagia itu? "
"Iya dong, kan aku bisa terus nyicipin masakan kamu "
"Ryan.. jadwal syuting kita kan tinggal satu kali lagi, setelah itu kita tidak akan bisa seperti ini lagi kan? kita punya kesibukan masing-masing dan kamu juga sudah punya keluarga ."
"Benarkah? " Kenapa aku ini,, kenapa aku merasa seperti akan ditinggalkan..
"Rey.. apa kamu akan meninggalkanku? "
__ADS_1
"Maksudmu!? "
"Apa kamu akan melupakan ku begitu saja? "
"Apa kamu ingin terus menempel padaku? "Rey tersenyum menggoda Ryan
"Mmm... kalau iya, kamu mau apa? "
"Mau ajaa! " Rey berlalu meninggalkan Ryan.
Rey.. kamu manis sekali siii.. Ryan berlari mengejar Rey menuju parkiran mobil.
"Kamu serius kan Rey? "Ryan memegang tangan Rey.
"Kalau kamu? " Rey malah balik bertanya.
"A.. aku.. ingin kita selalu bersama Rey, bolehkah? "
"Kenapa kamu ingin selalu bersamaku? Bukankah kamu sudah memiliki Gwen? "
"Jadi apa rencanamu? "
"Apa kita tetap bisa bersama walau aku masih bersama gwen?"
"Kenapa kamu ingin mempertahankan Gwen? apa kamu sangat mencintai nya? "
"Ini bukan karena cinta Rey.. tapi semua demi Mini putri kami? "
"Ryan... apa kamu percaya padaku? " Rey menatap Ryan dengan tajam.
"Tentu aku percaya! "
__ADS_1
"Baiklah.. kalau kamu percaya padaku, aku minta kamu lakukan tes DNA, !"
Ryan tampak terkejut.. "Apa maksudmu Rey,, apa kamu pikir mini bukan putri kandungku?"
"Ryan pakai logikamu... Gwen itu sering gonta ganti pasangan..wajar kalau aku meragukan nya. !"
"huuh...baiklah, aku akan melakukan nya, !"
"Ingat Ryan.. jangan sampai Gwen curiga. "
Keesokan harinya, Tanpa sepengetahuan Gwen Ryan mengambil rambut mini untuk sampel tes DNA, kenapa baru terpikirkan oleh ku , Ryan teringat akan ucapan Rey
"Ryan pakai logikamu... Gwen itu sering gonta ganti pasangan..wajar kalau aku meragukan nya. !"
Setelah menyerahkan sampel DNA ke salah satu laboratorium ternama, Ryan segera pergi ke apartemen Rey, hari itu adalah hari terakhir mereka melakukan syuting.
"Assalamualaikum Rey..! " Ryan membuka pintu apartemen, dia sudah tahu no PIN nya karena Rey sudah memberi ijin kepada nya .
"wa'alaikumussalam.. masuk Ryan." Rey tampak sedang menyiapkan perbekalan makanan.
"Kamu sudah siap Rey? " Ryan membawa seluruh brang milik Rey menuju mobilnya.
"Rey.. hari ini aku sudah melakukan tes DNA, hasilnya akan keluar setelah satu minggu! " ucap Ryan sambil mengemudikan mobil nya.
"Syukurlah! " Rey menatap Ryan ..."Lalu setelah ini kamu mau bagaimana,? "
"Rey.. tolong jawab jujur padaku..bukankah kamu tahu masa laluku?"
"iya walau sedikit, "
"Apa saat ini ada seorang wanita yang sedang menungguku di luar sana? seperti yang kamu bilang saat itu?"
__ADS_1
"Iya Ryan, seorang wanita istimewa sedang menanti mu dan membutuhkan mu! " maafkan aku Ryan, belum bisa berterus terang, aku khawatir akan keselamatan Lily.
Ya Tuhan.. kenapa aku jadi takut mengingat masa laluku, aku takut akan terpisah dengn wanita yang mulai aku cintai ini.. . Ryan menatap Rey