Istriku Gagah Jelita

Istriku Gagah Jelita
Dari bahagia kembali duka


__ADS_3

Rey merasa sangat gerah, ingin rasanya mandi dan berendam, dokter bilang Rey sudah diperbolehkan mandi, karena luka jahit nya sudah tiga hari dan sudah mulai mengering.


"Ryan.. aku mau mandi "


"Mandi di sini aja ya sayang, sama aku di seka in. "


"Aku ingin ke kamar mandi Ryan, aku juga kan harus wudhu, aku udah baikan kok! ". Rey bangkit dari tidur nya dengan susah payah.


Ryan membantu Rey agar duduk dan menyenderkan tubuh Rey di sandaran tempat tidur.


"Oke.. tapi aku mandiin kamu ya sayang! ". Ryan menarik turunkan alisnya.


"Apaan sii kamu Ryan.. aku lagi sakit niih! " Rey mendengus kesal.


"Aku cuma mandiin kamu aja kok... ngga lebih.. sweeer!! Ryan mengangkat jari telunjuk dan tengahnya bersamaan.


"Ayo aku gendong! "


"Ngga ah.. aku jalan aja.. Deket ini kok! "... DEG!!! Nafas Ryan tercekat, entah apa yang harus dilakukan nya.

__ADS_1


"Ehh... Rey kaki kamu masih lemah, jadi aku gendong dulu ya,!' Ryan sedikit memaksa.


"Baiklah,! " Rey mengikuti semua keinginan Ryan, Ryan begitu memanjakan Rey, di gendong nya Rey ke kamar mandi, lalu Ryan memandikan Rey dengan sangat hati-hati, ada luka yang masih di verban di punggung Rey.Juga ada bekas luka di dada Rey, luka operasi tiga tahun yang lalu.


Semua luka ini adalah bukti cintamu Rey.. aku lelaki paling beruntung, Tanpa sadar Ryan menitikkan air mata. Rasa sedih sekaligus haru, sedih karena istrinya banyak terluka dan berkorban demi dirinya, terharu atas segala pengorbanan Rey untuk nya dan Lily.


Saat Rey akan berwudhu, dia berusaha menggerakkan kaki nya agar bisa dia basuh, tapi kenapa dia seperti mati rasa?


"Ryan.. kok kaki ku mati rasa ya! ". Rey berusaha menggapai gapai kakinya.


"Ga papa sayang.. itu karena kamu nya masih lemes aja.. sudah beberapa hari tiduran terus, sini aku bantu in wudhu nya" . Dengan telaten Ryan membasuh kaki Rey, tanpa Rey sadari Ryan sedang meneteskan air mata. Maafkan aku Rey, demi aku kamu menjadi seperti ini.


Setelah keduanya selesai berdzikir dan berdo'a , Ryan duduk di depan Rey, Rey mencium punggung tangan suaminya, Ryan mengecup kening Rey, menangkup kedua pipi Rey.


"Rey.. aku sangat mencintai mu, dan apapun yang akan terjadi percayalah rasa cintaku tidak akan pernah berubah, kamu harus percaya kata-kata ku ini Rey! " Rey mengernyitkan dahinya, merasa ada yang janggal.


"Ada apa Ryan? ". Rey mulai curiga.


"Berjanjilah padaku Rey.. kamu akan baik-baik saja, "

__ADS_1


"Apa ini mengenai kakiku?" Rey memang sudah curiga sejak di kamar mandi. "Katakanlah Ryan.. jangan bertele-tele" .


"Rey... kamu percaya sama aku ya... kita akan melalui ini bersama sampai kapan pun ".


Dada Rey merasa sesak, ada apa ini? "Katakanlah Ryan... !" Suara Rey meninggi.


"Dokter bilang.. peluru nya mengenai sebagian syaraf di tulang belakang, jadi kemungkinan kamu akan mengalami..... " . Ryan menggantungkan ucapan nya, matanya menatap Rey, ingin memastikan istrinya akan baik-baik saja.


"APPAAA Ryan.. mengalami apa? " Rey sudah tidak bisa bersabar lagi.


"Lumpuh... ". ....


JEDDDAAAR!!!


Bagai ada kilatan petir yang menyambar di telinga Rey, tubuhnya kaku, pandangan mata nya kosong,


"Rey... aku berjanji akan membantu mu kembali bisa berjalan, kita akan melalui ini bersama Rey, aku mohon katakan sesuatu sayang! " Ryan memeluk erat Rey.


Secepat itu kabar bahagia berubah menjadi kabar duka.. baru saja tadi siang dia mengetahui suaminya sudah pulih kembali ingatan nya, tapi kini dia harus mengetahui fakta bahwa kakinya lumpuh?

__ADS_1


__ADS_2