Istriku Gagah Jelita

Istriku Gagah Jelita
Bangun


__ADS_3

Di halaman villa itu, Ryan berdiri dengan gagahnya menuntun seekor kuda putih , Ryan menaiki dan menungganginya dengan sangat mempesona, Rey yang berada di taman berlari mengejar Ryan,, "Ryan.. tunggu aku! " tapi Ryan malah terus pergi melambaikan tangan, tersirat kesedihan di wajah nya.


"Ryaaan.. jangan pergi!!.. Ryaaaaan..! " Rey membuka matanya, di tatap nya ruangan serba putih di hadapan nya. Keringat dingin membasahi wajah pucat Rey.


'Rey.. akhirnya kamu sadar nak! " tampak ibu Sri Ayu disampingnya, memeluk Rey erat.


"Ibu.. aku dimana? apa yang terjadi?"


"Kamu di rumah sakit nak, sudah seminggu kamu koma! " jawab ibu sambil menangis.


Rey mencoba mengingat kembali kejadian yang di alaminya, malam itu terakhir kali dia melihat Ryan...


"Ryaaan..!! ibu mana Ryan? "


Ibu diam membisu.. beranjak dari duduknya. "Rey ibu panggilan dokter sebentar ya nak" meninggalkan Rey sendiri di ruangan itu.


Kenapa perasaan ku tidak enak, apakah Ryan..... Tidaaakk!! Tidak mungkin.. tapi mimpi itu.. akkkhhh dada ku sakit.. Rey kembali pingsan


Ibu Sri Ayu dan seorang dokter memasuki ruangan diikuti oleh pak Panji.


"Reeyy.. dokter ....Rey pingsan lagi! " ibu Sri berlari menghampiri Rey yang pingsan di tempat tidurnya.


Dengan cekatan dokter itu memeriksa keadaan Rey. Menyuntikan obat ke tubuh Rey.


"Kondisi nya sudah lebih baik, tapi saya harap jangan biarkan dia berlarut dalam kesedihan nya, karena itu akan mempengaruhi kesehatan nya. Baiklah saya permisi! " Dokter itu berlalu meninggalkan Ibu Sri Ayu dan pak panji

__ADS_1


"Bagaimana ini mas? " Ibu Sri Ayu tampak terpukul karena Rey kembali tidak sadarkan diri.


Pak panji menghampiri ibu Sri Ayu.. "Apa kamu percaya padaku ?"


Ibu Sri Ayu mengangguk


"Kita harus rahasiakan masalah ini dari Rey, sampai dia pulih! "


"Baik mas! "


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Rey kembali tersadar dari pingsannya, Pak panji tampak setia menemani Rey si sampingnya.


"Om.. mana Ibu? " Rey menatap sekeliling. mencari ibunya


"Om.. tolong jawab pertanyaan Rey! bagaimana keadaan Ryan? "


"Apa kamu yakin sanggup mendengar kabar suamimu? " Pak panji menatap Rey tajam.


"Om.. cepat atau lambat aku akan mengetahui nya kan? "


"Baiklah.. om harap kamu bisa menerima semua takdir ini dengan sabar dan ikhlas Rey!"


"Maksud om? " Jantung Rey berdegup kencang

__ADS_1


"Ryan tidak bisa diselamatkan Rey,,luka di kepala nya sangat parah! " Pak panji menunduk lesu .


"Tidak... Ryaaaaan..... tidak mungkin om.. tidak!" Rey menangis histeris


Flash back on


Dor... dor!! sebuah peluru bersarang di kepala Alex, Alex jatuh terkapar sebelum sempat memukulkan balok kayu ke kepala Rey.


Adam, Tina dan pasukan bantuan kiriman Pak panji sudah berhasil menguasai rumah tua itu. Tampak Ryan yang terkapar dengan kondisi yang mengenaskan, kepalanya mengeluarkan banyak darah , ada luka tembak di dadanya Yang juga mengeluarkan darah, tangan nya tampak meraih tangan Rey yang tak jauh dari nya, seperti nya tangan itu tak mampu menjangkau tangan Rey, yang juga bersimbah darah akibat luka tembak di dadanya. Keduanya terlihat pucat dan sudah tidak sadarkan diri.


"Rey, Ryan! " Adam menghampiri mereka, memeriksa denyut nadi keduanya. "Mereka masih hidup,, cepat bawa ke ambulance! " Adam bergerak dengan cepat, tim medis segera melakukan resusitasi darurat untuk kedua nya, selama dalam perjalanan menuju rumah sakit.


Adam pun mencari keberadaan Lily, Rupanya lily di sekap di lantai 2 rumah tsb. Lily tampak syok, tapi kondisi nya baik baik saja tanpa ada luka sedikitpun.


Rey dirawat di rumah sakit dalam pengawasan langsung oleh pak panji, sedangkan Ryan yang mengalami luka parah dikepala, harus menjalani operasi di dada dan kepalanya, Tak lama berselang, keluarga Ryan dari Singapura datang untuk membawa Ryan dengan alasan untuk memberikan pengobatan yang lebih baik di singapura.


Tidak ada yang mampu menahan keinginan mereka, akhirnya Ibu Sri Ayu melepaskan Ryan pergi ke Singapura dengan keluarga nya. Namun keesokan harinya, ibu Sri Ayu mendapatkan kabar bahwa kondisi Ryan memburuk dan tidak dapat diselamatkan, , mereka juga mengirimkan surat kematian Ryan.


Flash back off


"Dimana makamnya om? " Rey menatap Pak panji dengan genangan air mata yang tak bisa dihentikan nya.


" Mereka bilang Ryan dimakamkan di makam keluarga nya di singapura.! " Pak panji menyerahkan surat kematian dan sebuah foto, foto dengan tanah yang masih merah dan Nisan yang bertuliskan **Ryan Marcell


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀

__ADS_1


Terimakasih sudah setia membaca karya pertama saya. yuuk bantu semangati dengan memberi vote, like dan komen**


__ADS_2