
Reza menyusul istrinya kedalam kamar
mereka yang berada dilantai atas, ketika reza membuka pintu kamarnya ia melihat tingkah laku istrinya yang sedang memarahi dirinya sendiri. Reza dibuat tertawa oleh tingkah laku istrinya yang sedang berbicara sendiri itu. Dengan langkah pelan reza mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang yang seketika membuat annisa kaget dan berhenti bicara..
Reza :
"Apa sih yang sedang dibicarakan istriku ini, kayanya seru banget" tanya reza kepada annisa.
Annisa :
"Ngga usah ngeledek deh mas, kamu pasti senangkan aku keliatan jelek didepan pegawai kamu tadi"
Reza :
"Sayang, mau gimana pun penampilan kamu. Kamu tetap sama kok dimata mas" jawab reza
Annisa :
"Oh jadi mas pikir aku ni jelek dari dulu, gitu maksudnya" annisa melepaskan pelukan suaminya dan pergi agak menjauh..
Reza pun mendekati annisa dan memeluknya kembali.
"Bukan kaya gitu sayang, maksud mas biar kaya gimana pun penampilan kamu mas tetap suka" kata reza sambil melepas pelukan mereka perlahan sambil membalikkan tubuh istrinya agar berhadapan dan mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya itu..
Reza mencium annisa lembut, annisa membalas ciuman reza dan ciuman mereka berlangsung agak lama..
"grukkkk" suara perut annisa.
Ciuman mereka terpaksa berhenti karena suara perut annisa yang sudah kelaparan, kayanya cacing didalam perut annisa udah pada demo minta jatah makan.
Annisa :
"Mas laparrr" rengek annisa manja kepada suaminya.
Reza :
"Iya, ayo kita kebawah"
Kedua suami istri itu keluar dari kamarnya, reza melangkah disebelah istrinya dan berjalan berbarengan sambil menggandeng tangan annisa. Mereka berjalan menuruni tangga dengan santainya annisa dan reza mengobrolkan sesuatu sambil tertawa riang.
Reza melihat kedua sekretarisnya dengan setia masih menunggu dia diruang tamu, akhirnya reza mengajak mereka berdua juga untuk makan bareng. Reza dan annisa duduk bersebelahan dimeja makan sedangkan doni dan Angela juga duduk bersebelahan dan bersebrangan menghadap dengan bos mereka.
Reza mengambilkan piring beserta sendok dan garpu untuk annisa, lalu reza menyendokkan nasi dan menaruhnya kepiring istrinya. Melihat itu Doni pun dengan polosnya ikut menyodorkan piringnya kearah reza untuk minta diambilkan nasi juga.
Reza yang melihat Doni menyodorkan piring kearahnya bukan malah mengambilkan tetapi menatap tajam kepada sekretarisnya itu, melihat tatapan bosnya itu Doni langsung mengurungkan niatnya serta menarik kembali piring yang tadi ia sodorkan tersebut.
Angela :
"Kamu gila ya, bos sendiri kamu suruh ngambilin nasi buat kamu, mau nyari mati" kata Angela berbisik kepada Doni yang berada disebelahnya sambil mencubitnya.
Doni :
"Aaaaaaa sakit.. Yah aku kira pak reza mau sekalian ngambilin kan jadi ngga repot" jawab Doni sambil mengusap pahanya yang habis kena cubit Angela.
Angela :
"Polos itu jangan kelewatan juga"
__ADS_1
Doni :
"Iya maaf" jawab Doni sambil menundukkan pandangannya karena merasa bersalah.
Doni dan Angela melanjutkan makan mereka dengan suasana yang tegang karena dimeja makan mereka berempat tidak ada yang berbicara satupun..
Annisa melihat situasi ini menjadi tidak enak dan membuka pembicaraan dengan bertanya kepada Doni..
Annisa :
"Doni, apa kamu sudah punya pasangan" tanya annisa.
Mendengar pertanyaan itu Doni yang sedang minum pun langsung tersedak, untunglah tidak menyembur kewajah bosnya yang sedang duduk dihadapannya.
Doni :
"Belum, memangnya kenapa?"
Annisa :
"Benarkah, masa iya kamu yang ganteng kaya gini ngga punya pasangan?" tanya annisa lagi..
Doni :
"Iya memang belum" jawab Doni dengan wajah polosnya.
Annisa :
"Wah benarkah, berarti aku bisa dong daftar, gimana don? Rayu annisa dengan senyuman manisnya yang mengembang sambil fokus menatap wajah Doni
Doni :
Annisa :
"Maksud aku kaya gini.......
Belum selesai annisa bicara, reza langsung memasukkan kue kemulut istrinya itu..
Annisa :
"Apaan sih mas, kok kamu main masukin kue aja, aku lagi bicara sama Doni tuh" kata annisa sambil menepuk dada reza kesal
Reza :
"Kamu mau selingkuhin aku sama Doni, pegawai ku sendiri?" tanya reza sambil menghentikan tangan annisa yang menepuk dadanya tadi.
Annisa :
"Kalau doninya mau ya ngga papa, iyakan don??" jawab annisa kepada suaminya sambil melepaskan tangannya dan kembali menatap Doni dengan penuh senyuman.
Reza yang melihat istrinya sendiri menatap Doni terus, ia pun langsung melirik kearah Doni dengan muka yang tampak marah.
Doni yang melihat bosnya itu seperti ingin membunuhnya langsung saja mengalihkan pandangannya dan berbicara kepada annisa..
Doni :
"Emm.. Begini maksud saya meskipun saya belum punya pasangan, tapi saya lagi mendekati seseorang sekarang" kata Doni memberi jawaban kepada istri bosnya itu agar dia tidak terkena masalah.
__ADS_1
Annisa :
"Benarkah, siapa orangnya?"
Tanya annisa penasaran.
Doni yang bingung bagaimana cara menjawab dan membuktikan kepada annisa, ia lalu terpikirkan sesuatu. Doni memegang tangan Angela yang sedang asyik makan hingga membuat sendok yang sedang Angela pegang jadi terlepas.
Angela yang bingung mengapa tiba tiba Doni memegang tangannya lalu menatap kearah Doni dengan tatapan bingung diikuti oleh alis yang terangkat sebelah..
Doni :
"Ini orangnya, saya sedang dalam tahap pendekatan dengan Angela" jawab Doni kepada annisa sambil menatap wajah Angela dengan menahan senyum palsunya kepada Angela dan memberi kode mimik wajah kepada Angela.
Angela yang mulai mengerti kode dari Doni lantas ikut berbicara juga kepada annisa.
Angela :
"Iya benar, kami sedang dalam tahap pendekatan sekarang" jawab Angela kepada annisa sambil tersenyum menatap semua orang yang ada dimeja makan dan berusaha melepaskan tangannya dari pegangan Doni..
Annisa :
"Emm baiklah" jawab annisa tersenyum sambil melanjutkan makannya lagi..
*******
Akhirnya setelah mereka selesai makan, annisa berpamitan kepada Doni dan Angela karena dia ingin pergi lebih dulu.
Annisa berjalan menuju kamarnya dengan menaiki tangga rumahnya perlahan sambil senyum senyum sendiri, entah apakah yang membuat annisa tertawa.
Reza yang sedari tadi diam akhirnya berbicara kepada kedua sekretarisnya itu.
Reza :
"Kalian kalau sudah selesai, bisa langsung pulang saja. Nanti ada pembantu yang akan membereskannya" kata reza yang telah menyelesaikan makannya sambil meletakkan sendok garpu dan mengelap bibirnya menggunakan kain yang telah disediakan dimeja makan.
Melihat bosnya yang berdiri bangkit dari kursi itu membuat Angela dan Doni juga ikut berdiri dan memberi salam dengan sedikit membungkukkan tubuh mereka. Reza berlalu meninggalkan Doni dan Angela, tetapi sebelum pergi reza menatap lekat kepada Doni seperti akan ada badai sebentar lagi.
Doni yang mengerti sekali dengan tatapan bosnya itu hanya bisa terdiam dan tertunduk lesu..
Doni :
"Bagaimana ini?" tanya Doni kepada Angela.
Angela :
"Itu urusanmu, aku tidak mau ikut campur" jawab Angela kepada Doni dengan wajah datarnya sambil pergi meninggalkan temannya itu..
Selamat membaca dan semoga suka ya 😁
Mohon dukungannya
Jangan lupa like dan komennya, kalau ada masukkan silahkan tinggalkan dikolom komentar.
Tambahkan kefavorit juga ya
Makasih 😘😘😘
__ADS_1