
Reza terdiam sebentar setelah mengadukan keluh kesahnya kepada sang istri, menumpahkan segala yang telah ia rasa selama ini. Apakah dia egois?? Reza ingin selalu bersama Annisa sekarang, ingin terus membahagiakannya, ingin menghabiskan seluruh waktu dan hidupnya bersama seorang wanita yang masih terlelap ditempat tidur sakit itu.
Apakah egois???
Jika sekarang yang lebih banyak ia pikirkan adalah istrinya saja bahkan ibunya sendiri kalah dibandingkan rasa khawatirnya terhadap sang istri. Reza juga tidak ingin menjadi anak durhaka yang lebih memilih seorang wanita lain dari pada ibunya sendiri yang telah melahirkan, menjaga dan merawatnya sedari kecil hingga sekarang.
Namun tidak dapat dilupakan juga bagaimana luka yang telah ditorehkan oleh sang ibu dihatinya saat ini, bahkan Reza masih sangat jelas mengingat segala kenangan pahit yang telah terjadi dimasa lampau itu.
***
Setelah dirasa segala yang ia rasakan sekarang telah ia tumpahkan dihadapan sang istri yang sekarang masih tetap sama yaitu tidak menanggapi sedikitpun apa yang telah diutarakan Reza kepadanya. Reza melihat kearah jam tangan disebelah tangan kirinya dan menunjukkan sudah waktunya untuk ia pergi kekantor.
"Mas berangkat dulu ya sayang" kecup Reza kepada kening sang istri.
Lalu berlalu ketempat tidur ibunya.
"Reza, berangkat dulu ya mah" dikecup juga lah kening sang ibunda itu.
Reza berjalan kearah pintu keluar dan menarik ganggang pintu tersebut mengeluarkan tubuhnya perlahan kearah luar ruangan dan menatap sebentar kearah dalam untuk melihat sekali lagi ibu dan istrinya itu sebelum dia pergi bekerja.
"Jaga diri kalian" batin Reza sebelum ia benar benar benar menutup pintu ruangan tersebut dan pergi meninggalkannya.
Sebelum benar benar Reza pergi meninggalkan rumah sakit, terlebih dahulu ia singgah ke meja para perawat.
Reza :
"Sus, saya titip ibu dan istri saya. Kalau ada apa apa, langsung saja hubungi saya" pesan Reza kepada kedua perawat yang tengah berjaga di meja khusus perawat tersebut.
Perawat 1 :
"Baik pak, akan kami pantau terus kondisi dan keadaan pasien" sahut salah satu perawat tersebut.
Reza :
"Baiklah, terima kasih" kata Reza sembari senyuman tulus ia berikan kepada kedua perawat itu.
Reza pun pergi berlalu setelah menyampaikan pesan kepada para perawat dirumah sakit itu. Setelah kepergian Reza, salah satu perawat tadi mulai membuka pembicaraan untuk bicara mengenai kehidupan Reza.
Perawat 2 :
"Aku sangat iri kepada ibu dan istrinya yang memiliki sosok laki laki seperti dia. Terlebih lagi kepada istrinya. Setiap pagi aku melihat dia sering membawa istrinya berbicara mengenai apa yang dia rasakan dan dia kerjakan dihari sebelumnya, kadang aku merasa ada perasaan sakit disetiap kata kata yang diucapkan" kata salah satu perawat itu yang masih memandang punggung Reza yang berlaku meninggalkan mereka.
Perawat 1 :
"Benar, aku pun sering melihatnya melakukan hal itu dan dengan hebatnya dia tidak pernah bosan untuk melakukannya dan mengulanginya setiap hari" lanjut perawat satunya uang juga ikut menatap kearah jalan Reza pergi tadi.
***
WORLD HOTEL
Reza telah sampai ketempat kerjanya yaitu World Hotel, sesampainya di lobby ia telah ditunggu oleh dua orang sekertaris setianya yaitu Angela dan Doni.
"Selamat pagi pak" sapa keduanya berbarengan kepada Reza.
Reza hanya mengangguk sebagai tanda balasan atas sapaan kedua pegawainya itu, begitupun dengan pegawai yang lain juga ikut menyapa Reza dengan menundukkan badan mereka sedikit menghadap Reza.
Mereka bertiga berjalan beriringan menuju lift khusus untuk Presdir, ketika pintu lift sudah terbuka masuk lah terlebih dahulu Reza setelah itu disusul oleh Angela dan Doni yang berjalan mengikuti dan berdiri dibelakang Reza.
Suasana masih hening didalam lift hingga Angela membuka pembicaraan.
Angela :
"Apakah sudah ada perkembangan pak??" tanya Angela kepada Reza dengan posisi dibelakang Reza namun agak menyamping sedikit kesebelah kanan.
Pertanyaan Angela sontak membuat Doni yang berada disamping kirinya langsung menoleh perlahan kearahnya.
Reza :
"Belum, masih sama seperti sebelumnya" jawab Reza tanpa mengalihkan pandangan dari pintu lift didepannya.
Angela dan Doni hanya bisa terdiam didalam keheningan lift ketika mendengar jawaban dari sang bos, sesaat setelah itu pintu lift pun terbuka yang berarti juga sekaligus telah menyelamatkan mereka dari situasi yang mencekam didalamnya.
__ADS_1
***
Rumah Sakit.
Dokter Bobby berjalan dengan salah seorang perawat wanita yang tidak lain ialah perawat yang kemarin ikut dalam operasi Sarah dan Annisa. Siang ini dokter Bobby bersama perawat perempuan yang bernama Intan itu tengah melakukan visite kedalam beberapa ruangan pasien dan kunjungan terakhir disiang itu ialah melakukan visite dikamar Sarah dan Annisa.
Klekk...
Pintu terbuka.
Nampak lah sosok Dokter Bobby dan Intan memasuki ruang rawat Sarah dan Annisa yang berkelas VVIP.
Dokter Bobby didampingi Intan memeriksa keadaan Sarah terlebih dahulu setelah agak beberapa lama mereka pun pindah keranjang Annisa. Mereka pun mengecek dengan teliti keadaan kedua pasien tersebut berharap keajaiban muncul untuk mereka agar segera sadar.
Intan :
"Keadaan pasien masih stabil dok" ucap intan kepada dokter Bobby yang tengah menatap kearah kedua pasien tersebut.
Bobby :
"Iya, sekarang mari kita keluar" ajak Dokter Bobby kepada intan dan mendapat anggukan dari Intan.
Mereka berjalan keluar dengan perlahan, dokter Bobby berjalan didepan intan yang mengikutinya dari belakang. Sesaat dokter Bobby ingin memegang ganggang pintu terdengar jeritan seorang perempuan.
Intan :
"Dok, Ny. Sarah telah sadar" teriak Intan yang langsung membuat dokter Bobby membalikkan badannya secepat kilat kearah Intan dan seketika beralih menatap Ny. Sarah.
Dokter Bobby pun memeriksa keadaan Sarah dengan sangat bahagia terlihat senyuman mengembang indah dibibirnya yang membuat Intan terpana pada saat yang tidak tepat.
Dokter Bobby :
"Hei, apa kau tidak ingin membantu ku memeriksa keadaan pasien ini" ucap dokter Bobby kepada Intan karena melihat perempuan itu sedang memandangnya dengan tatapan yang tidak mengedipkan mata sedikitpun.
Intan :
"Oh.. oh ii..iya dok, maaf" sahut Intan tergagap nada bicaranya karena ketahuan oleh sang dokter Bobby tengah melihat kearahnya..
Sekilas dokter Bobby nampak tersenyum sambil mengalihkan pandangannya dari intan kearah Sarah.
Dokter Bobby :
"Aku akan menelpon Reza dahulu, kamu tolong jaga Ny. Sarah sebentar sampai walinya datang. Aku tidak akan lama" pesan dokter Bobby kepada intan sebelum ia benar benar meninggalkan ruangan tersebut.
Intan :
"Baik dok" jawab Intan dengan cepat sambil kepada dokter Bobby.
***
WORLD HOTEL
Derttt.... Derrttttt...
Dering suara panggilan telpon.
Reza :
"Halo??" ucap Reza kepada si penelpon yang tidak lain ialah Dokter Bobby.
Dokter Bobby :
"Gue punya kabar bahagia buat Lo" ucap dokter Bobby dengan wajah yang tersenyum karena akan memberi kabar bahagia kepada temannya itu.
Reza :
"Kabar bahagia?????" tanya Reza sambil mengerutkan dahinya karena ia berpikir tidak akan ada kabar bahagia apapun dari temannya itu, buktinya hingga dua minggu yang lalu ia tidak pernah mendapatkan kabar bahagia sedikitpun darinya.
Dokter Bobby :
"Ibu Lo udah sadar, sekarang mendingan Lo cepetan kesini deh, gue tungguin"
__ADS_1
Reza :
"Benarkah?? Lo ngga lagi bercanda kan sama gue" sahut Reza seakan tak percaya dengan berita yang dia dengar barusan.
Dokter Bobby :
"Gue ngga lagi bercanda sama Lo, dari pada Lo banyak nanya mending cepetan kesini deh" ucap dokter Bobby kepada Reza yang tidak tahan dengan berbagai macam pertanyaan anehnya.
Reza :
"Baiklah, gue akan segera kesana"
Dokter Bobby :
"Oke gue tunggu"
Kata terakhir telah diucapkan, sedikit lagi ibu jari Dokter Bobby akan memencet tombol merah dilayar handphonenya untuk mengakhiri panggilan namun teriak dari seberang sana menghentikan niat awalnya dan mendekatkan lagi handphone tersebut ketelinganya.
"Bobbbbbb!!!!!!" teriak Reza.
Teriakan Reza membuat temannya sendiri yakni Dokter Bobby seketika menjauhkan handphone miliknya dari sang telinga yang sangat sensitif itu.
Setelah dirasa aman lalu dia mendekatkan kembali telpon tersebut ketelinganya.
Dokter Bobby :
"Apaan sih, gue ngga budeg kale jadi Lo ngga usah teriak teriak kaya gitu" ucap dokter Bobby yang setelah mendapat teriakan yang begitu keras dari Reza.
Reza :
"Maaf gue ngga sengaja, ada yang mau gue tanyain tadi kelupaan" jawab Reza.
Dokter Bobby :
"Mau nanya apa lagi sih Lo, kan udah gue bilang ibu Lo udah siuman"
Reza :
"Bukan. Bukan itu. Istri gue juga udah siuman kan, masa iya cuman ibu gue aja yang bangun kan ngga lucu" tutur Reza dengan penuh pengharapan.
Dokter Bobby :
"Maaf za. Gue harus ngecewain Lo, memang kenyataannya cuman ibu Lo aja yang siuman, istri Lo masih koma sampai sekarang. Maafin gue za" jawab dokter Bobby yang seketika itu wajah yang awalnya senang menjadi murung lantaran ia harus memberitahukan juga berita mengecewakan kepada temannya itu.
Ia juga tau kalau temannya itu sangat sangat berharap istrinya itu untuk segera bangun, namun takdir berkata lain karena sang istri masih saja setia tidur tanpa ingin sedikitpun untuk membuka matanya barang sebentar.
Reza :
"Ngapain Lo minta maaf, gue kan cuman nanya, nyantai aja" sahut Reza.
"Ya udah gue kerumah sakit sekarang, Lo tolong jagain ibu gue sampai gue tiba disana" lanjut Reza.
Reza melangkahkan kakinya meninggalkan hotelnya dengan perasaan campur aduk. Untuk kesekian kalinya dia bingung harus bahagia atau bersedih karena berita yang ia dapatkan barusan.
Berbahagia karena sang ibunda telah siuman dari koma pasca operasi namun juga harus meneguk pahitnya kenyataan karena sang istri belum kunjung bangun dari tidurnya.
*******
Hai teman, semoga kalian suka ya sama kelanjutannya dan maaf jika penulisannya banyak kesalahan.
Maaf juga karena baru update karena author hari ini sibuk banget, maaf ya 🙏🙏🙏
Jangan lupa setelah membaca novel author langsung kasih Like ya, Komen jika ada kesalahan atau ada saran yang ingin disampaikan.
Favoritkan agar ketika update akan mendapat pemberitahuannya, dan
Vote supaya author tambah seneng nulisnya 😁😁😁
Terima Kasih untuk kalian semua yang selama ini masih setia nungguin novel author update.
**Author mau nanya dong, kira kira cara penulisan author untuk novel ini apakah masih sulit dipahami dalam hal ejaan kata demi katanya???
__ADS_1
Happy Reading 😘 😘😘
29 Februari 2020**