
Pagi menyapa mereka dengan cahayanya yang begitu terang. Reza yang merasa tidurnya sangat nyenyak langsung membuka perlahan kedua kelopak matanya dan menguceknya perlahan. Reza hendak bangun dari posisi duduknya namun seolah ada beban berat dipahanya yang membuatnya kesulitan untuk bergerak dan benar saja bahwa dia menemukan sosok malaikat cantiknya sedang tertidur dengan posisi duduk berbantalkan pahanya.
Reza tidak langsung membangunkan istrinya namun ia membelai terlebih dahulu kepala sang istri dan menciuminya beberapa kali.
"Egghhhhh" lenguhan terdengar.
Dan benar saja Reza melihat istrinya itu bangun dari tidurnya.
Annisa :
"Mas udah bangun?" tanya Annisa yang melihat suaminya sedang memandanginya sedari tadi.
Reza :
"Iya baru aja, sayang kamu kok ikut tidur disini, kamu kan baru sembuh nanti badan kamu bakalan sakit" tutur Reza yang tidak tega melihat istrinya tertidur sambil duduk semalaman.
Annisa :
"Ngga papa mas, Annisa lebih suka tidur kaya gini dari pada tidur dikasur tapi sendirian" jawab Annisa jujur kepada suaminya karena memang benar ia tidak suka tidur sendirian.
Semenjak menikah, Annisa sudah terbiasa untuk tidur dengan keberadaan Reza disampingnya. Bahkan ketika ditinggal Reza keluar kota kemarin dia sangat gelisah dan insomnia nya menjadi kambuh kembali.
Reza tersenyum menatap Annisa dan ia pun menarik tangan Annisa untuk berdiri dan sekali tarikan ia sudah merubah posisi Annisa dengan duduk dipangkuannya.
Annisa hanya tersenyum melihat kelakuan suaminya itu. Reza memeluk Annisa begitu erat dengan tangannya yang melingkar di pinggang sang istri. Annisa pun tidak tinggal diam, dia juga melingkarkan tangannya dileher suaminya.
Perlahan Reza mulai mendekatkan wajahnya kewajah Annisa hingga nafas mereka saling menerpa wajah satu sama lain. Dikecupnya sekilas bibir Annisa.. cup cup cup hingga tiga kali Reza mengecup singkat bibir istrinya itu.
Annisa hanya malu dibuat Reza dengan tingkah lakunya itu hingga akhirnya Reza perlahan mencium bibir Annisa dengan lembut dan Annisa pun membalasnya.
Ciuman itu berlangsung lama dan semakin menuntut hingga sekarang ciuman Reza berpindah ke leher Annisa dan meninggalkan jejak disana. Reza semakin mengeratkan pelukannya kepada sang istri, Annisa pun memegangi belakang kepala Reza dan menekannya agar reza memperdalam ciumannya yang tengah berada di bahunya tersebut.
"Aaahhhh.." desahan pun akhirnya keluar dari mulut Annisa.
Memang benar kata orang desahan itu membuat para lelaki bertambah semangat dalam melakukan hubungannya dan itu pula yang sekarang terjadi dengan Reza. Setelah beberapa bulan mereka menikah, melewati segala macam kejadian suka maupun duka hingga harus dipisahkan kembali dalam keadaan sang istri yang sangat tidak mengenakan yang hampir saja membuatnya gila.
Reza menyelipkan tangannya kedalam pakaian Annisa dibagian punggungnya dan mengelus serta merabanya lembut disana hingga membuat Annisa kembali mengeluarkan desahannya.
"Aaahhhh maasssss...." ucapan keluar lagi dari mulut Annisa.
Reza tersenyum mendengarnya dengan posisi mereka yang masih berciuman. Ketika nafas mereka sudah hendak habis, mereka pun memutuskan untuk melepaskan ciumannya dengan kedua kening mereka yang saking menyatu dan bahu mereka yang naik turun karena kekurangan oksigen tadi.
__ADS_1
Reza masih menatap sang istri yang tepat berada didepan wajahnya itu, senyuman kembali terukir diwajah Reza dan mendapatkan senyuman balasan dari sang istri.
"Apakah kita sudah bisa melakukannya sayang??" tanya Reza dengan nafas yang masih ngos ngosan.
Yang terlihat disitu hanya ada anggukan dan senyuman manis sang istri yang menandakan jika dia sudah siap memberikan dirinya seutuhnya kepada sang suami.
Reza pun langsung mencium Annisa kembali, bibir keduanya pun menyatu dengan cepatnya, seketika itu juga Reza langsung mengangkat tubuh sang istri dan membawanya keranjang mereka. Annisa sudah berbaring disana dengan Reza yang berdiri dihadapannya. Reza perlahan mendekati Annisa dengan cepat sudah berada diatas tubuh Annisa.
Kembali untuk kesekian kalinya ciuman kembali terjadi lagi dengan posisi yang berbeda yaitu Annisa yang berada dibawah sedangkan Reza berada diatas tubuhnya dengan kedua tangan Reza yang ia gunakan untuk menopang tubuhnya agar tidak terlalu menindih sang istri. Annisa dengan sukarela mengalungkan kedua tangannya dileher sang suami sesekali meremas rambut belakang suaminya itu.
Tangan Reza tidak tinggal diam, sekarang tangannya sudah bekerja dengan begitu lihai untuk membuka baju sang istri yang masih terlena dengan ciuman yang mereka lakukan sekarang. Tanpa disadari Annisa sekarang tubuh bagian atasnya sudah tanpa benang sehelai pun.
Melihat itu Reza langsung memindahkan ciumannya menuruni bibir hingga berhenti dileher istrinya yang begitu menggoda dengan ciuman yang begitu dalam hingga meninggalkan bekas yang begitu merah disana. Jangan tanya apa yang dilakukan Annisa? ia sekarang tengah terbuai dan menikmati dengan permainan pemanasan yang suaminya lakukan sekarang kepada dirinya, Annisa mencari tempat ternyaman untuk ia genggam seperti sekarang ia sedang menggenggam kuat bantal yang berada dibawah kepalanya itu.
Permainan Reza tidak sampai disitu, ia kembali menurunkan ciumannya dibahu sang istri dan kembali meninggalkan jejak disana hingga ciumannya itu pun sudah berada diatas perut rata sang istri. Annisa terus mendesah dan mendesah, hanya itu yang bisa ia lakukan sekarang.
Reza sangat berlama lama mencium perut istrinya itu karena tangannya sekarang sedang berusaha membuka celana sang istri dan benar saja sekarang dengan kepandaiannya, istrinya itu sudah lolos dari balutan busana dan sekarang yang terlihat hanya Annisa dengan keadaan yang begitu polos tanpa sehelai benangpun.
Reza memandangi tubuh istrinya sebentar sembari meneguk salivanya yang terasa begitu keras setelah melihat pemandangan didepannya itu. Reza tidak tinggal diam sekarang dia pun melepaskan kemeja dan celana kerjanya itu, tidak membutuhkan waktu lama Reza pun sekarang sama seperti istrinya yang juga dalam keadaan polos.
Annisa segera menutup wajahnya dengan kedua tangannya saat melihat sang suami tidak memakai pakaian lagi. Reza menarik tangan Annisa untuk menyingkirkannya dari wajah cantiknya itu.
Reza :
Annisa :
"Annisa malu mas" jawab Annisa yang sekarang wajah keduanya sudah berdekatan kembali.
Reza :
"Jangan malu sayang, karena kedepannya kita akan sering melakukannya. Dan nanti pun kamu akan terbiasa" sahut Reza lagi.
Annisa pun hanya mengangguk dengan wajahnya yang memerah karena ucapan sang suami tadi.
Reza kembali mencium bibir sang istri dengan begitu dalam, sedangkan tangannya sekarang sedang bekerja untuk memposisikan dirinya agar sejajar dengan sang istri. Ciuman yang begitu dalam tadi terlepas saat Reza berbicara sesuatu.
Reza :
"Sayang, ini akan sakit diawalnya tapi mas janji akan pelan agar kamu tidak kesakitan" tutur Reza dan lagi lagi hanya dibalas anggukan oleh sang istri.
Reza sudah dalam posisi siap untuk segera melakukan pertempuran yang sesungguhnya dan Annisa mulai merasakan sakit didaerah intimnya dan benar saja Reza sudah memulai aksinya.
__ADS_1
Annisa semakin menggenggam erat seprei yang berada dikedua sisinya dengan kedua tangannya.
"Sakit maasssss" Annisa mengeluarkan suara karena tidak tahan dengan rasa akut yang sedang ia rasakan.
"Tahan sayang" jawab Reza kepada istrinya yang ia lihat tengah menahan rasa sakit yang ia berikan itu.
Tidak beberapa lama, desahan keduanya pun keluar setelah merasakan jika Reza sudah berhasil menembus kewanitaan istrinya itu sedangkan Reza merasakan ada yang mengalir keluar didaerah bawahnya yang ketika ia lihat ialah darah keperawanan istrinya.
Reza mengecup kening sang istri yang ia lihat sekarang sudah dalam keadaan yang mengenaskan karena air mata yang sedari tadi mengalir keluar karena menahan sakit yang ia rasakan.
Reza :
"Makasih sayang" ucap Reza.
Sambil menunggu keadaan sang istri tenang, yang Reza lakukan sekarang hanya mencium wajah istrinya hingga dirasa sang istri sudah mulai bisa mengendalikan dirinya lagi lalu Reza menatap dan kembali bertanya kepada Annisa.
Reza :
"Mas akan mulai sayang, kamu siap kan?" tanya Reza.
Annisa hanya mengangguk saja meskipun sekarang sebenarnya daerah kewanitaannya masih sakit namun ia tidak ingin memberitahukannya kepada Reza.
Perang ranjangpun terjadi diantara mereka dengan suara rintihan sakit diawal sekarang sudah berganti dengan rasa nikmat yang tengah mereka rasakan untuk pertama kalinya. Desahan demi desahan yang keluar dari mulut keduanya kembali bersahutan seakan menjadi obat pemacu untuk Reza.
***
*Sore Hari
Reza terbangun lebih dulu dari sang istri dengan keadaan mereka sekarang tengah memeluk istrinya itu dari belakang, mereka tidur tadi malam dengan keadaan polos hanya selimut putih saja yang tengah menutupi tubuh polos keduanya.
Reza begitu terkejut melihat jam didepannya sudah menunjukkan pukul 5 sore yang juga berarti mereka bangun sudah sangat terlambat dan Reza pun tidak bekerja hari ini.
"Oh yasudahlah, aku kan menelpon Doni dan Angela nanti untuk memberitahukan alasan aku tidak bekerja hari ini" batin Reza.
Ia pun kembali melanjutkan tidurnya dengan sang istri karena memang ia masih sangat mengantuk dan malas untuk bangun dari tempat tidur. Bagaimana tidak mengantuk jika mereka baru tidur pukul 1 siang tadi dikarenakan Reza yang terus meminta untuk lagi dan lagi hingga membuat Annisa kewalahan dibuatnya.
*******
Maaf jika banyak kesalahan dalam penulisan dan semoga kalian suka dengan cerita kelanjutannya 😁😁
Selalu support author ya 😘😘😘
__ADS_1
06 Maret 2020