Jodoh Warisan

Jodoh Warisan
RUMAH MERTUA PART 3


__ADS_3

Waktu telah menunjukkan siang hari dimana waktu makan siang pun telah tiba, annisa yang telah beberapa lama berjibaku dengan kegiatan memasak akhirnya telah menyelesaikan tugasnya itu.


Annisa yang tengah menyiapkan segala makanan kemeja makan dikejutkan dengan kepulangan ayahnya. Annisa berjalan menuju kearah sang ayah dan mencium tangannya.


Annisa :


"Ayah udah pulang?" tanya annisa selesai mencium tangan ayahnya.


Jhony :


"Iya, ayah sengaja pulang agak cepat agar bisa berkumpul bersama kalian dan kebetulan juga jam mengajar ayah sudah selesai jadinya ayah cepat cepat pulang deh" jawab ayah annisa.


Annisa :


"Ya udah, ayah ganti baju dulu habis itu kita makan siang, ini annisa baru aja selesai masak" kata annisa sembari menunjukkan hasil makanannya yang telah rapi tertata dimeja makan.


Jhony :


"Baiklah ayah ganti baju dulu ya" jawab ayah annisa sambil berlalu meninggalkan anaknya itu.


Setelah beberapa saat ayah annisa telah mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan hanya menggunakan celana pendek dan baju kaos polos saja. Jhony menghampiri meja makan dan menarik kursi yang akan ia duduki, jhony melihat anaknya annisa yang sudah terlebih dahulu duduk disana. Tetapi jhony merasa ada yang kurang dan benar saja ia menyadari bahwa menantunya belum ada dimeja makan itu..


Jhony menanyakan keannisa yang sepertinya tidak merasa jika suaminya itu belum datang untuk makan.


Jhony :


"Annisa, coba kamu panggil suami mu untuk makan siang" kata jhony yang melihat annisa tengah sibuk menyendokkan nasi kepiring nya.


Annisa :


"Udah lah yah mungkin reza lagi sibuk dengan pekerjaannya, paling juga kalau dia lapar bakal kesini juga sendiri" jawab annisa yang telah selesai mengambilkan nasi dan beberapa lauk dan meletakkan dihadapan ayahnya.


Jhony :


"Jangan gitu, ayo sana panggil reza dulu buat makan" suruh jhony.


Tidak beberapa lama reza datang menghampiri annisa dengan sang ayah mertua yang sudah duluan dimeja makan.


Reza menarik kursi disebelah annisa agar mereka duduk bersebelahan dan ayah mertuanya duduk didepan mereka.


"Tuh kan nongol sendiri dia, jadinya kan gue ngga cape manggilin dia segala" batin annisa sambil melirik kearah reza.


Reza :


"Loh kok ayah udah pulang? Udah selesai ya ngajarnya?" tanya reza kepada mertuanya


Jhony :


"Iya hari ini ayah jam ngajarnya cuman sedikit" jawab jhony dengan senyuman


Hanya dibalas anggukan dan senyuman balasan dari reza untuk sang ayah mertuanya. Annisa melihat suami dan ayahnya yang saling melempar senyum membuat hatinya sangat bahagia seperti mendapatkan keluarganya ke bali meskipun masih kurang karena tidak ada keberadaan sang ibu.

__ADS_1


Mereka makan dengan tenang diawal tetapi sesekali bercanda yang membuat senyuman mengembang dibibir ketiganya.


Reza :


"Sore ini apakah ayah sibuk?" tanya reza kepada mertuanya yang masih setia dengan menyuap nasi kedalam mulutnya.


Jhony :


"Tidak nak, memangnya ada apa?" tanya balik jhony kepada menantunya.


Reza :


"Bagaimana kalau sore nanti kita pergi jalan-jalan yah, kita kan tidak pernah menghabiskan waktu berjalan bersama" ajak reza kepada mertua dan istrinya


Niat reza mengajak mereka jalan-jalan ialah untuk sekalian membuat annisa tidak marah lagi kepadanya dengan cara dia mendekati mertuanya itu, yah reza memang jahat ya mau baikan sama istri eh mertua pake dibawa bawa segala sebagai alasan. Yah pikir reza hanya ini cara satu satunya agar annisa mau memaafkannya karena reza sadar kalau mertuanya itu sangat berarti untuk istrinya.


Jhony :


"Baiklah ayah mau nak, lagian ayah juga lama tidak jalan-jalan" jawab jhony menyetujui ajakan menantunya itu.


Reza pun mengangguk dengan senyuman yang penuh kebahagiaan karena rencananya diawal berjalan mulus. Annisa sedari tadi hanya melihat interaksi ayah dan suaminya itu tanpa ikut berbicara.


"Apaan sih itu manusia dari tadi senyum senyum mulu, kayanya pulang dari jalan jalan nanti gue ajakan mampir ke psikiater dulu deh, buat meriksa itu kepala" batin annisa melihat suaminya sadar tadi selalu tersenyum.


Karena yang dia tau reza itu manusia dingin meskipun dengan annisa dia selalu bersikap hangat dan penyayang tetapi kalau dengan orang lain huhh jangan ditanya lagi. Mending bicara sama tembok deh yang sudah pasti ngga ada jawabannya dari pada nanya sama reza yang manusia bisa bicara tapi parah dari pada tembok.


Setelah selesai mereka makan, ayah dan reza kembali kekamar masing masing karena mungkin ada pekerjaan yang menunggu mereka untuk diselesaikan sedangkan annisa ditinggalkan sendirian untuk membereskan bekas makan mereka semua. Sebenarnya reza menawarkan diri untuk membantu tetapi annisa menolaknya karena dia lagi tidak mau dekat dengan reza yang ada nanti rencananya buat ngambek bakalan gagal.




Annisa terpaku setelah memasuki kamarnya karena melihat tatapan reza yang begitu menggiurkan dilengkapi dengan kacamata kerja yang biasa ia pakai.


"Aduh bang, kalau dilihatin begitu eneng bakal ngga tahan lama lama ngambeknya" batin annisa.


Reza melihat annisa yang menatap wajahnya dengan lama tanpa berkedip itu langsung membuyarkan lamunannya annisa dengan tegurannya.


Reza :


"Apa yang kamu lihat sayang, apakah kamu tergoda kepadaku" tanya reza dengan senyuman jahilnya.


Annisa :


"Geer kamu, siapa yang tergoda" jawab annisa sambil menuju ranjang tidurnya untuk tidur siang.


*******


*Sore Hari diMall


Annisa, reza dan ayahnya sudah sampai dimall terbesar dikotanya yang tidak lain juga mall milik reza hanya saja dia tidak terlalu turun tangan mengurusnya karena dia lebih memprioritaskan hotel hotel kebanggaannya. Entah lah alasan apa yang membuat reza lebih memilih hotel dari mall nya.

__ADS_1


Annisa berjalan ke mall dengan menggunakan baju hem dan celana jeans panjang yang terlihat simple tetapi tetap bagus jika dipakainya sedang kan reza memakai celana kain dan jas tetapi dalamnya menggunakan baju kaos garis garis tidak kemeja agar terlihat rapi namun tetap dengan gaya santai nya.






Mereka terlihat bahagia berjalan mengelilingi mall dan membeli beberapa pakaian dan barang kebutuhannya.


Setelah lama berkeliling mall, mereka beinisiatif untuk makan malam dimall saja karena sekalian mereka sudah disana.


Annisa permisi untuk ketoilet sebentar sebelum makanan mereka disiapkan.


Annisa :


"Aku permisi ketoilet dulu" kata annisa kepada suami dan ayahnya.


Reza :


"Perlu aku temani sayang" tawar reza.


Annisa :


"Udah ngga usah, kamu disini aja temenin ayah, aku ngga lama kok bentaran doang"


Reza :


"Baiklah, hati hati ya, kalau ada apa apa telpon aku" jawab reza.


Annisa :


"Iya sayang" jawab annisa yang membuat wajah reza merah akibat malu dihadapan ayah mertuanya karena perilaku annisa.


Reza menatap punggung annisa melihat kepergian istrinya itu, padahal cuman ketoilet kaya mau ditinggal pergi jauh aja.


"Gitu aja terus sayang, aku pasti akan sangat bahagia" batin reza.


Beberapa saat annisa telah keluar dari toilet dan berjalan menuju arah meja mereka dan dilihatnya dari kejauhan reza dan ayahnya yang sangat akrab dengan bicara sambil tertawa lepas seakan mereka adalah ayah dan anak kandung sudah lama tidak bertemu. Annisa dari kejauhan melihat adegan itu hanya bisa mengukir senyum cantik diwajahnya dan sangat berterima rumah kasih kepada reza dan sekaligus merasa bersalah karena dia mencueki reza selama ini.


"Maafkan aku sayang, aku akan lebih baik lagi kedepannya untuk mu" batin annisa yang merasa bersalah.


Semoga kalian suka dengan kelanjutan ceritanya dan kalau banyak typo nya author mohon maaf ya 😁😁😁


Selalu dukung author ya dengan cara tambahkan Favorit, Like, Komen & Votenya jangan lupa.


LOVE LOVE buat pembaca setia author 😘😘


Makasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2