
Rumah Sakit
Annisa pun siuman, dan mendapati dirinya sudah dirumah sakit. Seorang pria sedang tertidur dengan posisi duduk dikursi disamping ranjang tempat tidurnya..
Sepasang suami istri tua yang tempat tidurnya berada tepat disamping tempat tidur annisa, mereka berbicara kepada annisa dgn nada lucu.
"Suami mu itu sangat telaten menjaga mu semalaman, nak" kata kakek.
"Iya betul, bahkan aku pun dibuatnya jatuh cinta dgn sikap dan perhatiannya yang begitu manis terhadapmu" sahut nenek.
Annisa menjawab dengan bingung sambil menatap laki2 yang sedang tidur disebelahnya "Suami?? Siapa?? Dia??"
"Tidak usah malu malu nak, kami tau kalian mungkin sedang bertengkar" jawab nenek.
"Oh tidak bukan seperti itu nek, kami bukan pasangan suami istri apalagi sampai bertengkar" sanggah annisa..
Nenek pun kembali melanjutkan.
"Jaman sekarang memang kebanyakan pasangan ketika bertengkar tidak akan mengakui pasangannya ketika ditanya orang lain, tetapi nak kamu harus tau pertengkaran rumah tangga itu memang sering terjadi. Itu adalah hal yang lumrah dan wajar, tetapi dgn bertengkar hubungan kalian akan menjadi lebih harmonis" jawab nenek itu panjang lebar.
"Jangankan bertengkar, kenal aja ngga, waduh itu nenek asal jeblak aja bicaranya" gumam annisa dalam hati.
"Oh iya nek terima kasih banyak atas nasihatnya, akan saya ingat" jawab annisa.
Tidak beberapa lama setelah percakapan annisa dan nenek, pria disamping annisa itupun terbangun dan mendapati annisa menatap tajam pada dirinya..
"Apakah kau sudah baikan?" kata reza bangun berdiri sambil meletakkan tangannya dikening annisa.
"ii..iiya" jawab annisa dgn canggung.
Tangan annisa dgn refleks memegang tangan reza yang sedang ada dikeningnya dan membuat reza terjatuh ketempat tidur annisa, wajah mereka sangat berdekatan sampai merekapun dapat merasakan nafas orang dan hadapannya, hidung mancung keduanya pun saling bersentuhan. Reza pun langsung menjauhkan wajahnya mengalihkan pembicaraan.
"Aku akan kebagian administrasi dulu untuk menyelesaikan pembayaran" jawab reza
Setelah pria itu pergi berlalu dan telah meninggalkannya agak lama, annisa pun mendapati sebuah kartu nama dimeja dekat ranjang nya dan annisa berpikir mungkin ini kartu nama ini milik pria tadi..
Annisa pun membaca sesuatu yang pada kartu nama tsb yang bertuliskan "reza pratama, ceo world hotel".. Tanpa mengerti apa yang telah inya baca, annisa pun tidak mempedulikan dan bergegas kebagian administrasi dan tidak menemukan pria tsb..
" Mana pria tadi?? Yasudah aku simpan aja dulu ini kartu nama siapa tau berguna nanti" gumam annisa dalam hati.. Setelah tidak menemukan sosok pria yang menolongnya annisa pun memutuskan untuk pulang dalam keadaan kacau setelah mabuk tadi malam..
***
*Dirumah annisa..
Annisa sampai dirumahnya dan membuka pagar rumahnya yang berwarna hitam.
Jarak pagar rumah dan pintu masuk rumah annisa lumayan jauh, kira2 ada dua puluh langkah lebih baru tiba dipintu masuknya. Ya bisa dibilang annisa mempunyai halaman yang cukup luas dan tempat bersantai seperti meja dan kursi dihalaman dihiasi sebuah pohon besar dan beberapa macam bunga yang bagus dan terawat..
"Baru pulang?? " kata jhoni ayah annisa.
"Iya" jawab annisa sambil menutup mulutnya yang sedang menguap.
"Baru juga dibilangin jangan pulang terlalu malam, eh ngga tau nya malah pulang pagi" sindir ayah annisa.
"Ceritanya panjang" sahut annisa.
"Panjang mana sama perjuangan cinta ayah mendapatkan ibumu??" sahut ayahnya sambil diiringi gelak tawa.
__ADS_1
"Mulai deh tuh kambuh penyakit lebaynya" jawab annisa sambil berlalu meninggalkan ayahnya yang sedang asik berkebun..
***
Keesokan harinya..
Annisa pergi kekantor diantar ayahnya yang berprofesi sebagai dosen disalah satu universitas terkenal, karena arah mereka sama jadi setiap pagi annisa selalu berangkat bersama ayahnya..
Sesampainya dikantor "annisa.. sa sa" panggil sahabat annisa yang bernama amelia puspita.
"Ada apa sih pagi2 udah teriak teriak, kaya emak2 lagi ngejar kucing nyolong ikan aja" sahut annisa.
"Enak aja lo samain gue sama emak2. Gue ini masih muda, cantik, menawan ngga level disamain bro" kata amelia.
Annisa pun menjawab perkataan sahabatnya yang super pede itu..
"Iya sih muda, cantik dan menawan tapi tetap aja lo masih jomblo hahaa" jawab annisa sambil tertawa.
"Eh lo ngga sadar diri apa?? Emang situ ngga jomblo?? Sahut amelia yang ngga mau kalah.
"Gue ngga jomblo cuman pasangan gue lagi naik pohon kelapa tapi ngga turun2" lanjut annisa..
"Gila ya lu" kata sahabat annisa sambil memeriksa kening annisa menggunakan tangannya dan meletakkan tangannya lagi diketiaknya.
"Oh iya sama panasnya" kata amelia sambil tertawa..
Ketika dua sahabat itu sedang asik tertawa, datang teman sekantor mereka yang bernama Andre. Andre pun berbicara kepada annisa..
"Eh sa, lu dari tadi dicariin pak deni tu" kata andre
"Ngapain?? " tanya amelia.
Sambil berlalu meninggalkan teman temannya, dalam perjalanan menuju ruangan pak deni, annisa mengumam dalam hati.
"Waduh jangan2 mau ngebahas masalah kemaren, mampus deh gue mampus"
Sesampainya didepan diruangan pak deni, annisa pun mengetuk pintu dan mendapat jawaban dari dalam ruangan tsb.
"Masuk" kata pak deni.
Annisa pun memasuki ruangan tsb dgn muka tertunda lesu karena merasa bersalah dgn kejadian festival kemaren..
*Diruangan Pak Deni..
"Kalau boleh tau ada apa bapak memanggilnya saya" tanya annisa.
"Kamu ingat masalah festival kemarin, kamu belum bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi" jawab pak deni.
"Maaf pak, saya juga tidak menduga hal seperti itu bisa terjadi. Tolong maafkan saya pak, lain kali saya janji tidak akan membuat kesalahan seperti itu lagi. Saya akan bertanggung jawab pak" sahut annisa.
"Gimana cara kamu bertanggung jawab? " tanya pak deni.
" Eemmmm" annisa hanya diam dan bingung ingin berkata apa.
"Begini saja, bulan depan beberapa pimpinan dari kantor dinas pariwisata dari daerah lain akan kesini untuk membahas cara meningkatkan pariwisata daerahnya, dan kita ditugaskan untuk menyiapkan segala macam keperluannya.. Seperti hotel tempat mereka menginap, aula untuk pertemuan dan lain lain.. Kamu mengerti kan maksud saya" kata pak deni.
"iya pak, saya mengerti. Bapak jngan khawatir saya tidak akan mengecewakan bapak kali ini"
__ADS_1
Annisa pun pamit dan berlalu meninggalkan pak deni, tetapi sebelum annisa membuka pintu, pak deni pun memanggil..
"oh iya annisa saya lupa padahal ini adalah point pentingnya, para atasan mau kita memilih WORLD HOTEL untuk menggelar acara tsb"
"Baik pak" kata annisa..
Annisa pun pergi meninggalkan ruangan pak Deni dan menuju ruangannya sambil mengingat sesuatu "dimana ya?? perasaan itu nama hotel kaya ngga asing gitu ditelinga gue" kata annisa.
Annisa pun berlari menuju ruangannya dan sesampainya diruangan, ia pun langsung menuju meja kerjanya, membuka tas miliknya dan mencari sesuatu didalamnya..
"Dapat" kata annisa.
Annisa pun membaca selembar kertas kecil yang bertuliskan
REZA PRATAMA
CEO WORLD HOTEL
"mampus gue, mampus.. Gue belum ada muka lagi buat ketemu dia setelah kejadian kemarin.. Uang dia belum gue ganti, belum minta maaf, belum berterima kasih juga lagi.. Bagus annisa, lo memang cewe yang hebat, pertahankan"..
Rengek annisa dalam hatinya..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
WORLD HOTEL
Setelah pulang dari rumah sakit, reza pun bergegas langsung menuju hotel tempat dia bekerja, setibanya dihotel salah satu sekretarisnya pun menghampirinya..
Reza mempunyai 2 orang sekretaris yang bernama Doni Setiawan dan Angela Agustina. Kedua sekretaris itu mempunyai sifat dan perilaku yang bertolak belakang.
Doni adalah seorang pria yang humoris, ceria dan periang, sedangkan
Angela adalah seorang perempuan yang pendiam dan dingin, dia hanya berbicara tentang pekerjaan saja dan tidak mau membahas masalah pribadi apalagi tentang dirinya sendiri..
"Apa yang terjadi" tanya angela.
"Kenapa, apa ada yang salah" jawab reza.
"Tentu saja, apakah kau tidak sadar apa yang kau kenakan" kata Angela.
Reza pun bercermin dilobby hotelnya yang mempunyai cermin besar seukuran badan orang dewasa.
Reza menjawab "Oh astaga, ini semua gara2 perempuan itu"
"Perempuan siapa?" tanya angela.
"Perempuan gila yang membuatku dimalu dihadapan orang banyak" jawab reza kesal.
Lalu Angela pun bertanya kembali
"Memangnya apa yang terjadi sebenarnya"
"Oh tidak ada, aku hanya tidak mau mengingatnya dan jangan sampai aku bertemu dengan perempuan itu lagi" kata reza dengan muka dinginnya namun tetap tampan..
*******
Jika ada kritik maupun saran silahkan tinggalkan dikolom komentar.
__ADS_1
Mohon dukungannya ya teman teman..
Jangan lupa like ya 🙏🙏🙏