
Pagi ini meskipun matahari telah mulai naik perlahan keatas namun hawanya masih saja sejuk, udara dingin perlahan menusuk kekulit seakan tidak mau matahari memberi kehangatan karena awan dengan tega berdiri didepan untuk menghalangi sinarnya.
Meskipun suasana sedang sejuk dan nyaman namun tidak untuk suasana kediaman keluarga PRATAMA yang sekarang sedang panas panasnya. Reza masih kokoh berdiri didepan rumahnya dengan Annisa yang setia juga ikut berdiri disamping suaminya itu. Sarah dan Citra masih menatap tidak percaya atas apa yang dikatakan Reza tadi.
Reza :
"Apa perlu aku ulangi sekali lagi, cepat kalian tinggalkan rumah ini!!!" Reza berkata dengan nada tinggi diiringi bentakan yang keluar dari mulutnya.
Reza tidak bisa membiarkan istri yang ia cintai tinggal serumah dengan ibunya yang mengerikan itu, hanya Reza dan sang ayahnya yang tau bagaimana sifat asli dari sang ibu. Ibunya itu bagaikan seorang jelmaan iblis yang menyamar sebagai manusia.
Ibunya bisa menggunakan segala macam cara untuk mendapatkan keinginannya apalagi jika ada seseorang menghalangi jalannya bahkan tidak segan segan ia akan membunuh orang tersebut agar segala rencananya dapat berjalan sesuai keinginannya.
***
Sarah dan Citra makin terperanjat bingung dan shock untuk kesekian kalinya. Namun bukan Sarah namanya kalau kalah dalam beradu argumen.
Sarah :
"Reza kamu tidak punya hak untuk mengusir mamah dari rumah ini, ini adalah kediaman keluarga PRATAMA" balas Sarah dengan suara yang mulai meninggi juga.
Reza :
"Semenjak ayah meninggal, mamah sudah tidak ada hak untuk tinggal dirumah ini lagi!!!" tungkas Reza lagi.
Sarah :
"Apa maksud kamu dengan mamah tidak punya hak untuk tinggal dikediaman mamah sendiri" jawab Sarah yang masih mempertanyakan alasan mengapa ia tidak boleh tinggal dirumahnya sendiri.
*Flashback On.
Reza sudah muak dengan ibunya itu, dia dulu sangat bersyukur ketika kematian ayahnya Sarah memutuskan untuk tinggal diluar negeri dengan alasan ingin menenangkan diri setelah kematian sang suami dan dengan begitupun Reza pun dapat terlepas jari jeratan iblis itu. Namun ketika Sarah mengetahui bahwa harta kekayaan mereka akan jatuh ke tangan orang lain seperti panti asuhan dan sebagainya. Sarah pun memutuskan untuk kembali kenegaranya dan itu juga membuat Reza terkejut dengan kedatangannya yang tiba tiba bersama pengacara pribadi keluarganya.
Reza pun untuk kesekian kalinya menurut saja dengan syarat yang diajukan oleh pengacara keluarga agar dapat mempertahankan harta kekayaan mereka. Reza menuruti syarat tersebut bukan karena takut akan kehilangan hartanya namun karena ia tidak ingin melepaskan harta peninggalan kakek dan ayahnya itu karena mereka dulu sempat berpesan kepada Reza bagaimana pun caranya Reza harus bisa mempertahankan perusahaan mereka.
Jika saja pada saat itu Reza bisa memilih, ia akan memilih untuk melepas saja harta kekayaan keluarganya karena dengan begitu selamanya ia pun akan terlepas dari sang ibu yang sangat ia benci itu.
*Flashback off.
Reza yang merasa ibunya itu telah pura pura tidak mengerti seakan apa yang terjadi dahulu sudah ia lupakan sepenuhnya, semua kesalahan yang telah mengakibatkan ayahnya meninggal bukan semata mata hanya penyakit jantung saja melainkan ibunya itu juga ikut andil didalam kematian ayahnya. Meskipun Reza selalu menurut dengan apa yang dikatakan ibunya namun selama ini ia tidak pernah melupakan sakit yang telah ayahnya rasakan sampai akhir hayatnya.
__ADS_1
Mungkin saat ini adalah waktu yang tepat untuk membongkar semuanya, ia sudah tidak dapat lagi menanggung beban sebesar ini.
Apalagi setelah ia tau bahwa istrinya dirumahnya sendiri diperlakukan seperti pembantu dan malah membiarkan saja orang lain menyakiti istrinya itu. Reza sudah tidak bisa lagi bersama apalagi tinggal serumah dengan seorang pembunuh ayahnya sendiri, sosok pahlawan Reza sedari kecil yang selalu menemani dan mendukung setiap keputusannya harus meninggal ditangan istrinya sendiri yang tidak lain adalah ibunda Reza.
Reza :
"Cukup mah, mamah tidak usah berpura pura lagi. Aku sudah mengetahui semuanya semenjak lama, sudah cukup semua yang dialami ayah sampai ia harus meregang nyawanya hanya untuk seseorang yang bahkan tidak pernah mencintainya seumur hidupnya" jawab reza panjang lebar seakan memberi kode untuk Sarah supaya mengingat kejadian yang sudah bertahun tahun yang lalu.
Sarah :
"Reza apa yang kamu maksud, apa hubungan ayah mu meninggal dengan mamah mu ini. Sedangkan kamu tau sendiri ayah kamu meninggal karena serangan jantung" jawab Sarah dengan seperti tidak mau disalahkan atas meninggalnya suaminya itu.
Reza :
"Iya ayah memang meninggal karena serangan jantung dan serangan jantung itu diakibatkan oleh perilaku mamah sendiri" sahut Reza dengan amarah yang sudah memuncak terlihat urat urat dimukanya yang mulai timbul dan wajahnya yang sudah memerah.
Annisa dan Citra disana hanya sebagai penonton yang masih bingung dengan apa yang sedang anak dan ibu itu bicarakan. Annisa masih menatap mereka dengan sorot mata yang menampakkan kebingungan namun tidak dapat dipungkiri jika Annisa dapat melihat kesedihan yang nampak didalam mata Reza suaminya itu. Seakan sebentar lagi akan ada air mata yang keluar dari matanya yang menandakan jika Reza sudah tidak bisa lagi menahan kendali atas dirinya.
Reza kembali melanjutkan perkataannya.
Reza :
Annisa membulatkan matanya dengan kedua tangannya yang serentak menutup mulutnya yang terbuka karena keterkejutan Annisa akan perkataan yang keluar dari mulut suaminya tadi. Annisa memalingkan wajahnya untuk menatap wajah suaminya itu dan benar saja air mata yang selama ini terbendung akhirnya keluar dari mata teduh suaminya itu. Annisa tidak kuat melihat semua ini, ia bergegas kearah suaminya dan memeluknya, Annisa memeluk suaminya itu begitu erat dan menaruh kepala sang suaminya didalam pelukannya dengan tubuh Reza yang agak membungkuk memberikan ruang untuk istrinya mengelus kepala sang suami yang sudah berada dibawah dagunya itu. Annisa ikut meneteskan air mata karena tidak tahan melihat suaminya yang begitu sakit ketika mengeluarkan perasaan yang selama ini ia pendam sendiri.
Annisa masih senantiasa mengelus kepala Reza dengan Reza yang masih meneteskan air matanya didalam pelukan Annisa.
Annisa :
"Sudah mas, aku mohon jangan diteruskan lagi. Aku tidak kuat melihat kamu seperti ini, bukankah kamu pria yang sangat kuat mas. Mana suamiku yang dingin dulu aku merindukannya, aku tidak kuat melihat suamiku yang cengeng seperti ini" kata Annisa menenangkan Reza seakan menyuruh untuk tidak usah melanjutkan pembicaraan ini lagi karena yang ada hanya akan membuat kedua belah pihak sakit.
Annisa :
"Mas..... Meskipun aku tidak tau masalah apa yang pernah kamu alami dulu bersama ibumu tapi aku tidak ingin kamu bertengkar dengan ibumu hanya karena aku yang bukan siapa siapa ini" lanjut Annisa.
Reza :
"Kamu adalah menantunya sayang, kamu adalah istriku, bagaimana dia bisa menonton saja ketika kamu disakiti oleh orang lain." sahut reza.
Annisa :
__ADS_1
"Tapi aku sudah ngga papa mas, lagian tangan aku juga udah sembuh kok dan aku sudah membalas perilaku mereka terhadap ku jadi kamu tidak perlu lagi mengungkitnya sayang" tungkas annisa agar Reza menyudahi perdebatannya dengan sang ibu yang juga mertuanya Annisa.
Reza :
"Aku sudah tidak tahan sayang. Aku tidak akan membiarkan dia menyakitimu lagi dan aku pun sudah tidak sanggup lagi menyimpan ini semua, rasa sakit yang selama ini aku pendam sendiri atas kematian ayahku. Aku sangat menyayangi ayahku namun mengapa ayah ku harus mengalami ini semua, apa salahnya???" kata Reza seakan ia menyalahkan kematian ayahnya selama ini karena dirinya sendiri yang tidak sanggup menjaga ayahnya hingga sang ayah harus meninggal ditangan seseorang yang sangat ayahnya cintai yang tidak lain dan tidak bukan ialah istrinya sendiri yaitu Nyonya Sarah.
Reza :
"Aku tidak akan membiarkan dia menyakitimu sama seperti dia menyakiti ayah ku dulu, aku tau selama aku pergi kamu telah disakiti oleh mereka dan aku takut kehilanganmu Annisa. Aku tidak akan membiarkan mereka mengambil orang yang aku sayangi untuk kedua kalinya" tutur Reza memberikan alasan kepada Annisa mengapa ia menjadi terlalu lemah seperti saat ini karena ia tidak ingin kehilangan untuk kedua kalinya.
Annisa :
"Kamu tenang saja mas, aku tidak akan pernah meninggalkan mu, aku akan selalu ada disisimu selamanya. Kamu tau kan aku bukan perempuan yang lemah jadi mas ngga perlu khawatir lagi" jawab Annisa yang masih senantiasa mengelus kepala suaminya itu.
Reza :
"Iya sayang, aku tau kamu bukan perempuan yang lemah tetapi aku hanya takut kamu kenapa kenapa bila dirumah bersama mereka, aku tidak akan pernah bida tenang bila kamu tinggal bersama para iblis itu" jawab reza yang masih saja dengan amarah nya.
Sebenarnya Reza tidak ingin mengungkapkan rahasia ibunya sendiri namun itu ia lakukan semata mata untuk mengusir ibunya dari rumahnya itu karena Reza memerlukan alasan yang tepat untuk bisa mengusir ibunya karena Reza sangat paham bahwa Sarah tidak akan pergi begitu saja hanya karena ia mengusirnya.
***
Ditempat lain.
Sarah sangat terkejut dengan penuturan anaknya sendiri yang mengatakan bahwa ia adalah pembunuh suaminya sendiri. Sarah tidak menyangka jika Reza selama ini mengetahui rahasia itu, rahasia yang telah ia kubur dalam dalam agar tidak ada seorang pun yang mengetahuinya. Sarah masih saja memikirkan bagaimana cara agar Reza dapat mempercayai ucapannya dan tidak akan mengusirnya dari rumahnya sendiri.
Sarah semakin membenci Annisa menantunya itu, karena gara gara menantunya itu anaknya sendiri akan mengusir dia dari rumahnya. Sarah merasa harus menyingkirkan Annisa sama seperti ia menyingkirkan suaminya dulu karena hanya dengan begitu jalannya untuk menguasai semua kekayaan keluarga PRATAMA terbuka lebar.
"Aku tidak akan membiarkan kamu menghalangi jalanku, semua rencana yang telah bertahun tahun aku susun tidak akan aku biarkan hancur begitu saja" batin Sarah.
"Karena kamu sudah menghasut anakku untuk mengusirku dari rumah ku sendiri maka jangan harap hidup mu kedepannya akan berjalan dengan mudah, aku pastikan itu" batin Sarah kembali memikirkan rencananya untuk menyingkirkan Annisa.
*******
Maaf jika banyak terjadi kesalahan dipenulisan dan semoga kalian suka dengan kelanjutan ceritanya.
Semoga kalian ngga bosan ya sama novel author.
Terima kasih dan Happy reading 😘😘😘😘
__ADS_1
16 Februari 2020