
Angin masih berhembus sejuk menemani pagi ini, masih dalam suasana yang hening melanda kedua manusia yang sedang dalam keadaan yang bisa dikatakan begitu gugup.
Doni yang masih memegang kedua pundak Angela, ya teman perempuan didepannya ini masih saja diam dan menundukkan pandangannya sejak tadi padahal ia tidak tahu jika Doni saat ini sedang merasakan perasaan gugup yang luar biasa.
Perasaan takut mulai menyerang dirinya, takut akan Angela yang bisa saja menolak perasaannya saat ini apalagi yang paling ia takutkan adalah bisa saja setelah Angela menolaknya hari ini kemudian setelahnya Angela akan menjauh darinya.
Membayangkannya saja Doni sudah sesak nafas, apalagi kalau memang benar terjadi.
" Doni, maaf ... " ucap Angela setelah ia berhasil mengumpulkan nyali dan keberaniannya untuk berbicara kepada lelaki didepannya saat ini.
Maaf ?? Untuk apa ?? Begitu pikir Doni.
Doni masih menatap Angela yang juga saat ini menatapnya.
" Apakah kamu akan menolak perasaan ku ini ?? " Doni berbicara terlebih dahulu sebelum Angela kembali mengeluarkan kata-katanya.
Angela menggelengkan kepalanya " Tidak " ucap Angela.
" Berarti kamu menerima aku dong " senyum Doni langsung tercetak diwajahnya saat mendengar jawaban Angela yang berkata tidak tadi.
" Tidak " Angela kembali menggelengkan kepalanya lagi membuat Doni menjadi bingung sekaligus merasa hatinya langsung sakit.
" Lalu apa, apa maksud dari jawaban kamu barusan " desak Doni, ia mengguncang bahu Angela namun pelan.
" Bukan, bukan seperti itu.. maksudnya, aku tidak dapat menjawab perasaan mu sekarang, dapatkah kamu memberikan waktu untukku "
Ada perasaan sedikit lega dihati Doni saat ini, karena belum seratus persen Angela menolak perasaannya.
" Baiklah, tapi berapa lama " tanya Doni.
" Satu minggu, aku perlu waktu satu minggu " jawab Angela dengan lugas.
Doni mengelus puncak kepala Angela " Baiklah, aku tunggu " ucap Doni. Angela merasakan sesuatu yang aneh didalam dirinya, sesuatu yang membuatnya berdesir setelah mendapat sentuhan dari Doni karena tidak ia pungkiri jika sampai diusianya sekarang dirinya belum pernah memiliki hubungan sama sekali dengan lawan jenisnya.
" Setelah ini mau kemana, apa langsung pulang saja " tanya Doni kepada Angela yang ia lihat sempat bengong tadi.
Angela pun menganggukkan kepalanya " Iya, kita pulang saja. Aku mau istirahat dirumah sekarang " ucap Angela.
Doni pun menggenggam tangan Angela " Ayo kita pulang " ajak Doni. Angela pun sempat kaget mendapati Doni yang memegang tangannya namun dirinya pun tidak menolak dengan sentuhan Doni tersebut.
Betapa bahagianya Doni yang merasa dirinya seperti mendapat lampu hijau ketika menggandeng tangan Angela karena perempuan itu tidak menolak untuk ia pegang, senyuman penuh kebahagiaan pun tercipta diwajah Doni tersebut.
Mereka berjalan bersamaan dengan tangan yang saling menggenggam, sesekali Doni tersenyum kearah Angela dan itu pun membuat Angela jadi malu malu, belum pernah ia merasakan hal seperti ini seumur hidupnya.
* * *
Hari Senin...
__ADS_1
Hari senin bagi para pekerja adalah hari yang sibuk atau bahkan sangat sibuk, hari yangenjadi awal mulanya mereka bekerja setelah merasakan libur diakhir pekan kemarin dengan meninggalkan beberapa pekerjaan sebelumnya. Tidak terkecuali dengan Doni dan Angela yang juga sibuk sedari tadi menyiapkan beberapa berkas untuk atasan mereka yang akan memulai rapat pagi ini.
" Ini data yang kamu minta tadi " Doni menyerahkan map yang berisi data presentase penjualan hotel bulan ini yang telah ia periksa sebelum menyerahkan kepada Angela.
" Terima kasih " Angela berbicara tanpa menoleh kearah Doni dengan matanya yang masih fokus ke layar komputer sedangkan tangannya menengah seperti menyuruh Doni untuk meletakkan map tersebut ditangannya.
Bukan map yang Doni berikan ketangan Angela namun sebuah kotak bekal kecil membuat Angela menolehkan kepalanya kearah tangannya yang seperti menerima sesuatu yang aneh.
" Apa ini ?? " tanya Angela bingung. " Kamu pasti tidak sempat sarapan seperti biasanya kan, jadi aku bawakan roti isi untukmu, buatan ku sendiri " ucap Doni membanggakan dirinya sambil tersenyum senang.
Angela pun membuka kotak bekal tersebut dan melihat beberapa roti isi didalamnya yang memang sangat menggiurkan untuk ia masukkan kedalam perutnya yang sudah kosong sedari pagi tadi " Terima kasih " ucap Angela lalu dia pun memasukan gigitan pertamanya kedalam mulut kecilnya itu.
" Emm enak banget Doni, ini bener bikinan kamu " tanya Angela serasa tidak percaya dengan rasa makanan yang baru saja ia telan tadi. " Tentu saja itu enak, karena aku membuatnya dengan penuh cinta " Doni mengedipkan matanya sebelah membuat Angela yang sedang makan menjadi salah tingkah di buatnya..
Begitulah Doni, ia adalah tipe laki-laki yang ceria dan kadang-kadang humoris membuat siapa saja tidak bosan jika berada didekatnya. Terlebih kepada orang yang ia cintai, dia akan sangat memperhatikan segala hal tentang orang itu dengan turun tangan langsung tanpa malu-malu lagi.
* * *
Setelah beberapa hari mereka lewati dengan kesibukkan kantor, akhirnya malam ini mereka dapat mencari waktu untuk sekedar jalan berdua.
Disini lah kedua insan tersebut sedang berada, didalam sebuah mall yang padat akan pengunjung tersebut. Setelah tadi siang Doni mengajak Angela untuk jalan-jalan sehabis pulang kerja dan perempuan itupun menerima ajakan tersebut.
" Bagaimana kalau kita nonton saja, sepertinya banyak film yang baru " ajak Angela kepada Doni yang sedari tadi sepertinya bingung ingin kemana.
" Maaf, aku yang mengajak mu untuk jalan-jalan tapi aku yang malah bingung " jawab Doni.
Ehh sepertinya Angela tidak sadar kalau dia lagi-lagi menggandeng tangan Doni, apakah ia sudah terbiasa dengan gandengan tangan seperti ini. Doni pun mengikuti langkah kaki Angela dengan senang hati sembari menatap tangannya yang masih Angela gandeng.
Ketika sampai di bioskop mereka pun dibuat bingung lagi karena harus menonton film dengan genre apa. Action, romantis, atau horor. " Bagaimana, kita nonton film genre apa ?? " tanya Doni. Angela nampak menimang-nimang beberapa poster film dihadapannya lalu pilihannya jatuh kepada poster film romantis yang pastinya Doni sangat setuju itu.
" Baiklah, kamu tunggu disini, aku akan membeli tiketnya " Doni mendorong pelan kedua pundak Angela kearah bawah untuk duduk saja sembari menunggu dirinya yang akan mengantri untuk membeli tiket nanti.
Angela mendongakkan kepalanya keatas untuk melihat wajah Doni " Jangan lama-lama " ucap Angela dengan tangannya menarik sedikit pakaian Doni. " Iya, ngga bakalan lama kok, tunggu ya " sebelum pergi Doni mencubit pelan hidung mancung Angela karena telah membuatnya gemas akan tingkah lakunya sedari tadi.
Semenjak Doni mengutarakan isi hatinya beberapa hari yang lalu sekarang Doni dapat merasakan jika Angela seperti sedikit demi sedikit membuka diri kepadanya, tidak seperti Angela dulu yang sifatnya sangat dingin hingga seperti sangat sulit untuk ia jangkau meskipun berada tepat didepannya sekalipun.
Doni bahagia akan hal itu, ia merasa berarti Angela sedikit demi sedikit mulai mempercayai dirinya hingga mau memperlihatkan sifat yang sepertinya telah ia sembunyikan selama ini. Doni akan terus berjuang dalam waktu seminggu ini untuk membuat Angela yakin kalau dirinya memang benar-benar mencintainya dan akan selalu membahagiakan dirinya.
Ketiak sedang mengantri, Doni memiringkan badannya sedikit dan kepalanya ia toleh kan kearah Angela yang tadinya berada dibelakangnya, ia pun melambaikan tangannya kearah Angela dengan senyuman manis yang ia berikan tulus. Angela pun menjawab lambaian tersebut dengan senyuman saja karena ia akan malu jika dirinya ikut melambai juga. Dia sadar jika sekarang dirinya bukan anak muda lagi yang akan melakukan hal sekonyol itu.
Setelah beberapa saat akhirnya Doni telah menyelesaikan antriannya dan datang kearah Angela dengan kedua minuman dan satu buah popcorn ukuran besar untuk mereka berdua.
" Ayo kita masuk, filmnya sebentar lagi akan dimulai " Doni menyerahkan sebotol minuman kepada Angela dan dirinya membawa botol minumannya sendiri dan popcorn berukuran besar yang ia beli tadi.
Mereka pun berjalan memasuki ruangan besar yang akan menanyakan film yang mereka beli tiketnya tadi, Angela dan Doni sudah mengambil tempat duduk mereka.
" Mau " Doni menyodorkan popcorn manis itu kearah Angela dan angel pun mengambilnya sedikit lalu memasukkan kemulutnya.
__ADS_1
Tidak menunggu lama sedikit demi sedikit bangku bioskop yang kosong tadi terisi oleh para pemiliknya yang datang silih berganti sejak tadi.
Film akan dimulai dengan lampu ruangan yang mulai dimatikan, Doni dan Angela pun langsung mengarahkan pandangan mereka ke layar lebar didepan.
Selama film diputar, Doni sesekali melihat kearah Angela yang terlihat begitu serius menonton adegan demi adegan yang tercipta didepannya. Kadang Angela terlihat sedih lalu tidak beberapa lama ia pun tersenyum sendiri seakan dirinya juga ikut merasakan apa yang para pemain film itu lakukan. Sedang Doni, ia sangat menikmati pemandangan disampingnya ini, matanya sedari tadi hanya ia buka untuk melihat Angela namun orang yang ia lihat hanya fokus ke layar lebar didepan.
Hingga Doni memberanikan diri untuk memegang tangan Angela lebih dulu dengan matanya yang pura-pura melihat kedepan. Angela pun terkejut Doni yang tiba-tiba memegang tangannya namun setelah itu senyuman terukir dibibir indahnya sepertinya dirinya juga menyukai ketika tangannya dipegang oleh laki-laki disampingnya ini.
Pada penghujung film terlihat adegan ciuman antar pemeran utama film tersebut, Doni merasakan hal itu seperti membawa dirinya untuk ikut melakukan hal itu juga. Tanpa ia sadari bahwa tangannya mengeratkan pegangan ditangan Angela hingga membuat Angela menoleh kearahnya.
Pandangan mereka bertemu, entah setan apa yang merasuki Doni saat ini hingga ia berani berpikir untuk mencium Angela seperti difilm yang ia tonton barusan.
Wajah Doni mendekat secara perlahan, sedikit.. sedikit lagi dan Angela menyadari itu namun dirinya tidak bergerak sedikitpun dan malah ia memilih untuk menutup matanya.
Doni tersenyum sebelum akhirnya ia juga ikut menutup matanya dan menempelkan bibirnya kepada bibir Angela yang sudah menantinya itu.
Bibir mereka menempel tanpa ada pergerakan diawal ciuman, hingga tangan Doni pun ia arahkan kebelakang kepala Angela untuk memperdalam ciuman mereka. Ia ******* bibir Angela perlahan dan lembut, ia juga tidak berpengalaman akan hal itu namun dirinya hanyar bergerak sesuai perasaannya saat ini.
Ciuman mereka terlepas perlahan namun dengan kening yang masih saling menempel, mereka seperti sedang berebut udara sekarang. Mereka tidak lagi memikirkan apakah kejadian barusan akan dilihat orang banyak, yang mereka lakukan hanyalah mengikuti keinginan hati mereka saja.
Doni dan Angela saling melempar senyuman dengan kening yang masih menempel setelah merasa udara yang mereka hirup telah cukup.
" Bolehkah ?? " ucap Doni dengan tatapan yang menjurus kearah mata Angela.
Degg..
Degg..
Jantung Angela serasa terpompa begitu cepat setelah ia mendengar ucapan Doni barusan yang sepertinya meminta untuk mereka mengulangi adegan yang mereka lakukan tadi.
Angela tersenyum dan menutup matanya kembali.
Doni pun ikut tersenyum dengan wajahnya yang ia majukan perlahan agar dapat mempertemukan kembali bibir mereka tadi.
Malam ini mereka tutup dengan sebuah perasaan hangat, saling menyayangi dan menyalurkan perasaan cinta mereka lewat sebuah ciuman manis.
* * * * * * *
Yang masih setia nungguin pasangan ini siapa hayooo..
Dukung author terus ya teman-teman 😘😘
Jangan lupa vote, like dan komentarnya.
Tinggalkan jejak kalian dikilim komentar untuk dukungan buat author ya 😁
Terima kasih 🙏🙏🙏
__ADS_1
Semoga kalian suka dengan kelanjutan ceritanya...