Jodoh Warisan

Jodoh Warisan
PULANG


__ADS_3

Klek..


Suara pintu kamar mandi terbuka dan keluar lah reza dengan menggunakan handuk yang hanya melilit dipinggangnya saja. Dilihatnya annisa yang tengah tidur terlelap ditempat tidur dengan selimut yang menutupi tubuhnya hingga kedadanya.


Reza berjalan pelan perlahan kearah annisa agar tidak membangunkannya. Sampai lah reza disamping tempat tidur dan dengan posisi tubuh dibungkuk kan sedikit untuk dapat melihat wajah istrinya itu dari dekat.


Reza menyisihkan sedikit rambut annisa yang tengah menutupi wajah istrinya menggunakan telunjuknya.


Ditatapnya lekat wajah annisa dan


Cupp....


Reza mendaratkan bibirnya dikenang annisa seraya membelai kepala annisa.


"Lain kali jangan hukum mas kaya gini sayang, mas ngga kuat kalau ngeliat kamu menggoda mas seperti tadi" kata reza dengan suara kecil.


"Kalau sekali lagi kamu menggoda mas kaya gitu, jangan salahkan mas kalau nanti kamu langsung mas terkam" lanjut reza masih dengan suara yang kecil sambil tersenyum menatap istrinya..


Setelah puas menatap wajah istrinya reza pun berdiri dan pergi berjalan menuju kekamar ganti untuk mengganti handuk yang melilit pinggangnya dengan baju tidur.


Tidak beberapa lama reza keluar dari kamar ganti sudah dengan baju tidurnya, reza berjalan menuju arah sofa dikamar mereka untuk tidur.


Reza masih ingat dengan hukuman yang diberikan istrinya jika ia malam ini harus tidur disofa atau kamar tamu, jelas saja reza lebih memilih tidur disofa dari pada kamar tamu.


Karena meskipun tidur disofa reza merasa masih bisa dekat dengan istrinya itu.


*******


Pagi hari..


Tepat jam 6 pagi annisa bangun dari tidurnya seperti biasa dengan bunyi suara alarm yang membangunkannya. Annisa merenggangkan otot otot tubuhnya diatas tempat tidur dan bangun dengan masih duduk ditempat tidur.


Annisa membuka selimut yang masih menutupi kakinya dan beranjak bangun dari tempat tidur, annisa berdiri disamping tempat tidur sambil merapikan tempat tidurnya yang habis ia gunakan tadi malam..


Selesai merapikan tempat tidur, tanpa sengaja mata annisa tertuju pada seorang pria yang tengah tidur terlelap disofa dengan selimut yang masih menutupi tubuhnya ya siapa lagi kalau bukan suaminya sendiri.


Annisa berjalan menuju arah suaminya lalu berjongkok memandang wajah sang suami yang masih lelap tidur, annisa membelai pipi reza dengan lembut..


"Mas kenapa kamu harus membohongi aku, coba aja kamu jujur dari awal dan bilang kalau yang datang itu citra, aku pasti ngga akan marah sama kamu dan membiarkan kamu tidur disofa kaya gini. Aku juga ngga tega mas lihat kamu tidur disini" batin annisa sambil menatap suaminya.


"Mas lain kali kalau ada masalah seperti itu, aku harap kamu mau bercerita terlebih dahulu kepadaku lalu kita akan menyelesaikannya bersama. Kamu sekarang ngga sendiri lagi mas, kamu punya aku yang akan selalu mendukung setiap keputusanmu"


"Aku sayang kamu mas" batin annisa sambil mengecup singkat bibir reza.


Annisa berlalu meninggalkan reza yang masih tidur dan pergi kekamar mandi untuk mandi dan bersiap berangkat kerja.


Setelah beberapa lama annisa disibukkan dengan baju, make up dan berkasnya lalu annisa keluar dari kamar dengan berjalan pelan.


Klekk..


Suara pintu kamar ketika annisa membuka dan annisa menutupnya kembali setelah dirinya keluar dari kamar.


Annisa berjalan menuruni anak tangga menuju meja makan, annisa sudah melihat sarapan tersusun rapi diatas meja. Annisa lalu mengambil nasi dan beberapa lauk lalu memulai sarapannya.


Setelah selesai sarapan annisa lalu menaruh piring bekas makannya kedapur tempat pencucian piring dan mendapati bi ati yang tengah sibuk dengan pekerjaannya..


Annisa berjalan dan menghampiri bi ati..


Annisa :


"Bi, annisa minta tolong ya nanti kalau mas reza bangun nyariin aku, bilang aja aku udah berangkat kerja" kata annisa.


Bi Ati :


"Baik non" jawab singkat bi ati.


Annisa berlalu meninggalkan bi ati, baru beberapa langkah pergi, annisa berhenti karena lupa memberi tahu satu hal lagi.


Annisa :


"Bi, nanti bilangin juga sama mas reza kalau aku beberapa hari kedepan bakal nginap dirumah ayah"


Bi Ati :

__ADS_1


"Baik non" jawab bi ati singkat lagi.


Annisa :


"Makasih bi, kalau gitu annisa berangkat kerja dulu ya".


Annisa berangkat kerja dengan diantar oleh supir reza, biasanya annisa numpang mobil reza kalau berangkat kerja. Ngga bisa dibilang numpang juga sih soalnya reza sendiri yang ngajakin berangkat kerja bareng.


Perjalanan dari rumah reza menuju kantor annisa lumayan jauh dan setelah beberapa lama akhirnya annisa sampai dikantornya.


Annisa memasuki kantor dan didapatinya amel dan andre sedang berbicara santai satu sama lain sambil menyeruput kopi ditangan masing-masing. Kedua sahabatnya itu pun yang melihat kedatangan annisa lalu berjalan menghampirinya dengan kopi yang masih ditangan sedangkan annisa yang baru datang menaruh tas kerjanya dan duduk dikursinya..


Amelia :


"Sa, lo mau ikutan kita ngga nanti malam jalan jalan buat refreshing otak" tawa kecil amel sambil mencolek bahu annisa.


Annisa :


"Ngga ah, gue ngga mau gangguin kalian yang lagi pdkt" cengir annisa melirik kearah andre..


Ehemm hemm.


Andre berdehem setelah mendapat sindiran dari annisa dan langsung membuang pandangannya kearah lain.


Amelia :


"Apaan sih lo sa, kita cuman mau jalan doang, iya kan dre??" tanya amel kepada andre yang ia lihat dari tadi hanya diam.


Andre :


"Hehee iya" jawab andre dengan senyum terpaksa sambil menggaruk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal itu.


Annisa :


"Ya udah lah pokoknya gue ngga bisa ikut dulu soalnya ntar malem gue mau kerumah ayah gue" jawab annisa sambil memberikan alasan untuk menolak ajakan para sahabatnya itu.


Amelia :


Annisa :


"Ya engga lah, gue cuman kangen sama ayah gue aja. Semenjak nikah gue udah ngga pernah jengukin, kasian kan ayah gue sendirian udah tidur ngga temennya" jawab annisa sambil tertawa


Amelia :


"Annisa annisa, ayah sendiri aja lo ledekin" tawa amel


Akhirnya mereka pun menyudahi pembicaraan sebelum mereka kepergok oleh atasannya yaitu Pak Deni dan pergi ke meja kerja masing-masing untuk memulai pekerjaannya.


*******


Dirumah Reza.


Reza akhirnya bangun dari tidurnya. Reza yang berdiri bangkit dari sofa itu perlahan berjalan menuju kekamar mandi sambil mengucek ngucek matanya dengan penglihatan yang masih buram.


Setelah agak beberapa lama berurusan dengan kamar mandi akhirnya reza selesai, dilihatnya istrinya sudah tidak ada dikamarnya. Reza bergegas kekamar ganti untuk memakai pakaian kerjanya tidak lupa juga memasang sebuah dasi, reza memasang dasi sambil bercermin dan mengingat annisa yang tiap hari memasangkannya dasi kerja..


"Kenapa kamu pergi duluan sih sayang, terus yang masangin dasi mas siapa" batin reza sambil melihat kearah cermin sebesar ukuran tubuh orang dewasa itu.


Reza yang telah menyelesaikan persiapannya untuk berangkat kekantor keluar dari kamar dan berjalan menuruni anak tangga rumahnya.


Reza duduk dimeja makan untuk menyantap sarapannya dan terlihat bi ati sedang membantu reza mengambilkan nasi dan beberapa lauk.


Reza bertanya kepada bi ati apakah annisa sudah berangkat kerja dan benar adanya bahwa annisa telah berangkat terlebih dahulu. Reza yang telah menyelesaikan makannya dan mengelap bibirnya menggunakan kain yang telah disediakan setiap saat dimeja makan setelah itu reza segera bangkit dari tempat duduknya tetapi baru berjalan beberapa langkah, ia dihentikan bi ati yang sepertinya ingin mengatakan sesuatu..


Bi ati menghampiri bosnya itu dan berkata..


Bi Ati :


"Tuan, tadi mba annisa berpesan jika setelah pulang kerja dia akan mampir kerumah ayahnya dan akan menginap beberapa hari disana" kata bi ati.


Reza yang mendengar itu sontak terkejut.


Reza mengusap seluruh wajahnya dari atas kebawah menggunakan tangan kanannya seperti seseorang yang sedang gusar.

__ADS_1


"Apakah kamu masih marah kepadaku sayang, masih belum cukupkah hukuman yang kamu berikan tadi malam" batin reza.


Reza :


"Baiklah bi, bibi bisa lanjutkan kerjanya lagi" sahut reza yang bingung juga untuk menyahut apa lagi kepada pembantunya itu.


Bi ati :


"Baiklah tuan, saya permisi" kata bi ati seraya menundukkan sedikit tubuhnya untuk memberi hormat dan sembari pergi berlalu meninggalkan reza.


*******


WORLD HOTEL


Reza telah sampai ketempat kerjanya meskipun agak siang dan kalau bisa dikatakan terlambat, tetapi siapa yang berani memarahinya meskipun terlambat secara kan perusahaan milik pribadi.


Doni dan Angela menunggu kedatangan bosnya didepan hotel yang tidak biasanya sampai jam 10 masih belum datang, tidak beberapa lama mobil reza datang.


Reza keluar dan memberikan kunci mobilnya kepada pegawai hotelnya yang juga berdiri didepan hotel yang memang bertugas memarkirkan mobil para tamu hotelnya.


Reza memasuki hotelnya diiringi Doni dan Angela dibelakangnya, seperti biasa jalan menuju kekantor reza melewati lobby hotel yang tengah ramai dengan para tamu yang baru check in maupun check out, ada juga yang tengah mengobrol santai disitu.


Yah karena fasilitas hotel yang ditawarkan sangat memuaskan hingga membuat semua orang betah berlama lama disana, tetapi fasilitas yang bagus juga memiliki harga yang sepadan.


Untuk kamar biasa saja bisa dihargai 10jt permalam apalagi kamar VIP dan VVIP. Bisa dibayangkan berapa penghasilan reza dalam sehari dikalikan sebulan dan dikalikan lagi dengan jumlah hotelnya yang banyak karena di setiap kota reza mempunyai cabang hotelnya juga.


Cabang hotelnya sama bagusnya dengan hotel yang ia tempati sekarang cuman perbedaannya adalah cabang hotelnya dibuat mengikuti keadaan alam dan budaya kota itu agar daya tarik hotel reza berbeda dengan hotel pada umumnya.


Karena hotel mewah saja tidak dapat memberikan jaminan kalau pelanggannya akan selalu menginap disitu pikir reza.


Reza ingin membuat hotelnya terlihat berbeda dan meninggalkan kesan dan kenangan yang indah untuk para tamunya yang kebanyakan para turis yang sedang berlibur menikmati keindahan alam dan pemandangan kota tersebut..


Seperti biasa ketika reza berjalan melewati lobby menuju lift tatapan semua tertuju kepadanya termasuk para pegawainya yang tidak pernah bosan melihat wajah bosnya itu. Meskipun begitu mereka hanya bisa memandang bosnya tanpa bisa memilikinya karena mereka tau bosnya itu telah menikah dan memiliki seorang istri. Sebagian pegawai baru tidak mengetahui bagaimana wajah istri bosnya, bahkan pegawai lama saja tidak terlalu ingat karena hanya 2 kali saja mereka melihat annisa yaitu ketika pernikahan dan sewaktu annisa berkunjung kekantor suaminya untuk makan siang bersama..


*Kantor Presdir (Ruangan Reza)


Reza yang tengah disibukkan dengan berbagai macam berkas dan proyek pembangunan cabang hotel lainnya.


Meskipun ia tengah sibuk dengan pekerjaannya tetapi pikirannya tetap kepada annisa. Ia takut jika istrinya nanti tidak akan kembali lagi kerumahnya, reza terus memeras rambutnya menggunakan dua tangannya itu karena frustrasi memikirkan istrinya sendiri.


*******


Sore Hari Dikantor Annisa.


Annisa melihat jam ditangan kirinya yang menunjukkan sudah waktunya pulang, annisa berpamitan kepada andre dan angela untuk pulang duluan.


Annisa memesan taksi online menggunakan aplikasi, setelah sebentar menunggu akhirnya taksi pesanannya datang dan annisa minta diantarkan kedalaman rumah ayahnya.


Mobil sampai didepan rumah ayah annisa, annisa membuka dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang untuk membayar taksi online nya itu.


Annisa membuka pagar rumahnya dan berjalan menuju pintu. Annisa memencet bel rumahnya tersebut dan dengan cepat seorang pria tua namun tetap gagah membuka pintunya yang tidak lain adalah ayahnya sendiri.


Jhony ayah annisa yang entah mengapa begitu senang melihat kepulangan anak semata wayangnya itu langsung memeluk erat annisa dan membuat annisa terharu sekaligus merasa bersalah karena baru mengunjungi ayahnya.


"maafkan annisa yah baru menemui ayah sekarang, annisa janji akan menemani ayah sekarang" kata annisa yang masih didalam pelukan ayahnya.


*Ditempat lain.


Reza yang merasa hari sudah mulai gelap bergegas untuk cepat pulang dan menyusul annisa kerumah mertuanya. Reza tidak ingin annisa meninggalkannya..


Reza yang sudah berada didalam mobil dengan cepat mengemudikan mobilnya itu.


"Tunggu aku sayang, aku akan menjemputmu pulang" batin reza selama diperjalanan.


Selamat membaca, maaf ya baru update 🙏


Semoga kalian suka dengan kelanjutan kisahnya.


Mohon bantuannya ya teman teman untuk vote aku 😁😁


Jangan lupa like dan komennya ya jika kalian suka dengan ceritanya ataupun kalau ada masukan..


Terima Kasih semuanya 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2