
Gleekkkk .....
Sandra seakan susah sekali menelan air ludahnya sendiri setelah mendengar ucapan Annisa barusan atau lebih tepatnya ancaman dari seorang istri kepada perempuan yang berani mengganggu suaminya.
Dapat Sandra rasakan aura membunuh yang terpancar dari tubuh Annisa setelah mereka melepas pelukannya dan saling menatap, dan sekarang saja ketika Annisa tersenyum kepadanya dapat dipastikan kalau senyuman itu seperti senyuman kematian buatnya.
" Gila ni cewe, mengerikan banget. Seandainya gue tau bakalan jadi gini, mending gue ngga ikut ikutan deh rencananya indah "
Batin Sandra dengan masih memaksakan senyumannya kepada Annisa yang masih menatap lekat dirinya.
Setelah berpamitan akhirnya pihak Sandra sudah keluar dari ruangan Reza begitupun dengan Doni yang juga sudah ikut keluar meninggalkan sepasang suami istri yang masih berada didalam ruangannya.
Reza :
"Mau makan dimana kita sayang?" tanya Reza dengan membelai kepala Annisa.
Annisa nampak berpikir sebentar.
Annisa :
"Gimana kalau makan direstauran hotel ini aja mas jadinya kan ngga jauh" saran Annisa yang mendapat anggukan dari sang suami.
Reza :
"Baiklah sayang" Reza berdiri dari tempat duduknya terlebih dahulu dengan memberikan tangannya kepada Annisa dan disambut oleh sang istri.
Mereka pun berjalan keluar ruangan dengan bergandengan tangan melewati Angela dan Doni yang terlihat memberikan salam mereka kepada Annisa dan Reza yang melewati mereka berdua. Sekarang Annisa sudah tidak malu lagi untuk menunjukkan kemesraan mereka didepan umum meskipun hanya sebatas pegangan tangan karena Annisa ingin menegaskan kepada semua orang kalau orang yang sedang bersamanya ini adalah miliknya sampai kapanpun tetap menjadi milik dirinya.
Sampai di restauran hotel sendiri Reza berniat mengajak Annisa makan diruangan privat saja agar tertutup dari keramaian yang bisa membuat istrinya tidak nyaman.
Reza :
"Sayang, kita makan diruang privat aja gimana biar kamu ngga terganggu?" Reza memberikan usul karena ia sangat memahami sang istri yang sangat tidak suka keramaian.
Annisa nampak menimang usulan sang suami.
Annisa :
"Emm.. kita makan disini aja deh mas, Annisa mau merasakan suasana hotel ini lebih lama" jawab Annisa.
Sebenarnya Annisa memang tidak terlalu suka keramaian apalagi saat dirinya bersama sang suami karena hal tersebut akan membatasi ruang gerak mereka namun sekarang Annisa berpikir lain karena dengan dirinya makan ditempat yang ramai apalagi sekarang ditempat milik Reza sendiri, ia ingin menunjukkan jika dirinya adalah pemilik dari seorang laki laki yang tengah duduk disampingnya tersebut.
Sembari menunggu pesanan makanan mereka datang yang Reza lakukan adalah sedang mengajak sang buah hati berbicara kepadanya, karena yang Reza tahu membawa buah hati berbicara sedari dalam kandungan adalah hal yang baik untuk membangun sebuah ikatan emosional. Jadi apabila bayinya nanti sudah lahir, dia akan sudah terbiasa mendengar suara orang tuanya.
Reza mendekatkan wajahnya ke perut sang istri yang masih terlihat rata saja dan mengelusnya perlahan sedangkan Annisa yang merasa sangat tersentuh dengan ringan hati mengulurkan tangannya mengelus kepala sang suami yang sekarang berada didepan perutnya itu.
Reza :
"Anak papah sekarang sedang apa??" Reza seakan bertanya kepada seorang bayi yang sudah bisa bicara apalagi dengan wajah Reza yang sangat begitu menggemaskan menurut Annisa.
__ADS_1
Annisa tersenyum bahagia.
Annisa :
"Dedek lagi laper banget pah" suara Annisa yang ia bikin semaksimal mungkin menirukan suara anak kecil.
Membuat Reza tersenyum kearah sang istri dan mengangkat wajahnya keatas untuk menatap wajah Annisa.
Satu kecupan Reza daratkan di kening sang istri dengan begitu lama membuat Annisa memejamkan matanya untuk merasakan kehangatan dari sebuah ciuman yang diberikan oleh sang suami tercinta.
Reza :
"Makasih sayang" setelah melepaskan ciuman di kening tadi.
Annisa bingung dengan ucapan Reza yang tiba tiba dan tidak masuk akal menurutnya.
Annisa :
"Makasih buat apa mas??" Annisa bertanya lantaran bingung.
Reza :
"Terimakasih untuk segalanya, untuk kamu yang selalu berada disamping mas hingga sekarang dan terima kasih sudah mau mengandung anak mas" wajah Reza terlihat menahan haru yang tidak biasa ia tunjukkan.
Annisa memeluk sang suami yang sekarang tepat berada disebelahnya, ia tidak memperdulikan lagi jika sekarang mereka tengah berada ditempat umum dan sangat terbuka. Sekarang yang ada dipikiran Annisa hanyalah ingin memeluk sang suami dan mengatakan kalau sebenarnya yang harus berterima kasih itu adalah dirinya bukan Reza.
Annisa :
Reza membalas pelukan sang istri dengan begitu erat seakan tidak ingin melepaskannya.
Reza :
"Tidak sayang, kamu adalah perempuan hebat yang sangat berjasa didalam hidup mas dan mas mohon tetaplah berada disamping mas sampai hanya maut yang memisahkan kita berdua" pinta Reza.
Annisa pun melepas pelukannya namun masih menatap lekat wajah sang suami, ia menghapus air matanya yang sempat membasahi pipinya tadi.
Annisa menganggukkan kepalanya dan tersenyum kearah Reza.
Annisa :
"Sampai kapanpun Annisa akan selalu berada disamping mas, bahkan bukan cuman Annisa tapi anak kita juga akan berada ditengah tengah kita untuk selalu menemani orang tuanya ini melewati segala macam rintangan"
Annisa menarik tangan Reza dan mendaratkan nya tepat diperutnya yang sedang mengandung itu.
Reza tersenyum haru sekaligus bahagia dan kembali menarik Annisa kedalam pelukannya serta mengelus belakang kepala Annisa, senyuman begitu indah terukir diwajah tampan Reza.
Annisa melepaskan pelukan mereka.
Annisa :
__ADS_1
"Udah ah mas, kok jadi malah nangis nangisan gini sih, malu tau dilihatin orang" Annisa mengedarkan pandangannya ke sekitar mereka yang ia lihat memang para pengunjung restauran tersebut tengah menatap mereka sedari tadi.
Reza :
"Biarin aja mereka mau ngelihatin kita yang penting jangan ada yang jadi penghalang aja" cetus Reza tanpa sadar dengan apa yang barusan ia ucapkan.
" Memangnya sedari tadi mas Reza ngga sadar apa kalau para pelakor sedang berkeliaran didekat kita "
Batin Annisa.
Annisa :
"Ah iya mas, mas aja yang jangan sampai tergoda sama perempuan lain" nasihat Annisa.
Reza :
"Ngga bakal sayang, mas janji. Atau perlu mas buktiin nih sekarang" tantang Reza kepada sang istri.
Belum juga mendengar jawaban dari Annisa namun Reza sudah berdiri dari tempat duduknya.
Tingg.. Tingg.. Tingg..
Reza menghasilkan suara dari dentingan sendok dan gelas yang berada dimeja makan mereka.
Sontak saja banyaknya pengunjung yang berada disana melirik dan menatap kearah Reza.
Reza :
"Permisi semuanya, saya minta waktunya sebentar. Disini saya ingin memberitahukan kepada kalian semua bahwa yang sedang duduk disamping saya saat ini adalah istri tercinta dan satu satunya di hati saya dan tidak akan mungkin ada yang kedua ketiga dan seterusnya. Kalian harus menjadi saksi dan mengingatnya, jika kalian bertemu atau melihat saya dengan perempuan lain, pada saat itu kalian boleh langsung memukuli saya" ucapan aneh itu terlontar dari mulut Reza yang seketika membuat Annisa menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya karena malu akibat ulah sang suami yang begitu konyol menurutnya.
Reza mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari para pengunjung restauran tersebut karena pengakuannya barusan.
Kemudian Reza mendudukkan tubuhnya disamping sang istri lagi, ia bingung dengan sang istri yang masih menutup wajahnya.
Reza :
"Gimana sayang, udah percaya kan sama mas" itulah kalimat pertama yang keluar dari mulut Reza setelah ia menyelesaikan adegan yang memalukan tadi.
" Percaya apaan, ini yang aku dapat malah malu "
Annisa menggerutu didalam karena masih tidak percaya dengan tingkah konyol suaminya barusan.
* * * * * * *
Semoga kalian suka ya sama kelanjutan ceritanya soalnya otak author lagi buntu banget buat bikin cerita tapi author usahain biar up.
Dukung author terus ya para pembaca setia 😘😘😘
Jangan biarkan kolom komentar kosong, mari ramaikan kolom komentar dengan kata kata lucu kalian 🤣🤣
__ADS_1
Like sama votenya jangan lupa ya yang banyak.
05 Mei 2020.