
Dikantor Reza.
Reza bersama dua orang sekretarisnya pun memasuki ruangan yang tidak lain adalah ruangan reza sendiri.
Ruangan kantor reza sangat luas dengan gaya desain klasik. Lengkap dengan meja dan kursi untuk tamu yang berwarna hitam elegan.
Doni pun membuka pembicaraan.
"Siapa perempuan tadi?" tanya Angela.
"Ohh dia... Perempuan gila" jawab Reza.
"Lantas kalau gila mengapa kau menciumnya?" Tanya Doni ikut dalam pembicaraan bos dan teman sesama sekretaris.
Belum selesai pembicaraan mereka, datanglah ibu reza dan seorang pria berpakaian jas rapi lengkap dgn sebuah tas kantor yang sedang dibawanya, mereka masuk kedalaman kantor reza tanpa mengetuk terlebih dahulu. Ya siapa lagi kalau bukan Ny. Sarah Pratama dan pengacara pribadi keluarga pratama.
"Semuanya keluar" ucapan pertama yang keluar dari mulut ibu reza.
Para sekretaris reza pun memberi hormat terlebih dahulu dan keluar dengan cepat dari ruangan reza..
"Ada apa ini??" tanya reza.
"Reza, ada yang mau pengacara kita sampaikan. Ini mengenai wasiat dari kakek kamu" jawab sarah ibunya reza.
"Wasiat apa? Dan juga kenapa baru dibicarakan sekarang" sahut reza.
Pengacara itupun membuka tas kerjanya sembari mengeluarkan selembar surat dari dalam tasnya, surat tsb terbungkus rapi dalam map coklat.
Reza dan sang ibu pun dengan serius melihat dan mendengarkan pengacara tsb mulai membacakan isi surat wasiat itu.
"Cucuku reza, cucu kesayanganku dan satu-satunya harapan penerus keluarga PRATAMA. Aku membuat surat wasiat ini khusus untukmu karena aku percaya kau dapat meneruskan usaha keluarga kita.
Aku akan mewariskan semua aset kekayaan dan perusahaan keluarga PRATAMA kepadamu, dengan syarat :
Reza harus sudah menikah dan mempunyai istri di usia 30 tahun.
Reza hanya boleh menikah dengan istri yang sudah aku pilihkan yaitu seorang cucu perempuan dari keluarga ANGGARA yaitu cucu dari sahabat ku" kata pengacara itu..
Jika dalam usia reza yang sudah 30 tahun dan belum menikah maka semua aset kekayaan keluarga PRATAMA akan aku wariskan keyayasan dan panti asuhan.
"Apa maksudnya isi wasiat itu, benar2 tidak masuk akal dan kenapa calon istrinya sudah dipilihkan" jawab ibu reza dgn nada yang mulai meninggi.
"Apakah tidak ada cara lain selain menikah dengan perempuan pilihan kakek?? " tanya reza dengan tenang.
"Maafkan saya, tapi memang tidak ada cara lain. Karena hanya itu syarat sah yang tertulis dalam surat wasiat ini" jawab pengacara itu lagi sambil memasukkan kembali surat wasiat tsb..
"Tunggu dulu, kami bahkan tidak tahu bagaimana keluarga Anggara itu. Apakah mereka juga dari keluarga terpandang dan berpendidikan" kata sarah dengan emosi.
"Ini adalah informasi kontak keluarga anggara" kata pengacara itu sambil menyerahkan secarik kertas.
"Baiklah, jika tidak ada hal yang ingin bicarakan lagi. Saya permisi terlebih dahulu" kata pengacara itu dan hanya mendapat anggukan oleh reza dan ibunya.
Setelah pengacara itu pergi meninggalkan ruangan kerja reza.. Ibunya reza pun menegaskan sesuatu kepada reza.
"Kau harus segera menemukan perempuan itu tidak peduli bagaimana pun caranya, kau harus bisa menikahinya" tegas sarah.
"Aku tidak ingin semua harta kita jatuh kepanti asuhan atau apapun namanya itu. Aku tidak ingin hidup susah!!! " lanjut sarah.
"Apakah ibu pikir menikah itu gampang? Dan lagi, aku harus bersamanya sepanjang sisa hidupku" sahut reza.
"Anakku yang pintar.. Kau hanya perlu menikah dengannya, setelah semua warisan sudah dipindahkan atas namamu, ceraikan saja dia. Gampang kan.. Kata sarah dengan muka yang penuh rencana jahat.
"Baiklah, akan ku pikirkan dulu, dan sebaiknya ibu pulang saja sekarang" kata reza.
Reza pun segera menghubungi sekretarisnya..
__ADS_1
"Kalian berdua cepat keruangan ku" kata reza langsung mematikan dengan telpon nya.
Kedua sekretarisnya itupun bergegas kembali lagi keruangan bosnya.
"Ada apa, Pak? Tanya Angela dan Doni berbarengan.
"Carikan aku seorang perempuan!!" kata reza.
"Hahhhh seorang perempuan???" tanya Doni.
"Apakah bapak tidak salah bicara?" lanjut Angela.
"Mungkin si bos kita lagi sakit" kata Doni kepada Angela.
"Kamu benar, apakah gara2 ciuman tadi? " sahut Angela.
"Ouu benarkah?? Apakah ciuman berdampak mengerikan seperti itu sampai memengaruhi pikiran seseorang? Tanya Doni kepada Angela dengan polosnya sambil diiringi tawa kecil.
" Hei aku memanggil kalian kemari untuk menyelesaikan masalah ku, bukan untuk mendengar kalian membicarakan diriku" jawab reza dengan tatapan mengancam yang seketika membuat dua orang sekretarisnya itupun terdiam.
"Memangnya ada masalah apa??" tanya angela serius.
"Aku harus menikah dalam waktu dekat ini dan harus dengan wanita pilihan kakekku" jawab reza.
"Wah bagus dong" jawab Doni dengan muka polosnya dan langsung mendapat tatapan tajam dari reza.
"Baiklah, sekarang apa yang harus kami lakukan" kata Angela.
"Ini adalah informasi kontak yang diberikan pengacara kakek kepadaku. Kalian tolong cari tahu siapa perempuan ini dan selidiki pula latar belakang keluarga, teman maupun kerabatnya. Aku mau informasi yang lengkap. Tegas reza sambil menyerahkan secarik kertas kecil kepada Angela dan Doni.
"Baiklah, akan kami kabari secepatnya" jawab Angela sembari meninggalkan ruangan bos ya bersama Doni teman sekretarisnya.
********************************************
Dirumah Annisa.
Annisa pun keluar dari kamarnya dan segera menuju ketempat ayahnya sekarang yang sedang duduk disofa panjang diruang keluarga..
"Ada apa yah" tanya annisa.
"Anakku, tahun ini kau berusia yang ke-30 tahun kan??" kata ayah.
"Iya yah, memangnya ada apa dengan usia ku sekarang??" tanya annisa bingung sambil menatap sang ayah.
"Annisa , ayah ingin menyampaikan bahwa kakekmu sudah menjodohkanmu dengan cucu sahabatnya, dan kamu harus menikah pada usia 30 tahun" kata ayah menjelaskan dengan serius kepada Annisa anak semata wayangnya.
"Ayah.. Annisa belum bisa menikah sekarang, Annisa belum siap" sahut Annisa.
"Iya nak, ayah paham.. Tapi mau bagaimana lagi, ini adalah wasiat kakekmu, ayah harus menjalankannya" kata ayah.
"Mengapa kakek harus menjodohkan ku dengan cucu sahabatnya, kenapa aku tidak bisa memilih sendiri pasangan hidupku. Ini tidak adil" kata Annisa dengan mata yang mulai berkaca kaca.
"Kakekmu berhutang budi kepada sahabatnya, karena sahabatnya itulah keluarga kita bisa berkecukupan hingga sekarang meskipun keluarga kita tidak terlalu kaya seperti keluarga yang lain tetapi kita masih mempunyai pekerjaan dan masa depan yang cerah" sahut ayah panjang lebar.
"Baiklah, akan aku pikirkan" kata Annisa .
"Ayah harap kamu mengerti nak, kakekmu hanya ingin yang terbaik untuk mu dan keluarga kita.. Ayah mohon maaf jika ayah belum bisa membahagiakan mu sampai sekarang." kata ayah yang tanpa terasa meneteskan air matanya.
"Ayah aku mohon jangan menangis, baiklah aku akan menerima perjodohan ini" kata Annisa.
"Benarkah, apakah kamu tidak keberatan??" kata ayah.
"Jika dengan perjodohan ini membuat ayah bahagia, aku tidak akan keberatan sama sekali yah" jawab Annisa yang ikut meneteskan air mata.
Ayah, aku akan selalu membuatmu bahagia, meskipun dengan mengorbankan kebahagiaan ku sekalipun. Karena hanya ayah keluargaku satu-satunya gumam Annisa dalam hati dengan deraian air mata yang menetes..
__ADS_1
********************************************
Dikantor Dinas Pariwisata.
Pagi ini cuaca begitu mendung hanya ada sedikit cahaya matahari yang menyinari paginya Annisa seakan mengerti betapa sakit hatinya saat ini. Dia harus menikah dengan seseorang yang tidak dia cintai dan dia pun tidak tahu siapa dan bagaimana calon suaminya itu.
(Apakah dia tua??, oh jangan2 dia jelek, hitam, botak, genit.. Ya ampun, tolonglah hambamu ini ya Allah) gumam annisa dalam hati.
(Oh iya, jangan2 istrinya sudah banyak lagi dan jangan2 aku akan dijadikan istri yang ke tujuh, malang nian nasibmu annisa hiks.. hiks.. ) lanjut annisa yang meringis dalam hati.
"Dorrr" kata Amelia yang mengagetkan yang mengagetkan annisa.
"Main dor dor aja, lo kira gue balon" kata annisa.
"Ngga ko, lo bukan balon tapi jarumnya" jawab Amelia.
"Apaan maksud lo nyamain gue sama jarum" kata annisa.
"Iya sa lo itu memang jarum, yah meskipun kecil tapi kalau nusuk sakit apalagi kalo ngomong suka bener. Nusuk bangetttt nyampe kehati hahaa" kata Amelia sambil tertawa..
"Makasih loh atas pujiannya, lo itu memang musuh gue yang paling setia" kata annisa.
"Sama-sama musuhku" jawab Amelia yang diiringi senyuman puas karena telah mengejek sahabatnya sendiri.
"Kekantin yuk, gue udah lapar ni nanti keburu habis jam makan siangnya'' kata annisa.
"Oke siap bos, perintah dilaksanakan.. Menujuu kantinnnn" kata Amelia sambil berjalan menggunakan gaya paskibraka.
"Kenapa ya gue mau temenan sama ni orang, cantik2 tapi otaknya rada sengklek" gumam annisa dalam hati sambil tertawa melihat kelakuan sahabatnya yang aneh itu dari belakang..
********************************************
Dikantor Reza..
Seperti biasa kegiatan reza setiap pagi adalah melihat hasil kerja para pegawai ya dan mengawasi apabila terjadi kesalahan dalam mempersiapkan segala keperluan para tamu.
Setelah selesai memeriksa segalanya reza pun kembali keruangannya untuk meneruskan pekerjaannya yang lain..
"Tok... Tokkk... " suara ketukan pintu dari luar.
"Masuk" kata reza.
Yang ternyata adalah angela sekretarisnya yang datang. Angela pun menghampiri reza dimeja kerjanya yang tengah banyak tumpukan berkas yang perlu ditanda tangani..
"Ini adalah informasi yang bapak minta kemarin" kata Angela sambil menyerahkan amplop berwarna coklat yang masih rapi dan bersegel..
Reza pun mengambil amplop coklat yang diserahkan Angela tadi. Dibuka reza lah amplop yang masih bersegel itu..
Reza membaca semua informasi yang ada didalam amplop tersebut, semua informasi mengenai calon istrinya nanti dan sebuah foto yang membuat reza amat terkejut..
"Apa ini Angela, apakah kamu tidak salah memberi ku informasi" tanya reza.
"Tidak pak, ini memang benar informasi yang bapak mau. Awalnya saya pun juga dibuat terkejut tetapi setelah saya selidiki lagi ternyata memang benar dia lah perempuan yang akan menjadi istri bapak nanti" jawab Angela panjang lebar..
"Baiklah. Kamu bisa pergi" jawab reza.
Angela pun pergi meninggalkan ruangan reza..
Didalam kantor, reza berbicara sendiri..
"Ternyata begitu.. Sepertinya sesuatu yang seru akan segera terjadi, kamu tunggu lah aku perempuan gila.. Kata reza sambil tertawa dengan menaikkan sebelah sudut bibirnya yang membuat muka reza menjadi laki2 yang tampak jahat namun tetap ganteng..
Mohon like dan komentarnya ya..
Agar aku bisa tau dimana letak kesalahan dan bagian yang kalian tidak suka..
__ADS_1
😊😊😊