
Hari ini dimulai dengan kesibukkan mereka masing masing dikarenakan hari ini Annisa akan kembali bekerja setelah mengambil cuti yang panjang. Bukan Annisa tapi Reza yang meminta cuti ketempat Annisa bekerja dengan alasan keluarga yang tidak dapat ditinggalkan. Dengan bantuan kekuasaannya dengan mudah Reza mendapatkan cuti untuk sang istri yang kemarin tengah terbaring kaku dirumah sakit. Reza bahkan pada saat itu tidak mau memberitahukan keadaan istrinya itu kepada ayah mertuanya, ia berpikir jika sang ayah mertua mengetahui maka hanya akan membuat beliau sedih dan sangat membenci keluarganya karena tidak bisa menjaga putri kesayangannya.
Reza dan Annisa sekarang sudah siap dengan pakaian kerja masing masing. Annisa terlihat fresh dengan pakaian kerjanya yang terlihat simple namun tetap elegan.
Annisa memang lebih suka memakai pakaian simple seperti itu karena menurutnya akan lebih memudahkannya dalam melakukan pekerjaan.
Berbeda dengan suaminya, Reza selalu menggunakan jas lengkap. Yah namanya juga CEO ya harus berpenampilan rapi.
Begitulah keseharian Reza dalam berpakaian untuk bekerja.
Setelah menyelesaikan sarapan, Reza dan Annisa berangkat untuk bekerja. Hari ini hari pertama Annisa kembali bekerja setelah sekian lama dia libur atau bisa disebut cuti. Reza seperti biasa sebelum menuju ke kantornya terlebih dahulu ia mengantarkan sang istri bekerja.
Tidak memakan waktu lama Annisa sudah sampai ketempat kerjanya dengan di antar sang suami, tidak lupa sebelum keluar lagi mobil Annisa terlebih dahulu mencium tangan Reza dan begitupun Reza yang memberikan kecupan hangat dikening sang istri.
***
KANTOR DINAS PARIWISATA
Annisa berjalan memasuki gedung tempatnya bekerja yang sangat ia rindukan suasananya karena setelah sebulan ia tidak bekerja untuk sebuah alasan yang sangat menyedihkan jika diingat kembali. Annisa memasuki lift untuk mengantarkannya kelantai ruangannya, tidak menunggu lama pintu lift tersebut telah terbuka. Annisa melangkahkan kakinya perlahan namun pasti menuju kearah ruangannya dan didapatinya lah dua orang yang sangat ia rindukan yaitu Amelia dan Andre dua orang sahabatnya yang sedari dulu selalu ada untuknya.
Annisa lantas menghampiri mereka berdua yang tengah berdiri membelakanginya. Raut wajah Annisa menampakkan senyuman bahagia setelah melihat kedua sahabatnya yang sedang bercanda di pagi hari seperti biasa sebelum waktu kerja dimulai.
Annisa :
"Pagi" sapa Annisa kepada kedua sahabatnya yang jarak diantara mereka hanya tersisa beberapa langkah saja.
Merasa ada yang menyapa, Amel dan Andre lantas membalikkan badan mereka kearah sumber suara yang tadi mereka dengar.
Keterkejutan menghiasi wajah kedua orang itu, sempat mematung ditempat mereka berdiri sebelum akhirnya Amel menghambur berlari kecil menuju arah Annisa dan langsung memeluk sahabat tercintanya itu.
Amel :
"Gue kangen banget sama Lo, kemana aja sih Lo tega banget ninggalin gue lama tanpa kabar berita sama sekali lagi. Lo tau kan cuma Lo doang tempat gue mengadu keluh. Gue marah sama Lo pokonya gue marah" ucap Amel mengeluarkan segala uneg unegnya selama ini karena merasa ditinggalkan oleh sang sahabat dalam waktu yang lama.
Annisa menepuk punggung belakang Amel berusaha menenangkan sang sahabat yang sedang marah kepada dirinya. Annisa pun merasakan hal yang sama karena dia pun sangat merindukan para sahabatnya.
Annisa :
"Maaf, aku tidak memberimu kabar selama ini" jawab Annisa dengan suara yang mulai serak seperti hendak menahan air mata yang sudah hendak keluar.
Kedua sahabat ini saling melepaskan rindu mereka hingga Andre menghampiri mereka berdua untuk menyadarkan kalau sekarang mereka sedang ditempat kerja.
Andre :
"Ayolah, sekarang masih ditempat kerja kalian jangan main drama sedih sedih gini dong" kata Andre yang sudah berada dekat dengan Annisa dan Amel yang sedang berpelukan.
__ADS_1
Amel :
"Apaan sih Lo, ganggu kita aja. Ngga tau apa kita lagi kangen kangenan" sewot Amel ketika mendengar Andre sedang mengganggu kebersamaan dirinya bersama sahabatnya itu.
Andre :
"Muka Lo ngga usah gitu juga, gue cuman mau ngingetin kalau sekarang kita lagi dikantor, Lo mau ditegur pak Deni"jawab Andre.
Amel :
"Ini kan belum mulai jam kerja juga jadi dia ngga berhak dong ngelarang gue mau lakuin apapun, hidup hidup gue ya terserah gue lah" ketus Amel yang tidak mau kalah dengan Andre.
Andre :
"Kalau disini aja Lo berani bilang kaya gitu, coba didepan pak Deni sana Lo ngomong kaya gitu berani ngga??" tantang Andre kepada Amel.
Amel :
"Lo ngajak gue berantem ya pagi pagi gini" sahut Amel yang langsung memukul mukul Andre.
Annisa yang sedari tadi melihat pertengkaran kedua sahabatnya itu hanya bisa senyum senyum sendiri tanpa ada niatan ingin melerai keduanya, karena menurutnya ini adalah tontonan yang ia rindukan ketika kedua sahabatnya itu bertengkar mereka akan lupa dengan sekitar. Contohnya saja Annisa yang sedari tadi berdiri didekat mereka tidak mereka hiraukan, mereka hanya asik dengan pertengkarannya saja.
Annisa :
"Udah udah, ayo kita ketempat duduk aja sebentar lagi jam kerja mau mulai nanti yang ada kita ditegur pak Deni lagi" bujuk Annisa kepada Amel dan Andre agar mereka menyudahi pertengkarannya.
Mau tidak mau Amel menghentikan perkelahiannya dengan Andre, Amel langsung menggandeng tangan annisa dan membawanya pergi meninggalkan Andre, Annisa hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat kelakuan sahabatnya yang satu ini sedangkan Andre dengan senantiasa mengikuti kedua perempuan yang berjalan didepannya itu.
***
Reza memulai paginya ditempat kerja seperti biasa yaitu dengan tumpukan berkas yang menggunung minta untuk segera diselesaikan, tidak lupa Reza memulai kerjanya dengan menggunakan kacamata andalannya.
Baru sebentar Reza memulai pekerjaannya sudah mendapati gangguan dengan ketokan yang berbunyi dari pintu ruang kerjanya.
Tokk.. Tokk..
Suara ketukan pintu.
Reza :
"Masuk" ucap Reza ketika mendengar suara ketukan tersebut.
Pintu perlahan terbuka dan nampak lah seorang Doni sekertaris Reza. Ia berjalan menghampiri atasannya itu yang dilihat memang tengah sibuk dengan segala berkasnya yang menggunung.
Doni :
"Maaf pak sebelumnya, ada yang ingin saya sampaikan mengenai manager hotel kita" kata Doni membuka pembicaraan dan maksud kedatangannya keruangan atasannya itu.
__ADS_1
Reza :
"Memangnya ada apa dengan manager hotel kita??" tanya Reza namun tidak mengalihkan pandangannya sedikitpun dari komputer didepannya.
Doni :
"Begini pak, manager hotel kita yaitu pak Irwan hari ini terakhir masa kerjanya sebelum beliau pensiun" ucap Doni menjelaskan.
Reza :
"Astaga aku sungguh lupa kalau hari ini adalah hari terakhir beliau bekerja. Sekarang kamu urus segala keperluan beliau termasuk uang pensiun dan sebagainya" suruh Reza kepada Doni.
Doni :
"Baik pak segala keperluannya akan saya urus. Dan ada satu lah lagi yang mau saya tanyakan pak?" tutur Doni lagi.
Reza :
"Silahkan tanyakan saja" sahut Reza singkat.
Doni :
"Bagaimana dengan pengganti beliau nanti dibagian manager hotel, apakah bapak sudah memiliki referensi untuk pengganti beliau" tanya Doni.
Reza :
"Aku tidak memiliki seseorang untuk ku sarankan pada bagian itu. Tetapi menurutku lebih baik kamu membuka lowongan pekerjaan saja untuk bagian manager hotel, karena aku ingin membawa suasana baru terhadap perusahaan ku. Dengan adanya orang baru siapa tau dia dapat memberi ide ide yang segar untuk management hotel kita" tungkas Reza memberikan idenya kepada sang sekertaris.
Doni :
"Baik pak, kalau begitu saya akan membuka lowongan pekerjaan untuk bagian manager" jawab Doni kepada Reza yang seakan setuju dengan saran atasannya itu.
Reza :
"Aku mau secepatnya, ku harap hari ini lowongan pekerjaan itu sudah kamu iklankan dan jangan lupa cantumkan pemberitahuan kalau besok mereka bisa langsung bisa interview" kata Reza menjelaskan kepada sekertarisnya.
Doni :
"Baik pak, akan saya lakukan sesuai perintah bapak. Kalau begitu saya permisi pak" kata Doni sebelum pergi meninggalkan atasannya itu sembari membungkukkan badan sedikit untuk memberi hormat terlebih dahulu.
Doni membalikkan badan dan melangkahkan kakinya untuk keluar ruangan atasannya tersebut namun baru beberapa langkah ia pergi harus terhenti lantaran sang atasannya memanggilnya kembali.
Reza :
"Oh iya, tolong kamu panggil pak irwan nanti untuk datang keruangan saya, ada yang mau saya bicarakan dengan beliau sebentar" ucap Reza dan mendapat anggukan oleh sekertarisnya lalu pergi berlalu meninggalkan ruangan atasannya tersebut.
*******
Maaf jika banyak kesalahan dalam penulisannya dan semoga kalian suka dengan kelanjutan ceritanya.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca. Terima kasih.
10 Maret 2020