
Suasana pagi masih dalam keadaan yang panas, Reza masih kokoh dengan keputusannya untuk mengusir ibunya dari rumah karena Reza sudah tidak sudi dan sudah tidak ingin melihat ibunya lagi dan tidak akan pernah terulang kedua kalinya untuk Reza membiarkan orang yang dia cintai harus satu rumah dengan ibunya yang mengerikan itu.
Sarah masih dengan keputusannya yang juga tidak akan pernah meninggalkan rumah ini, karena menurutnya biar bagaimana pun ia masih tetap berstatus Nyonya Pratama dan tidak akan pernah membiarkan orang lain mengambil kedudukannya itu bahkan menantunya sekalipun.
Citra masih bingung dengan pembicaraan yang sedari tadi ia dengar hanya bisa terdiam diri, bagaimana pun dia tidak memiliki hak untuk menyuarakan pendapatnya karena posisinya disitu bukanlah siapa siapa, jika dia berani bersuara yang ada hanya akan menempatkan dirinya diposisi yang sulit.
Annisa masih dengan setianya menjadi
sandaran untuk suaminya meluapkan segala emosi yang dia rasakan sekarang. Dapat dilihat jika suaminya itu sudah tidak dapat lagi menyembunyikan perasaannya selama ini, perasaan benci yang teramat sangat kepada ibu kandungnya sendiri.
*******
Reza berusaha mengumpulkan lagi kekuatannya untuk menyelesaikan perdebatan dengan sang ibu yang juga sekaligus perempuan yang selama ini ia benci.
Ketika akan membuka mulut dan suara lagi untuk melanjutkan pembicaraan tadi, terdengar bisikkan sang istri ditelinga Reza yang begitu pelan hingga kemungkinan hanya mereka berdua saja yang bisa mendengarnya.
Annisa :
"Sudahlah mas, jangan kamu teruskan lagi pembicaraan ini. Aku tidak mau melihat kamu merasakan sakit karena mengingat kejadian masa lalu. Aku memang tidak tahu apa yang telah terjadi antara kamu dan ibumu dulu, tapi yang aku tau sekarang aku hanya tidak mau melihat kamu meneteskan air mata lagi" bisik Annisa kepada Reza agar Reza menghentikan perdebatannya sekarang juga.
Reza hanya terdiam mendengarkan bisikkan istrinya itu, sesekali ia memberikan jawaban dengan menganggukkan kepalanya entah apa arti dari anggukan kepala sang suaminya itu. Apakah Reza mengerti dengan maksud sang istri untuk menyudahi perdebatan ini atau hanya mengangguk saja tanpa mengerti dan menjalankannya.
Sarah yang sudah terdiam begitu lama sedari tadi karena melihat Reza yang juga tidak mengeluarkan kata kata lagi dari mulutnya namun berdecak kesal ketika ia melihat Annisa membisikkan sesuatu keanak satu satunya itu dan Sarah sangat geram dibuatnya karena dia tau pasti Annisa sedang menghasut Reza lagi untuk kembali mengusirnya dari rumahnya sendiri meskipun secara hukum rumah tersebut atas nama Reza karena yang sudah sama sama diketahui kalau semua harta warisan berpindah atas nama Reza dan tidak sedikitpun mewariskan atas nama Sarah.
Meskipun begitu Sarah dengan percaya dirinya tetap merasa jika rumah dan perusahan serta segala kekayaan yang keluarga PRATAMA miliki ia juga berhak atas itu dan kalaupun ia tidak berhak maka akan ia jadikan semua kekayaan itu jatuh ke tangannya meskipun dengan melangkahi mayat anak dan menantunya terlebih dahulu seperti yang telah ia lakukan terhadap suaminya dulu.
Sarah semakin bertambah kesal melihat Reza yang begitu menurut dan patuh terhadap istrinya yang dapat dilihat saat Annisa berbisik dengan mudahnya wajah Reza berubah menjadi lebih tenang sesekali anggukan yang dilayangkan oleh Reza yang terlihat oleh Sarah menambah kesal dan murka yang terpahat jelas dengan urat di wajah Sarah yang mulai seperti ingin keluar.
Akhirnya Sarah tidak bisa menahan lagi emosinya dan mulai mengeluarkan kata kata dari mulutnya.
Sarah :
__ADS_1
"Reza pokoknya mamah tidak mau tau, mamah tidak akan pernah meninggalkan rumah ini sekarang dan selamanya" kata Sarah dengan nada yang tinggi dan benar saja membuat wajah Reza yang tadi sudah tenang berubah seketika.
Reza perlahan mulai bangkit dan melepaskan pelukan istrinya yang sedari tadi memeluk kepalanya dan mengelusnya. Dapat terlihat Annisa seperti enggan melepaskan Reza namun suaminya itu bersikeras bangkit dan menatap kearah Annisa sebentar dengan tatapan yang meyakinkan dan seperti ingin memberitahukan bahwa ia sudah tidak apa apa dan tidak perlu khawatir lagi.
Annisa hanya bisa pasrah melihat pergerakan suaminya yang memang sudah tidak bisa ia halangi lagi, namun dengan setia Annisa menggenggam tangan Reza seolah ingin menegaskan jika dia selalu ada untuknya dan akan selalu berada disampingnya serta memberikan kekuatan kepada sang suami melalui genggaman tangan mereka.
Sebelum membalas perkataan sang mamah, Reza terlebih dahulu menatap tangannya yang digenggam sang istri dan perlahan penglihatannya naik kearah wajah istrinya dan didapatinya Annisa mengangguk perlahan kearahnya seakan memberitahukan bahwa ia sudah siap dengan apa yang akan terjadi setelah ini dan akan selalu berada disampingnya. Reza kembali menatap kearah sang mamah, menarik nafas perlahan dan menghembuskannya kasar.
Reza :
"Oke baiklah jika itu mau mamah, Reza tidak akan menentangnya lagi dan akan membiarkan mamah tinggal dirumah ini" sahut Reza atas perkataan Sarah tadi.
Terlihat senyuman terukir dibibir Sarah dan Citra ketika mendengar Reza tidak jadi mengusir Sarah yang otomatis Citra pun tidak jadi ikut diusir juga. Namun kebahagiaan itu hanya bisa mereka rasakan dalam hitungan detik saja karena setelah itu terlihat Reza yang mulai membuka mulutnya lagi seperti ingin mengatakan sesuatu.
Reza :
"Mamah boleh tinggal disini sepuasnya bahkan selamanya dan Reza tidak akan melarang mamah membawa siapapun untuk menginap atau bahkan tinggal disini namun Reza dan Annisa hari ini juga akan meninggalkan rumah ini dan ya... Silahkan mamah gaji sendiri semua pegawai dan asisten rumah tangga yang bekerja disini dengan uang mamah sendiri karena seperti yang mamah tau mamah tidak ada hak sedikitpun atas harta yang sekarang Reza miliki, TIDAK ADA!!!!" jawab Reza dengan nada tinggi sekaligus memperingati atau bisa dibilang lebih seperti menegaskan bahwa seluruh harta kekayaan keluarga PRATAMA adalah miliknya yaitu Reza Pratama.
Sarah yang sempat terkejut dengan perkataan Reza dengan cepat membuyarkan lamunannya itu dan langsung berlari melangkah kearah Reza yang sudah masuk kedalam rumah. Sarah terlihat seperti memikirkan sebuah cara agar dapat membuat dirinya dan juga anaknya yaitu Reza agar tetap tinggal bersama dirumah ini dan dengan begitu pula dia juga dapat menikmati harta kekayaan mendiang suaminya dulu dan secara perlahan dapat menjalankan rencananya untuk mengambil alih semuanya dari tangan Reza anaknya sendiri.
"Akan sulit untukku mengambil semua harta ini jika Reza berada jauh dari jangkauan ku, aku harus membuatnya bisa selalu berada di dekatku dengan begitu akan mempermudah segala rencana yang telah ku susun selama ini. Aku tidak akan membiarkan rencana yang sudah ku jalankan dari dulu harus hancur dengan mudahnya begitu saja tanpa membuahkan hasil" batin Sarah dengan wajah yang masih terlihat gusar dan sampai pada akhirnya senyuman kembali terukir dibibirnya yang dapat diartikan jika dia sudah mendapatkan sebuah ide untuk membuat Reza tetap tinggal dirumah ini bersama dirinya.
"Rezaaaa??????" teriak Sarah namun tidak mendapatkan sahutan apapun dari sang anak dan dapat dilihat jika Reza masih saja tetap meneruskan langkahnya untuk naik ke tangga.
"Jadi kamu ingin melihat mamah mu mati Reza, baiklah jika itu mau mu akan aku kabulkan" kata Sarah yang dengan cepat berlari kearah dapur.
"Apalagi rencana yang sedang dia pikirkan sekarang, oh terserah lah aku hanya akan mengikuti permainannya saja terlebih dahulu" batin Citra yang hanya melihat dan menatap kepergian Sarah kearah dapur yang tidak ia ketahui akan melakukan apa.
Annisa yang mendengar bahwa mertuanya berbicara sesuatu yang mengerikan dengan refleks menghentikan langkahnya dan membuat Reza juga berhenti dan menoleh kearah belakang untuk melihat istrinya itu.
Annisa :
__ADS_1
"Mas, apa mamah tidak akan melakukan sesuatu yang aneh?" tanya Annisa kepada suaminya yang sedang berada didepannya sekarang dengan wajah yang datar dan tidak menunjukkan ekspresi apapun meskipun Reza mendengar jika ibunya sedang berbicara sesuatu yang tidak mengenakkan.
Reza :
"Sudah lah, aku tidak peduli lagi dengan apa yang akan dia lakukan, sekarang yang aku inginkan hanya pergi secepatnya dari sini karena aku sudah tidak tahan melihat wajahnya yang selalu penuh kepalsuan" jawab Reza masih dengan wajah yang datar namun dapat terlihat jika ia juga sedang berusaha menahan amarahnya agar tidak terlepas kembali seperti tadi.
Belum sempat Reza melanjutkan langkah kakinya untuk menaiki anak tangga yang hanya tersisa beberapa lagi dikejutkan dengan Sarah yang berteriak keras dari arah dapur dan membuat citra langsung pergi menyusul Sarah.
"Aaaaaaaaaaa......" teriak citra dari arah dapur.
Dengan cepat Annisa berlari menuruni anak tangga disusul Reza yang juga ikut berlari kecil dibelakangnya dan betapa terkejutnya Annisa melihat sang ibu mertua sudah tergeletak dilantai dengan pergelangan tangan yang terus mengeluarkan darah segar dan sebuah pisau didekat tubuh ibu mertuanya yang juga ada bekas darah yang diyakini Annisa itulah alat yang digunakan Sarah tadi untuk percobaan bunuh dirinya.
"Cepat siapkan mobil" teriak Reza yang langsung membuat Citra dan Annisa yang semula terpaku diam langsung terkejut akibat teriakan yang berasal dari sang suami yang terlihat begitu khawatir melihat sang ibu telah terbujur kaku.
*******
Hai semuanya, maaf ya jika banyak kesalahan dalam penulisan dan semoga kalian suka dengan kelanjutan ceritanya.
Jangan lupa Like, Komen, Favoritkan dan Vote untuk dukung author ya. Dukungan kalian sangat berarti untuk author agar author makin semangat.
Btw, author sekarang dalam keadaan yang sangat sedih sekarang karena berita meninggalnya Suami BCL, author ngefans banget sama mereka karena menurut author mereka itu pasangan suami istri yang the best banget deh pokoknya. Mata author aja sampe bengkak gara2 nangis dari tadi sore 😭😭😭😭
Maaf jika author lebay tapi memang kenyataannya kaya gitu.
Terima kasih untuk kalian yang selalu setia mendukung dan membaca novel author 🙏🙏🙏
Happy Reading
18 Februari 2020
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1