Jodoh Warisan

Jodoh Warisan
DIAN & INDAH PART 1


__ADS_3

Indah POV...


Siang ini terlihat seorang perempuan nampak begitu sibuk melayani para pelanggan yang tengah berkunjung di cafe miliknya. Meskipun dirinya merupakan pemilik dari cafe tersebut namun ia tidak ingin hanya duduk santai melihat para pegawainya yang tengah dibuat kebingungan oleh banyaknya para pengunjung yang datang.


Lantas ia pun turun tangan untuk membantu para pegawainya dalam melayani para pelanggan tersebut. Maklum saja mengapa cafe saat ini tengah ramai karena sekarang bertepatan dengan jam makan siang apalagi lokasi cafe tersebut berada ditempat yang sangat strategis yakni cafe itu diapit oleh beberapa perusahaan besar.


Dan sekarang mungkin cafe tersebut sedang berada dipuncak popularitas, cafe ini bisa dibilang masih termasuk baru karena baru buka beberapa bulan yang lalu.


" Ahh akhirnya selesai " ucap perempuan itu lega ketika dirinya mendudukkan tubuhnya di kursi yang berada dipojokan cafe. Setelah ia rasa para pelanggan telah mendapatkan semua pesanan mereka dan tengah menikmatinya.


Lalu seorang pegawai wanita berjalan mendekat kearah dirinya yang tengah santai melepas penatnya di kursi pojokan cafe tersebut.


" Maaf telah membuat ibu indah ikutan capek karena kami yang kurang becus dalam melayani pelanggan " seorang pegawai wanita tadi menundukkan tubuhnya untuk meminta maaf kepada atasannya tersebut.


Iya, perempuan itu adalah indah. Sekarang dirinya tengah belajar untuk hidup mandiri tanpa seorang suami disampingnya.


Ah suami. Bahkan dirinya seakan lupa jika ia pernah memiliki suami dikarenakan beberapa bulan ini dirinya hidup sendiri.


Tetapi jika dia boleh jujur, dirinya sangat merindukan sosok sang suaminya tersebut. Dirinya juga menyesali perbuatannya dulu yang sangat tidak bersyukur atas nikmat yang ia terima yakni suami yang sangat baik dan rumah tangga yang harmonis.


Namun sayang sekarang itu semua hanyalah sebuah kenangan saja karena sekarang dirinya telah bercerai dari sang suami. Meski dirinya belum sedikitpun menyentuh surat cerai yang dikirimkan kepadanya apalagi sampai menandatangani surat tersebut.


Dirinya masih tidak rela jika harus bercerai dengan sang suami. Ia masih sangat mencintai atau bisa dikatakan baru menyadarinya sekarang. Namun apalah daya karena sekarang nasi sudah menjadi bubur dan semua tidak dapat diulang kembali.


Kadang indah sempat berpikir ingin menemui suaminya Dian untuk meminta maaf atas semua yang terjadi dan ingin membujuk suaminya tersebut untuk memulai kembali rumah tangga mereka seperti dulu. Namun niat hanyalah niat, sampai sekarang hingga berbulan-bulan sudah berlalu namun dirinya masih tidak berani menemui sang suami.


Perasaan bersalah yang besar masih memenuhi dirinya sampai saat ini hingga semua rencananya hanya dapat ia pendam sampai sekarang tanpa bisa ia laksanakan.


Kembali di saat indah dan pegawai cafenya itu berbicara.


Indah tersenyum. " Ah tidak apa-apa, dari pada aku hanya duduk-duduk santai lebih baik aku membantu kalian, hitung-hitung olahraga " indah masih menampakkan senyumannya.


Pegawai wanita itu lantas membalas senyuman dari atasannya tersebut. " Terima kasih Bu, kalau begitu saya permisi dulu " pamit pegawai tersebut.


Indah pun menganggukkan kepalanya diselingi senyuman kecil yang terbit diwajah cantiknya.


Pegawai tadi lantas menemui para temannya yang tengah sibuk di bagian dapur.


" Eh kalian tau ngga, ibu indah tadi ngga marah loh ngeliat kita yang kaya orang kebingungan gitu pas ngelayanin pelanggan datang " tutur pegawai wanita tadi yang sempat berbicara sebentar dengan indah.


Kedua temannya itu lantas menengok kearah dirinya " Benarkah, aku juga dari awal kerja di cafe ini sudah suka banget sama ibu indah meskipun beliau orangnya tertutup dan tidak banyak bicara namun perilakunya yang baik kepada bawahan seperti kita ini sangat membuat aku betah bekerja disini " tutur salah seorang pegawai yang berambut pendek tersebut.


" Iya betul, aku juga sangat suka sama beliau dan aku juga mau kaya bu indah yang begitu mandiri hidupnya " Salah satu temannya itu berbicara lalu menjedanya sebentar. " Eh tapi aku penasaran sama ibu indah, masa beliau di usia sekarang masih belum menikah sih padahal kan bu indah itu cantik masa ngga ada yang mau sama beliau " sambungnya lagi.


Kedua perempuan itu lagi-lagi hanya manggut-manggut saja dan membenarkan apa kata temannya itu.


* * *


Sore hari...


Waktunya indah untuk pulang dari cafe miliknya menuju rumah keluarganya dimana disitu juga tempat tinggal ibu dan ayahnya.


Namun sebelum pulang langsung menuju rumah, indah terlebih dahulu mampir ke supermarket untuk membeli perlengkapan dapur dirumahnya karena seperti yang ia ingat jika banyak barang yang sudah habis.

__ADS_1


Memasuki supermarket indah pun lantas mengambil troli dan mendorongnya kearah yang ingin ia tuju yaitu tempat sembako. Indah berjalan pelan sembari matanya ia tujukan kearah kanan dan kiri rak untuk melihat kalau saja ada barang yang ingin ia beli selain yang ada didalam catatan pikirannya.


Dirinya pun berhenti seketika dikala melihat manisan yang terbuat dari pepaya kering didalam kemasan toples kecil berbahan kaca. Dari tampilan luar sangat menggugah selera hingga indah yang melihat pun ingin segera mengambil dan membelinya.


Indah berusaha mengambil manisan tersebut yang berada di rak paling atas, dirinya sudah mengupayakan segala hal dengan berjinjit hingga melompat bahkan ia juga menengok ke kiri dan kanan kalau-kalau ada pegawai dari supermarket tersebut yang dapat ia minta tolong.


Hingga disaat indah sudah hampir menyerah datang seseorang.


" Apakah perlu bantuan ?? ".


Suara laki-laki mengejutkan indah hingga dirinya pun menengok kebelakang dan dapat ia lihat badan laki-laki itu berdiri tepat dibelakangnya dengan posisi yang sangat dekat, lalu indah pun mendongakkan kepalanya keatas untuk melihat siapa laki-laki yang hendak menolongnya itu.


Bagaikan dikejutkan dengan sebuah petasan, indah tidak percaya jika laki-laki yang sedang menolongnya tersebut ialah sang suami atau bisa disebut mantan suami nya sendiri. Dengan cepat indah langsung membalikkan wajahnya lagi agar Dian tidak dapat mengenali dirinya.


" Ini manisannya " Dian pun menyodorkan manisan tersebut kepada indah yang terlihat berdiri membelakangi dirinya hingga membuat ia tidak dapat melihat wajah orang tersebut.


Indah pun mengulurkan tangannya kebelakang dan mengambil manisan tersebut tanpa melihat kearah orang yang memberikannya. " Terima kasih " ucap indah yang masih saja tidak ingin menunjukkan wajahnya.


Laki-laki itupun lalu pergi berlalu meninggalkan indah setelah menyelesaikan urusannya yakni menolong tadi.


Setelah di rasa sudah tidak ada keberadaan seseorang dibelakangnya, indah lantas dengan perlahan memutar kepalanya hingga badannya juga mengikuti arah putarannya.


Indah mengusap dadanya merasa lega karena ia tidak lagi mendapati Dian dibelakang dirinya. " Ahh syukurlah dia sudah tidak ada " ucap indah.


Dirinya sekarang masih belum siap untuk bertemu Dian meskipun itu dalam konteks ketidaksengajaan, ia masih merasa bersalah dan malu terhadap dirinya sendiri.


Indah pun dengan hati-hati melihat situasi sekitar kalau-kalau dirinya bisa bertemu dengan Dian lagi setelah ia rasa cukup aman akhirnya indah bergegas melangkahkan kakinya untuk segera membeli segala macam keperluan agar dirinya cepat meninggalkan supermarket ini.


Dengan cepat ia pun memasukkan barang belanjaan yang sudah ia bayar tadi kedalam mobil dan berlalu meninggalkan supermarket itu. Ia masih tidak percaya selama beberapa bulan yang lalu dirinya tidak pernah sekalipun dipertemukan dengan Dian meskipun ia berjalan ketempat kenangan mereka dulu, namun sekarang lihatlah dirinya malah bertemu dengan Dian disupermarket arah jalan pulang dirinya kerumah orang tua nya.


* * *


Hari sudah menampakkan senjanya dan jam pun sudah berhenti diwaktu pulang kantor, Dian pun dengan sigap membereskan meja kerjanya dan berjalan menyusuri hotel tempat ia bekerja sebagai manager selama beberapa bulan belakangan ini. Dian pun kadang merasa bersyukur atas pekerjaan yang selama ini ia jalani karena tidak hanya mendapatkan gaji yang tinggi namun juga orang-orang didalamnya juga membuatnya betah untuk bekerja.


Dan tidak dapat ia pungkiri juga jika dirinya harus sangat berterima kasih dengan sang istri yaitu indah, jika dulu bukan karena paksaan dari indah, dirinya pasti tidak akan bekerja disini sekarang.


Mengingat ia mendapatkan pekerjaan karena bantuan dari sang istri. Ahh ia jadi merindukan sosok sang istri tersebut. Meskipun kehidupan rumah tangga mereka dulu tidak berjalan dengan mudah dan sering diselingi dengan perdebatan atau perbedaan pendapat namun dirinya tetap bahagia bisa menikahi wanita seperti istrinya itu.


Meskipun indah sering jalan-jalan dan banyak menghabiskan waktu diluar namun istrinya itu tidak pernah meninggalkan kewajibannya sebagai istri yaitu selalu melayani keperluan suaminya dalam hal apapun. Itulah yang membuat Dian tidak pernah melarang untuk sang istri jalan-jalan diluar dirumah sewaktu ia bekerja. Dian pun tidak ingin membuat sang istri jenuh dengan hanya menghabiskan waktu didalam rumah.


Setelah memasuki mobil dan mengendarai mobil tersebut sembari mengingat-ingat kenangan lama bersama sang istri hingga membuat dirinya tidak sadar kalau sekarang dia membawa mobilnya itu melaju kearah jalan rumah mertuanya yang juga saat ini di huni oleh sang istri indah.


Dian pun akhirnya sadar kalau dia telah salah jalan dan berniat untuk memutar balikkan mobilnya namun niat itu terhenti dikala dirinya melihat seseorang yang baru saja keluar dari mobil yang berhenti didepan sebuah supermarket.


" Indah " ucap Dian ketika melihat sosok sang istri yang begitu ia rindukan selama beberapa bulan ini.


Ingin sekali rasanya Dian pergi dan berlari menuju tempat sang istri dan menarik indah kedalam pelukannya. Hingga tercetus sebuah ide untuk dirinya juga ikut memberhentikan mobilnya tepat disamping mobil sang istri.


Dian pun melangkahkan kakinya keluar dari mobil dan berjalan memasuki supermarket tersebut sembari matanya menyapu seluruh ruangan besar tersebut untuk mencari sosok perempuan yang sangat ia rindukan itu.


Setelah berjalan beberapa saat akhirnya Dian pun menemukan sosok perempuan yang ia cari sedari tadi tengah terlihat kesulitan ingin mengambil sesuatu yang berada lumayan tinggi dari posisi tinggi badannya.


Dian pun dengan langkah pasti berjalan mendekat kearah indah, hingga dirinya sekarang tepat berada dibelakang tubuh indah.

__ADS_1


" Apakah perlu bantuan ?? " Dian pun menawarkan diri namun belum juga disetujui oleh indah dirinya langsung saja berjinjit sedikit untuk mengambilkan benda yang diinginkan oleh indah.


Dian juga merasa kalau sang istri telah mengetahui siapa yang menolongnya itu namun Dian lihat kalau indah dengan cepat membalikkan badannya agar tidak diketahui oleh Dian kalau yang dia tolong sekarang adalah mantan istrinya.


" Ini manisannya " ucap Dian lagi.


Dirinya tersenyum melihat tingkah sang istri yang sudah begitu lama tidak bertemu apalagi posisi mereka yang saat ini bisa dikatakan sangat dekat sekali hingga membuat Dian seakan tidak kuasa ingin memeluk tubuh mantan istrinya tersebut.


" Terima kasih " hanya kata itu lah yang Ian dengar terlontar dari mulut indah.


Dian ingin sekali indah dapat membalikkan tubuhnya dan mereka berdua dapat bertatapan namun sayang indah tidak ingin melihat wajahnya. Tidak dipungkiri jika Dian juga merasa sedih kalau indah sudah tidak mau lagi melihat dirinya dan bahkan saat ini Dian tau jika indah sengaja berpura-pura tidak mengetahui jika orang yang menolongnya itu adalah manta suaminya.


Tanpa berucap sepatah katapun Dian langsung pergi meninggalkan indah di kala wanita itu masih saja tidak ingin membalikkan tubuhnya apalagi sampai menatap dirinya ini.


Dian keluar dari supermarket tanpa ada sesuatu sama sekali yang ia beli karena memang tujuan awalnya hanyalah untuk melihat indah. Dirinya pun dengan cepat melangkahkan kakinya memasuki mobil dan meninggalkan supermarket tersebut.


Sepanjang perjalanan pulang pikiran Dian hanya di isi dengan bayangan mantan istrinya.


Apakah sebegitu tidak sukanya indah kepada dirinya hingga menatap dirinya pun indah enggan sekali.


Apakah tidak ada rasa cinta sedikitpun yang tertinggal di hati indah untuknya.


Sungguh Dian sangat sakit hati dibuatnya.


* * *


Keesokkan harinya...


Seperti biasa dipagi hari, indah memulai harinya dengan menyiapkan sarapan untuk dirinya dan kedua orang tuanya. Setelah selesai indah pun menata sarapan tersebut di meja makan, setelah selesai indah pun berniat memanggil kedua orangtuanya untuk sarapan namun ayah dan ibunya sudah terlebih dahulu muncul dan berjalan menuju meja makan tersebut.


Sarapan pagi ini seperti biasanya hanya di isi dengan keheningan saja hingga sang ayah yang memulai pembicaraan diantara mereka bertiga.


" Indah, kapan kamu akan mencari pengganti Dian, ayah tidak ingin kamu menghabiskan hari-hari mu hanya seperti ini tanpa adanya pendamping hidup apalagi jika kamu juga tidak memiliki seorang anak sekarang. Lalu siapa yang akan meneruskan keturunan dari keluarga kita nantinya ??!.. " tanya sang ayah.


Indah hanya mendengarkan saja tanpa berniat menjawab pertanyaan yang ayahnya lontarkan kepada dirinya.


Ayah indah kembali berbicara. " Indah, apakah kamu mendengarkan apa yang ayah omongkan tadi ??! " tanya ayah lagi.


Mau tidak mau indah pun menjawab pertanyaan ayah nya itu. " Iya yah, nanti indah pikirkan. Sekarang ijinkan indah untuk menjalani hari-hari indah ini sendiri dulu, nanti kalau sudah waktunya indah akan membawa pasangan indah kerumah ini " jawab indah yang sepertinya dapat membuat sang ayah tidak bertanya lagi kepada dirinya.


Indah kira setelah ayahnya tidak memberi pertanyaan lagi dirinya akan tenang tetapi suara sang ibunda nya membuat iya kembali pusing.


" Kamu harus melupakan Dian, indah. Ibu tidak mau jika kamu terperangkap oleh masa lalu terus. Lupakan lah Dian dan mulai lah hidupmu yang baru " nasihat ibu.


Dengan malas indah menjawab " Iya bu ".


Dengan cepat indah menyelesaikan sarapannya agar ia dapat melarikan diri dari kedua orangtuanya itu sebelum dirinya kembali diberi pertanyaan yang tidak masuk akal menurutnya. Karena dirinya saat ini masih mau menikmati kesendirian nya dulu dan kalaupun ia harus kembali merajut hubungan, dia pun inginnya kembali lagi kepada Dian bukannya malah mencari laki-laki lain untuk mendampinginya.


* * * * * * *


Ini adalah awal cerita tentang Dian dan indah, semoga kalian suka dengan cerita mereka. Dan jangan lupa untuk selalu memberi dukungan kepada author lewat vote, like dan komentar. Terus beri dukungan untuk author ya 😁😁😁


Terima kasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


Selamat membaca...


__ADS_2