Jodoh Warisan

Jodoh Warisan
HARI TERAKHIR DIRUMAH MERTUA


__ADS_3

Selesai makan malam dimall mereka bertiga kembali pulang karena hari pun sudah sangat larut.


Sesampainya dirumah jhony langsung pamit kepada annisa dan reza untuk kekamar hendak langsung tidur karena besok jadwal mengajarnya padat dikampus. Begitupun reza dan annisa yang juga telah masuk kamar mereka. Reza terlebih dahulu kekamar mandi untuk membersihkan badannya setelah selesai barulah annisa yang menggunakan kamar mandi, sejak pulang dari mall mereka berdua belum ada yang bicara satu sama lain.


Annisa keluar dari kamar mandi sedang melihat reza yang hendak tidur disofa, annisa merasa bersalah jika terus membiarkan reza tidur disitu.


"Mass" panggil annisa kepada reza yang sudah hendak membaringkan tubuhnya disofa.


Reza mendengar istrinya memanggil dirinya dengan cepat langsung duduk menghadap annisa tanpa menyahut dan hanya menatap istrinya itu seakan tatapan reza bertanya mengapa tiba tiba istrinya memanggilnya.


Annisa :


"Mas tidur disini aja, jangan tidur disofa lagi" kata annisa sambil menepuk kasurnya.


Reza :


"Benarkah? Apakah aku sudah bisa tidur bersama mu sayang?" tanya reza seakan tak percaya dengan perkataan istrinya.


Annisa :


"Iya boleh, tapi ingat jangan macam macam" ancaman annisa.


Reza :


"Iya ngga bakalan kok tapi kalau tidur sambil meluk boleh ngga?" tanya reza lagi dengan wajah yang dibikin seimut mungkin.


Annisa :


"Iya, yaudah gih cepat tidur disini kalau lambat aku batalin nih"


Reza yang sangat senang mendengar annisa mengajak dan sudah memperbolehkannya untuk tidur bersama lagi, meloncat senang dari duduknya disofa berlari kearah annisa dan mencium pipi annisa sekilas, annisa kaget untuk kesekian kalinya karena mendapat ciuman mendadak dari reza sedangkan reza sudah merebahkan dirinya dikasur mereka.


Reza :


"Sayang, sini" kata reza kepada annisa sambil menepuk tempat tidur disebelahnya.


Annisa mendekatkan dirinya untuk tidur disebelah reza, reza membuka selimut untuk annisa agar annisa bisa tidur disebelahnya. Annisa merebahkan dirinya disamping reza dan reza menutupi tubuh mereka setengah menggunakan selimut. Reza memeluk annisa yang tidur membelakangi dirinya meskipun begitu reza tetap senang karena dirinya sudah bisa tidur bersama istri dan sekaligus memeluknya. Reza sangat merindukan pelukan diantara mereka apalagi saat tidur.



Tidak terasa waktu seminggu menginap dirumah mertua dilalui reza dengan nyaman tanpa suatu hambatan apapun dan reza juga bersyukur karena dengan menginap dirumah mertuanya ini dapat membuat dia dan istrinya baikan serta semakin mendekatkan ia dengan mertuanya.


Hari ini hari terakhir reza dirumah mertuanya, dia ingin menghabiskan waktu untuk bersantai dengan sang istri.


*Pagi Hari.


Beberapa hari belakangan ini setiap pagi annisa membuka mata selalu mendapat pemandangan yang sangat indah. Annisa bangun lebih dulu dari pada reza namun ia tidak langsung beranjak dari tempat tidur melainkan memandang wajah suaminya terlebih dahulu sekaligus membelainya.


Reza yang merasa diwajahnya ada sentuhan lalu membuka mata perlahan dan didapatinya lah annisa sedang memandanginya.


Reza :

__ADS_1


"Udah jahil ya, suami tidur masa digangguin sih"


Annisa :


"Aku kan cuman ngeluh wajah mas, mas nya aja yang ngga tahan belaian ku makanya langsung bangun"


Reza :


"syukur kalau mas nya yang bangun, kalau adenya yang bangun gimana?" tanya reza dengan senyuman manisnya yang membuat annisa malu


Annisa :


"Yah tinggal ditidurin lagi, apa susahnya"


Reza :


"Memang kamu nidurinnya" tanya reza lagi.


Annisa :


"Mas mesum ih, udah ah aku ngga mau lanjutin" jawab annisa sambil memukul dada reza pelan.


Annisa :


"Aauuu sakit sayang. Kan mas mesumnya sama istri sendiri juga ngga papa. Lagian kamu yang duluan mesum ngebelai wajah mas segala, mas kan ngga tahan" jawab reza sambil menggelitik annisa yang membuat mereka bercanda pagi hari ditempat tidur.



Reza yang tidak melepas sedikitpun pelukannya kepada annisa yang duduk disampingnya, senyuman tidak henti menghiasi wajah mereka berdua. Reza yang semakin tampan dengan balutan baju berwarna hijau sedangkan annisa memakai baju berwarna biru muda garis garis atau apalah itu..





Reza :


"Sayang, besok kita sudah pulang?" tanya reza.


Annisa :


"Iya sayang, masa iya kamu mau tinggal disini terus" jawab annisa yang merasa bingung dengan pertanyaan reza.


Reza :


"Tapi aku suka disini, bisa bersama kamu lebih lama kalau kita kembali pulang nanti pasti kita akan disibukkan dengan pekerjaan lagi dan waktu bersama kita jadi ngga ada" tutur reza panjang lebar.


Annisa :


"Hahahaha kamu ada ada aja sih, kan kita masih serumah terus sekamar pasti selalu ada waktu dong buat suamiku yang manja ini" jawab annisa sambil mencubit gelas kedua pipi reza.

__ADS_1


Reza :


"Benar ya, janji harus selalu ada waktu buat mas" tanya reza dengan menatap annisa


Annisa :


"Iya sayang, aku janji" jawab annisa sambil mencium bibir reza sekilas.


Reza yang merasa kurang hanya dicium sebentar, dengan cepat ia menarik dagu annisa untuk menciumnya kembali. Reza yang sudah sangat merindukan ciuman itu pun semakin melumatnya, annisa mengikuti permainan reza dengan ciuman mereka. Annisa tidak mau kalah, dia yang awalnya duduk disamping reza akhirnya naik kepangkuan dan mengalungkan tangannya dileher reza.


Bukan reza yang mendominasi ciuman mereka melainkan annisa, dengan lihainya annisa menurunkan ciumannya keleher reza dan meninggalkan bekas disana.


Reza yang melihat istrinya agresif hanya bisa menahan dan mengelus tubuh annisa, reza memasukkan tangannya kedalam baju annisa, reza mengelus tubuh annisa dari dalam yang membuat annisa terkejut akibat belaian reza. Namun annisa tetap melanjutkan ciumannya yang kini sudah didada reza dengan beberapa kencing baju atas reza yang telah dia buka.


Lama dengan ciuman didada reza, annisa kembali mencium bibir reza sambil melumatnya yang dengan lama membuat mereka kehabisan nafas. Mereka melepaskan ciumannya dengan nafas yang masih ngos ngosan, wajah mereka yang masih sangat dekat dengan hidung mereka yang masih bersentuhan.


Reza meletakkan tangannya disamping kepala annisa dan mengelus nya.


"Aku sudah tidak dapat menahannya lagi sayang" kata reza yang sudah teriakan gairah.


"Sabar ya mas, nunggu kita pulang kerumah, ngga enak disini ada ayah" jawab annisa


"Mas sudah ngga tahan sayang" rengek reza.


"Nunggu dirumah aja ya mas, annisa janji deh ngga bakal ngehindar atau nunda lagi" jawab annisa sambil membujuk suaminya yang sudah tidak tahan itu.


"Baiklah, tapi jangan salahkan mas kalau nanti durasinya panjang dan akan membuat kamu nyerah duluan" senyum reza.


"Oke annisa ngga takut, annisa ngga bakal kalah sama mas, kita lihat aja nanti siapa yang bakal bertahan lebih lama" tantang annisa kepada reza.


"Baiklah sayang, mas tunggu perlawanan dari kamu" jawab reza sambil tersenyum menatap annisa.


Terima kasih sebelumnya untuk para pembaca setia, mohon maaf jika ada typo ya 😁😁


Author ngga bakal lelah buat ngingetin kalian untk selalu Favorit, Like, Komen dan Vote..


Vote Author ya, kasian author votenya baru sedikit..


Dukung author terus ya supaya author makin semangat buat novelnya.


Author mau tau dong siapa aja yang masih setia baca novel author.


Komen dibawah ya 👇👇👇


Semoga kalian suka dengan kelanjutan ceritanya.


Makasih 🙏🙏🙏


LOVE LOVE KESAYANGAN AUTHOR 😘😘😘


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2