
"Masa lalu datang untuk mengingatkan ku, namun bukan untuk menjadikanku sebagai wujud darinya"
*******
Annisa yang memasang wajah penuh dengan keterkejutan sama halnya dengan pria didepannya itu yang ia panggil dengan nama Dian tadi. Sejenak mereka masih saling menatap tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, entah apa yang sedang mereka sampaikan melalui tatapan tersebut. Keheningan pun terjadi diantara mereka hingga suara telpon membuyarkan lamunan mereka.
Annisa yang merasa handphonenya berbunyi langsung saja mengeluarkan handphone tersebut dari dalam tasnya dan tertera lah disitu sebuah nama yaitu sang suaminya yang telah menelpon dirinya tersebut.
Reza :
"Sayang kamu dimana, apakah belum sampai kesini??" tanya Reza yang terdengar cemas karena sang istri belum kunjung sampai ketempatnya.
Annisa :
"Ini Annisa baru sampai, ya udah Annisa langsung keatas ya" sahut Annis kepada suaminya itu.
Reza :
"Baiklah sayang, aku tunggu" ucap Reza yang seketika merasa lega ketika mendengar sang istri yang telah sampai ketempatnya.
Setelah menutup telpon dari suaminya itu, Annisa kembali mengarahkan pandangannya kearah pria tadi karena ketika mengangkat telpon tadi Annisa langsung memunggunginya. Pria tersebut masih setia menunggu berdiri didekat Annisa.
Annisa :
"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu, saya sedang terburu buru" ucap Annisa dengan bahasa formal agar tak disalah artikan oleh pria tersebut.
Annisa langsung pergi berlalu dari hadapan pria tadi meskipun belum mendengar jawaban dari sang pria.
Pria tersebut nampak masih memperhatikan Annisa dari belakang hingga tubuh Annisa hilang tertelan lift.
*Didalam Lift
Annisa masih terlihat bingung dengan apa yang barusan terjadi kepadanya. Terlalu banyak hal yang sedang ia pikirkan sekarang, banyak hal pula yang sedang mengelilingi maupun memenuhi isi kepalanya tersebut.
**Mengapa aku harus bertemu dengannya??
Mengapa harus dia, dari sekian banyak orang yang ada, mengapa aku harus tabrakan dengannya??
Setelah apa yang sudah aku lalui selama ini. Setelah aku mulai bisa berdiri dan bangkit kembali, mengapa harus dipertemukan kembali? Apakah dunia sesempit ini??
Seperti itulah apa yang sedang dipikirkan Annisa sekarang hingga ia tidak sadar jika pintu lift sudah terbuka dan ia telah sampai kelantai paling atas ruang suaminya berada.
Annisa berjalan menuju ruangan suaminya, namun sebelum itu ia bertanya lebih dahulu kepada Angela yang sedang berada di meja sekertarisnya dan Angela yang mengetahui langsung saja menyuruh Annisa untuk masuk keruangan atasannya itu.
Annisa membuka pintu tersebut dan nampaklah Reza yang tengah berdiri menatap kearahnya dengan senyuman manisnya tersebut.
Reza kemudian berjalan kearah Annisa dan langsung memeluknya, Reza menyandarkan kepala Annisa didada bidangnya dan mengusap belakang kepalanya dengan kelembutan.
Annisa :
"Mas?" panggil Annisa.
Reza :
"Biarkan lah seperti ini dulu sayang, mas sangat merindukan dirimu seharian ini" jawab Reza yang masih tetap memeluk istrinya itu.
Annisa :
"Mas capek ya, kan hari ini sedang ada penerimaan karyawan di perusahaan mas dan yang Annisa tau mas turun tangan langsung untuk mewawancarai mereka" tanya Annisa untuk memastikan informasi yang ia terima dari sekertaris suaminya itu.
Reza :
"Iya sayang, mas capek banget, pengen cepat cepat pulang terus tidur sambil meluk kamu" jawab Reza dengan senyumannya.
Annisa :
"Iya deh, nanti bakal Annisa peluk, ngga bakal Annisa lepas lagi pokoknya" jawab Annisa sembari mengeratkan pelukan diantara mereka.
__ADS_1
***
*Dian POV
Dian masih memikirkan pertemuannya dengan Annisa yang terjadi dihotel barusan, setelah lama akhirnya mereka bertemu kembali. Terakhir kali mereka bertemu adalah ditempat yang sama juga yaitu dihotel tersebut, namun pada saat itu Dian sedang bersama istrinya dan terjadi sedikit pertengkaran kecil pada saat itu.
Disaat sang istri sedang memojokkan Annisa, pada saat itu Dian hanya diam saja sebagai penonton tanpa mau menghentikan sang istri untuk menghina Annisa. Hingga datang seorang pria yang mengaku sebagai suami Annisa.
"Oh benar, jangan jangan Annisa sedang menemui suaminya dihotel tersebut tapi mengapa dihotel?? atau jangan jangan suaminya juga bekerja disana" batin Dian.
"Tapi tidak ada satu teman kami pun yang tau Annisa sudah menikah, apa yang kemarin terjadi hanyalah kebohongan" batin Dian kembali berbicara dan sedang memikirkan segala kemungkinan yang ada.
Dian tanpa sadar sudah sampai dirumahnya dan terlihat sang istri tengah nonton tv tanpa menyambut kepulangan sang suami.
Istri :
"Bagaimana, apakah kamu diterima?" tanya istrinya tanpa mengalihkan pandangannya dari tv tersebut.
Dian :
"Mereka akan menghubungiku kalau aku diterima" jawab Dian yang langsung saja berjalan kearah kamarnya tanpa memperdulikan lagi sang istri.
Dian membuka baju kerja yang ia pakai tersebut sambil terus mengingat wajah Annisa terus menerus.
"**Mengapa aku dulu tidak menyadarinya jika kamu begitu cantik Annisa"
"Aku tau jika kamu belum mempunyai pasangan dan aku tau kamu masih mencintai ku sampai sekarang makanya kamu masih sendiri, tunggulah sebentar lagi. Aku akan mengulang kembali kenangan kita seperti dahulu"
Seperti itulah pemikiran demi pemikiran yang terjadi didalam kepala seorang Dian.
***
Setelah pulang dari kantor, Reza membawa Annisa untuk makan di restoran terlebih dahulu. Annisa dan Reza memasuki restoran yang terbilang sangat mewah bahkan dilihat dari luar saja kesannya sangat menakjubkan.
Mereka berjalan beriringan memasuki restoran tersebut hingga sampai disalah satu tempat duduk yang kosong.
Annisa :
"Makasih mas" ucap Annisa dengan senyuman yang mengiringinya.
Reza membalas dengan senyuman juga sembari mengelus lembut kepala sang istri, Reza kemudian mendudukkan tubuhnya dikursi yang berada didepan istrinya itu. Pelayan terlihat menghampiri meja mereka dan mencatat pesanannya, tidak menunggu lama makanan pesanan mereka telah datang dan dihidangkan.
Annisa dan Reza memulai makan malamnya, tidak ada suasana yang romantis disana namun diisi dengan senyum keceriaan masing masing diantara mereka. Saling melempar senyuman dan tertawa ketika mendengar candaan diantara mereka hingga tidak sadar sedari tadi mereka diperhatikan oleh sepasang mata yang sangat lekat memandang kebersamaan mereka berdua.
"Aku ada sebuah berita besar untuk mu, kamu akan kaget dan tidak menyangka ketika mendengarnya" ucap seseorang tadi kepada orang yang sedang dia telpon.
Setelah selesai makan, mereka mutuskan untuk pulang namun dipertengahan jalan Annisa membawa Reza untuk mampir sebentar ke taman.
Annisa :
"Mas, kita mampir ke taman sebentar yuk, Annisa pengen jalan jalan bareng mas sambil pegangan tangan kaya anak muda yang lagi kasmaran" kata Annisa membujuk sang suami.
Reza tersenyum sambil mengelus kepala sang istri, tidak seberapa lama mereka pun sampai di taman. Karena keadaan yang sudah lumayan malam, jadi suasana taman sekarang tengah sepi.
Mereka berjalan beriringan sambil berpegangan tangan, sesekali senyuman menghiasi wajah mereka. Seperti ingin menghabiskan waktu bersama kembali karena waktu mereka sekarang terkuras untuk pekerjaan mereka masing masing.
Terlintas sesuatu dipikiran Annisa dan ia ingin mengutarakannya kepada sang suami, ia berpikir tidak ingin menutupi sedikitpun sesuatu tentang dirinya. Meskipun ia tidak tau seperti apa nanti tanggapan suaminya tersebut.
Annisa :
"Mas, Annisa boleh nanya sesuatu ngga?" kata Annisa memulai pembicaraan diantara mereka.
Reza menolehkan pandangannya kepada Annisa tanpa menjawab pertanyaan istrinya tersebut. Namun Annisa yang seakan paham dengan tanggapan sang suami lalu melanjutkan pembicaraannya.
Annisa :
"Menurut mas, bagaimana jika orang dari masa lalu datang kembali di kehidupan Annisa, apakah mas bakalan marah sama Annisa" tanya Annisa dengan harap harap cemas akan tanggapan sang suami.
__ADS_1
Beberapa saat suasana hening seketika.
Hingga suara tawa Reza memecahnya.
Reza :
"Ngapain mas marah sayang, kan dia cuman masa lalu kamu. Selagi kamu masih mencintai dan memilih mas serta kita selalu bersama maka tidak akan ada yang bisa memisahkan kita" sahut Reza dengan masih menampakkan senyumannya.
Seketika Annisa langsung menghambur memeluk suaminya, ia terus mengucapkan terima kasih kepada suaminya meksipun hanya didalam hati.
"Makasih mas, Annisa bahagia mempunyai suami seperti mas yang selalu mau menerima kekurangan yang ada pada diri Annisa" batin Annisa.
Reza membalas pelukan sang istri dan semakin mempereratnya hingga tidak ada jarak sedikitpun diantara mereka.
Reza :
"Memangnya ada apa sayang, tumben kamu ngomong kaya gini?" tanya Reza.
Annisa mendongakkan kepalanya keatas untuk menatap Reza namun tidak melepas dengan pelukan mereka.
Annisa :
"Emm.. Tadi sore Annisa ketemu sama orang yang pernah Annisa suka selama 7 tahun, tapi kita ngga pernah pacaran kok mas cuman Annisa aja yang menyukainya, dia ngga pernah mandang Annisa sedikitpun sejak dulu" jawab Annisa jujur tanpa mengurangi sedikitpun.
"Jadi dia sudah kembali. Aku tidak akan memberi dia kesempatan sedikitpun untuk merebut kamu dari aku sayang, aku janji" batin Reza.
Reza malah melamun ketika mendengar jawaban Annisa dan itu membuat Annisa takut jika suaminya tersebut akan marah.
Annisa :
"Mas? Mas?" panggil Annisa.
Reza pun akhirnya tersadar dari lamunannya.
Reza :
"Iya sayang?" jawab Reza.
Annisa :
"Kok mas malah ngelamun dan ngga ngejawab Annisa sih, mas marah ya? Tapi Annisa udah ngga suka lagi kok sama dia mas, Annisa ngga bohong" ucap Annisa yang berusaha untuk menjelaskan kepada suaminya tersebut agar tidak akan terjadi kesalahpahaman sekarang maupun yang akan datang.
Reza :
"Iya sayang, mas percaya kok kamu pasti bakalan milih mas, secara kan mas ganteng banget, siapa yang bisa ngalahin pesona suami kamu ini" jawab Reza dengan tampang pedenya.
Annisa :
"Iya deh iya, Annisa ngaku deh kalo memang mas yang paling ganteng ditambah kaya lagi, perempuan mana yang ngga mau sama mas" sahut Annisa yang juga ikut ikutan membanggakan suaminya tersebut.
Reza :
"Sayang, ayo kita pulang. ini sudah sangat malam, besok kita kan kerja lagi nanti" ajak Reza kepada Annisa.
Mereka pun melepaskan pelukannya, kembali berpegangan tangan dan berjalan bersama untuk pulang dengan diiringi senyuman yang selalu terukir diwajah mereka seakan menyampaikan jika mereka adalah pasangan yang sedang bahagia dan akan selamanya.
*******
Maaf jika up nya lama karena kalian tau kan jika melampirkan foto maka up nya sedikit terlambat, semoga kalian ngga bosan ya nungguinnya.
Makasih buat yang selalu bersabar menunggu novel author dan selalu setia untuk membacanya 🙏🙏🙏
Jangan lupa ya terus beri semangat buat author, jangan lupa juga untuk selalu like, komen dan vote author.
Semoga kalian suka 😁😁😁
11 Maret 2020
__ADS_1