Jodoh Warisan

Jodoh Warisan
TIDAK TAHU MALU


__ADS_3

Setelah sambungan telpon terputus, Angela dan Doni masih diam terpaku ditempat dengan pandangan heran dan aneh. Seorang Reza Pratama meminta rujak buah, sebuah makanan yang bisa dikatakan tidak pernah ia minta apalagi makan sebelumnya.


Doni :


"Apakah kau merasa ada sesuatu yang aneh dari permintaan bos kita" tanya Doni kepada Angela yang diam sejak tadi.


Angela :


"Tidak, biasa saja. Lagi pula meskipun ada yang aneh dari bos itu bukan urusan ku" jawab Angela acuh sembari pergi melangkah meninggalkan Doni.


Doni kesal karena ditinggal Angela.


Doni :


"Dasar perempuan dingin dan tidak berperasaan" celetuk Doni.


Angela pun seketika menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap kearah Doni.


Perlahan Angela berjalan mendekati Doni dan sekarang tepat berada dihadapan Doni dengan wajah mereka yang berada di jarak yang sangat dekat seakan Angela memang sengaja mendekatkan wajahnya.


Angela mengangkat tangannya dan mendaratkan disebelah kiri pipi Doni membuat yang punya jadi mati kutu tidak bergerak sedikitpun dengan wajah yang tegang dan badan yang berdiri kaku bahkan Doni sampai menahan nafasnya merasakan sentuhan lembut tangan Angela di wajahnya.


Hingga perlahan, jemari lentik Angela merayap kebawah dan berhenti dibibir membuat Doni mati matian menahan rasa aneh yang sedang bersarang di dirinya. Angela mendekatkan wajahnya sedikit demi sedikit kearah wajah Doni dan mengarahkan bibirnya hingga membuat Doni menutup mata refleks.


Angela tersenyum mendapati Doni yang tiba tiba menutup matanya seakan mengharapkan sesuatu yang lebih.


Sekian lama Doni menanti namun tidak kunjung ada sesuatu yang ia rasakan dibibirnya hingga suara Angela menyadarkannya.


"Apa yang kau harapkan" ucap Angela tersenyum sembari meninggalkan Doni yang masih terpejam.


Doni seketika membuka matanya dan melihat punggung Angela yang berjalan perlahan meninggalkan dirinya dengan keadaan yang memalukan.


"Sial, aku dipermainkan oleh wanita. Angela akan ku balas perbuatan mu karena telah berani mempermalukan diriku"


Gumam Doni dengan perasaan kesal karena merasa dipermainkan, dipermalukan bahkan dibodohi oleh Angela.


***


Annisa nampak sedang serius bekerja dengan berbagai macam lembar kertas dan map yang berada diatas meja kerjanya, wajahnya terlukis serius dengan tidak ada sedikitpun senyuman disana.


Namun lain diluar lain didalam, lain diwajah lain dipikiran. Meskipun raganya sedang berada ditempat kerja namun pikirannya sedang berada dirumah mengkhawatirkan suaminya yang sekarang tengah sakit untuk pertama kalinya semenjak mereka menikah.


Annisa sebenarnya sangat ingin merawat sang suami yang tengah sakit namun suaminya malah menyuruh dirinya untuk tetap pergi bekerja dan tidak perlu menemani dan merawat dirinya yang sedang sakit padahal merawat suami adalah tugas istri dan itu pun berlaku untuk dirinya.


Annisa menghempaskan beberapa map yang berada diatas mejanya menimbulkan suara yang lumayan keras hingga membuat para pekerja yang satu lantai dengan dirinya menjadi terkejut tidak terkecuali Amelia dan Andre sahabatnya. Karena sedari tadi dirinya tidak bisa fokus untuk bekerja.


"Pikiran dan tubuh ku tidak mau diajak bekerja sama, aku harus pulang, harus!!!"


Batin Annisa.


Annisa berdiri dari kursinya bergegas mengambil tas kerja dan berlari keluar menuju lift untuk segera mencapai tujuannya yaitu ingin segera pulang dan sampai kerumah.


Dengan menaiki taksi online yang dia pesan secara dadakan, setelah memakan waktu beberapa lama akhirnya Annisa telah sampai dikediamannya dan disambut oleh bi ati didepan rumah yang terlihat sedang menyirami tanaman. Annisa berlalu begitu saja tanpa mengetahui dan mendengar jika bi ati sedari tadi memanggil dirinya.

__ADS_1


Annisa berjalan cepat memasuki rumah dengan pandangan matanya yang berusaha mencari keberadaan sang suami hingga dia melihat tiga orang yang tengah duduk diruang tamu rumahnya yang seketika menoleh kearah dirinya yang sedari tadi berteriak memanggil suaminya itu.


Reza bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Annisa yang juga ikut berjalan kearahnya, Reza seketika memeluk tubuh sang istri erat dan membenamkan kepala Annisa didalam dekapannya dengan salah satu tangannya mengelus kepala sang istri yang membuat Annisa tambah mengeratkan pelukannya juga kepada Reza.


Annisa :


"Mas tadi bilangnya ngga kerja hari ini" ucap Annisa membuka suara.


Reza :


"Ini mas memang lagi ngga kerja, buktinya mas masih berada dirumah hingga sekarang" jawab Reza dengan tangan yang masih setia mengelus kepala sang istri tanpa memperdulikan keberadaan orang lain disekitar mereka.


Annisa melonggarkan pelukan mereka namun dengan kedua tangan yang masih bertaut dipinggang sang suami dan mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Reza.


Annisa :


"Lantas itu apa??" tunjuk Annisa kearah puluhan lembar kertas yang sedang berserakan diatas meja tamu mereka.


Reza menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum kearah Annisa.


Reza :


"Oh itu, mereka yang bawa kerjaan kesini padahal mas sudah bilang kalo mas lagi sakit tapi mereka tetap ngotot menyuruh mas untuk mengerjakannya sekarang" ucap Reza dengan langsung menunjuk kearah Angela dan Doni.


Sontak saja wajah Angela dan Doni kaget bukan kepalang setelah mendengar penuturan dari sang atasan yang dengan begitu hebat dan mudahnya membalikkan fakta. Dan yang lebih mengerikan adalah mereka berdua mendapat tatapan tajam dari istri atasannya itu yang tidak lain adalah Annisa.


Reza pun sadar jika sang istrinya itu sekarang sedang dalam mode yang menyeramkan dan siap siaga akan menerjang mangsanya. Reza harus memikirkan sebuah cara agar membuat istrinya itu tidak akan marah nantinya.


Reza :


Annisa menatap heran suaminya yang meminta minuman dan cemilan lagi sedangkan diatas meja mereka sekarang sudah tersedia apa yang diminta Reza.


Annisa :


"Mas, bukannya sudah ada ya minuman sama cemilannya" tunjuk Annisa kearah meja mereka.


"Astaga, mengapa aku begitu bodoh hingga melupakan jika sedari tadi minuman dan cemilan sudah ada disana"


Batin Reza.


Reza :


"Iya mas tau, tapi mas pengen kamu yang buatin" ucap Reza dengan suara yang diubah sangat lembut dan dengan posisi yang sedang bermanja ditubuh sang istri.


"Apakah dia benar bos ku, aku hampir tidak mengenalinya"


Batin Doni, yang terbengong dengan mulut yang sedikit terbuka dan tatapan yang terpaku kearah Reza.


Reza kembali ketempat dia semula yaitu bergabung kembali dengan Angela dan Doni yang sedari tadi masih setia menunggu dirinya kembali untuk duduk dan menyelesaikan pekerjaan mereka yang sempat tertunda tadi akibat sebuah iklan yang sempat muncul dengan dibintangi oleh Reza sendiri.


Seketika melihat Reza yang telah duduk kembali dikursinya, Doni langsung saja ingin menumpahkan kekesalannya karena dituduh yang tidak tidak oleh atasannya tersebut.


Namun sebelum Doni berucap, Reza terlebih dahulu mengetahui dan menyadarinya.

__ADS_1


Reza :


"Kalian berdua akan ku beri bonus bulan ini dengan dua kali lipat gaji" ucap Reza yang seketika langsung saja membungkam mulut Doni yang tadi sempat ingin mengeluarkan kata kata mutiaranya.


Doni langsung saja cengar cengir mendengar ucapan Reza barusan.


"Kalau begitu mah, gini aja terus tiap bulan biar cepat ngumpulin duit buat ngelamar Angela"


Batin Doni.


Annisa datang dengan membawa nampan yang berisikan tiga gelas minuman dan beberapa cemilan, ia langsung saja menaruhnya diatas meja tamu mereka yang begitu luas hingga dapat memuat banyak benda diatasnya. Setelah selesai Annisa ingin pergi kembali kedapur namun cekalan tangan Reza langsung membuat Annisa menghentikan aktifitasnya dan membuat dirinya sekarang berada diatas pangkuan sang suami.


Doni dan Angela kembali terkejut melihat adegan suami istri didepan mereka sekarang. Angela dengan cepat menyembunyikan wajah terkejutnya agar tidak membuat malu istri atasannya tersebut namun berbeda dengan Doni yang kembali dibuat terkejut untuk kesekian kalinya oleh sang bos.


"Aku juga mau (meringis) tapi dengan Angela yang berada dipangkuan ku pasti rasanya sangat nyaman. Astaga bos, dirimu membuat jiwa jomblo ku kembali meronta, dasar bos yang tidak tahu malu".


Batin Doni.


Annisa sedari tadi berusaha melepaskan tangan suaminya yang berada di pinggangnya tersebut namun apalah daya dirinya jika kekuatan sang suami sangat besar hingga mau tidak mau ia pasrah saja dengan keadaan ini meskipun sebenarnya dirinya sangat malu akan keberadaan kedua sekertaris suaminya yang berada dihadapan mereka sekarang.


Namun berbeda dengan Angela dan Doni yang lebih memilih fokus saja menerangkan maksud dari proyek yang sedang mereka jalankan sekarang kepada bosnya dari pada harus melihat adegan memalukan tersebut.


Apalagi mata mereka berdua kembali ternodai dengan melihat adegan Reza yang sedang mencium leher Annisa sangat lama lalu berpindah ke bagian pundak hingga meninggal bekas kemerahan disana.


Annisa mati matian menahan mulutnya dengan menutup menggunakan keduan tangannya agar tidak mengeluarkan suara desahan karena perilaku suaminya tersebut yang secara terang terangan menggoda dirinya didepan umum.


Kedua sekertarisnya itu berpura pura tidak melihat adegan barusan dan kembali melanjutkan penjelasan mereka hingga kembali mata mereka ternodai dengan melihat tangan Reza yang merayap memasuki baju Annisa dan meremas payudara sang istri.


Annisa kembali dibuat terkejut oleh kelakuan Reza dan langsung saja menyembunyikan wajahnya di dada Reza agar payudara yang sedang diremas itu tidak kelihatan oleh Angela dan Doni namun sudah terlambat karena mereka berdua sedari tadi sudah melihat adegan itu dari awal sampai akhir.


Annisa memukul dada Reza agar suaminya itu menghentikan aktifitas gilanya tersebut, ia pun berusaha menyingkirkan tangan Reza yang sedang berada dibalik bajunya namun usahanya tersebut untuk kesekian kalinya menemukan kegagalan lagi.


"Kami disini disuruh kerja apa disuruh melihat adegan pemanasan buat bikin anak, apaan maksud semua ini"


Batin Doni.


Namu tidak dapat dipungkiri Doni jika dirinya juga menginginkan hal seperti itu bersama seseorang yang sangat ia sukai dan dambakan sejak dulu yaitu seorang gadis dingin tanpa ekspresi yang sedang duduk disebelahnya sekarang. Ya, siapa lagi kalau bukan Angela.


"Ehemm.. Mari kita lanjutkan kembali"


Ucap Reza yang sepertinya sudah selesai dengan adegan pemanasan tadi.


"Lanjutkan pala mu bos, dirimu enak enakan dari tadi, lah kami harus menelan ludah akibat kelakuan dirimu, aku doakan semoga malam ini kami tidak dapat jatah bos"


Doni mengamuk didalam hatinya tanpa berani berucap langsung kepada sang atasan karena dirinya masih sayang pekerjaannya sekarang atau kata tepatnya adalah lebih sayang uang yang ia hasilkan itu.


*******


Happy Reading.


Semoga kalian suka dengan kelanjutan ceritanya dan masih setia terus bacanya.


Terima kasih atas dukungan kalian selama ini buat author dan semoga semakin kesini semakin banyak yang suka sama novel author.

__ADS_1


Jangan Lupa vote yang banyak, like nya juga apalagi komen harus banyak banyak ya karena author suka banget baca komen dari kalian 😘😘😘


05 April 2020


__ADS_2