Jodoh Warisan

Jodoh Warisan
CAFE


__ADS_3

Annisa masih berkutat dengan pikirannya yang tidak menyangka dan masih tidak bisa menerima kenyataan yang baru saja dia dengar dari mulut suaminya sendiri. Seseorang yang pernah dia cintai dan sukai selama tujuh tahun yang mengenalkannya dengan sebuah arti cinta dan penantian yang panjang sampai akhirnya mengenalkannya pula dengan namanya sakit hati dan dikhianati oleh sahabat sendiri. Disaat dirinya sudah bisa melupakan segala rasa sakit mengapa harus dipertemukan lagi dengan jarak yang sedemikian dekat.


***


Reza yang merasa aneh atas tanggapan sang istri, keterkejutan yang begitu berlebihan untuk seseorang yang baru dikenal menurut Reza.


Reza :


"Memangnya ada apa sayang, kok kamu sampai kaget kaya gitu?" tanya Reza kepada Annisa sambil menatap wajah sang istri.


Annisa bingung ingin menjawab apa atas pertanyaan sang suami, apalagi dengan posisi Reza sekarang yang menatap Annisa dengan penuh tanda tanya. Tatapan yang begitu mengerikan menurut Annisa.


Glekk..


Annisa menelan ludahnya susah sebelum menjawab pertanyaan dari Reza.


Annisa :


"Ahh tidak ada mas, Annisa saja yang berlebihan tadi menjawabnya" jawab Annisa sambil mengelus leher belakangnya dan mengalihkan pandangan matanya dari tatapan sang suami.


Reza :


"Oh gitu, kirain mas kamu kenal sama mereka" ucap Reza sembari berdiri meninggalkan Annisa yang masih duduk disofa dan berjalan menuju kursi kebanggaannya.


"Maaf mas, Annisa perlu waktu. Nanti bakal Annisa ceritain tapi bukan sekarang"


Batin Annisa.


Annisa pun membereskan pakaiannya yang agak berantakan tadi dan berjalan menuju kursi sang suami, ia ingin pergi kembali ketempat kerjanya karena waktu istirahat sudah hampir habis.


Setelah berpamitan kepada sang suami kini Annisa keluar dari ruangan Reza seperti maling dengan mengendap dan melihat situasi sekitar sebelum melangkahkan kakinya lagi takut kalau dia akan bertemu dengan sepasang suami istri yang menyebalkan itu.


***


Dua minggu setelah kejadian kepergok oleh Indah dan Dian, kini Annisa tidak mau lagi makan siang bersama Reza. Ada saja alasan Annisa ketika Reza memintanya untuk makan siang bersama seperti saat pagi ini ketika mereka sedang sarapan bersama sebelum berangkat kerja.


Reza :


"Sayang, siang ini kamu kekantor mas ya biar kita makan siang bareng" ajak Reza kepada Annisa yang terlihat sedang serius dengan sarapannya.


Annisa :


"Annisa sibuk hari ini mas, kan mas tau kalau acara pertemuan Dinas Pariwisata tiap daerah diundur sampai waktu yang belum ditentukan. Dan Annisa harus mengurus berbagai macam persiapan yang sudah terlanjur terpesan" jawab Annisa yang menolak ajakan Reza dengan menyebutkan alasannya agar sang suami percaya.


Reza tersenyum kecil.

__ADS_1


Reza :


"Oh kalau permasalahan pemesanan kamar hotel, aula, makanan dan lainnya yang meliputi hotel mas, kamu tenang aja sayang, mas sudah atur semuanya kok buat kamu biar kamu ngga cape ngurusnya" jawab Reza memberitahukan kepada sang istri jika dia sudah membantu sedikit pekerjaan sang istri.


Sedikit???


Menurut siapa sedikit, hampir semua persiapan itu menggunakan jasa hotel Reza jadi dalam berbagai pemesan seperti kamar hotel yang harus Reza buka kembali karena pemesannya diundur, apalagi dalam hal makanan yang mengharuskan Reza untuk memutar otak agar segala bahan yang sudah terbeli dalam jumlah banyak itu tidak terbuang atau mengalami kerugian.


Sebenarnya tidak apa apa meskipun pemesan itu tidak jadi atau dibatalkan karena itu tidak akan membuatnya susah sedikitpun tapi dia hanya tidak ingin sang istri mengalami hal memalukan atau mendapat sindiran dari orang lain karena hal tersebut.


Annisa :


"Tapi tetap aja Annisa sibuk mas, kerjaan dikantor masih numpuk. Kapan kapan aja ya Annisa kekantor mas buat makan siang bareng" jawab Annisa yang masih kekeh dengan keputusannya.


Reza hanya membalas dengan deheman saja tanpa mengeluarkan kata sedikitpun. Annisa yang merasa mendapat jawaban seperti itu dari suaminya merasa bersalah karena tidak menerima ajakan sang suami.


"Maafkan Annisa. Annisa hanya tidak mau menambah beban untukmu mas"


Batin Annisa.


***


WORLD HOTEL


Reza sudah tiba hotel dan telah berada didalam ruangannya. Ia meletakkan jasnya ditempat gantungan baju yang tersedia didekat meja kerjanya sebelah kanan. Reza menyandarkan tubuhnya dikursi kepemilikannya sambil mengusap wajahnya menggunakan kedua tangannya itu, kedua tangan itu masih menutupi semua wajah Reza yang dapat diketahui jika Reza gusar dan bingung dengan sikap sang istri belakangan ini.


Ucap Reza dengan nada tegas kepada kedua sekertarisnya itu yang sedang ia telpon tadi.


Sekejap saja Angela dan Doni sudah berada diruangan Reza dan berdiri dihadapan atasannya yang masih setia duduk dikursinya.


Reza :


"Aku ingin kalian mengawasi istri ku mulai sekarang, beritahu aku apa saja yang dia lakukan sampai hal terkecil sekalipun. Aku ingin laporan yang lengkap dan mendetail" ucap Reza tanpa basa basi memberikan perintah kepada kedua sekertarisnya itu.


Kedua sekertaris tersebut hanya diam dan bingung mendengar perintah dari atasannya tersebut. Mereka saling tatap penuh tanda tanya namun tidak berani bertanya langsung kepada sang bos, yang bisa mereka lakukan sekarang hanyalah menurut dan menjalankan perintah dari atasannya tersebut.


Setelah kepergian Angela dan Doni dari ruangannya untuk menjalankan perintah darinya tadi, sekarang Reza malah tidak dapat berkonsentrasi pada pekerjaannya karena pikirannya sekarang sedang dipenuhi oleh sang istri. Perubahan sang istri belakangan ini membuatnya bingung dan frustasi karena tidak biasanya Annisa bersikap seperti itu, namun semua kegundahannya tersebut ia sembunyikan dari sang istri karena tidak ingin membuat istrinya merasa tidak enak kepadanya.


***


KANTOR DINAS PARIWISATA


Jam makan siang tiba, Annisa hari ini memutuskan untuk makan siang dicafe dekat tempat kerjanya, ia sedang ingin makan sendiri tanpa kedua sahabatnya yaitu Amel dan Andre. Annisa ingin menenangkan pikirannya terlebih dahulu atas apa yang terjadi belakangan ini.


Seorang pria sedang berdiri diluar cafe tersebut dengan memandang kearah dalam, pandangannya fokus kepada seorang wanita yang sedang duduk sendiri dicafe tersebut.

__ADS_1


"Tidak sia sia aku lewat sini ternyata bisa bertemu dengan mu lagi"


Ucap pria tersebut.


Pria itu melangkahkan kakinya menuju meja perempuan yang sedang duduk sendirian tadi sambil menunggu pesanannya. perempuan itu terlihat lesu sambil menundukkan pandangannya kearah meja.


"Bolehkah saya duduk disini"


Ucap pria tersebut kepada perempuan yang sedang menundukkan kepalanya itu yang tidak lain adalah Annisa.


Annisa mendongakkan kepalanya karena merasa ada seseorang yang sedang mengajaknya bicara.


"Dian????"


Ucap Annisa yang langsung kaget karena melihat Dian sedang berdiri dihadapannya.


Dian pun langsung menarik kursi yang berada dihadapan Annisa dan ikut bergabung duduk satu meja bersamanya. Tidak seberapa lama pesanan Annisa datang dan diapun langsung memakannya agar cepat meninggalkan cafe tersebut. Dian hanya memandang Annisa yang sedang makan dengan senyuman mautnya karena merasa lucu akan tingkah Annisa yang makan seperti anak anak.


Dian :


"Kamu tidak berubah, masih sama seperti dulu kalau makan suka belepotan" ucap Dian yang mengambil tisu untuk membersihkan mulut Annisa.


Segera Annisa menepis tangan tersebut agar tidak menyentuh wajahnya.


Annisa :


"Terima kasih. Aku bisa sendiri" ucap Annisa ketus tanpa melihat kearah Dian.


Annisa masih melanjutkan makannya tanpa menghiraukan Dian yang sedang berada didepannya itu. Annisa merasa risih dengan Dian yang selalu menatapnya selagi makan sedari tadi namun dia memilih untuk mengacuhkannya saja tanpa perduli sedikitpun kepada laki laki tersebut.


Annisa telah menyelesaikan makannya dan bergegas pergi keluar dari cafe tersebut setelah melakukan pembayaran terlebih dahulu. Dian pun masih duduk ditempatnya sambil melihat tingkah laku Annisa yang berusaha menghindari dirinya sedari tadi bahkan tatapan mata saja Annisa enggan untuk bertemu.


"Aku akan membuat mu jatuh cinta kepadaku lagi Annisa seperti dulu, tunggu saja"


Ucap Dian tersenyum licik dengan pandangan yang sedang melihat Annisa keluar dari cafe dengan jalannya yang dipercepat.


*******


Jangan lupa support author terus ya.


Like dan komen nya jangan lupa 😁😁


Terima kasih 🙏🙏🙏


Semoga kalian suka dengan kelanjutannya.

__ADS_1


21 Maret 2020


__ADS_2