
Teman teman sekolah Annisa memandang takjub dan seakan tidak percaya jika teman satu sekolah mereka telah menjadi seorang nyonya di keluarga Pratama. Sebuah berita yang menggemparkan dan menghebohkan jika saja masa tau akan kabar ini.
Reza Pratama sedari dulu memang selalu menjadi pusat perhatian media, memang tidak dipungkiri lagi jika bukan hanya kekayaannya namun juga ketampanan serta wibawa dan kharisma nya lah yang seakan mampu melelehkan hati para wanita.
Namun sejak dulu tidak pernah terdengar oleh media bahwa seorang Reza Pratama memiliki kekasih dan hal itu pun membuat semua wanita berlomba lomba untuk mendapatkannya, tetapi harapan para wanita sepertinya akan hancur lebur sebentar lagi disaat semua orang mengetahui status Reza Pratama sekarang.
Mungkin sebagian karyawannya ada yang sudah mengetahui jika bosnya itu sudah tidak sendiri lagi, namun mereka tidak berani berbicara akan hal hal seperti itu karena mereka tidak pernah mendapatkan bukti secara langsung.
***
Entah karena terbawa suasana atau apa, Reza sedari tadi tidak melepaskan pelukannya terhadap Annisa istrinya meskipun sang istri sudah memberikan kode dengan menepuk nepuk punggungnya pelan.
" Mas ??.. "
Reza semakin mengeratkan pelukannya.
" Mass ???... "
Annisa memanggil suaminya lagi namun tidak menemukan jawaban.
Hingga suara sang sekertaris berwajah dingin menyadarkan Reza dari kenyamanan yang sedang ia rasakan sekarang.
" Ehemmm... Maaf pak, acara kejutannya sudah selesai"
Ucap Angela yang membuat Reza sadar kalau sekarang mereka sedang tidak berduaan saja, Reza kemudian melepas pelukan diantara mereka tidak lupa sebelum itu ia mengecup kening Annisa sebentar.
Reza melihat para tamu yang hadir senyum senyum memperhatikan mereka, ia juga melihat kalau sang istri tengah dibuat malu oleh kelakuannya barusan. Reza kemudian tersenyum kearah Annisa dan menggenggam tangan istrinya itu.
Reza kembali mengambil mic yang tengah disodorkan oleh Angela yang mengerti dengan situasi sekarang.
" *Terlebih dahulu saya ucapkan terima kasih banyak karena telah memberikan waktu kalian yang sangat berharga untuk saya mengungkapkan perasaan tadi. Saya juga ingin meminta maaf kalau membuat kalian tidak nyaman atas apa yang telah saya lakukan di acara kalian ini.
Namun disini saya ingin memberitahukan bahwa Annisa Anggara adalah istri saya yang sangat amat saya cintai, saya harap kalian juga dapat memperlakukan dia dengan baik sebagaimana kalian memperlakukan saya juga. Karena jika saja saya dengar ada orang yang berniat atau berani menyakitinya sedikit saja itu berarti dia juga menyakiti saya dan saya tidak akan segan segan memberi pelajaran kepadanya. Harap kalian ingat itu*"
Ucap Reza yang memberikan hawa menyeramkan diruangan tersebut bahkan para tamu saja yang mendengarnya sangat ketakutan seakan mereka yang akan menerima kemurkaan dari seorang Reza Pratama.
Bahkan itu bisa dikatakan bukan pengumuman melainkan ancaman secara terang terangan.
Indah yang merasa tersindir akan ucapan Reza barusan seakan merasa tertantang untuk melakukan dan menyakiti Annisa. Tidak ada rasa takut sedikitpun yang indah rasakan sekarang namun rasa kemarahan yang sedang berkobar kobar didalam dirinya.
Indah tidak akan membiarkan Annisa berbahagia dengan Reza karena ia tidak ingin melihat Annisa bahagia sedikitpun, ia sangat bahagia jika Annisa menderita. Indah ingin Annisa merasakan penderitaan sebagai seseorang yang tidak teranggap seperti dirinya dulu.
Selesai memberikan pengumuman tadi atau lebih tepatnya ancaman secara terang terangan tadi, Reza kemudian membawa sang istri berkeliling menyapa teman teman sekolah istrinya dulu. Lucu ya, inikan reunian Annisa namun Annisa merasa seperti dirinya yang menjadi tamu direunian sekolah suaminya.
Terlihat Reza begitu akrab menyapa semua teman teman Annisa satu per satu hingga tiba diurutan terakhir yaitu pasangan penanggung jawab acara tersebut yaitu Dian dan indah.
Reza menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Dian dan dengan cepat Dian langsung menyambut tangan tersebut sebagai bentuk hormat dari bawahan terhadap atasannya.
Reza :
"Terima kasih telah memberikan saya waktu tadi untuk menyampaikan perasaan saya di acara yang telah kamu buat, sekali lagi saya ucapkan terima kasih" ucap Reza dengan senyumannya.
Dian tersenyum kikuk.
Dian :
"Ahh iya pak, tidak perlu sungkan. Itu memang kewajiban saya untuk membantu bapak" sahut Dian.
Reza pun menepuk salah satu bahu Dian agar bawahannya itu tidak terlalu gugup saat berbicara kepadanya. Sedangkan Annisa hanya memaksakan senyuman diwajahnya sembari menatap Dian dan indah bergantian.
Reza :
"Oh iya saya hampir lupa, kemarin kan saya bilang mau memperkenalkan istri saya kepada kalian. Nah sepertinya sekarang waktu yang tepat untuk kalian saling berkenalan meskipun sebelumnya kalian sudah saling kenal atau bahkan sangat mengenal"
Ucapan Reza membuat ketiganya membelalakkan mata seakan tidak percaya apa yang Reza katakan, ucapan Reza barusan seperti sindiran yang tepat sasaran dijantung ketiganya.
__ADS_1
Mereka bertiga saling melemparkan senyuman canggung akibat ucapan dari Reza barusan yang seakan mengetahui masa lalu mereka bertiga. Reza yang seakan paham dengan ekspresi yang mereka tunjukkan sekarang hingga dirinya berpikir untuk memecah keheningan tersebut.
Reza :
"Maksud saya kalian pasti sudah sangat saling mengenal dikarenakan kalian satu sekolahkan dulu"
Annisa menghembuskan nafas lega setelah mendengar lontaran kalimat dari sang suami, padahal tadi ia sempat merasakan seperti sesak nafas akibat oksigen yang ada disekitarnya hilang seketika.
Annisa :
"Ahh iya mas, kami memang sudah saling mengenal, kebetulan saya sama Dian satu kelas dulu"
Annisa akhirnya membuka suara agar tidak terlalu canggung menghadapi Dian dan indah terlebih lagi suaminya, Annisa tidak ingin membuat Reza berpikiran yang aneh tentang mereka meskipun sebenarnya memang ada yang aneh.
Reza :
"Oh gitu, sama istrinya Dian kamu sudah kenal juga ngga sayang??" tanya Reza kepada sang istri.
Annisa nampak berpikir terlebih dahulu.
Namun baru mulut Annisa hendak dibuka untuk bicara, indah terlebih dahulu mengeluarkan ucapannya.
Indah :
"Kami tidak saling mengenal sebelumnya tetapi beberapa kali kami pernah bertemu, bukan begitu Nyonya Pratama??" ucapan itu indah kembalikan kepada Annisa.
Annisa nampak gugup dibuatnya.
Annisa :
"Em..mm Iya mas, benar apa kata mba nya barusan" jawab Annisa gugup.
Indah :
"Nyonya Pratama terlalu sungkan, paling indah saja agar kita bisa cepat akrab" senyuman meremehkan.
Batin Annisa.
Reza :
"Lebih baik kelihatannya jika sudah berkenalan seperti ini. Oh iya Pak Dian, istrinya cantik juga kalau cantik cantik begini perlu dijagain pak takutnya nanti diambil orang" ucap Reza memuji indah.
Indah yang mendengar jika dirinya dipuji oleh Reza merasa melambung hingga langit ketujuh, rupanya pendekatan indah selama ini membuahkan hasil juga menurutnya.
"Ternyata usaha ku selama ini membuahkan hasil, buktinya Reza berani memuji aku langsung dihadapan istrinya sendiri. Pesona ku memang tidak dapat ia tolak sedikit pun"
Batin indah.
Indah pun memasang wajah semanis mungkin untuk menarik perhatian Reza.
"Oh ayolah, aku mau muntah melihat wajahnya, kenapa juga aku harus nurutin cara Doni sih buat memuji itu perempuan aneh"
Batin Reza.
Sedangkan Annisa merasa ingin memukuli suaminya tersebut karena sudah Bernai terang terangan memuji perempuan lain dihadapan dirinya yang berstatus istri.
"Ini apaan coba mas Reza muji indah segala, dihadapan aku lagi. Sebenarnya mas Reza maunya apa sih, kalo mau ditabok bilang dong ngga usah pake mempermalukan istri segala, emang aku kurang cantik apa sih. Lee Min Hoo aja mau sama aku"
Batin Annisa.
Sedangkan ditempat lain Dian merasa bingung dengan pujian yang atasannya itu berikan kepada istrinya, apakah ia harus berterima kasih atau memuji balik. Namun Dian merasa ada sesuatu dibalik pujian sang atasannya tersebut.
Dian :
"Terima kasih atas pujian bapak terhadap istri saya dan terima kasih atas masukannya, saya akan benar benar menjaga istri saya kedepannya" sahut Dian sungkan.
__ADS_1
Reza :
"Bukannya apa pak Dian saya memberikan nasihat ini. Sekarang kan jamannya udah beda, kalau engga dijaga baik baik nanti bisa bisa istri pak Dian diambil orang atau malah istrinya sendiri yang memberikan dirinya secara sukarela kepada orang yang lebih kaya" sindir Reza.
Tusukan panah yang keluar dari mulut Reza tepat mengenai harga diri indah yang sudah tidak berharga sama sekali Dimata Reza, bahkan untuk melihatnya saja Reza sangat jijik kalau bukan untuk menghinanya secara tidak langsung, Reza bahkan enggan berada di satu ruangan bersama indah.
Reza merasa sangat sangat bersyukur karena dia dijodohkan dengan wanita seperti Annisa, dia tidak akan bisa membayangkan bagaimana jika seandainya perempuan yang dijodohkan kepadanya itu seperti indah, bisa bisa Reza kerjaan muntah tiap hari kalau lihat mukanya si indah.
Reza :
"Maaf pak Dian saya tidak bermaksud seperti itu, sekali lagi saya mohon maaf tapi memang pada kenyataannya sekarang memang banyak perempuan seperti itu. Dia bahkan rela naik keranjang pria kaya hanya untuk mendapatkan uang nya saja tanpa memperdulikan keluarga dirumah" sindir Reza lagi.
Seketika wajah indah berubah merah padam, entah merah karena menahan amarah atau karena malu dikarenakan Reza menyindir dirinya tepat dihadapan sang suami dan Annisa musuhnya.
Indah pun yang merasa disindir sedari tadi tidak tahan dan angkat bicara.
Indah :
"Apa maksud pak Reza, jadi bapak mengatakan jika saya rela meninggalkan suami saya hanya untuk laki laki yang lebih kaya, begitu maksud pak Reza" bentak indah.
Amarahnya sudah tidak dapat lagi ia tahan dan akhirnya keluar juga, suaranya begitu keras hingga membuat beberapa orang yang berada didekatnya mendengar dan langsung menatap kearah mereka berempat terutama indah.
Dian pun merasa tidak enak melihat istrinya berani bersuara keras dihadapan atasannya terlebih lagi para tamu yang seperti sedang menonton mereka.
Reza :
"Saya tidak menyebut anda, saya bilang banyak perempuan yang seperti itu sekarang, saya sedang membicarakan perempuan lain di luaran sana bukan anda. Saya tidak akan berani menghina istri pegawai saya karena saya juga menghormati mereka yang bekerja kepada saya. Tapi, kalau anda merasa tersindir apa boleh buat" sahut Reza lagi.
Indah kalah.
Sangat kalah dan sangat malu bahkan Dian pun dibuat malu oleh sikap sang istri dihadapan para teman temannya.
" Berhasil.. Rencana dari Doni berhasil, itu anak harus diberi bonus nanti buat ide cemerlangnya ini. Lagian berani main main sama Reza Pratama, kamu kira aku cowo apaan digoda dengan tampang begituan bisa ke rayu, kalo digoda istri baru aku mau, ngga perlu digoda juga kalo sama istri mah nyosor langsung aja "
Batin Reza.
Annisa yang paham mengenai situasi sekarang hanya bisa menahan tawanya agar tidak pecah dan semakin memperkeruh suasana, wajah Annisa terlihat senyum senyum tak karuan akibat ulah sang suami. Sedangkan Reza merasa puas telah mempermalukan indah dan Reza juga melihat wajah sang istri tersenyum akibat ulah dia barusan.
Dian terlihat berusaha menenangkan indah agar semakin tidak membuat masalah jadi tambah besar karena ia sadar lawannya bukan lah sebanding dengan mereka apalagi sekarang yang indah tantang adalah atasannya sendiri.
Reza merasa saatnya dirinya pergi dari sana sebelum wanita harimau itu menerkam dirinya.
Reza :
"Sekali lagi saya minta maaf pak Dian,say tidak bermaksud seperti itu dan sepertinya istri bapak memerlukan waktu untuk menenangkan diri. Kalau begitu saya bersama istri pamit terlebih dahulu" ucap Reza untuk mengundurkan diri dari tempat kejadian.
Dian :
"Tidak apa apa pak, saya mengerti maksud bapak sebenarnya baik hanya saja mungkin istri saya sedang kondisi sakit makanya berpikiran yang aneh aneh" sahut Dian memberikan penjelasan agar sang atasan tidak tersinggung.
" Istri kamu memang sakit, sakit jiwa"
Batin Reza.
Reza pun menggandeng tangan Annisa dan berjalan meninggalkan sepasang suami istri yang tengah malu menjadi bahan tontonan orang tersebut.
*******
Terima kasih untuk kalian yang selalu setia menunggu update novelnya author ini, selalu dukung author ya 😁😁😁
Jangan lupa vote dan likenya yang banyak.
Komentarnya juga ya, ramaikan kolom komentar dan beri author semangat lewat komentar kalian 😘😘😘
Saya pribadi mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan bagi kalian yang menjalankan, semangat dalam menjalankan puasanya meskipun kita sekarang tengah didalam kondisi yang seperti ini.
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan karena itu yang penting ditengah kondisi wabah Corona ini.
24 April 2020