
Annisa dengan cepat membawa Reza kembali kebagian gaun pesta untuk wanita, Annisa berjalan begitu cepat tanpa memikirkan dan mengingat bahwa dia sedang hamil muda.
Reza :
"Sayang??" panggil Reza.
Annisa tidak mendengar.
"Sayang??" Reza memanggilnya lagi.
Namun Annisa masih fokus berjalan sambil menarik tangan suaminya itu.
Dan ...
Blesssshhh..
Reza menghentikan langkahnya tiba tiba hingga membuat pegangan tangan diantara keduanya mengencang dan membuat tubuh Annisa berbalik kebelakang karena Reza yang kini menarik lengan istrinya tersebut.
Annisa jatuh ke pelukan Reza, debaran jantung Annisa sangat terasa oleh Reza didalam pelukan mereka, entah apa yang membuat jantung istrinya itu berdegub kencang dan Reza tidak mengetahui itu.
Reza hanya berpikir jika istrinya itu kelelahan setelah berjalan dengan sangat cepat tadi seperti ketakutan akan sesuatu. Reza menenangkan sang istri didalam pelukannya, ia mengelus kepala Annisa dengan sangat lembut tidak lupa juga Reza memberikan kecupan dipuncak kepala istrinya itu.
Reza tidak memikirkan hal lain lagi, yang ia pikirkan sekarang hanyalah istrinya, takut sesuatu terjadi kepada sang istri tercintanya.
Reza :
"Sayang??" panggil Reza lagi.
Annisa masih bungkam entah apa yang membuat mulutnya menjadi kelu dan membisu.
Reza :
"Sayang?? ada apa. Apakah ada sesuatu yang menggangu kamu, bilang sama mas nanti akan mas bereskan, kamu jangan takut"
Beberapa saat mereka masih didalam keheningan, bahkan para pelayan butik maupun teman Reza yang bernama Renaldi tadi tidak berani berucap sepatah kata pun karena takut akan mengganggu Reza dan istrinya.
Mereka semua hanya berani melihat dan menonton saja kemesraan yang sedang terpampang nyata dihadapan mereka.
Annisa :
"Mass..." panggil Annisa lirih.
Akhirnya Annisa buka suara namun entah mengapa Reza merasa istrinya itu seperti sedang menahan tangisnya.
Reza merenggangkan pelukan diantara mereka sedikit dengan Annisa yang masih memegang baju Reza dikedua belah sisi, wajah Annisa masih menunduk tidak berani mengangkat apalagi menatap kearah suaminya itu.
Reza merasakan tangan sang istri gemetar seperti orang ketakutan, Reza meletakkan kedua tangannya dikedua belah pipi sang istri dan mengangkat wajah Annisa.
Jlebbb..
Jantung Reza seakan ditusuk pisau yang sangat tajam dan tepat sasaran. Sakit begitu lah yang Reza rasakan sekarang saat melihat wajah sang istri terlebih lagi kedua bola matanya yang sudah berkaca kaca dan hanya tinggal menunggu hitungan detik saja hingga air matanya tumpah.
Reza kembali membawa Annisa kedalam pelukannya, ia tidak kuat dan tidak akan pernah kuat melihat air mata sang istri karena Reza merasa dengan jatuhnya air mata itu menandakan bahwa dirinya masih belum layak menjadi seorang suami.
Reza :
"Sayang maafin mas, seandainya mas tau jadi kaya gini mas ngga akan ninggalin kamu sendirian tadi. Maafin mas, maafin mas yang belum bisa menjadi suami terbaik buat kamu" tutur Reza.
Annisa tertegun mendengar penuturan sang suami lalu ia pun berpikir untuk apa air mata yang ia keluarkan tadi, betapa bodohnya dirinya malah membuat suaminya sendiri yang menjadi korban dari kebodohannya.
Annisa :
"Mass.. Annisa ngga papa kok. Annisa nangis tadi bukan karena mas tapi karena bawaan baby kita. Maaf, Annisa ngga bermaksud membuat mas jadi sedih" Annisa menatap lekat wajah Reza yang juga menatap dirinya, Annisa berharap kebohongannya tidak akan diketahui Reza.
Reza mencium bibir Annisa sebentar.
Reza :
"Makasih sayang" Reza semakin mengeratkan pelukan diantara keduanya seakan tidak ingin terlepas sedikitpun.
***
__ADS_1
Di tempat lain..
Dian masih berada dikamar ganti tersebut, ia pun mendengar dengan jelas ketika suara seorang laki laki berbicara kepada Annisa setelah Annisa pergi meninggalkannya seperti yang Dian dengar jika itu adalah percakapan antara seorang istri dan suami.
Dian tidak pernah tau siapa suami Annisa, tetapi selama ini Dian selalu percaya jika Annisa hanya berbohong tentang dia yang sudah memiliki suami dan hari terjawab sudah jika memang benar Annisa sudah memiliki suami.
Namun..
Dian seperti tidak asing mendengar suara laki laki tadi, suara laki laki yang ia yakini adalah suami Annisa.
Tapi siapa???
Siapa sosok laki laki itu??
Mengapa mendengarnya berbicara sungguh membuatnya merasa seperti sudah mengenalnya??
Mungkin seperti itu lah berbagai macam hal yang mengisi pikiran Dian.
Dari pada penasaran Dian pun memberanikan diri untuk keluar dari kamar ganti itu dan berniat mencari Annisa untuk mengetahui siapa suami dari orang yang dia incar tersebut.
Dian pun berada ditengah tengah gedung butik tersebut dan meneliti setiap sudut ruangan namun sayang seseorang yang ia cari sedari tadi tidak ia temukan.
"Aaarrggghhhh sial "
Batin Dian sembari mengusap kasar wajahnya.
***
Hari yang ditunggu..
Acara reuni.
Acara reuni sekolah Annisa akan diadakan malam ini dan berlokasi dihotel milik suaminya sendiri yakni World Hotel, semua persiapan Annisa maupun Reza telah siap untuk menghadiri acara tersebut, mulai dari pakaian hingga aksesoris lainnya.
Bahkan hari ini jadwal Annisa sangat padat, bukan padat karena pekerjaan kantornya melainkan padat karena dari pagi ia sudah dijadwalkan sang suami untuk pergi ke salon terkemuka dikota mereka untuk persiapan.
"Apaan sih maksud mas Reza aku pake disuruh kesalon segala padahal kan cuman acara reunian biasa aja. Kaya ada sesuatu aja nantinya"
Batin Annisa.
Sedangkan Reza ???
Dia tidak menemani Annisa karena sekarang sedang bekerja dan Reza juga berkata banyak urusan penting yang sedang ia kerjakan yang bersangkutan dengan masa depan mereka.
Annisa merasa heran, apa hubungannya sama masa depan mereka?? yah begitulah suaminya yang selalu banyak tanda tanya.
***
Waktu berlalu begitu cepat hingga acara yang ditunggu tunggu pun telah memasuki waktunya, terlihat lobby hotel Reza malam ini semakin bertambah ramai karena para tamu yang datang mulai memadati hotelnya.
Annisa masih menunggu sang suami untuk menjemputnya disalon karena dirinya sudah siap untuk berangkat namun yang datang menjemput bukanlah sang suami melainkan supir saja, itu membuat Annisa kecewa apalagi setelah ia mendapat telpon dari sang suami.
"Sayang maaf ya, kamu berangkat sama supir aja dulu soalnya mas lagi ada rapat dadakan dan ngga bisa ditinggalin, kalo waktunya sempat mas pasti nyusul kamu disana lagian kita masih ditempat yang sama juga. Jangan marah ya, mas sayang kamu. I love you my wife"
Begitulah isi telpon dari Reza tadi yang kemudian membuat wajah Annisa menjadi muram sekaligus kecewa lantaran sang suami lebih memilih pekerjaan dari pada menemaninya sedangkan saat ini ia sangat memerlukan kehadiran Reza disampingnya untuk menemani dan menjaganya selama di acara tersebut.
Annisa menghembuskan nafasnya kasar, ingin dia berbalik arah saja untuk pulang kerumah seandainya ia tau bakal seperti ini jadinya namun nasi sudah menjadi bubur dan dia pun sekarang sudah sampai ditempat tujuannya.
Ditempat lain.
Satu per satu para tamu mulai memasuki ballroom yang telah disewa untuk acara tersebut, Reza sedang duduk didalam ruangannya dengan memantau aktivitas didalam ballroom tersebut melalui cctv hotelnya. Terlihat dengan jelas sepasang suami istri yang terlihat agak mencolok dari pada yang lain sedang menyapa satu per satu para tamu yang hadir seakan mereka adalah tuan rumah disitu.
Siapa lagi kalau bukan Indah dan Dian.
Indah terlihat dengan setia menggandeng tangan Dian untuk menemani sang suami menyapa para teman lamanya tidak lupa juga sebuah senyuman yang selalu terpasang diwajah Indah, meskipun ia bukanlah lulusan dari sekolah tersebut namun dirinya merasa kalau ia juga memiliki hak untuk hadir disini terlebih lagi ia memiliki sang suami yang berdiri dibelakangnya.
Tokk.. tokk..
Pintu ruangan Reza diketuk oleh seseorang yakni Angela dan Doni, mereka pun melangkah semakin mendekati meja kerja Reza yang terlihat Reza masih duduk santai disana.
Angela :
__ADS_1
"Mari pak, semuanya sudah siap" ucap Angela memberitahukan sebuah kode kepada Reza.
Reza pun mengalihkan pandangannya dari layar komputer kearah kedua sekertarisnya dan ia pun mengerti.
Reza kemudian meraih jas yang ia tanggalkan di kursinya tadi berdiri sambil memakai jas tersebut. Ia tersenyum kepada Angela dan Doni namun bukan senyuman yang indah melainkan senyuman yang mengerikan menurut kedua sekertarisnya terlebih Doni yang dibuat merinding karenanya. Reza kemudian melangkahkan kakinya keluar meninggalkan ruangan bersamaan Angela dan Doni yang berjalan dibelakang Reza.
***
Annisa telah sampai dan dengan berat hati ia melangkahkan kakinya menuju tempat acara, ia sebenarnya begitu takut untuk kesana namun kakinya berkata lain. Kakinya dengan begitu mudah melangkah membawanya ketempat tujuan hingga ketika Annisa melangkahkan kakinya memasuki tempat acara itu semua mata tertuju padanya.
Annisa memaksakan senyumannya untuk tersenyum kepada para teman lamanya yang sedari tadi melihat kearah dirinya.
Tidak terkecuali Dian yang begitu shock melihat kedatangan Annisa yang ia merasa bahwa ia tidak mengundang Annisa untuk datang.
"Bukankah aku tidak mengundangnya, lalu bagaimana Annisa bisa datang kesini??"
Batin Dian.
Lain halnya dengan Dian yang merasa kebingungan, Indah malah tersenyum penuh kemenangan karena rencananya diawal telah berhasil dengan membawa Annisa hadir di acara tersebut
"Akhirnya kamu datang Annisa, aku sudah menunggumu sejak tadi. Sekarang bersiaplah untuk semua kejutan yang ku persiapkan untuk mu"
Batin indah.
Senyuman licik terukir diwajahnya setelah melihat kedatangan Annisa yang juga berarti bisa dikatakan kalau rencananya sedikit lagi akan berhasil.
Dian menaiki panggung acara setelah memberikan beberapa kata sambutan kepada para tamu.
"*Sebelum acara ini kita lanjutkan ke beberapa hiburan yang telah dipersiapkan, mohon kiranya hadirin semua berkenan mendengarkan sepatah dua patah kata dari seseorang yang sangat berperan penting dalam terwujudnya acara ini dan juga dialah orang yang sangat dikagumi oleh semua orang terutama para wanita.
Langsung saja saya persilahkan waktu dan tempatnya untuk Bapak Reza Pratama selaku CEO World Hotel memberikan kata sambutan*"
Ucap Dian.
Sontak saja semua orang perhatiannya langsung tertuju kepada Dian dan tiba tiba terlihat seseorang dengan gagahnya berjalan menaiki panggung tersebut dan menerima uluran mic yang diberikan Dian.
Bagiamana para tamu tidak kaget dibuatnya karena dengan hebatnya Dian bisa mengundang seseorang yang sangat sibuk untuk hadir di acara mereka sedangkan acara ini bisa dikatakan hanya acara biasa saja bukan acara yang berkaitan tentang bisnis.
Apalagi indah, Dian bahkan tidak menyangka sama sekali jika seorang Reza akan datang juga ke acara ini, seandainya ia tau sedari awal ia tidak akan mau menggandeng tangan Dian dari tadi, yah begitulah pemikiran seorang indah.
Lain indah, lain pula Annisa. Ingin rasanya Annisa berteriak saat itu juga ketika mendengar nama sang suami disebutkan terlebih lagi ia melihat sang suami dengan begitu mudahnya melangkahkan kaki menaiki panggung acara, ia tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan sang suami.
Dian kemudian turun dari panggung dan membiarkan tempat untuk Reza menyampaikan kata sambutannya.
Reza :
"Pertama tama saya ucapkan terima kasih banyak untuk para tamu semua yang berkenan untuk memberikan saya waktu sebentar untuk menyampaikan sebuah kata sambutan. Sebelum saya memberikan kata sambutan, terlebih dahulu saya ingin memberitahukan sebuah pengumuman jika kehadiran saya disini bukan hanya sebagai seorang CEO World Hotel melainkan sebagai seorang suami yang menemani istrinya untuk hadir di acara reuni ini"..
Desas desus memenuhi ruangan luas tersebut karena mereka yang sangat tidak menyangka bahwa seorang Reza Pratama telah menikah terlebih lagi hal yang paling mencengangkan adalah istrinya juga berasal dari sekolah yang sama dengan mereka, para aku makin dibuat penasaran olehnya.
Disisi lain Annisa tidak henti hentinya tercengang mendengarkan penuturan sang suami yang seperti ingin memberitahukan kepada semua orang bahwa dia adalah istri dari seorang Reza Pratama. Bukan Annisa saja yang dibuat tercengang namun indah tidak kalah kagetnya ketika mendengar kalau istri seorang Reza adalah teman sekolah dari suaminya sendiri.
Indah pun mengedarkan pandangannya untuk melihat semua perempuan yang tengah hadir di acara tersebut namun ia tidak menemukan satu orangpun yang mencurigakan.
Reza kembali melanjutkan perkataannya.
"Memang banyak yang tidak mengetahui soal pernikahan dan siapa sosok istri saya karena pernikahan kami waktu itu diadakan secara privat hanya untuk pihak keluarga besar saja dan kebetulan di acara ini saya juga ingin mengumumkan sekaligus memperkenalkan sosok perempuan itu. Istri saya, calon ibu dari anak anak saya sekaligus calon penerus untuk keluarga PRATAMA.
Dan mari saya perkenalkan istri saya adalah ...
*******
Penasaran ya ??? 🤣🤣🤣
Tungguin aja ya wkwk...
Tapi selama menunggu jangan lupa buat like dan votenya yang banyak. Komennya juga yang banyak, dukung author terus supaya author tambah semangat nulisnya.
Dukung author melalui kolom komentar ya. Ditunggu komentar2 dari kalian semua 😘
Udah 1900++ kata lebih ya, jangan bilang sedikit lagi 😁😁😁
__ADS_1
Terima kasih 🙏🙏🙏
19 April 2020**