
Indah seakan masih tak percaya ketika mendengar kalau istri dari seorang Reza Pratama adalah alumni dari sekolah suaminya juga. Setahu Indah sewaktu dulu ia berteman dengan Annisa, ia tidak pernah mendengar atau bahkan mengenal seorang perempuan yang begitu mencolok disekolah Annisa.
Karena sekolah Annisa dan Dian yang indah tahu adalah hanya sekolah biasa meskipun termasuk sekolah favorit di kotanya namun tidak ada nama besar seperti anak pejabat atau seorang anak pengusaha terkenal yang sekolah disana.
Lalu, apakah istri dari seorang Reza Pratama adalah orang biasa ??
Namun hal itu segera ditepis oleh indah, karena tidak mungkin Reza menikah seorang perempuan biasa dan membuat perempuan itu bersanding dengannya.
Tidak mungkin dan tidak akan mungkin.
Selama indah berteman dengan Annisa sewaktu SMA yang indah kenal dan tau seorang siswi idaman kaum laki laki adalah Annisa mantan sahabatnya itu. Annisa terkenal cantik, baik hati dan juga pintar makanya tidak dipungkiri jika Annisa menjadi idola sewaktu sekolah.
Hal itu pula yang dulunya membuat indah menjadi membenci Annisa karena ketika dia berjalan dengan mantan sahabatnya itu, ia akan merasa seperti perempuan yang tidak laku karena para lelaki pada masa itu hanya melihat Annisa saja tanpa memperdulikan keberadaannya.
Mengapa indah jadi merebut Dian dari Annisa ??
Karena ...
Ketika indah mengetahui jika mantan sahabatnya itu menyukai seorang laki laki yang bernama Dian, indah pun terpikirkan sebuah ide untuk merebut Dian dari Annisa. Itu indah lakukan semata mata untuk membalaskan rasa kebencian yang selama ini ia rasakan.
Rasa benci itu indah tutupi dengan topeng seorang sahabat, benar benar lucu.
Padahal sejak dulu Annisa selalu berbagi suka dan dukanya kepada indah yang Annisa anggap sebagai sahabat baik. Ahh, bukan sahabat lagi melainkan sudah Annisa anggap sebagai keluarga, maka dari itu Annisa tidak pernah menutupi hal apapun kepada indah termasuk Annisa pernah bercerita jika dia sudah sejak lama menyukai Dian.
Namun hal lain terjadi, ketika Annisa merasa bahwa indah selalu berada dibelakangnya dan mendukung setiap keputusan yang ia ambil untuk mendekati Dian. Indah pula sering memberi semangat untuk Annisa dan Dian, tetapi kebencian tetaplah kebencian.
Dibalik sikap baik indah ternyata dia menyimpan seribu cara untuk memisahkan Annisa dari Dian dan membuat Dian jatuh ke pelukannya dan ternyata indah berhasil dengan segala caranya tersebut.
Dian jatuh kedalam pelukan indah dan Annisa merasa sakit hati yang teramat parah diakibatkan cinta pertamanya harus kandas karena seorang sahabat yang menyakitinya terang terangan dan bahkan ketika Annisa meminta penjelasan akan apa yang terjadi kepada indah, indah terlihat tidak merasa bersalah atau menyesal sedikitpun malah ia merasa senang dan bangga telah menghancurkan hati dan perasaan sahabatnya atau bisa dikatakan mantan sahabat yang sekarang telah menjadi musuh.
***
Indah masih dalam ekspresi tidak dapat diartikan kemudian dia menatap kearah suaminya Dian yang berada tepat disebelahnya, Dian pun menganggukkan kepalanya memberi jawaban kepada sang istri karena ia mengerti keterkejutan yang sedang istrinya itu rasakan. Dian pun pernah merasakannya juga karena pada saat Reza memberitahukan kepada dirinya, Dian begitu shock dan terkejut serta selalu memikirkan siapakah sosok perempuan yang telah menjadi istri dari atasannya itu.
" Ternyata saingan ku selama ini telah berada didepan mataku, tapi siapa?? Ah aku akan mendengarkan pengakuan dari Reza dan memikirkan rencana kedepannya untuk merebut Reza dari istrinya itu. Selagi istri Reza bukan Annisa, semua hal yang akan terjadi setelah ini tidak akan merugikan diriku "
Batin indah.
Annisa merasakan kalau sekarang jantungnya seperti ingin loncat keluar mendengarkan kata kata dari suaminya itu.
*Apakah ia sudah siap??
Apakah ini memang hal yang benar untuk dilakukan??
Ahhhh biarlah semua masalah itu ia pikirkan nanti, sekarang yang perlu ia pikirkan adalah cara untuk mengatasi kegugupannya *.
Annisa saling meremas kedua tangannya, takut sekaligus bahagia mendengar suaminya akan mengakui dirinya dikhalayak banyak. Mengakui bahwa dirinya adalah Nyonya muda dari keluarga Pratama, sungguh membuat Annisa senang. Sekarang ia merasakan perasaan yang campur aduk, terkejut, takut, bahagia dan masih banyak lagi perasaan yang ia rasakan sekarang sampai sampai dirinya menjadi bingung sendiri.
Reza menjentikkan jarinya.
Lampu mati.
Suasana didalam Ballroom tersebut menjadi riuh karena lampu yang tiba tiba mati, semua orang terkejut dan nampak kebingungan terutama Dian sekali penanggung jawab acara, karena Dian merasa bahwa dirinya sudah mengecek persiapan sedetail mungkin.
__ADS_1
Reza kembali menjentikkan jarinya.
Lampu hidup kembali namun hanya menyorot kesatu orang saja yaitu Annisa.
Semua orang memandang Annisa heran dan bertanya mengapa lampu tersebut hanya menyorot dan menerangi Annisa saja. Hingga suara Reza memecah kebingungan tersebut.
Deggg..
Suara Reza membuat Annisa gugup apalagi sekarang dirinya tengah ditatap oleh banyak orang.
Kemudian satu lampu sorot lagi hidup dan menyinari Reza membuat semua orang yang berada disitu seketika melihat kearah Reza bergantian kearah Annisa.
Reza bersuara sembari tangan kanannya ia arahkan untuk menunjuk kearah Annisa.
"Dialah sosok perempuan terhebat yang aku miliki sekarang dan selamanya, dialah istriku, istri dari seorang Reza Pratama sekaligus Nyonya besar dari keluarga Pratama. Seorang perempuan yang sangat aku cintai dan aku merasa beruntung telah memiliki dia disamping ku yang akan menemani ku untuk mengarungi kehidupan rumah tangga dan membangun keluarga kecil kami.
Bukan dia yang beruntung karena telah memiliki aku namun, akulah sosok lelaki yang sangat beruntung karena telah memiliki dia sebagai istriku. Karena tanpanya aku tidak akan pernah mengerti akan apa arti cinta dan rasa akan takut kehilangan. Dia pula lah yang mengajarkan aku segalanya, segala tentang cinta dan kesetiaan.
Annisa...
Istriku...
Kau datang padaku disaat duniaku gelap gulita. Cintamu adalah pelita yang menerangi jalanku. Semoga kesehatan selalu menaungi kita agar kita menua bersama menyaksikan anak anak kita tumbuh dewasa.
Maukah kamu menemaniku untuk mewujudkan impian besar ku ini???
Reza menghentikan kata katanya dan kini beralih menatap kearah sang istri yang sekarang juga menatapnya, dapat ia lihat jika wajah istrinya itu telah terharu dibuatnya. Reza tersenyum bahagia karena rencana yang telah ia buat berhasil.
Annisa masih terdiam menatap Reza tak percaya, air mata bahagianya sudah tidak dapat lagi ia bendung, kedua tangannya menutup mulutnya yang masih terbuka sedikit akibat terkejut tadi.
***
Dduuarrrrrrrrrrr....
Bagai disambar petir disiang bolong.
Dian dan indah terkejut bukan main mendengar siapa istri dari seorang Reza Pratama. Dian dan indah masih menatap lekat kedua insan yang sedang menyatakan perasaan itu sembari rasa tidak percaya masih menyelimuti mereka.
Begitu banyak sesuatu yang memenuhi kepala dan pikiran keduanya. Seperti halnya yang Dian pikirkan sekarang.
"Ternyata apa yang aku pikirkan selama ini benar, Annisa adalah istri dari Pak Reza atasannya sendiri. Berpikir untuk merebut Annisa dan membawanya kembali kedalam pelukanku, sepertinya hal itu harus segera aku hilangkan sebelum nyawa ku sendirilah yang akan hilang. Kalau memang Annisa bahagia dengan pak Reza aku akan dengan senang hati merelakannya"
Batin Dian.
Sepertinya disaat kalut seperti ini otak Dian masih dapat berpikir jernih yang menandakan jika Dian bukan hanya cerdas dalam pekerjaan namun juga masalah perasaan. Namun lain halnya dengan sang istri Indah.
"Apa apaan ini, bagaimana bisa Annisa menjadi nyonya Pratama, itu tidak mungkin, pasti Annisa telah menggunakan cara liciknya untuk menjerat seorang Reza kedalam pelukannya, dasar wanita sampah. Berani beraninya dia menghancurkan segala rencana ku yang telah aku persiapkan dengan sangat matang jauh jauh hari.
Aku berjanji, aku tidak akan mengalah darimu. Tunggu saja pembalasan ku atas semua yang aku terima malam ini"
Batin indah.
Rencana yang telah indah susun jauh jauh hari harus hancur begitu saja, rencana yang awalnya ingin mempermalukan Annisa didepan orang banyak malah berbalik mengejutkan dirinya. Indah tidak rela, tidak akan rela jika dirinya kalah bersaing dengan Annisa.
__ADS_1
Kembali Ke Annisa dan Reza..
Annisa masih diam terpaku menatap sang suami yang berjalan perlahan menuruni panggung, Reza terlihat berjalan kearah dirinya semakin dekat dan semakin dekat, hingga sekarang Reza tepat didepan wajah Annisa sembari tersenyum dan mengulurkan tangannya seperti seorang pangeran yang menjemput putri. Annisa belum menyambut tangan tersebut dan masih fokus dengan lamunannya.
Hingga senyuman dan anggukan Reza membuat Annisa tersadar dan menerima uluran tangan tersebut. Reza mengeluarkan sesuatu dari dalam jas nya dan berjongkok layaknya seseorang yang hendak melamar kekasihnya.
"Aku Reza Pratama, maukah kamu menerima ku sebagai pendamping, kekasih, suami dan ayah untuk anak anak kita kelak, maukah kamu menemani ku selalu hingga hari tua dan hanya maut yang memisahkan"
Ucap Reza kembali mengulangi ucapannya, ia ingin menebus semua kesalahannya dulu yang tidak pernah melamar istrinya secara romantis seperti yang dilakukan kebanyakan orang. Meskipun bisa dikatakan sangat dan sangat terlambat namun Reza tetap ingin melakukannya, Reza ingin membuat Annisa merasa menjadi perempuan yang paling bahagia di dunia ini.
Suasana hening karena Annisa belum memberikan jawabannya, Reza pun masih setia menatap kearah istrinya itu.
*Degg..
Degg..
Degg*..
" Iya, aku mau "
Akhirnya jawaban yang ditunggu tunggu Reza maupun semua orang yang ada diruangan itu telah terjawab. Suasana haru dan riuh akan tepuk tangan menggema diruangan itu seakan menjadi pengiring untuk momen yang sedang Reza ciptakan.
Ketika Annisa telah memberikan jawabannya, lampu ruangan tersebut telah menyala sepenuhnya dan dapat Annisa lihat wajah dari semua tamu yang ikut bahagia menatap mereka berdua namun berbeda dengan wajah indah yang Annisa lihat sangat tidak menyukai momen yang sedang terjadi ini.
Tidak hanya Reza namun para tamu didalam ruangan tersebut nampak ikut begitu bahagia karena terbawa oleh suasana yang sepasang insan itu ciptakan, kemudian Reza membuka sebuah kotak yang ia keluarkan dari jasnya tadi dan menampakkan sebuah kalung berlian yang sangat berkilau yang hanya dengan sekali pandang saja dapat terlihat jika itu adalah benda yang sangat mahal.
Mata indah melotot melihat kalung berlian yang Reza berikan kepada Annisa, sungguh dia tidak suka melihat Annisa bahagia.
"Aku tidak terima, Annisa tidak cocok menggunakan kalung berlian itu, seharusnya aku yang berada disana memakai kalung itu dan berdiri disamping Reza sebagai istrinya, kamu tidak cocok Annisa sampai kapanpun kamu tidak akan pernah cocok bersanding dengan Reza. Hanya aku yang cocok dengan Reza"
Batin indah.
Indah menjerit didalam hatinya dengan tangannya yang meremas bajunya sedari tadi tanda tidak terima dengan semua yang ia dengar dan lihat sekarang.
Sedangkan..
Reza berdiri dan memasangkan kalung berlian tersebut dileher istri tercintanya Annisa, tidak lupa juga setelah selesai Reza memberikan ciuman di kening Annisa sedangkan Annisa menutup matanya untuk merasakan ciuman suaminya itu. Sungguh tidak dapat ia pungkiri jika sekarang ia sangat bahagia dengan apa yang dilakukan oleh sang suami.
Pelukan lah menjadi penutup keromantisan yang terjadi diantara mereka malam ini, tepuk tangan masih saja terdengar mengiringi pelukan hangat mereka.
"Terima kasih sayang sudah mau menerima mas untuk menemani hidupmu"
"Terima kasih juga untuk mas yang mau menerima aku untuk menemani hidupmu"
*******
Semoga suka sama kelanjutannya, jangan lupa dukung author terus ya 😁😁
Banyakin like sama komennya, ramaikan kolom komentar 🤣🤣
Votenya juga jangan lupa hehee...
Terima kasih atas segala bentuk dukungan yang kalian berikan sampai sekarang, terima kasih banyak.
__ADS_1
24 April 2020.