
Doni melangkahkan kakinya dengan begitu ringan untuk menuju kearah ruangan bosnya diikuti dengan Annisa istri bosnya yang sekarang sedang berjalan di belakangnya.
Sebelum memasuki ruangan Doni terlebih dahulu mengetuk pintunya, setelah dirasa sudah meminta ijin untuk masuk barulah Doni memegang ganggang pintu besar tersebut untuk ia buka. Setelah pintu terbuka nampaklah ketiga orang yang sedang berada didalam ruangan itu.
Mereka bertiga sepertinya sedang terlalu serius untuk membahas proyek kerja sama sampai tidak mengetahui jika ada yang sudah memasuki ruangan.
Doni :
"Permisi pak" ucap Doni memecah keseriusan mereka bertiga yang terdiri dari Reza, Sandra dan seorang yang sepertinya manager dari model tersebut.
Mereka bertiga pun serentak menolehkan kepalanya kearah sumber suara tersebut. Reza langsung saja berdiri bukan untuk menyapa Doni sekertarisnya melainkan untuk mendekati Annisa istrinya.
Reza :
"Sayang, kamu udah nyampe, kenapa ngga ngabarin" Reza sekarang sudah berada didepan sang istri yang masih berdiri.
Annisa :
"Ah itu.. Annisa lupa mas, tapi yang pentingkan sekarang Annisa udah disini" sahut Annisa.
Reza menanggapi dengan tersenyum seraya mengelus kepala sang istri, Reza menarik tangan Annisa menuntunnya untuk menuju sofa tamu diruangan itu. Kemudian Reza dan Annisa duduk berdampingan sedangkan Sandra dan managernya duduk didepan mereka dengan meja sebagai pemisahnya.
Reza :
"Sayang, kamu ngga papa kan nunggu sebentar soalnya mas masih ada sedikit pekerjaan dengan mereka, sebentar aja" dengan Reza yang masih setia menggenggam tangan Annisa.
Annisa menganggukkan kepalanya tanda menyetujui.
Annisa :
"Iya ngga papa mas, nanti Annisa bisa kabarin Amel kalo Annisa ada urusan pekerjaan diluar setelah makan siang" sahut Annisa.
Annisa pun menatap lurus kedepan dengan senyuman ramah untuk sekedar menyapa para tamu suaminya itu.
" Oh jadi ini perempuan yang indah maksud, istri dari seorang Reza Pratama. Ngga ada yang spesial di dirinya, apa yang membuat Reza mau menjadikannya istri sekaligus Nyonya Pratama. Kalau dilihat masih unggulan gue dimana mana dari pada dia. Mungkin ini perempuan pake jambe jambe kali buat naklukin seorang Reza "
Batin Sandra.
Sandra pun membalas senyuman Annisa dengan ramah juga meskipun isi pikirannya sudah terlebih dahulu menjelekkan Annisa.
Reza :
"Oh iya hampir saya lupa, perkenalkan ini istri saya namanya Annisa"
Reza memperkenalkan sang istri kepada Sandra dan managernya.
Annisa kemudian menjulurkan tangannya kearah Sandra terlebih dahulu.
Annisa :
"Perkenalkan saya Annisa, istri dari mas Reza" Annisa memperkenalkan dirinya dengan menekankan kata istri yang membuat wajah Sandra langsung berubah masam.
Sandra menyambut uluran tangan Annisa menjabatnya sembari memaksakan senyuman diwajahnya
__ADS_1
Sandra :
"Perkenalkan juga saya Sandra Ayunda, model untuk pembuatan iklan dihotel milik suami kamu"
Annisa :
"Ah iya, terima kasih sudah mau bekerja sama dengan hotel milik suaminya saya. Ternyata suami saya tidak salah untuk mencari seorang model, cantik banget kaya gini pasti bakalan tambah banyak pengunjung hotel kami nantinya" ucap Annisa sembari memuji saingannya tersebut.
Sandra langsung saja tersenyum mendengar kalau Annisa sedang memuji dirinya.
" Ternyata sadar diri juga Lo ya, memang pastinya cantikkan gue dari pada Lo "
Batin Sandra.
Reza mengerut keningnya merasa ada yang janggal dari ucapan sang istri.
Reza :
"Apaan sih sayang, yang milih modelnya bukan mas tapi bagian Marketing Hotel. Lagian juga bagi mas itu kamu yang paling cantik ngga ada tandingannya" Reza meluruskan maksud dari ucapan Annisa sebelumnya sekaligus memuji sang istri.
Annisa :
"Ah kamu mas bisa aja, kalau aku sama mah sama mba Sandra ngga ada apa apanya, masih cantikan mba Sandra" Annisa merendah diri.
Reza :
"Ngga sayang, dimata mas kamulah satu satunya perempuan yang paling cantik" Reza kembali mengulangi pujiannya.
" Sukurin.. Itu sih baru awalnya, aku cuman mau menegaskan sama kamu kalau akulah pemilik hati Reza sepenuhnya dan tidak akan ada orang lain yang bisa menggantikannya "
Batin Annisa.
Sementara tanpa Reza sadari bahwa Sandra sangat tersinggung dengan ucapannya barusan, Reza seperti melemparkan kotoran tepat diwajah Sandra. Membuatnya malu dihadapan Annisa entah kemanakah nanti Sandra akan menaruh mukanya.
" Jadi Lo mau nantangin gue, oke bakal gue bales Lo "
Batin Sandra.
Sandra terlihat masih tidak terima dengan perlakuan Annisa barusan, dia pun masih memikirkan bagaimana caranya membalas Annisa hingga kemudian seringai senyuman licik tercetak diwajah Sandra.
Sandra kemudian mengubah posisinya menjadi mendekat dengan Reza dengan berpindah kebagian kursi tunggal disambung kursi panjang milik Reza dan istrinya yang sedang duduk sekarang.
Gerak gerik Sandra tidak luput dari pengawasan Annisa. Terlihat Sandra mendekati Reza dengan membawa sebuah kertas yang sepertinya berisikan susunan kerjasama mereka.
Sandra pun berpura pura bertanya sesuatu yang tidak ia mengerti didalam proposal kerjasama itu dan dengan serius Reza menjelaskan maksud dari proposal tersebut. Hingga tiba rencana Sandra dimulai ketika dirinya hendak kembali ketempat duduknya semula, Sandra pun seperti tersandung kaki meja yang berada didepan dirinya.
" Wah wah mulai ni drama "
Batin Annisa.
Annisa yang sedari tadi melihat kelakuan Sandra menjadi mengerti rencana apa yang akan dibuat oleh Sandra.
Dan benar saja Sandra terjatuh kearah tempat duduk Reza dan . . .
__ADS_1
Bruukkk....
Sandra terjatuh namun tidak dipangkuan Reza melainkan ditubuh Annisa.
Annisa :
"Aauuuu sakit" Annisa menjerit karena Sandra yang menimpa tubuhnya.
Sandra yang sadar ada keanehan pun langsung saja bangun dari tubuh Annisa dan ketika dia melihat kearah belakang ternyata dirinya menimpa Annisa yang sedang duduk dipangkuan Reza.
" Kenapa bisa jadi seperti ini, bukannya dia tadi duduk disebelah sana kenapa tiba tiba bisa ada dipangkuan Reza "
Batin Sandra.
Sandra yang masih merasa heran pun langsung saja meminta maaf kepada Annisa dan Reza agar tidak ketahuan kalau kejadian tadi adalah kesengajaannya.
Sandra :
"Maaf saya ngga sengaja, tadi kaki saja kesandung meja" ujar Sandra meminta maaf kepada Annisa dan Reza.
Annisa :
"Ahh iya mba, ngga papa kok, aku tau tadi memang mba ngga sengaja kalaupun sengaja ngga mungkin kan" senyum Annisa.
"Sialan" umpat Sandra didalam hati.
Reza :
"Sayang, ngga papa kan. Lagian kenapa kamu tiba tiba duduk dipangkuan mas sih jadi sakit kan kamu nya" omel Reza karena khawatir terhadap keadaan sang istri.
Annisa :
"Maaf mas, Annisa cuman pengen duduk disini aja, pengen manja sama mas niatnya gitu" wajah yang dibuat sebersalah mungkin.
Reza pun membelai kepala sang istri dan membawa Annisa kedalam pelukannya.
Reza :
"Iya sayang, maaf mas ngga maksud marahin kamu tapi mas cuman khawatir kalau kamunya kenapa kenapa" Reza masih setia memeluk dan mengusap lembut punggung Annisa.
Mereka merasa jika dunia hanya milik berdua tanpa menyadari jika sedari tadi Doni, manager Sandra dan Sandra tengah menatap mereka. Kalau Doni sudah jangan ditanya, pasti dia sudah terbiasa dengan adegan seperti itu, sang manager Sandra pun hanya terlihat senyum senyum menanggapi keromantisan pasangan suami istri tersebut.
Sedangkan Sandra sudah pasti lagi berkukus ubun ubun nya karena menahan marah, niat awal inginnya dia yang bermanja dipangkuan Reza eh ternyata malah dia yang harus jadi penonton adegan tersebut.
* * * * * * *
Maaf beberapa hari ini author ngga up karena author belum dapat inspirasi lagi buat ngelanjutin ceritanya. Author mau lanjutin kemarin tapi takut kalo ngga bagus jadinya tertunda deh update nya. Maaf kan author ya 😁🙏🙏🙏
Semoga suka dengan kelanjutannya, selalu tinggalkan jejak untuk bentuk dukungan terhadap author ya.
Kalau ada yang punya ide buat kelanjutan cerita ini, bisa kalian sampaikan dikomentar ya, makasih 😘😘😘
02 Mei 2020
__ADS_1