Jodoh Warisan

Jodoh Warisan
PELUKAN ERAT


__ADS_3

Annisa dan Reza masih saling memeluk satu sama lain dengan Annisa yang masih betah untuk duduk dipangkuan Reza.


Reza :


"Masih mau duduk kaya gini?" Reza mulai menggoda sang istri yang terlihat sedari tadi begitu enjoy duduk dipangkuannya.


Annisa :


"Eh maaf mas, Annisa kelupaan. Habisnya nyaman sih" goda balik Annisa kepada sang suami.


Reza mencubit hidung Annisa yang telah bisa sekali membuat dirinya gemas atas perilakunya, seandainya tidak ada orang lain diruangan ini sudah bisa dipastikan jika Reza akan menerkam sang istri.


Kemudian Annisa pun turun dari pangkuan Reza dan kembali ketempat duduknya yang berada disamping sang suami, dari saat mereka bercanda hingga Annisa kembali ketempat duduknya semua itu tidak luput dari penglihatan Sandra.


Sandra merasa dirinya seperti kalah saing terhadap Annisa yang bisa dikatakan hanya perempuan biasa saja tidak dapat dibandingkan sedikitpun dengan dirinya. Jika saja tidak karena permintaan sang teman lama untuk membantunya balas dendam, Sandra pun tidak akan mau melakukannya.


Kalau boleh jujur, dalam penglihatan Sandra memang tidak dipungkiri jika Reza adalah seorang yang sangat bisa menarik perhatian lawan jenisnya, pesonanya sangat tidak dapat ia tolak namun Sandra sendiri juga mempunyai kriteria lain untuk pasangannya dan itu tidak masuk sedikitpun didalam diri Reza.


Akhirnya setelah kejadian tidak terduga tadi, mereka kembali melanjutkan pembahasan kerja sama yang sempat tertunda.


Annisa kembali bersikap seperti biasa, dia tidak ingin mengganggu pekerjaan suaminya lagi. Kejadian yang barusan tadi bisa dikategorikan sebagai mengganggu tetapi dirinya juga tidak akan bersikap seperti itu jika tidak ada yang memulai.


Suasana kembali terlihat serius hanya diisi dengan perbincangan saja, Annisa bosan dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan sambil menunggu pekerjaan suaminya selesai. Annisa hanya beberapa kali memainkan ponselnya saja entah itu membuka media sosial atau apapun yang bisa menghilangkan jenuhnya.


Dretttt...


Ponsel Reza yang sedang berada diatas meja disamping beberapa berkas kerja bergetar menandakan sebuah pesan masuk.


Reza kemudian mengambil ponsel tersebut dengan tangan kanannya sedangkan tangan kiri dan bola matanya masih terpaku serius menatap berkas yang ia pegang.


Senyuman kembali terlihat tatkala ketika Reza membuka pesan yang ia terima barusan.


" Papah masih lama ya?? 😞 "


Ya begitulah kiranya isi pesan yang barusan Reza terima dan baca. Istrinya itu bisa saja membuat dirinya begitu bahagia meski hanya dengan sebuah kata kata saja, begitulah pikir Reza.


Kedua jempol Reza bergerak seakan sedang mengetikkan sesuatu sebagai balasan untuk pesan yang ia terima tadi.


" Iya kayanya papah masih lama deh, memangnya anak papah sudah laper banget ya?? "


Sekarang bukan lagi Reza yang tersenyum tetapi Annisa istrinya, terlihat Annisa begitu menahan tertawanya ketika membaca pesan itu dan senyuman mereka berdua tadi juga tidak lepas dari pandangan orang yang juga berada didalam ruangan tersebut.


Doni saja yang sudah lama mengikuti keduanya sampai dibuat bingung juga dengan kedua bosnya yang saat ini sedang senyum senyum sendiri sambil menatap ponsel masing masing.


" Iya, anak papah udah laper banget 🤤 "


Annisa kembali memberikan balasan untuk pesan Reza barusan dan kembali membuat Reza tersenyum untuk kedua kalinya.

__ADS_1


Sandra yang sedari tadi melihat kejadian itu merasa jengkel karena ia merasa kehadirannya disini menjadi terabaikan oleh pasangan suami istri tersebut.


Tidak kehabisan akal, Sandra pun menyodorkan suatu kertas kehadapan Reza yang tepat berada didepannya. Namun sayang beribu sayang, kertas yang Sandra sodorkan tidak disambut Reza atau lebih tepatnya Reza tidak menyadari jika seseorang tengah memberinya sebuah kertas.


Reza terlihat masih asik tersenyum memandang ponselnya dan terlihat jika ia tengah sibuk membalas pesan seseorang. Kemudian Sandra mengedarkan pandangannya kembali kearah Annisa yang sekarang duduk disamping Reza.


Kejengkelan Sandra kian bertambah setelah ia melihat Annisa tersenyum licik kepadanya seperti penghinaan yang terpampang jelas karena dirinya terabaikan oleh sikap Reza barusan. Mau tidak mau ia kembali menarik lagi kertas yang barusan ia sodorkan tadi.


" Kurang ajar " batin Sandra.


" Sabar ya sayangnya anak papah, sebentar lagi kita makan, tungguin papah ya 😘 "


Itulah balasan pesan dari Reza setelah kemudian ia memasukan ponselnya kedalam saku jasnya.


Reza kemudian menatap kearah depan yaitu arah Sandra managernya.


Reza :


"Maaf sepertinya rapat pembahasan tentang kerjasama kita ini harus saya hentikan sekarang karena seperti yang kita tau kalau saat ini sudah memasuki jam makan siang, terlebih istri saya sepertinya sudah sangat lapar" ucap Reza sopan kepada pihak Sandra.


Kemudian Reza beralih menatap wajah Annisa sembari tersenyum dan mengelus kepala sang istri begitupun dengan Annisa yang membalas senyuman dari sang suami.


Mau tidak mau Sandra juga harus mengakhiri rapat kerjasama tersebut karena ia merasa jika sekarang dirinya sedang diusir secara halus oleh Reza.


Sebelum pergi meninggalkan ruangan tersebut Sandra beserta managernya bersalaman terlebih dahulu kepada Reza dan Doni dan terakhir kepada Annisa.


Namun Annisa tidak menyambut sodoran tangan dari Sandra yang membuat orang didalam ruangan tersebut menatap heran kepada kedua perempuan tersebut.


Reza :


" Sayang, kok ngga disambut jabatan tangannya " bisik Reza agar Sandra dan yang lain tidak mendengar pembicaraan mereka.


Annisa masih saja diam tidak menanggapi ucapan Reza dan kembali menatap tangan Sandra, namun Sandra bertambah jengkel lagi setelah sedari tadi dirinya diabaikan dan dipermalukan secara tidak langsung.


Karena merasa dipermalukan lagi, Sandra pun berniat menarik kembali tangannya karena sedari tadi tidak mendapat respon sedangkan Reza hanya berusaha tersenyum kearah Sandra dan sang manager.


Annisa :


" Aku ngga mau jabat tangan, aku mau peluk dia aja boleh ngga, soalnya aku ngefans sama dia " ucap Annisa tiba tiba sambil menatap kearah Reza dan bergantian kearah Sandra dengan wajah yang dibuat seimut mungkin.


Reza mengerutkan dahinya merasa aneh sekaligus tidak menyangka dengan ucapan yang baru saja istrinya itu lontarkan, bukan hanya reza, orang yang dimaksud Annisa dalam ucapannya tadi yaitu Sandra pun juga merasa aneh dengan ucapan istri Reza tadi.


Annisa melihat wajah semua yang diruangan itu seperti orang kebingungan.


Annisa :


"Jadi boleh ngga Annisa peluk Sandra nya?? " tanya Annisa lagi.

__ADS_1


Reza :


"Ah iya dong sayang, boleh kok. Iya kan ?? " tanya balik Reza kearah Sandra.


Sandra yang merasa ditatap dan diberi pertanyaan secar dadakan langsung saja menampakkan ekspresi bingungnya.


Sandra :


" Iya tentu saja, malah saya yang merasa terhormat bisa berpelukan dengan istri dari pak Reza " ujar Sandra dengan senyum dipaksakan.


Annisa pun terlihat tersenyum bahagia setelah keinginannya dikabulkan, langsung saja Annisa menghambur ke pelukan Sandra. Annisa memeluk Sandra sangat erat hingga membuat Sandra kesulitan bernafas dan sempat terbatuk.


Uhukkk.. uhukk


Reza menatap kearah Sandra yang ia dengan terbatuk batuk karena posisi Sandra sekarang menghadap Reza sedangkan Annisa membelakangi suaminya itu. Merasa ditatap Reza, Sandra pun memaksakan senyumnya lagi kearah Reza agar dia terlihat sedang baik baik saja didalam pelukan Annisa.


" ini anak mau bunuh gue ya, meluk erat banget sampe gue mau kehabisan nafas "


Batin Sandra.


Sandra pun berbisik kepada Annisa yang masih dalam mode pelukan.


Sandra :


" Annisa, kamu meluk saya erat banget sampai saya mau kehabisan nafas ini " ucap Sandra jujur karena memang sekarang dirinya memang seperti kesulitan bernafas.


Bukannya merenggangkan pelukan diantara mereka namun Annisa semakin mengeratkan kembali pelukan tersebut dan tersenyum dibalik punggung Sandra.


Annisa :


" Maaf, aku memang sengaja meluk kamu erat " ucap Annisa kepada Sandra.


Sandra pun dibuat bingung oleh tingkah Annisa.


Sandra :


" Maksud kamu ?? " tanya Sandra heran.


Annisa :


" Iya, aku memang sengaja meluk kamu erat biar kamu kesulitan bernafas, karena ini salah satu peringatan dari aku. Lain kali jangan coba coba mendekati suami ku lagi kedepannya jika tidak ingin kembali merasakan kesulitan bernafas. Karena dikemudian hari aku bukan hanya akan membuat kamu kesulitan bernafas namun kamu akan aku buat menghembuskan nafas terakhir di bumi ini "


* * * * * * *


Dukung author terus ya, selalu berikan vote, like dan komen sebanyak banyaknya Ramaikan kolom komentarnya ya 😁😁


Semoga suka sama kelanjutan ceritanya dan ngga bosan baca novel author ini.

__ADS_1


Terima kasih untuk para pembaca setia 😘😘


03 Mei 2020.


__ADS_2