
Annisa berdiri didepan lift sambil menunggu pintu lift tersebut terbuka namun siapa sangka sebelum pintu lift terbuka, dia malah bertemu dengan seseorang yang bahkan sama sekali tidak ingin ia lihat lagi selama sisa hidupnya.
"Apa yang kamu lakukan disini"
*******
Annisa menengok kearah sumber suara yang mungkin sedang berbicara kepadanya tadi dan nampak lah sosok wanita yang begitu ia benci seumur hidupnya. Bagaimana tidak??
Jika bisa dikatakan dia adalah seorang teman atau lebih bisa dibilang sahabat namun menusuk dari belakang.
Ibarat kata anak jaman sekarang.
"Temen yang dukung, temen juga yang nikung"
Yah begitulah sedikit gambaran tentang sosok wanita yang sedang berdiri disamping Annisa dan masih menatapnya dengan tatapan seperti ajakan untuk berkelahi. Annisa memutar bola matanya malas ketika melihat wanita tersebut yang tidak lain adalah Indah yang juga istri dari seseorang yang pernah ia sukai dulu yaitu Dian.
Ting..
Pintu lift terbuka.
Annisa langsung saja masuk kedalam lift tanpa menghiraukan pertanyaan dari indah tadi, namun tanpa disangka indah juga ikut masuk kedalam lift tersebut.
Sekarang hanya mereka berdua saja yang berada didalam lift.
Indah :
"Eh kamu ngga dengar ya aku ngomong apa tadi" ucap indah kepada Annisa.
Annisa :
"Maaf aku ngga dengar apa yang kamu ucapkan tadi, soalnya telinga aku rada ngga dengar gitu kalo sama orang asing" jawab Annisa yang masih fokus menatap kearah depan tanpa mau menengok sedikitpun kelawan bicaranya yang sedang berdiri disampingnya itu.
Indah bertambah geram ketika mendengar sahutan dari Annisa yang secara tidak langsung menghinanya secara terang terangan.
Indah :
"Lo mau ngajak gue beran.." ucapan indah terpotong setelah melihat lift terbuka dan ada beberapa tamu hotel yang juga mengantri didepan mereka.
Tingg..
Pintu lift terbuka dilantai tujuan indah karena lantai tujuan Annisa ialah lantai terakhir, mau tidak mau indah keluar dari lift tersebut padahal dia belum puas untuk melampiaskan kekesalannya tadi kepada Annisa.
Indah melangkahkan kakinya keluar sembari menatap Annisa sebentar dengan ekspresi wajah yang menunjukkan jika dia akan membalas penghinaan terhadap dirinya nanti.
Pintu lift tertutup dan Annisa sudah menghilang dari pandangan indah namun indah masih saja memandangi pintu lift yang sudah tertutup tersebut.
"Awas ja kamu Annisa, aku akan bikin perhitungan nanti" batin indah dan pergi berlalu meninggalkan lift tersebut menuju ketujuan awalnya datang kesini.
***
CEO WORLD HOTEL
Annisa sudah sampai dilantai ruangan CEO WORLD HOTEL atau bisa dibilang ruangan kerja suaminya. Annisa melihat dimeja kedua sekertaris suaminya namun tidak menemukan mereka berdua lalu Annisa langsung saja pergi kearah ruangan suaminya dan terlebih dahulu mengetuk pintu tersebut, setelah mendengar sahutan dari dalam dan dipersilahkan masuk barulah Annisa membuka pintu ruangan tersebut.
Terlihat dua sekertaris suaminya yang tidak ia temukan didepan tadi ternyata sedang berada diruangan suaminya, ketika melihat Annisa datang Angela dan Doni pun permisi untuk undur diri kepada Reza.
"Selama waktu istirahat aku tidak ingin ada yang masuk dan mengganggu" ucap Reza kepada Angela dan Doni yang ingin pergi meninggalkan ruangannya.
Doni dan Angela hanya mengangguk dan memberikan hormat lalu bergegas pergi keluar dari ruangan atasannya itu. Reza berdiri dari kursi kebanggaannya dan berjalan kearah Annisa yang masih berdiri didekat sofa. Reza mendekat dan memeluk Annisa, sang istri yang dipeluk hanya diam dan membalas pelukan sang suami.
__ADS_1
Reza :
"Aku merindukanmu" sambil mengusap belakang kepada sang istri.
Annisa :
"Aku biasa aja" jawab Annisa yang langsung membuat Reza merenggangkan pelukannya dan menatap wajah sang istri.
Reza :
"Jadi kamu tidak merindukan suamimu yang tampan dan menawan ini" tatapan tajam menyorot kearah Annisa.
Annisa langsung memeluk kembali sang suami dengan erat.
Annisa :
"Tentu saja aku sangat merindukanmu mas" ucap Annisa yang semakin menenggelamkan kepalanya pada dada Reza.
Reza tersenyum lucu melihat tingkah laku istrinya itu, ia melepaskan pelukan mereka dan mendekatkan wajahnya kearah sang istri berniat untuk menciumnya namun harus terhenti lantaran telunjuk Annisa menempel dibibir sang suami.
Annisa :
"Annisa kesini mau makan bukan mau mesra mesraan, kalo mau ciuman dirumah aja entar" ucap Annisa dan segera pergi meninggalkan Reza.
Annisa berjalan menuju sofa tamu yang tersedia diruangan Reza tersebut dan melihat sudah tersedia beberapa menu makanan diatas meja tersebut. Annisa sudah mendudukkan tubuhnya disofa namun sang suami masih setia berdiri ditempat mereka berpelukan tadi dengan wajah yang agak ditekuk. Annisa menatap sang suami dan menepuk sofa disamping dirinya yang mengisyaratkan agar Reza segera duduk.
Reza dengan malas melangkahkan kakinya untuk menghampiri Annisa dan mendudukkan tubuhnya disamping Annisa. Annisa yang seakan paham dengan wajah cemberut sang suami langsung memikirkan sebuah cara untuk menyelesaikannya.
Annisa :
"Nanti habis selesai makan baru dilanjutin" ucap Annisa sembari membuka beberapa kotak makanan didepannya dan menyajikan untuk sang suami.
Reza :
Annisa memutar bola matanya malas.
Annisa :
"Ciuman. Udah ah ayo makan" menyodorkan kotak makanan kearah Reza dan disambut senyuman oleh sang suami.
***
Indah telah sampai dilantai tempat suaminya bekerja sebagai Manager baru WORLD HOTEL, indah melangkahkan kaki dengan begitu bangganya karena tujuannya kemari adalah ingin memperkenalkan diri sebagai Ibu Manager baru mereka. Terlihat indah membawa dua paper bag yang isinya adalah makan siang untuk suaminya dan satunya lagi beberapa cemilan yang akan ia bagikan kepada karyawan yang lain.
Indah melihat sang suami tengah bercengkrama sembari tertawa kecil dengan beberapa karyawan yang juga otomatis bawahan suaminya tersebut.
Indah :
"Permisi" ucap indah lembut kepada mereka yang tengah asik mengobrol.
Dian pun terkejut dengan kedatangan sang istri ketempat kerjanya karena setahunya istrinya itu tidak akan mau sedikitpun berkunjung ketempat ia bekerja karena menurut istrinya itu hanya membuang waktu, lebih baik dia menghabiskan waktu tersebut dengan shopping di mall atau berkumpul dengan teman sosialitanya.
Dian :
"Kamu ngapain kesini?" tanya Dian kepada sang istri.
Indah :
"Ngantar makan siang buat kamu sayang sekalian aku tadi bikin kue agak banyak jadi aku bawain aja buat kamu dan teman teman kamu dikantor" jawab indah dengan menyodorkan salah satu paper bag kearah Dian.
__ADS_1
Dian :
"Oh iya perkenalkan ini Indah istri saya" ucap Dian sambil memperkenalkan sang istri kepada para pegawai yang lain.
Indah mengulurkan tangannya untuk berkenalan dan disambut baik oleh para pegawai tersebut.
Indah pun lalu membuka paper bag yang satunya lagi yang berisi kue tersebut, indah membuka toples kue tersebut dan menyodorkannya ke para pegawai yang lain. Satu per satu mereka mengambil kue tersebut dan memakannya.
"*Wah kue nya enak sekali"
"Istri Pak Dian bukan hanya cantik namun hebat juga dalam hal bikin kue"
"Pak Dian sungguh beruntung punya istri seperti ibu indah*"
Begitulah berbagai macam pujian yang terlontar dari mulut para pegawai yang sedang memuji dan menyanjung indah, indah yang mendengar pun merasa senang atas pujian tersebut.
Indah :
"Itu biasa saja, kalian terlalu menyanjung ku" ucap indah merendah diri.
"Rencana ku berhasil, tidak sia sia aku kesini dengan merelakan waktu belanjaku" batin indah sembari masih menebar senyuman kepada para pegawai yang berada disitu.
***
Reza dan Annisa telah menyelesaikan makan siang mereka, Annisa membereskan bekas makan siang dan membuang ketempat sampah yang berada didalam ruangan tersebut. Annisa kembali mendudukkan badannya disamping Reza dan berpamitan untuk kembali lagi ke kantornya karena jam makan siangnya telah habis.
Namun siapa sangka Reza malah menarik tangan Annisa dan membuat Annisa terjatuh dipangkuannya.
"Kata siapa kamu boleh pergi"
Ucap Reza kepada Annisa yang wajah mereka berada sangat dekat sekali hingga hidung mancung mereka pun sudah bersentuhan, tanpa aba aba Reza langsung saja mencium bibir istrinya tersebut. Annisa sudah tidak heran dengan kelakuan suaminya tersebut dan yang bisa dia lakukan sekarang adalah membalas ciuman suaminya itu.
Ceklek
Pintu ruangan Reza terbuka.
Reza dan Annisa yang menyadari hal tersebut langsung dengan cepat menghentikan kegiatan ciuman mereka, posisi Annisa yang masih berada dipangkuan Reza dan membelakangi arah pintu membuat orang yang membuka pintu tidak dapat melihat wajah perempuan yang sedang bersama atasannya tersebut.
Sama halnya dengan kedua orang yang membuka pintu ruangan Reza tersebut, mereka juga dibuat terkejut dengan pemandangan yang mereka lihat barusan. Bahkan indah sampai hampir lupa untuk menutup mulutnya kembali saking terkejutnya. Dian merasa tidak enak kepada atasannya tersebut dan dia berpikir ini akan menjadi masalah pertamanya dikantor barunya.
Dian :
"Saya mohon maaf sebesar-besarnya pak, saya tidak tahu dan tidak bermaksud mengganggu bapak" kata Dian dengan perasaan yang tidak enak.
Reza :
"Iya baiklah, ada apa kamu keruangan saya?" tanya Reza kepada bawahannya itu.
"Eh kayanya aku kenal deh sama itu suara.. Astagaaaaaa mati aku, bukankah itu suara Dian. Jangan sampai dia melihat aku disini" batin Annisa.
Bagaimana ini?????
*******
Semoga kalian ngga bosan ya sama novel aku dan semoga suka sama kelanjutan ceritanya.
Maaf jika terjadi banyak kesalahan dalam penulisannya.
Jangan lupa Like, komen dan vote buat author ya.
__ADS_1
Terima kasih teman 🙏🙏🙏
17 Maret 2020