
Keesokan harinya Annisa dan Reza telah bersiap untuk pergi kerumah sakit, hari ini Annisa maupun Reza mereka berdua sama sama mengambil ijin untuk tidak bekerja. Annisa dan Reza sekarang sedang berada di meja makan tengah menikmati sarapan pagi mereka dengan Reza yang meminta Annisa untuk menyuapi dirinya.
Entah lah sekarang bukan Annisa yang manja namun Reza, segala apapun dia ingin dari tangan Annisa termasuk makan dan kalau bisa Annisa harus berada didekatnya selama 24 jam non stop untuk melayaninya.
Sambil menyuapi sang suami, Annisa pun mengajak Reza berbicara.
Annisa :
"Mas, nanti kalau hasilnya ngga sesuai sama harapan kita, aku mohon mas jangan kecewa ya" ucap Annisa sambil menyodorkan sendok yang berisi makan tersebut kepada Reza.
Jujur, Annisa sangat takut jika nanti setelah pemeriksaan ternyata dirinya tidak hamil sedangkan dapat Annisa lihat dengan jelas jika suaminya tersebut sangat berharap bisa memiliki buah hati dari cinta mereka berdua.
Reza menelan makanannya sebelum menjawab ucapan sang istri.
Reza :
"Sayang.. Meskipun hasilnya tidak sesuai dengan harapan kita, mas tidak akan pernah menyalahkan kamu sedikitpun, tidak akan pernah. Jadi mas harap kamu jangan pernah menyalahkan diri kamu sendiri, karena mas tidak ingin melihat kamu sedih sayang" mengelus puncak kepala sang istri dan membawa Annisa kedalam pelukannya yang memang sekarang mereka sedang duduk bersebelahan dengan jarak yang sangat dekat.
Annisa bahagia sampai sampai dirinya dibuat terharu oleh kata kata sang suami yang ia nilai sangat bisa sekali meluluh lantakan hatinya.
Annisa :
"Makasih mas" membalas pelukan Reza.
Reza :
"Lagian kalau kamu ngga hamil kan kita bisa usaha terus tiap hari atau ngga tiap jam, gimana??" seringai mesum mulai terlihat.
Glekkkk..
Annisa menelan ludahnya begitu susah setelah mendengar ucapan sang suami. Rupanya memang hidup tidak ada yang gratis, baru juga dibuat terharu eh ternyata ada bayarannya.
***
Rumah Sakit.
Reza membukakan pintu mobil untuk Annisa dan mengandeng tangan sang istri untuk menuntunnya kedalam rumah sakit, Reza sebelumnya telah membuat janji dengan salah satu Dokter spesialis kandungan dirumah sakit yang mereka kunjungi sekarang.
Reza tidak perlu mengantri seperti orang banyak karena dirinya salah satu pemegang saham terbesar dirumah sakit ini dan temannya Jhonny yang bekerja menjadi salah satu dokter bedah disini adalah pemiliknya.
Sekarang Annisa dan Reza telah memasuki ruangan dokter kandungan yang berjenis kelamin wanita karena Reza tidak ingin istrinya itu disentuh oleh laki laki lain selain dirinya meskipun itu seorang dokter yang memeriksanya, ya meskipun kata kata itu pernah ia langgar karena Jhonny temannya sendiri pernah mengobati sang istri dan menyentuhnya namun ia buat pengecualian untuk teman sendiri.
Annisa berbaring dikasur yang telah tersedia diruangan tersebut, suster juga telah mengolesi sebuah gel keatas perut Annisa hingga dokter wanita itu memainkan sebuah alat diatas perut Annisa yang Reza tidak mengerti apa kegunaannya karena dirinya sendiri baru pertama kali berkunjung ke dokter kandungan.
Setelah memakan waktu yang tidak cukup lama akhirnya pemeriksaan pun selesai dengan suster yang mengelap sisa gel diperut Annisa dan Annisa kembali berjalan menuju kursi yang ia duduki sebelumnya dibantu oleh sang suami yang memapahnya karena Reza berpikir Annisa pasti sedang kesakitan setelah pemeriksaan tadi.
Reza :
"Apakah sakit sayang" tanya Reza khawatir.
Annisa :
"Engga kok mas, itu cuman pemeriksaan begitu aja, ngga sakit kok" senyum Annisa.
__ADS_1
Reza bernafas lega karena sang istri tidak apa apa.
"Kalo sampai istri ku kenapa kenapa bakalan aku pecat itu dokter"
Batin Reza.
Sedangkan sang dokter yang melihat kemesraan pasangan suami istri itu hanya bisa tersenyum manis.
Dokter tersebut sudah duduk dikursi kedokterannya yang berada tepat didepan Annisa dan Reza. Dokter tersebut membawa selembar foto yang Reza lihat dari jauh hanya sebuah gambar hitam semua.
Dokter :
"Selamat pak, istri bapak positif hamil dan kandungannya sekarang sudah berusia 4 minggu" ucap sang dokter tanpa basa basi sedikitpun.
Reza menatap kearah dokter tersebut dengan tatapan seakan tidak percaya namun kebahagiaan lebih menguasai perasaannya begitupun sang istri yang berada disebelah dirinya. Tanpa ragu dan malu Reza langsung saja memeluk Annisa dan berkali kali mencium puncak kepala dan kening sang istri dan yang lebih mengangetkan adalah Reza yang tiba tiba mencium bertubi tubi perut Annisa yang seketika membuat Annisa menjadi lebih malu lagi apalagi kelakuan mereka sedari tadi dilihat oleh dokter yang memeriksa Annisa tadi.
Reza :
"Aku akan menjadi seorang ayah sayang, aku akan menjadi seorang ayah" ucapan Reza yang diiringi dengan tatapan mata yang berkaca kaca perasaan yang sangat membahagiakan hingga membuat dirinya sangat terharu.
Annisa :
"Iya mas, kita akan menjadi orang tua akhirnya" ucapan bahagia juga Annisa sampaikan kepada sang suami.
Mereka berdua sangat bahagia seakan dunia hanya milik berdua tanpa ingat jika disana masih ada orang lain lagi yaitu dokter tadi.
Setelah kiranya urusan kecup mengecup dan perasaan haru bahagia telah tertumpahkan selesai, Reza kembali duduk tegap melihat serius kearah dokter kandungan itu yang kiranya seperti ingin memberi masukan sedikit tentang kehamilan sang istri namun seringai kebahagian diwajah Reza masih melekat kuat dan nyata saja ketika senyuman itu tidak pernah luntur dari wajah tampannya sedari tadi.
Reza menatap wajah sang Dokter kandungan itu.
Dokter :
Reza manggut manggut tanda mengerti mendengar penjelasan dokter kandungan tersebut.
Dokter :
"Dan lagi jangan buat si ibu nya sampai kekurangan tidur atau begadang karena itu sangat tidak baik untuk kesehatan mereka berdua" tutur dokter itu.
Reza kembali menganggukkan kepalanya dengan wajahnya yang masih setia menampakkan senyuman sedari tadi tanpa menjawab satu kata pun dari sang dokter.
Dokter :
"Dan ini adalah yang terpenting. Untuk hubungan suami istri mending tidak dilakukan secara sering karena kondisi janin yang masih lemah" lanjut dokter kandungan itu.
Sruuttt....
Senyuman diwajah Reza langsung merosot ketika mendengar ucapan dokter kandungan itu, kebahagiaan tadi telah berganti dengan kemuraman diwajah tampan Reza.
Annisa yang melihat perubahan wajah sang suami langsung tertawa kecil karena Annisa sangat mengetahui isi pikiran suaminya itu sekarang.
Annisa :
"Iya dok, kami akan menguranginya" ucap Annisa kepada sang dokter.
__ADS_1
Dokter kandungan itu menganggukkan kepalanya namun berbeda dengan Reza yang melakukan protes secara terang terangan.
Reza :
"Sayanggggg....." rengek Reza sambil menggerakkan tubuhnya dan menghentakkan kakinya seperti anak kecil sebagai tanpa protes atas pernyataan tadi.
Wajah Annisa memerah menahan malu.
Annisa :
"Mas.. kok kamu gitu sih malu tau dilihatin sama dokternya" bujuk Annisa yang geleng geleng kepala melihat kelakuan sang suami yang semakin hari semakin aneh.
Dokter kandungan itu pun langsung tertawa kecil.
Dokter :
"Bapak tenang saja, masih bisa kok berhubungan suami istri namun porsinya dikurangi dan durasinya pun jangan terlalu lama" jelas Bu dokter itu.
Senyuman kembali terbit diwajah Reza.
Reza :
"Baik dok" sahut Reza lantang.
"Nanti kita dalam satu minggu melakukannya 5 kali aja sayang, mas ngga lama kok paling cuman sekitar 3 jam"
Bisik Reza ditelinga Annisa yang sontak saja membuat sang istri langsung melototkan matanya.
Annisa :
"Apaaa!!!!!" refleks Annisa berteriak.
Dokter kandungan itu pun bingung mendengar Annisa yang berteriak.
Dokter :
"Ada apa" tanya sang dokter.
Namun belum Annisa menjawab, Reza pun langsung menyela.
Reza :
"Ahh tidak ada dok, istri saya tadi hanya terlalu senang saja hingga tidak sengaja berteriak" senyum Reza ramah dan membuat sang dokter manggut manggut tanda mengerti.
Reza senyum penuh kemenangan menatap wajah sang istri namun berbeda dengan wajah yang Annisa tunjukkan.
Annisa dibuat tidak berkutik oleh kelakuan sang suami untuk kesekian kalinya yang ingin selalu menang.
*******
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel author, terus dukung author ya lewat vote dan like yang banyak.
Dan jangan lupa untuk komen sebanyak banyaknya untuk mensupport author 😁😁😁
__ADS_1
Jangan bosan ya 🙏🙏🙏
09 April 2020.