
Annisa menampar balik indah karena sudah merasa tidak tahan lagi dengan semua yang ia ucapkan sedari tadi, sikapnya yang menghina Annisa didepan umum tanpa tau keadaan yang sebenarnya.
Annisa geram, ingin rasanya ia menghajar dan menerkam perempuan dihadapannya ini sekarang juga tetapi Annisa masih berakal sehat, ia tidak ingin membuat dirinya malu terlebih lagi sekarang dirinya berada di mall tersebut dengan suaminya.
"Apakah sudah cukup yang ingin kau ucapkan? Apakah kau sudah puas sekarang?"
Ucap Annisa kepada indah, wajah indah masih menampakkan kekesalannya karena tamparan yang ia terima dari Annisa tadi.
Annisa :
"Aku akan memberitahukan kebenaran yang sesungguhnya. Dialah yang memulai semua ini" tunjuk Annisa kearah Dian dengan jari telunjuknya.
"Suami mu itu yang mendekati ku lebih dulu, dialah yang murahan dan tidak tau diri. Aku sudah berusaha untuk pergi dan melepaskan diri darinya namun dia yang menahan ku sedari tadi dan dengan cara memegang tanganku"
Lanjut Annisa dengan menatap tajam indah dan Dian bergantian.
Para pengunjung yang awal menatap kearah Annisa kemudian ikut menatap indah dan Dian yang terdiam ketika mendengarkan Annisa berbicara.
Indah pun merasa posisinya terancam dan berpikir untuk menyerang balik.
Indah :
"Omong kosong, bagaimana bisa suamiku yang mendekati mu lebih dulu. Bahkan semua teman teman kita juga tau kalau dirimu lah yang menyukai suamiku sejak dulu dan berusaha untuk merebutnya dariku" balas indah dengan ikut mengacungkan jari telunjuknya kearah Annisa.
Keadaan makin memanas, Dian pun berusaha untuk melerai pertengkaran antara Annisa dan istrinya itu.
Dian :
"Sudahlah ayo kita pulang, malu dari tadi kita jadi tontonan orang" Dian menarik pergelangan tangan indah untuk membawanya pergi dari tempat tersebut.
Indah menghempaskan tangan Dian yang berusaha membawa dia pergi.
Indah :
"Lepaskan, aku belum selesai bikin perhitungan dengannya, apakah kamu tidak lihat jika dia itu perempuan ular yang sungguh tidak tahu malu dengan terang terangan menggoda mu didepan umum" bentak indah kepada Dian.
Dian pun menjadi diam membisu, tidak mungkin jika dia memberitahukan yang sebenarnya kepada indah yang ada hanya akan membuat dirinya berada dalam masalah.
Annisa tersenyum sinis dengan salah satu sudut bibirnya ia angkat ketika melihat pertengkaran yang terjadi antara Dian dan indah.
"Dasar laki laki munafik lo"
Batin Annisa.
Hahahaaaaa....
Annisa tertawa keras mendengar pembicaraan indah dan Dian yang mengatakan jika dirinya dengan terang terangan menggoda Dian didepan umum.
Dian dan indah seketika menoleh ketika mendengar suara tawa keras yang keluar dari mulut Annisa.
Annisa :
"Apakah aku tidak salah dengar, menggoda terang terangan didepan umum. Siapa? Aku?" tunjuk Annisa kearah dirinya sendiri.
Indah :
"Ngga usah sok bodoh deh, kalau bukan dirimu siapa lagi yang berani menggoda suami ku" jawab indah lantang.
Hahhaaaaa...
Annisa kembali tertawa mendengar jawaban dari indah.
__ADS_1
Annisa :
"Meskipun aku diberikan seribu laki laki seperti suamimu secara gratis, aku pun tidak sudi untuk menerimanya" jawab Annisa enteng.
Indah :
"Ngga usah so suci deh, semua orang juga tau kalo kamu itu perempuan murahan yang rela naik keranjang lelaki lain hanya untuk bisa mendapatkan dirinya"
Annisa :
"Apakah aku tidak salah dengar. Aku perempuan murahan yang rela naik keranjang lelaki lain, lalu kamu sebut dirimu sendiri itu apa yang dengan suka rela menyerahkan harga dirinya sendiri" tertawa sinis.
"Oh iya, aku tau sebutan yang cocok untuk dirimu. ******, *******, atau perempuan munafik. Yah kalian memang pasangan yang sangat sempurna, sama sama munafik!!!" lanjut Annisa.
Indah sudah tidak tahan lagi dengan hinaan Annisa, ia pun semakin mendekatkan dirinya kepada Annisa sepeti hendak menerkam Annisa sekarang juga namun Dian sempat mencegat istrinya itu agar tidak mengambil langkah yang salah dengan mempermalukan dirinya sendiri didepan umum.
Dian :
"Indah, sudah hentikan" bentak Dian.
Indah terkejut karena bentakan suaminya yang begitu keras, dia tidak pernah mendengar suaminya itu bersuara keras selama ini kepada dirinya. Tubuhnya pun kaku diam ditempat dengan wajah yang masih tertunduk kebawah karena tidak berani menatap wajah sang suami yang sedang marah itu.
Annisa :
"Apakah kalian sudah selesai, kalau begitu aku pergi terlebih dahulu" ucap Annisa sembari melangkahkan kakinya santai untuk pergi dari tempat tersebut.
Baru beberapa langkah Annisa melewati tubuh indah, langkahnya langsung terhenti.
Annisa :
"Oh iya aku baru ingat ingin memberitahukan sesuatu kepada kalian berdua"
Indah langsung mendongakkan kepalanya menatap kearah Annisa begitupun dengan Dian yang juga ikut menatap Annisa.
Indah membelalakkan matanya melihat dengan pandangan tidak percaya atas pernyataan Annisa barusan, begitupun dengan Dian yang juga tidak mempercayai pandangannya yang terarah pada cincin yang melingkar dijari manis Annisa tersebut.
Pikiran Dian seakan berkecamuk, ini bukan pertama kalinya Annisa mengatakan bahwa dirinya sudah menikah namun yang masih ia tidak percaya adalah cincin yang sedang melingkar itu. Mengapa selama ini ia tidak sadar bahwa ada sebuah cincin pernikahan dijari Annisa padahal mereka sudah bertemu beberapa kali, mengapa matanya bahkan tidak dapat melihat benda itu kemarin.
Annisa :
"Oh ayolah mengapa pandangan kalian berdua begitu terkejut sekali, apa perlu nanti aku bawakan buku nikah sekalian biar kalian tidak akan meragukan kata kata ku lagi. Dan satu lagi, kalau kalian ada waktu senggang bagaimana kalau kapan kapan kita makan bersama nanti sekalian akan aku perkenalkan kalian dengan suamiku. Kalian pasti tidak akan menyangka"
Annisa membalikkan badannya setelah selesai dengan pembicaraannya tanpa perlu menunggu jawaban mereka atas perkataan dirinya barusan. Senyuman kemenangan berhasil Annisa ukir diwajah cantiknya, dengan percaya diri dia pergi meninggalkan toko baju tersebut dan melewati kerumunan beberapa orang yang sedari tadi melihat pertengkaran yang terjadi diantara mereka.
Indah hanya bisa menatap punggung Annisa tanpa bisa mengejarnya karena bentakan dari Dian tadi yang membuat diri indah takut untuk berbuat lebih jauh lagi.
"Awas saja kau Annisa, urusan kita belum selesai"
Batin Indah.
***
Ketika sudah jauh meninggalkan tempat pertengkaran dirinya tadi, Annisa langsung menarik nafas panjang untuk menetralkan detak jantungnya yang berdegup sangat kencang selama proses adu mulut tadi.
Annisa :
"Untung mas Reza keluar angkat telpon tadi, kalo ngga bisa tambah runyam urusannya" mengelus dadanya yang berasa lebih lega sekarang.
"Sayang" menepuk pundak Annisa.
Annisa seketika membalikkan tubuhnya ketika merasa ada seseorang yang berada dibelakang tubuhnya sekarang.
__ADS_1
Annisa :
"Mas" Annisa terkejut melihat Reza yang ternyata berada dibelakangnya dirinya.
"Aduh gawat, kira kira mas Reza denger ngga ya apa yang barusan aku omongin tadi"
Batin Annisa.
Annisa masih menatap suaminya itu dengan tatapan terkejut sekaligus takut, namun berbeda dengan Reza yang malah menatap bingung kepada istrinya tersebut.
Reza :
"Sayang kamu kenapa?"
Annisa :
"Ee..eh Annisa ngga papa kok mas"
Reza :
"Kami kok kaya orang ketakutan gitu, terus lagi ngapain kamu disini bukannya tadi lagi ditoko baju, mana belanjaannya?"
Annisa :
"Annisa ngga jadi beli mas, ngga ada yang bagus dan cocok buat Annisa"
Reza :
"Benarkah??" Reza menaikan sebelas alisnya merasa aneh dengan jawaban sang istri.
Annisa :
"Iya mas, buat apa Annisa bohong" berusaha berbicara sebiasa mungkin.
Mereka terdiam sejenak.
Annisa :
"Mas, kita ke supermarket yuk, Annisa pengen belanja kebutuhan dapur sama beberapa cemilan" ajak Annisa kepada reza dengan cepat menarik tangan suaminya itu.
Tidak seberapa lama mereka sampai di supermarket yang berada di mall tersebut, annisa mengambil troli dan mendorongnya. Mereka pun mulai berbelanja berbagai macam barang makanan.
Tawa dan candaan terukir manis diwajah mereka berdua, sejenak Annisa dapat melupakan kejadian tidak mengenakkan yang sempat menimpa dirinya tadi.
*******
Semoga kalian suka dengan kelanjutan ceritanya ya 😁😁😁
Jangan bosan ya sama novel author.
Jangan lupa dukung author terus 💪💪💪
Dan jangan lupa juga untuk
Vote..
Like..
Komen sebanyak banyaknya ya 😁😁😁
Terima Kasih 🙏🙏🙏
__ADS_1
31 Maret 2020