Jodoh Warisan

Jodoh Warisan
SURPRISE


__ADS_3

Hari ini adalah jadwal kepulangan reza setelah sekian lama dia harus berkutat dan bergelut dengan pekerjaan yang menyita waktu dan tenaganya, sebenarnya ingin saja dia menyerahkan tugas ini kesekertarisnya namun pihak dari sana ingin langsung berurusan dengannya, sebenarnya dihari itu reza sempat berpikir ingin membatalkan saja pembangunan hotel cabangnya dibali meskipun sudah 50% rampung dan pada saat itu Reza bahkan tidak peduli dengan kerugian yang bakal ia tanggung dari pada harus meninggalkan istrinya. Namun Reza berpikir lagi jika dia harus menjadi seseorang yang profesional untuk bisa memisahkan urusan bisnis dan keluarga kecilnya itu dan dengan peperangan yang terjadi cukup lama dikepalanya akhirnya Reza pada hari itu memutuskan untuk pergi menyelesaikan masalah bisnisnya kebali meskipun dengan hati yang berat karena baru juga bisa bersama dengan istrinya ia harus dipisahkan lagi.


Pesawat Pribadi Reza.


Reza tengah duduk bersantai dengan segelas kopi dan sarapannya didalam pesawat pribadinya yang begitu megah dengan segala fasilitas lengkap bahkan meskipun melalui perjalanan sehari semalam pun orang yang menumpangi pesawat ini tidak akan pernah bosan namun lain halnya dengan Reza yang tengah menatap jam tangannya terus menerus karena merasa perjalanan pulang dari Bali kekotanya sangat lama padahal sebenarnya jarak tersebut sangat dekat. Yah maklum saja seorang suami yang sangat ingin bertemu dengan istrinya itu tidak bisa menunggu lebih lama lagi, sudah cukup ia menunggu gara gara masalah pekerjaan.


"Kali ini tidak akan aku lepaskan lagi kamu sayang, tunggu lah sebentar lagi" batin Reza tersenyum sambil mengingat wajah istrinya itu.


Reza bersama Doni duduk berhadapan sambil juga Doni ikut sarapan tanpa ditemani sekertaris satunya lagi yaitu Angela, ya Angela tidak ikut serta karena Reza menyuruh Angela untuk menangani Hotel pusatnya.


Doni melihat sang bos yang tengah duduk diam dengan tersenyum sendiri, beberapa hari ini belakangan pun ketika dibali Doni sering aneh melihat perilaku bosnya itu karena kadang marah marah, berbicara sendiri dan sekarang malah senyum senyum sendiri.


"Sumpah!!! apa aku bawa aja ya bos kedokter syaraf setelah mendarat nanti, serem aku lama lama lihatnya" batin Doni.


Tidak memakan waktu lama akhirnya pesawat pribadi Reza mendarat mulus dan sempurna, Reza turun dengan perasaan yang amat teramat senang bahkan tidak dapat diartikan dengan kata kata lagi dalam pikiran nya sekarang hanya ingin secepatnya sampai rumah dan memeluk istrinya itu tanpa ingin melepaskannya lagi. Reza masuk kedalam mobil yang telah disiapkan untuk menjemput nya dibandara, ia melirik jam tangannya lagi berpikir apakah istrinya sudah berangkat bekerja atau belum, kalau dilihat dari jam sekarang sepertinya istrinya itu belum berangkat kerja.


"Cepatan pak, saya sedang buru buru" kata Reza kepada supirnya yang berada didepan namun bukan supirnya yang biasa mengantar jemputnya karena jika supirnya itu menjemput Reza kebandara maka akan ketahuan oleh istrinya bahwa dia telah pulang padahal surprise telah ia persiapkan.


*******


Di Rumah Kediaman PRATAMA.


Terlihat pagi ini Annisa sedang bersiap untuk berangkat kerja, aktivitas didalam kamarnya tidak berbeda dengan hari hari sebelumnya. Annisa sudah selesai dengan segala persiapan dan sekarang tengah menatap kaca besar dimeja riasnya.


"Tumben beberapa hari ini mas Reza ngga hubungin aku, apa pekerjaannya sangat banyak, masa iya ngga ada jam istirahat sih kan dia bosnya" kata Annisa berbicara sendiri didepan cermin sambil memoles wajahnya dengan make up sedikit seperti biasa.


Mungkin seperti itulah kata kata yang tengah menghiasi pikiran Annisa selama beberapa hari belakangan karena Reza tidak sekalipun menghubunginya. Hanya kurang beberapa hari saja genap sebulan Reza meninggalkan Annisa.


Kesepian, kesendirian, keheningan, kegalauan, bahkan tidak luput kesedihan pun mereka berdua rasakan selama berpisah. Mungkin jika ini terjadi diawal pernikahan mereka tidak akan merasakan seperti itu dikarenakan memang pernikahan mereka yang awalnya hanya didasari dengan perjodohan saja namun seperti kata kebanyakan orang 'jalani saja dulu' mungkin kata itu sangat pas untuk menggambarkan proses rumah tangga mereka.


Bagaimana tidak? Karena mereka dari awal menjalani kehidupan rumah tangganya dengan baik tanpa ada masalah sampai pada saat rasa suka menghampiri keduanya disitulah permasalahan datang, ketika rasa rindu sedang tinggi tingginya disitulah terbentang jarak dan ketika rasa cinta sudah menggebu gebu disitulah orang ketiga datang.


Karena dijaman sekarang pernikahan akan hancur dan berakhir kebanyakan karena dua faktor yaitu Ekonomi dan Orang Ketiga. Namun sekarang faktor orang ketiga semakin menggeser untuk menduduki peringkat pertama dalam urusan menghancurkan rumah tangga orang lain.


***


Setelah selesai berhias dan berdandan Annisa pun seperti biasa turun kelantai bawah menuju meja makan untuk sarapan, disana sudah ada citra dan ibu mertuanya yang sudah terlebih dahulu sarapan. Annisa menyapa mereka berdua untuk kesekian kalinya dan untuk kesekian kalinya pula sapaan Annisa selalu diabaikan mereka.


Annisa hendak menarik kursi untuk duduk dimeja makan namun sebelum itu terdengar suara bel rumah mereka yang berbunyi.

__ADS_1


Annisa :


"Siapa sih pagi pagi begini udah bertamu" kata Annisa sekalian berjalan menghampiri pintu masuk rumah mereka.


Annisa berjalan menuju pintu masuk dan membukanya perlahan, terlihat lah sosok pangeran dengan memakai baju kemeja berwarna cream dan sebuket bunga besar menghiasi tangannya serta melindungi wajahnya hingga tidak terlihat. Annisa mengerutkan keningnya seolah bertanya siapa orang yang sedang berdiri dihadapannya sekarang.


Annisa :


"Maaf mas, disini ngga ada yang mesan bunga" Jawab Annisa acuh lalu bergerak hendak membalikkan badannya untuk pergi meninggalkan laki laki tersebut yang masih setia berdiri dengan bunga yang menghalangi wajahnya.


Dengan sigap dan cepat tangan laki laki itu meraih pergelangan tangan Annisa menariknya hingga membawanya kedalam pelukan.



"SURPRISE!!!!!" kata seorang laki laki itu dan mengalihkan buket bunga tersebut dari wajahnya. Terlihat lah sosok pangeran tampan sedang tersenyum manis kearah Annisa yang masih berada dalam pelukannya.


Annisa :


"Massss????" teriak Annisa senang dan langsung membalas pelukan reza, menenggelamkan wajah cantiknya didada atletis reza.


Reza sangat senang dengan sambutan pelukan dari istrinya itu, Reza mencium puncak atas kepala Annisa sembari mengelus belakang kepala Annisa. Annisa yang merasa senang dengan perlakuan suaminya itu mendongakkan kepalanya yang tadi tengah berada nyaman didada Reza.


Cup...


Reza memegang dagu Annisa untuk mencium bibir istrinya yang sudah berlapiskan lipstik pink tersebut, ciuman mereka begitu dalam dan berlangsung lama sampai suara seseorang menghentikan aksi mereka.


"Ehemmm......"


Ternyata suara tersebut berasal dari mulut Sarah yaitu ibunda Reza. Reza terkejut melihat ibunya dan citra yang sudah berada didekat mereka dan menyaksikan adegan ciuman tersebut.


Reza :


"Eh ada mamah dan citra rupanya, gimana betah ngga kalian udah tinggal disini beberapa waktu belakangan??" tanya Reza kepada ibunya itu.


Namun bukan jawaban yang diterima melainkan ekspresi wajah terkejut yang ditampakkan oleh Sarah dan Citra yang terkejut karena Reza tau mereka tinggal dirumahnya selama ia tidak ada padahal ia tidak memberitahukan hal itu kepada Reza dan juga menyuruh para pembantu dirumahnya untuk tidak melaporkan setiap kejadian yang terjadi dirumah itu atau mereka akan dipecat langsung pada hari itu juga jika ketahuan melapor.


"Sialan perempuan itu, berani beraninya mengadu kepada anakku" batin Sarah sembari menatap sinis kearah Annisa.


"Dasar perempuan tukang adu, awas aja lo nanti" batin Citra yang juga ikut menatap Annisa dengan tatapan yang jengkel.

__ADS_1


Annisa yang mendapat tatapan tersebut merasa risih namun juga bingung dari mana suaminya tau jika ibu dan mantan kekasihnya itu tinggal dirumah mereka sedangkan Annisa menutup rapat rapat hal itu.


Reza :


"Jadi gimana, kapan kalian berdua pindah dari sini atau mau aku bantu membereskan semua pakaian kalian sekarang??" tanya Reza dengan wajah yang datar namun sebenarnya hatinya sangat sakit sekaligus marah karena ia sangat mengetahui keadaan istrinya itu selama ia tinggal.


Sarah :


"Reza apa maksud dari perkataan kamu barusan, aku ini ibu kamu masa kamu mau mengusir ibu kamu sendiri??" jawab Sarah yang tidak mau kalah.


Citra :


"Iya za, aku sama mamah kamu kan cuman tinggal disini doang ngga mengganggu Annisa segala, Annisa juga merasa nyaman dengan keberadaan kami. Iyakan Annisa??" tambah Citra dengan menatap Annisa seolah menyuruhnya untuk mengatakan iya.


"Ngarep aja Lo mau gue dukung itu kata kata, sorry aja ya" batin Annisa sembari senyum menatap balik citra dan menganggukkan kepalanya.


Annisa :


"Aku sih ngga keberatan dan merasa nyaman aja mas, tapi aku terserah kamu aja deh kan aku sebagai istri yang baik selalu ngikut suami" jawab Annisa dengan senyuman mematikan mengarah kearah Reza.


Reza seperti mengerti arti dibalik senyuman istrinya itu dan tersenyum balik kepada Annisa seakan memberi jawaban kalau dia mengerti.


Reza :


"Yah baiklah kalau Annisa tidak merasa terganggu dan nyaman dengan keberadaan kalian" kata Reza.


Sarah dan Citra tersenyum senang dengan perkataan Reza barusan namun tidak dengan Annisa yang seketika langsung menoleh bingung sekaligus marah kepada Reza.


"Wah ini suami ngajak ribut kayanya habis ini" batin Annisa menatap tajam kearah Reza.


Reza :


"Tapi ........ Aku merasa terganggu karena kehadiran kalian dirumah ini, bagaimana jika sekarang juga kalian berdua angkat kaki dari rumah ku" kata Reza dengan nada yang mulai tinggi seperti tidak bisa lagi menyembunyikan kemarahan yang sedari tadi ia tahan.


*******


Maaf jika banyak terjadi kesalahan dalam penulisannya dan semoga kalian semua suka dengan kelanjutan ceritanya. Dan juga maaf sekali karena baru update sekarang 🙏🙏🙏


Jangan bosan ya sama novel author dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian setelah membaca novel author.

__ADS_1


Terima Kasih dan Selamat Membaca 😁😁


14 Februari 2020


__ADS_2