
Sekembalinya Annisa dari cafe tersebut dia sangat meruntuki dirinya sendiri yang mengapa harus bertemu Dian disana.
"Mengapa harus ketemu dia sih, dunia sempit sekali. Bertahun tahun yang lalu ketika aku terpuruk aku tidak dipertemukan dengan dirinya tapi mengapa disaat aku sudah mulai melupakan dan berpindah ke lain hati harus diberikan cobaan seperti ini. Aku tidak ingin rasa itu muncul kembali. Aku mohon"
Batin Annisa.
***
WORLD HOTEL
Tingg..
Pesan masuk.
Angela dan Doni mendapatkan pesan bersamaan mengenai laporan beserta foto foto dari orang suruhan mereka yang bertugas mengikuti dan mengintai Annisa. Mata keduanya terbelalak tidak percaya dengan sesuatu yang baru saja mereka lihat dan yang lebih mencengangkan adalah laki laki yang sedang duduk bersama Annisa adalah seseorang yang sangat mereka kenal.
Angela dan Doni saling bertatap muka dan pandangan mata mereka bertemu seakan mereka saling bertanya akan mereka apakan laporan tersebut.
Doni :
"Apakah ini harus kita laporkan ke bos??" tanya Doni kepada Angela.
Angela :
"Tentu saja, Pak Reza harus tau tentang ini. Buat apa dia menugaskan kita jika kita tidak mendapatkan apapun untuk dilaporkan" jawab Angela atas pertanyaan Doni tadi yang seketika membuat wajah Doni berubah.
"Aku salah telah bertanya dengan perempuan dingin ini"
Batin Doni.
Doni dan Angela memutuskan untuk langsung menyampaikan laporan tersebut kepada atasannya tanpa perlu menundanya lagi. Langkah Angela begitu lancar namun berbeda dengan langkah Doni yang begitu berat ia gerakan untuk menuju keruangan bos nya tersebut.
Angela mengetok pintu ruangan Reza setelah itu barulah dia masuk bersama Doni yang mengikutinya dari belakang.
Tanpa basa basi Angela langsung saja menyerahkan berkas yang dikirim orang suruhannya tadi.
Reza mengambil amplop yang disodorkan oleh Angela, sebelum membuka amplop tersebut Reza menatap Angela dan Doni bergantian seakan berharap jika apa yang akan dia lihat nanti tidak akan mengecewakannya.
Dag.. Dig.. Dug..
Apa yang Reza duga selama ini ternyata benar, ternyata ada seseorang yang membuat istrinya menjadi berubah seperti itu. Wajah Reza terlihat memerah karena menahan amarahnya, raut wajahnya dan urat urat yang timbul di dahi dan pelipisnya dapat membuktikan kemarahan itu juga.
Brakkk...
Reza menghempaskan amplop tadi dan memukul meja kerjanya, Angela dan Doni dibuat terkejut oleh amarah bosnya itu. Tidak ada yang berani bersuara diantara mereka berdua karena mereka tahu tidak akan ada gunanya juga mereka untuk membuka mulut.
Reza :
"Aku mau kalian selidiki ada hubungan apa Annisa dan Dian, dimana mereka kenal dan sebagainya. Aku ingin dapat informasinya hari ini juga" perintah Reza yang langsung dianggukkan oleh Angela dan Doni.
Sepeninggal Doni dan Angela, Reza hanya bisa memarahi dirinya sendiri karena bisa kecolongan seperti ini tapi dia tidak akan menuduh istrinya berselingkuh karena dia tau jika istrinya sendiri pun sangat mencintainya. Reza percaya kepada Annisa melebihi dirinya sendiri hanya saja yang membuatnya marah adalah mengapa Annisa tidak bercerita kepadanya dan malah menutupi semuanya.
Padahal Reza masih ingat dengan janji mereka dulu yang akan selalu berterus terang dengan apa yang terjadi kepada mereka masing masing agar mereka dapat menyelesaikan masalahnya bersama.
"*Mengapa?? Mengapa?? Mengapa??"
__ADS_1
"Apakah kamu sudah tidak mempercayaiku lagi sampai kamu merahasiakan semua ini"
"Apakah Dian adalah laki laki yang ayah ceritakan waktu itu, laki laki yang membuatmu harus merasakan cinta dan sakit dalam waktu yang bersamaan*"
Batin Reza.
***
SORE HARI
Waktu sudah menunjukkan waktu pulang dan sekarang Annisa tengah berberes untuk pulang sambil memasukkan beberapa berkas kedalam tasnya.
Tinggg...
Pesan masuk
Annisa mengambil handphone nya dan membuka pesan yang masih tersebut.
"Hai"
Begitu lah isi pesan tadi namun Annisa hanya mengabaikannya saja karena yang mengirim pesan tersebut adalah nomor baru.
Tinggg...
Pesan masuk
Annisa mengambil handphone nya lagi dan membuka isi pesan yang masuk.
"Ini aku Dian, apakah kamu tidak akan membalas pesan ku ini"
Annisa mengerutkan keningnya karena yang mengirim pesan kepadanya sedari tadi ialah Dian dan Annisa memilih untuk mengabaikannya lagi karena Annisa merasa tidak ada keperluan untuk membalas pesannya lebih baik yang dilakukan Annisa sekarang adalah lekas pulang dan bisa bertemu dengan suaminya. Entah mengapa hari ini ia sangat merindukan suaminya itu.
Reza tersenyum setelah membaca semua informasi mengenai istrinya dan Dian.
"Kamu ingin bersaing denganku, akan aku buktikan siapa yang lebih berhak untuk bersanding dengan Annisa dan akan aku buktikan jika kamu tidak ada apa apanya dihadapan ku"
"Dan juga istrimu. Akan aku buat dia menerima balasan karena sudah menghina istriku sedari dulu"
"Tunggulah permainan balasan dariku"
Senyuman jahat terbit dari bibir manis Reza.
***
KEDIAMAN PRATAMA
Annisa telah sampai dirumahnya dan langsung menuju lantai atas untuk kekamarnya karena ia ingin segera mandi untuk menyegarkan dirinya akibat beraktivitas seharian penuh.
Memakan waktu beberapa lama akhirnya Annisa telah menyelesaikan mandinya dan betapa terkejutnya ia karena sang suami telah pulang kerja dan sedang duduk disisi ranjang sambil menatap kearahnya yang masih berdiri diambang pintu kamar mandi dengan menggunakan kimono mandinya.
Tanpa aba aba Reza langsung melangkah menuju kearah Annisa dan
Cup
Reza mencium bibir Annisa yang membuat Annisa sendiri terkejut karena serangan tiba tiba dari suaminya namun dengan cepat Annisa mengendalikan situasi dan mengalungkan kedua tangannya ke leher sang suami. Reza menuntun Annisa menuju tempat tidur namun tanpa melepas ciuman mereka.
__ADS_1
Ciuman itu semakin menuntut dan membuat Annisa terengah dan hendak kehabisan nafas. Posisi Annisa yang sudah terbaring diatas tempat tidur dan Reza yang sedang berada diatasnya. Annisa mendorong tubuh Reza agar melepas ciuman mereka.
Annisa :
"Mas, Annisa engga bisa nafas" keluh Annisa kepada Reza.
Reza :
"Sekarang aku sangat menginginkan dirimu sayang" jawab Reza
Ciuman itu mereka lanjutkan dengan peperangan yang sedang terjadi didalam kamar mereka.
Reza menatap wajah polos sang istri yang tengah tertidur lelap didepannya, wajah itu pun menampakkan begitu banyak kelelahan yang sedang ia hadapi. Entah apa yang dipikirkan istrinya sekarang namun Reza tidak ingin memarahi sang istri karena diapun tau istrinya tidak akan mengkhianati dirinya. Sekarang yang perlu Reza lakukan hanya menunggu hingga sang istri siap untuk menceritakan semua yang sedang ia rasakan dan hadapi saat ini.
Kelopak mata cantik itu perlahan terbuka dan lenguhan keluar dari mulut manisnya. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah sang suami yang sedang tersenyum menatap dirinya yang baru terbangun.
Reza :
"Udah bangun?" tanya Reza sembari mengelus pipi sang istri.
Annisa hanya mengangguk dan tersenyum kepada sang suami yang dibalas senyuman pula oleh Reza. Annisa mendekatkan tubuhnya lagi kearah Reza, memeluk dan membenamkan wajahnya didada Reza.
Reza semakin tersenyum bahagia mendapatkan pelukan dari sang istri, ia pun memeluk balik sang istri dengan tangan satunya mengelus kepala istrinya itu.
Reza :
"Aku mencintaimu" ucap Reza.
Annisa :
"Aku juga mencintaimu" balas Annisa.
Reza :
"Tapi aku lebih mencintaimu" ucap Reza lagi dengan senyuman terbingkai diwajahnya.
Annisa :
"Pokoknya Annisa sangat mencintai suami Annisa yang ganteng dan kaya raya ini. Annisa pun tidak akan pernah meninggalkannya karena nanti bakal diambil wanita lain" jawab Annisa sambil mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Reza dan tersenyum kearah Reza.
Cup..
Reza menunduk dan mengecup bibir Annisa.
Cup..
Annisa menaikan kepalanya dan mengecup bibir Reza.
Karena malu Annisa pun langsung membenamkan wajahnya lagi ke dada Reza dan Reza yang melihat tingkah sang istri tersenyum dan gemas dibuatnya.
*******
Semoga suka sama kelanjutan ceritanya dan selalu support author ya dengan vote, like dan komennya.
Author sangat berterima kasih untuk kalian yang suka dan masih setia membaca novel author.
__ADS_1
Terima kasih teman teman 😘😘😘
21 Maret 2020