
"Ayo masuk, ngapain kalian bengong didepan pintu" kata ayah annisa.
Annisa yang mendengar perkataan ayahnya langsung sadar dari lamunannya.
Bisa dikatakan annisa masih syok dan tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya sekarang, bagaimana mungkin seorang presdir kaya dan tampan yang akan menjadi suaminya.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa annisa juga lega karena yang akan dia nikahi bukan laki-laki tua seperti yang dibayangkannya selama ini.
Kedatangan keluarga kami kesini untuk melamar anak bapak sebagaimana yang sudah diwasiatkan oleh kakek mereka masing-masing kata Ny. Pratama.
Ayah annisa pun dengan senang hati menerima lamaran dari keluarga Pratama, dia pun lega karena telah menjalankan wasiat kakeknya annisa dan berharap dengan pernikahan ini dapat membuat annisa bahagia..
Setelah lamaran telah diterima, annisa akun kelaparan untuk mengambil minuman dan beberapa cemilan.
"Permisi, saya mau kedapur sebentar untuk mengambilnya beberapa cemilan" kata annisa.
Tidak beberapa lama reza pun mengikuti annisa juga kedapur dan annisa menyadari itu.
"Apa ada yang bisa saya bantu?? " kata annisa.
Reza pun mendekati annisa tanpa menjawab pertanyaan annisa terlebih dahulu, annisa yang merasa tidak nyaman pun melangkah mundur menjauhi reza namun reza tetap berjalan mendekatinya.
__ADS_1
Tanpa disadari tubuh annisa sudah menyentuh tembok dan langsung mendapat kurungan tangan dari reza..
"A..apa yang kau lakukan?" kata annisa.
"Kau jangan macam macam kalau tidak aku akan teriak" lanjut annisa.
Reza pun mulai meraba tubuh annisa dan tangannya memasuki bajunya, annisa merasa tidak nyaman diperlakukan seperti itu.
"Hentikan atau aku akan sungguh berteriak" kata annisa lagi.
"Coba saja kalau kau berani" tantang reza.
Sebelum annisa berteriak, reza pun langsung menutup mulut annisa dengan mulutnya.. Annisa memberontak sekuat tenaga untuk lepas dari reza namun apalah daya annisa.
"Mengapa aku sangat bernafsu dengan perempuan ini" kata reza dalam hatinya.
Nafsu reza yang menjadi tidak terkendali membuatnya semakin ingin melahap tubuh annisa hingga tangan reza pun mulai memasuki celana annisa dan merabanya dengan lembut yang membuat annisa mendesah kenikmatan sambil meremas rambut reza. Namun reza harus menghentikan aksinya karena mendengar suara ayah annisa memanggil.
********************************************
Reza dan annisa berbarengan menuju ruang tamu kembali sambil membawa minuman dan cemilan.
__ADS_1
Baru annisa duduk, langsung ditanyai oleh sang ayah.
"Apa yang membuat kalian begitu lama disana?" tanya ayah annisa.
Annisa pun bingung ingin menjawab apa karena tidak mungkin annisa memberitahukan yang sebenarnya terjadi didapur tadi kepada ayahnya..
"Kami sedang berbicara mengenai kesukaan masing-masing tadi tanpa sadar kami terlalu lama didapur" jawab reza kepada ayah annisa.
"Oh benarkah, baguslah kalau begitu. Aku harap kesukaan anakku tidak akan menyusahkanmu nanti nak" kata ayah annisa dengan mukanya yang haru.
Perbincangan mengenai tanggal dan waktu pernikahan pun dimulai, tetapi ada satu hal yang membuat ayah annisa kaget karena ibunda reza menginginkan pernikahan yang tertutup hanya dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat saja.
Ayah annisa yang awalnya tidak setuju lalu mengikuti saja dengan ide ibunda reza..
"Baiklah, pernikahan akan dilangsungkan satu bulan lagi dari sekarang" kata Nyonya PRATAMA.
"Apakah harus secepat itu?" tanya annisa
"Lebih cepat lebih baik" Kata ibunda reza.
"Baiklah jika tidak ada hal yang perlu dibicarakan lagi, kami permisi" tambah ibunda reza.
__ADS_1
"Apakah aku benar-benar siap untuk menikah??" Kata annisa dalam hati dengan penuh keraguan dan kebimbangan...