
Tepat pukul 6 pagi Annisa sudah terbangun dari tidurnya, tidak ada pemandangan yang lebih bagus di pagi hari selain ketampanan yang ada pada wajah suaminya yang masih tertidur lelap tersebut. Sebuah ketampanan yang selalu memberinya semangat untuk memulai aktivitasnya setiap hari.
Cup..
Annisa mengecup kening suaminya setelah itu mengelus salah satu pipi Reza.
"Aku cinta kamu sayang" batin Annisa.
Setelah itu Annisa beranjak dari tempat tidur, menggulung rambutnya sembarang dan menusukkan sesuatu untuk menghalaunya jatuh. Berhubung hari masih jam 6 pagi, Annisa lalu bergegas turun kedapur untuk menyiapkan sarapan untuk dia dan suaminya nanti. Terlihat didapur bi Ati sudah mulai sibuk dengan pekerjaannya.
Annisa :
"Bi, Annisa aja yang masak buat sarapan, bibi kerjain yang lain aja ya" kata Annisa memberitahu kan kepada asisten rumah tangganya.
Bi ati langsung mengangguk dan mengerti perintah dari nyonya rumahnya tersebut dan pergi berlalu meninggalkan dapur.
30 menit Annisa berjibaku dengan keadaan dapur hingga tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul setengah 7 pagi dan sarapan yang sedari tadi telah ia persiapkan pun telah selesai, sekarang hanya tinggal menyajikan di meja makan saja.
Namun aktivitas itu terhenti lantaran ia mendengar suaminya tengah memanggil namanya. Annisa dengan sigap langsung menghampiri sang suami dengan keadaan yang berantakan setelah kembali dari dapur apalagi keadaannya sekarang juga belum mandi dan bersiap siap.
Annisa sampai didepan suaminya yang tengah membawa sebuah map berwarna putih.
Reza :
"Sayang kamu lihat map..." kata kata Reza terhenti ketika dia melihat keadaan istrinya yang seperti habis berkelahi.
Hahahahaaaaaaa......
Tawa Reza seketika pecah melihat keadaan istrinya tersebut, bahkan dia sudah lupa dengan apa yang ingin ia katakan.
Annisa merasa heran mengapa tiba tiba sang suami malah tertawa bukannya tadi dia sedang ingin bertanya sesuatu.
Annisa :
"Apaan sih mas, kok malah ketawa??" Annisaa masih bertanya lantaran ia masih bingung namun juga ikut tersenyum melihat suaminya yang sedang tertawa lepas meskipun ia tidak tau apa yang suaminya tertawakan itu.
Reza masih tertawa lepas bahkan perutnya sampai sakit, ia merasa mendapat sebuah keceriaan di pagi hari, sebuah lelucon yang berasal dari istri polosnya itu.
Reza menarik nafas perlahan untuk menghentikan tertawanya dan mulai untuk berbicara.
Reza :
"Sayang, kamu habis datang dari medan perang ya??" tanya Reza dengan masih menunjukkan wajah yang penuh dengan senyuman itu.
Annisa :
"Maksudnya mas? Annisa barusan datang dari dapur, memangnya ada yang salah ya??" tanya Annisa yang masih bingung.
Reza :
"Sayang, kamu ngga lihat penampilan kamu sekarang udah kaya ibu ibu komplek habis jambakan" jawab Reza dan sekali lagi ia pun tertawa lepas dan tidak dapat menahannya.
Annisa lalu melihat keadaan dirinya sendiri dan menggapai kepalanya, merasakan jika sekarang keadaan rambutnya tidak seperti awal ia bangun tidur tadi. Akhirnya ia pun sadar mengapa suaminya menertawakan dirinya.
Hahahaaa...
Annisa pun ikut tertawa bersama sang suami hingga akhirnya mereka berhenti lantaran perut mereka sekarang sudah sakit akibat tertawa terus.
Setelah keadaan mulai tenang, Annisa kemudian menanyakan sesuatu kepada suaminya.
Annisa :
"Mas, Annisa jelek ya makanya sampai mas ketawain tadi" tanya Annisa kepada Reza yang juga sudah mulai berhenti tertawa dan sedang menatap ketika ia berbicara.
Reza tidak langsung menjawab pertanyaan Annisa, ia hanya terdiam sejenak sambil mengamati istrinya tersebut. Annisa pun kembali melanjutkan perkataannya.
Annisa :
"Tuh kan benar Annisa jelek makanya mas ketawain tadi" wajah Annisa yang mulai berubah menjadi muram lantaran sang suami sedari tadi tidak menjawab pertanyaannya.
Tanpa aba aba yang membuat Annisa terkejut.
Reza menarik Annisa kedalam pelukannya.
Reza :
__ADS_1
"Kamu adalah perempuan paling cantik yang pernah aku kenal tidak peduli bagaimana pun penampilan mu, kamu tetap menjadi perempuan tercantik dihidup ku. Aku tidak pernah mencintai kamu karena kecantikan, namun aku mencintai kamu karena hatimu yang begitu tulus. Aku menerima kamu apa adanya dan aku harap kamu juga mau menerima ku apa adanya. Mari kita saling melengkapi kekurangan masing masing sayang" jawab Reza panjang lebar sembari mengelus belakang kepala sang istri.
Wajah yang terlihat murung tadi seketika berubah menjadi bahagia dan tersenyum setelah mendengar ucapan suami tercintanya tersebut.
***
*Ditempat Lain.
Dian tengah bersiap untuk berangkat bekerja seperti biasa, ia tidak terlalu mengharapkan jika dia akan diterima bekerja di WORLD HOTEL karena dia sadar jika persaingan kerja disana begitu ketat dan sengit.
Dian menghampiri sang istri yang sudah terlebih dahulu duduk dimeja makan dan dapat terlihat jika menu sarapannya seperti biasa hanya roti, selai dan segelas kopi untuknya. Dian tau mengapa sarapannya hanya ini karena istrinya tidak terlalu bisa memasak dan ia pun mau tidak mau memakluminya.
Dian mendudukkan tubuhnya dikursi yang berada didepan istrinya dan mengoleskan selai pada roti yang tersedia tadi.
Istri :
"Sayang, aku hari ini akan keluar karena ada janji dengan temanku" kata sang istri yang seakan meminta ijin keluar kepada suaminya.
"Meskipun tidak aku ijinkan juga kamu bakal pergi, untuk apa drama meminta ijin segala" batin Dian ketika mendengarkan istri itu sedang meminta ijin kepadanya.
Istri :
"Kok kamu diam aja sih, kamu ngga ngeberi aku ijin buat keluar, gitu maksudnya?" tanya sang istri dengan nada yang mulai meninggi.
Dian :
"Aku sedang makan indah, kamu tidak melihat jika aku sedang mengunyah tadi, jadi bagaimana aku menjawab pertanyaan kamu" jawab Dian dengan tegas.
Istri Dian tersebut bernama Indah, mereka menikah setelah berpacaran dan saling mengenal ketika mereka berada di universitas yang sama.
Indah :
"Oh kirain kamu ngga bakal kasih aku ijin" jawab ketus indah kepada suaminya.
Dian :
"Sudahlah, aku mau berangkat kerja" jawab Dian dengan langsung pergi meninggalkan meja makan dan sang istri yang masih berada disana.
Indah tidak menjawab perkataan suaminya itu dan hanya menatap kepergiannya saja.
***
WORLD HOTEL
Reza telah sampai ditempat kerjanya dengan kedua sekertaris yang sedang membacakan jadwal apa saja yang akan dia kerjakan hari ini dan tidak lupa mereka memberitahukan jika hari ini mereka harus menghubungi salah satu orang yang akan mereka terima bekerja.
Reza :
"Apakah kalian sudah menentukan siapa yang akan kita pilih sebagai Manajer yang baru?" tanya Reza kepada kedua sekertarisnya itu.
Angela :
"Sudah pak, sesuai harapan bapak bahwa memang dia lah yang akan kami hubungi" jawab Angela yang seakan mengerti dengan isi pikiran atasannya itu.
Doni pun ikut menimbrung dalam percakapan mereka.
Doni :
"Saya mau bertanya, apakah bapak tidak merasa asing dengan lelaki itu kemarin, karena saya merasa pernah melihat dia sebelumnya" ucap Doni yang tatapan bertanya tanya.
Reza :
"Aku juga merasa begitu kemarin ketika melihat wajahnya namun aku tidak ingat pernah melihatmu dimana" jawab Reza dengan wajah yang masih memikirkan sesuatu.
Angela menyela pembicaraan mereka berdua.
Angela :
"Sudahlah, mungkin dengan berjalannya waktu kalian akan mengingat dia nanti jika memang kalian benar pernah bertemu dengannya" ucap Angela dan langsung dianggukkan oleh Reza dan Doni.
***
*Cafe
Indah terlihat memasuki sebuah cafe dan terlihat dia sedang memutar mutar kepalanya seperti mencari keberadaan seseorang.
"Disini"
__ADS_1
Ucap seorang perempuan dengan mengangkat tangannya kearah indah dan benar saja indah langsung menghampiri perempuan tersebut.
Indah mendudukkan tubuhnya dikursi yang berada didepan teman perempuannya tersebut, terlihat teman perempuannya itu sedang meminum kopi yang sudah ia pesan terlebih dahulu.
Indah :
"Ngga usah basa basi deh Lisa, Lo mau ngomongin apaan sih, jangan bikin gue penasaran" tanya indah dengan nada judes nya.
Lisa :
"Santai dong, ini juga gue mau cerita" jawab Lisa sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.
Lisa kembali melanjutkan..
"Lo masih ingatkan temen SMA kita dulu yang namanya Annisa??" ucap Lisa.
Indah hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan kata sedikitpun.
Lisa pun kembali melanjutkan ucapannya.
"Kemaren malam ketika gue lagi makan bareng sama temen sosialita gue, eh gue ngeliat pemandangan yang ngga biasa atau bisa dibilang pemandangan yang tidak pernah terjadi" ucap Lisa.
Indah semakin mendengarkan dengan seksama kisah yang sedang diceritakan temannya itu.
"Gue ngeliat Annisa makan bareng cowok" ucap Lisa yang kemudian menyodorkan handphonenya yang sedari tadi telah ia keluarkan.
Indah kemudian menyambut handphone tersebut dan nampak lah sebuah foto dimana Annisa sedang makan malam bersama seorang pria namun difoto tersebut hanya menampakkan wajah Annisa karena pria didalam foto tersebut sedang duduk membelakangi kamera.
Indah :
"Gimana gue tau cowok ini, muka nya aja ngga keliatan" kata indah seakan memberi kode kepada Lisa untuk memberitahukan dirinya siapakah gerangan pria didalam foto tersebut.
Lisa :
"Gue juga ngga tau itu cowok siapa. Tapi pas mereka selesai makan dan lewat dimeja gue, gue sempet tuh liatin wajah cowoknya, gila ganteng banget, suami Lo aja kalah sama dia. Apalagi pakaian yang dia pakai, sekali liat gue juga tau kalau itu pakaian rancangan desainer semua. Kayanya tuh cowok Annisa tajir" jawab Lisa dengan jujurnya tanpa melihat bagaimana pandangan indah kepadanya yang sudah mulai memelototinya.
"Uppsss..
Seketika Lisa langsung menutup mulutnya karena tidak sengaja membandingkan dirinya dan Annisa karena Lisa tau jika indah memang dari dulu selalu iri kepada Annisa dalam hal apapun.
Indah :
"Jadi cuman ini informasi yang mau Lo omongin, gue kira sesuatu yang penting" ucap indah yang langsung pergi meninggalkan Lisa seorang diri.
"Gue tau Lo pasti iri sama Annisa, gue tunggu drama lo selanjutnya apakah bisa sehebat dulu" gumam Lisa sambil kembali menyeruput minumannya.
*Ditempat lain
Indah keluar cafe dengan perasaan dongkol yang teramat sangat apalagi setelah mendengar penuturan dari temannya tersebut yang membandingkan suaminya dengan pria yang sedang bersama Annisa itu.
"Gue ngga akan biarin Lo bahagia Annisa, mari kita ulang masa SMA kita sebentar lagi, kamu tunggu saja" batin Indah dengan seringai licik yang terukir diwajahnya.
***
Dreeetttt...
Suara dering telpon.
"Halo"
"Halo, selamat siang. Apakah ini dengan Bapak Dian Saputra?"
"Iya saya sendiri"
"Kami dari pihak WORLD HOTEL ingin memberitahukan bahwa Bapak Dian Saputra telah dinyatakan lulus tahap seleksi dan diterima menjadi bagian dari WORLD HOTEL, diharapkan besok bapak bisa hadir untuk mengurus kelengkapan berkas dan tanda tangan kontrak kerja"
"Baik, saya akan hadir besok"
"Kalau begitu kami ucapkan selamat dan terima kasih"
Tutt.. Tutt..
*******
Jangan lupa tinggalkan jejak ya sesudah membaca 😁😁😁
Terima kasih🙏🙏
12 Maret 2020
__ADS_1