
Annisa masih terbengong menatap sebuah undangan yang baru saja ia terima, hingga sebuah sapaan membuyarkan lamunan dirinya.
Reza :
"Apa itu sayang?" tanya Reza
Annisa :
"Astaga mas, kamu ngagetin aku aja. Ini aku baru nerima undangan reuni SMA" jelas Annisa sambil menyodorkan undangan tersebut kepada suaminya.
Reza menerima undangan tersebut dan membacanya dengan teliti, ia juga membaca kapan dan dimana akan diselenggarakan acara tersebut.
Ia kaget karena acara tersebut akan dilaksanakan satu minggu lagi dari sekarang dan yang lebih mengagetkan adalah acara itu akan diselenggarakan di hotel milik Reza dan Dian sebagai penanggung jawab acara tersebut.
Reza :
"Sayang, acaranya bakal diadain dihotel mas" ucap Reza.
Annisa membulatkan matanya merasa tidak percaya.
Jujur sedari tadi ketika melihat undangan tersebut yang ada dipikirannya Annisa hanyalah cara agar dia bisa datang tanpa bertemu Dian maupun Indah karena semenjak kejadian kemarin, dia menjadi malas kalau harus berurusan lagi dengan mereka berdua yang tidak ada habisnya pikir Annisa.
Annisa langsung saja merebut undangan tersebut dari tangan suaminya dan membacanya dengan teliti.
Benar saja apa yang dikatakan suaminya barusan bahwa acara reuni tersebut akan diadakan seminggu lagi dan yang lebih parah adalah acaranya akan diadakan dihotel milik suaminya sendiri.
Berbagai macam persoalan memenuhi kepala Annisa, tidak ia pungkiri bahwa dirinya takut akan terjadi masalah di acara reuni nanti, dirinya tidak ingin membuat masalah dan mempermalukan suaminya sendiri akibat masa lalunya.
Annisa :
"Eemmm mas, Annisa ngga usah hadir deh di acara reuni nanti" ucap Annisa.
Reza mengerutkan keningnya.
Reza :
"Loh kenapa??" tanya Reza heran.
Annisa menggelengkan kepalanya.
Annisa :
"Ngga papa sih mas, Annisa males aja lagian kerjaan Annisa lagi banyak banyaknya takut ngga sempat" jawab Annisa sembari memberikan alasan kepada sang suami.
Reza :
"Yahhh padahal mas rencananya mau nemenin kamu hadir di acara itu" ucap Reza dengan wajah yang ia tekuk.
Annisa :
"Hahh mas mau nemenin aku?" tanya Annisa lagi untuk memperjelas pendengarannya.
Reza :
"Iya" jawab Reza santai.
"Mas Reza mau nemenin aku ke acara itu, yang ada tambah runyam masalahnya. Eh tapi bisa juga sih ide mas Reza, biar kelar masalah ku kalo ada mas Reza disana sekalian buat memperjelas semuanya"
Batin Annisa.
Annisa :
"Annisa pikirin dulu ya mas" jawab Annisa.
__ADS_1
***
Flashback on.
Indah sedang berjalan menuju ruang kerja suaminya sambil membawa nampan berisi segelas kopi untuk menemani sang suami bekerja, namun sebelum masuk Indah mendengar suaminya yang sedang berbicara sendiri.
Indah pun membuka perlahan pintu tersebut dan mengintip apa yang tengah dikerjakan sang suami dan dari kejauhan indah melihat beberapa puluh lembar amplop berukuran lumayan besar dengan desain yang bagus namun dia tidak tau apa itu hingga suara sang suami memberitahukan dirinya.
"Aku sebenarnya ingin mengundang Annisa untuk hadir di acara reuni ini biar bagaimanapun dia juga berhak untuk ini, tapi kalau sampai Annisa hadir dan bertemu indah urusannya akan kacau sama seperti kemarin.
Lagian Indah bilang dia akan ikut menemaniku untuk hadir di acara ini dan itu tidak akan berjalan lancar jika mereka berdua bertemu kembali.
Aarrhhggg... Aku putuskan untuk tidak mengundang Annisa saja agar tidak terjadi kekacauan nantinya"
Dian berbicara sendiri sedari tadi tanpa ia sadari jika indah mendengar semua apa yang ia bicarakan dan timbul lah rencana licik indah.
"Tidak akan aku biarkan Annisa tidak hadir di acara itu, karena disana akan aku buat Annisa malu sampai tidak akan berani lagi menampakkan wajahnya di dunia ini"
Batin indah dengan senyuman jahatnya.
Flashback off.
***
Reza tiba tiba mengendong Annisa ala bridal style yang membuat Annisa kaget seketika.
Annisa :
"Mas turunin, malu tau ngga kalo dilihat bibi nanti"
Reza :
"Ngga papa sayang lagian mas ngga mau lihat kamu capek gara gara jalan"
Annisa :
Reza :
"Baiklah ratu ku tersayang, raja mu yang tampan ini akan mengantarkan mu kedapur dengan selamat tanpa kurang suatu apapun"
Annisa pun seketika tertawa mendengar gaya bicara suaminya tersebut.
Reza menggendong Annisa dengan senyuman yang tak lepas dari wajahnya, setelah beberapa langkah mereka berdua telah sampai didapur dan Reza menurunkan Annisa dari gendongannya. Reza mendudukkan Annisa di meja makan bukan dikursi.
Annisa :
"Mas, kok aku malah ditaruh disini sih?" tanya Annisa heran.
Namun Reza tidak menjawab pertanyaan sang istri, yang ia lakukan adalah menarik tengkuk sang istri dan mencium bibirnya. Annisa dengan cepat mendorong tubuh Reza dan berhasil membuat ciuman keduanya menjadi lepas.
Annisa :
"Mas apa apaan sih, main cium aja ngga lihat tempat" keluh Annisa dengan mengerucutkan bibirnya kedepan.
Bukannya marah, Reza malah terkekeh melihat wajah menggemaskan sang istri dengan bentuk bibir seperti itu. Reza pun melangkahkan kakinya mendekati sang istri dan mencubit kedua pipinya yang begitu menggemaskan itu.
Reza :
"Aduh istriku sungguh menggemaskan, jadi pengen dekat dekat mulu" goda Reza.
Bukannya merasa kesakitan, Annisa malah tertawa ketika sang suami mencubit kedua pipinya. Mereka pun tertawa bersama dengan reza mendekatkan lagi tubuhnya kearah sang istri hingga tiada jarak diantara mereka dan memeluknya erat.
Reza :
__ADS_1
"I love you sayangku, istriku dan calon ibu dari anak anak ku nanti" Reza mengelus perut rata sang istri.
Annisa menangkup wajah Reza dengan kedua tangannya dan menghadapkan wajah itu kedepan wajahnya hingga mata mereka pun bertemu. Reza menghentikan tangannya yang menyentuh perut sang istri tadi.
Annisa :
"I love you too mas"
Annisa pun balik mencium bibir Reza dengan Reza yang juga membalas ciuman istrinya itu, ketika sedang asik berciuman Reza dan Annisa dikagetkan dengan suara deheman dari seseorang. Sontak saja Annisa langsung mendorong dada Reza, mereka berdua pun melihat kearah suara deheman tadi dan nampak dua orang kepercayaan Reza yaitu Doni dan Angela yang terlihat malu karena memergoki kegiatan bosnya tadi.
Reza pun menetralkan suasana sebelum membuka suara.
Reza :
"Ada perlu apa kalian kemari, bukankah sudah aku bilang hari ini aku cuti, apa tidak bisa besok saja untuk mengurus pekerjaan" ucap Reza dengan suara lantang membuat Annisa beserta Angela dan Doni menjadi kaget.
Pasalnya mereka merasa tadi bosnya sedang tidak dalam suasana marah, apalagi Annisa yang merasa suaminya tadi sedang dalam suasana gembira tapi mengapa malah jadi seperti ini, apa karena dia diganggu karena ciuman tadi yang tidak terselesaikan.
Doni :
"Tidak pak, kami kesini bukan membahas pekerjaan, kami cuma mau mengantarkan hasil foto bapak kemarin yang akan dijadikan sebagai cover majalah bulan ini" Ucap Doni menjelaskan.
Doni pun memberikan contoh majalah yang akan terbit awal bulan nanti dengan wajah Reza yang menjadi sampulnya, sekarang bukan cuman majalah bisnis yang meminta Reza menjadi covernya namun majalah fashion pun ikut juga meminta Reza menjadi partner bisnis mereka.
Reza pun menyambut majalah yang diberikan Doni dan melihat foto dirinya sendiri yang menghiasi sampul depan majalah tersebut, Annisa pun turun dari kursi dan ikutan melihat foto sang suami yang berada di majalah tersebut.
Annisa pun dibuat terkejut dengan pose sang suami disitu, ia membulatkan matanya tatkala melihat suaminya begitu gagah meski hanya menggunakan pakaian yang serba polos saja. Tidak dapat Annisa pungkiri jika aura ketampanan sang suami begitu terpancar pada gambar tersebut.
Annisa :
"Wah mas ganteng banget difoto ini" ucap Annisa yang tak lepas memandangi foto suaminya itu.
Reza pun mengerutkan keningnya dan menarik majalah tersebut dari tangan sang istri yang juga tadi ikut memeganginya.
Reza :
"Jadi kalo aslinya ngga ganteng gitu maksud kamu" jawab Reza dengan wajah yang ditekuk.
Annisa terkekeh dibuatnya.
Annisa :
"Ya engga lah mas, gimana pun mas itu tetap ganteng, ngga ada yang bisa ngalahin deh pokoknya" jawab Annisa diiringi senyuman yang menampakkan gigi putih rapinya itu dan memberikan kedua jempolnya kepada Reza sebagai tanda top markotop.
Doni dan Angela pun ikut tersenyum melihat tingkah laku istri bosnya itu yang selalu ceria menurut mereka.
*******
Semoga kalian selalu suka dengan novel author dan selalu setia menunggu kelanjutan ceritanya.
Maaf untuk beberapa waktu belakangan author terlambat update tapi kalau sempat dan ngga kebentur sama jam kerja, author bakal usahain deh buat update terus. Sekali lagi author minta maaf 🙏🙏🙏 jangan kecewa ya 😁😁😁
Terus dukung author ya dengan selalu memberikan vote dan like yang banyak jangan malah berkurang like nya 😁😁
Komen sebanyak banyaknya ya, kalian bisa selalu dukung author lewat komen itu dan author paling suka baca komentar kalian semua 😘😘😘
Terima kasih.
Happy Reading ❤️❤️❤️
13 April 2020.
__ADS_1