Jodoh Warisan

Jodoh Warisan
MENGHABISKAN WAKTU BERSAMAMU


__ADS_3

Seakan waktu telah berhenti namun tidak dengan air mata kebahagiaan mereka berdua yang mengalir dengan mudahnya seakan menggambarkan kebahagian yang tengah menyelimuti sepasang suami istri yang telah saling merindukan sekian lama. Yah meskipun kenyataannya hanya beberapa minggu namun tidak dapat dipungkiri kalau rindu mereka saat ini sudah tidak dapat dipendam lagi.


Kecupan demi kecupan diberikan Reza kepada kening sang istri, Annisa yang menerima ciuman suaminya itu hanya bisa pasrah dan memejamkan mata untuk menikmatinya. Hingga tanpa sadar Reza lupa untuk memanggil dokter untuk memeriksa keadaan istrinya yang baru sadar itu karena saking antusiasnya hingga apapun yang yang ada dipikirannya sekarang hanyalah ingin bersama dan melihat istrinya saja.


Tidak menunggu lama, dokter Bobby bersama perawat Intan pun masuk keruang rawat Annisa setelah Reza menekan bel kecil yang ada diruangan tersebut.


Dokter Bobby memeriksa beberapa detail keadaan Annisa setelah dirasa cukup, dokter Bobby pun juga berkata bahwa alat bantu pernafasan untuk Annisa dapat dilepas sekarang yang perlu dilakukan hanyalah menunggu keadaan Annisa sedikit kuat karena badannya sekarang sangatlah lemah.


Setelah ini dokter Bobby juga berpesan untuk Reza bisa membuat Annisa makan makanan bernutrisi banyak karena tubuh Annisa tidak dapat hanya mengandalkan cairan infus saja. Memang selama koma hanya cairan infus saja yang dapat mereka andalkan namun lain halnya setelah Annisa sudah sadar.


Setelah meninggalkan pesan kepada Reza, dokter Bobby dan Intan pun pergi berlalu meninggalkan ruangannya.


Reza :


"Sayang, kamu udah ngga papa kan? masih ada yang sakit ngga, biar aku panggilin dokter Bobby lagi" tanya Reza dengan begitu cepatnya.


Annisa hanya menggelengkan kepalanya dan memanggil suaminya itu.


Annisa :


"Mass?" panggil Annisa begitu pelan kepada Reza suaminya yang sekarang berada disampingnya.


Reza :


"Iya sayang, ada yang kamu perlukan?" tanya Reza dan mendapat anggukan dari sang istrinya.


Annisa :


"Mas aku mau ganti baju, aku ngga suka pakai baju rumah sakit" keluh Annisa.


Reza :


"Tapi mas ngga bawa baju ganti buat kamu. Yaudah mas keluar sebentar ya buat beli baju kamu sekalian sama beli makanan" Annisa hanya mengangguk mendengarkan suaminya berbicara.


Dengan berat hati Reza meninggalkan istrinya padahal ia hanya pergi untuk membeli barang saja. Annisa sadar dengan tatapan suaminya itu yang terlihat tidak rela untuk berpisah barang sebentar saja. Namun Annisa tidak ingin menghentikan suaminya, Annisa merasa jika Reza juga pasti lelah terus berada dirumah sakit, setidaknya dengan alasan menyuruhnya pergi berbelanja sebentar dapat membuatnya menghirup udara segar. Kira kira begitulah pemikiran Annisa yang merasa bersalah telah mengurung suaminya sendirian didalam rumah sakit yang begitu membosankan ini.


Lain halnya dengan Reza, ia sangat tidak ingin meninggalkan Annisa saat ini dan sekarang yang dilakukannya bukanlah pergi keluar untuk berbelanja namun malah mendekati ranjang Annisa lagi.


Reza :


"Mas suruh Doni saja ya yang beliin itu semua, mas ngga mau berpisah dengan kamu lagi sayang" ucap Reza yang sedari tadi kata kata itulah yang terpendam didalam hatinya.


Annisa :


"Mas, Aku mau kamu yang beliin. ya???" rengek Annisa yang tetap pada kehendaknya.


Reza :


"Baiklah" sahut Reza dengan tidak bersemangatnya.


Wajah Reza seketika ia tekuk dan berjalan dengan begitu malasnya meninggalkan sang istri.


"Mas kamu lucu deh cemberut gitu" batin Annisa melihat tingkah lucu kepada suaminya yang pergi dengan wajah yang ia tekuk.


Tidak seberapa lama Reza telah kembali dengan membawa beberapa kantong plastik dan paper bag yang berisi baju dan makanan untuk istri tercintanya itu.

__ADS_1


Reza berjalan kearah Annisa dengan beberapa barang belanjaan itu, Annisa yang melihat kedatangan suaminya langsung berusaha untuk bangun dari posisi rebahannya tadi.


Reza :


"Sayang, sini mas bantu" ucap Reza seraya membantu posisi sang istri untuk duduk bersandar dikepala ranjang bertumpu bantal dibelakang tubuhnya.


Annisa :


"Mas, aku mau makan" pinta Annisa.


Reza :


"Ngga ganti baju dulu sayang, kan tadi pengen cepat cepat ganti baju katanya" tanya Reza.


Annisa menggelengkan kepalanya.


Annisa :


"Engga mas, Annisa makan dulu baru habis itu ganti baju" jawab Annisa.


Reza hanya menuruti saja perkataan istrinya, ia menyuapi istrinya itu perlahan dengan makanan yang ia beli tadi yaitu bubur. Reza tau jika makanan dirumah sakit pasti tidak seenak makanan diluaran sana, karena rasa makanan untuk pasien terbilang cenderung hambar kalaupun ada rasanya tapi tidak akan senyaman makanan diluaran.


Reza juga tidak sembarangan membeli makanan untuk istrinya itu, ia langsung menyuruh chef terkenal dihotel mewahnya untuk membuatkan bubur bergizi yang akan diberikan kepada istrinya itu.


Sedangkan ia keluar hanya untuk membeli buah buahan dan beberapa baju untuk sang istri.


Reza dengan telaten dan sabar menyuapi sang istri hingga pada suapan terakhir dia berhasil membuat istrinya itu menghabiskan semua makanannya. Lain halnya dengan Annisa, dia berusaha menghabiskan semua makanan yang telah dibeli suaminya agar suaminya tidak akan khawatir lagi terhadap kesehatannya, ia tidak mau lagi membuat sang suami tercintanya kesusahan karena dirinya.


Annisa :


Reza :


"Sayang infusnya jangan dicabut, tubuh kamu masih lemah dan perlu tambahan nutrisi" bujuk Reza kepada istrinya itu.


Annisa menggelengkan kepalanya lagi pertanda jika ia tidak mau menuruti perkataan suaminya.


Reza :


"Tapi kamu harus janji, kalau infusnya dilepas kamu harus makan lebih banyak dari biasanya" Reza memberi syarat kepada istrinya itu.


Annisa :


"Tapi mas nanti Annisa malah gendut kalo kebanyakan makan" sahut Annisa.


Reza :


"Mas ngga peduli biarpun kamu gendut atau apapun itu. Mas tetap akan mencintai kamu dan menyayangi kami selamanya" rayu Reza.


Annisa :


"Udah pinter gombal kamu ya mas, kapan belajarnya?" canda Annisa.


Reza :


"Iya, selama kamu koma mas belajar banyak gombalan dan kata kata romantis biar pas kamu siuman mas bisa membuat kamu terharu" jawab Reza polos dengan penuh kejujuran.

__ADS_1


Annisa hanya terkekeh dan tertawa kecil mendengarkan ucapan suaminya itu.


Annisa :


"Kan kamu udah buat ku terharu mas" jawab Annisa yang melihat wajah suaminya itu sangat lucu dengan ekspresi cemberut seperti itu.


Reza :


"Apanya yang terharu, pas kamu bangun yang mas lakuin cuman berdiri terpaku dan mencium kening kamu aja, semua hafalan mas ngga ada gunanya sama sekali" tutur Reza lagi dengan wajah yang masih ia tekuk karena kesal.


Annisa :


"Ya udah, gimana kalo Annisa tutup mata lagi mas, kita ulang pada saat pertama Annisa siuman habis itu mas rayu Annisa" Annisa memberi tawaran kepada suaminya itu agar ia tidak lagi cemberut.


Reza :


"Ngga ah, udah basi" jawab Reza.


Annisa lagi lagi tertawa oleh tingkah konyol dari lucu suaminya itu.


Annisa :


"Mas bantuin Annisa ganti baju dong" pintanya kepada sang suami.


Reza pun bangkit dari tempat duduknya untuk membantu sang istri mengganti pakaiannya dengan baju kaos yang ia beli tadi. Perlahan dan telaten Reza membantu sang istri hingga baju khusus pasien untuk Annisa sudah tergantikan dengan baju kaos berwarna putih lengan pendek yang Reza beli.


Setelah selesai membantu sang istri mengganti pakaiannya, Reza membangkitkan dirinya yang ingin meletakkan baju kotor tersebut ketempatnya namun panggilan sang istri mengehentikan langkahnya.


Annisa :


"Mas, mendekat sebentar" pinta Annisa.


Reza pun mendekatkan tubuhnya menghadap sang istri yang kembali berbaring setelah selesai mengganti pakaiannya.


Annisa :


"Lebih dekat mas"pinta Annisa lagi.


Reza pun menundukkan badannya dan sekarang wajahnya perlahan mendekat kewajah sang istri dan . . .



Annisa memegang wajah suaminya dengan kedua tangannya, mendaratkan bibirnya ke bibir sang suami. Ciuman yang begitu dia rindukan, ciuman yang begitu manis ia rasa. Annisa masih saja mencium bibir suaminya, Reza yang mendapat serangan dadakan lantas memilih diam dan menikmati ciuman istrinya itu sambil mulai memejamkan matanya. Reza tidak ingin ******* bibir istrinya itu karena ia tau istrinya sekarang keadaannya masih sangat lemah.


*******


Maaf baru bisa update sekarang.


Maaf jika banyak terjadi kesalahan selama penulisan.


Terima kasih untuk teman teman semua yang selama ini masih setia menunggu dan mendukung author. Makasih banyak 😘😘😘


Semoga kalian suka ya sama kelanjutannya.


04 Maret 2020

__ADS_1


__ADS_2