Jodoh Warisan

Jodoh Warisan
DIAN & INDAH PART 2


__ADS_3

Setelah dirinya berhasil kabur dari cengkeraman kedua orangtuanya, indah pun langsung melajukan mobilnya menuju cafe miliknya karena sekarang aktifitas bukan lagi berhura-hura dan berfoya-foya bersama teman-temannya seperti dulu karena ia menyadari sekarang kalau semua yang ia lakukan dulu tidak ada gunanya sama sekali dan bahkan hanya membuat dirinya semakin tidak mengerti makna nikmat dan bersyukur.


Jam delapan pagi dirinya berangkat karena jam 9 nanti cafenya akan buka, selama dalam perjalanan yang pikirkan indah adalah kejadian semalam dimana dirinya seperti diberi sebuah kesempatan hingga dapat bertemu dengan mantan suaminya itu.


Ponsel indah bergetar namun tidak menerima pesan ataupun panggilan, ia pun membuka ponsel tersebut dan dapat melihat sebuah memo pengingat. Pengingat yakni di hari ini ialah hari ulang tahun Dian, oh astaga indah bahkan sampai lupa jika hari ini adalah hari ulang tahun orang yang ia cintai.


Lalu, meskipun indah mengetahuinya juga untuk apa ??


Lagi pula dia sekarang tidak dapat merayakan atau bahkan memberikan kejutan kepada Dian, ingin sekali dia menemui mantan suaminya itu dan memberi ucapan selamat serta menemani sang mantan suami menghabiskan hari ini dengan berbagai macam canda dan tawa. Hanya mereka berdua, begitu khayalan indah.


Tidak terasa karena kebanyakan mengkhayal, mobil yang indah kendarai pun telah sampai ke tempat tujuan awalnya tadi yakni cafe. Keluar dari mobil dan melangkahkan kakinya memasuki cafe miliknya, ia pun disambut oleh para pegawai yang terlihat tengah sibuk mengelap dan membersihkan segala macam yang ada didalam cafe miliknya.


" Permisi bu, hari ini cafe kita mendapat bookingan dari jam 7 malam untuk perayaan pesta ulang tahun " tutur salah satu pegawainya menjelaskan.


Ulang tahun ?? Kembali mengingatkan nya kepada Dian.


Bahkan tidak hanya mantan suaminya saja yang berulang tahun hari ini, bahkan seseorang pun sedang mempersiapkan acara perayaan ulang tahun untuk dirinya nanti malam.


Ah indah merasa malu untuk dirinya sendiri yang bahkan tidak menyiapkan apapun untuk Dian bahkan barang kado saja ia tidak menyiapkannya.


* * *


Ditempat Lain..


Mungkin untuk kebanyakan orang hari ulang tahunnya adalah hari yang sangat spesial, hari dimana dirinya dilahirkan ke dunia ini dan mulai menjalani hidupnya. Apalagi jika orang tersebut sudah memiliki kekasih atau bahkan pasangan dalam rumah tangga, tentu lah hari ulang tahun akan sangat berkesan untuk mereka.


Namun bukan hal nya untuk Dian. Meskipun hari ini ia sedang berulang tahun namun tidak ada sesuatu yang spesial dihari lahirnya ini, tidak ada seseorang yang membangunkannya ditengah malam untuk menjadi orang pertama yang memberi ucapan maupun sebuah kejutan.


Ah ternyata Dian juga merindukan kenangan itu, momen sederhana namun sangat berkesan untuk dirinya.


Hari ini Dian memulai pekerjaannya seperti biasa, seperti hari-hari lainnya tanpa perlu terlalu memikirkan perihal ulang tahunnya, hanya saja hari ini Dian sudah membooking sebuah cafe untuk dia bersama teman-teman kantornya sebagai bentuk traktiran setahun sekali untuk dirinya yang sedang merayakan ulang tahun.


Dian juga berencana untuk mengundang atasannya Reza dan istrinya Annisa yang selaku teman sekolahnya dulu. Ia ingin membangun kembali pertemanan diantara mereka yang sempat diterpa masalah kemarin hingga membuat sebuah jarak diantaranya.


Dian berjalan menuju ruangan atasannya untuk bermaksud mengundang sang atasan, siapa tau Reza mau berkenan hadir di acara kecilnya nanti malam.


Setelah memberi ketukan Dian kemudian membuka pintu ruangan tersebut dan berjalan memasukinya. Terlihat Reza seperti sedang sibuk dengan beberapa pekerjaannya.


" Permisi pak, saya kesini bermaksud mengundang bapak dan istri untuk hadir di acara ulang tahun saya jam 7 nanti malam di cafe XX, hanya acara makan-makan saja pak. Saya harap bapak dan istri berkenan untuk hadir " ucap Dian.


Reza pun mengangkat kepalanya untuk menatap ke arah Dian. " Baiklah akan saya usahakan. Terima kasih atas undangannya " sahut Reza.


" Iya pak sama-sama, kalau begitu saya permisi " ucap Dian dan pergi berlalu meninggalkan ruangan atasannya itu.


sepeninggal Dian dari ruangannya Reza kembali mengingat nama cafe tempat akan dilangsungkan acara ulang tahun Dian nanti malam.


" Ternyata mereka memang berjodoh " Reza tersenyum tatkala membayangkan apa yang akan terjadi nanti malam.


* * *


Malam hari...

__ADS_1


Dian bersama semua rekan kerjanya pergi menuju tempat yang sudah mereka pesan untuk makan-makan bersama sekaligus saling bercengkrama dalam suasana santai sambil melepas penat usai bekerja.


Setelah melalui perjalanan yang tidak seberapa lama itu mereka akhirnya tiba ditempat tujuan acara makan-makan mereka. Sebenarnya mengapa cafe ini yang Dian pilih karena menurut saran dari temannya ialah cafe tersebut sedang lagi booming-boomingnya dan makanan yang disana pun tidak kalah enak dengan ditempat lain jadi tidak ada salahnya menurut Dian untuk mencoba merayakan pesta ulang tahunnya disana.


Setelah memarkirkan kendaraan, mereka semua berjalan berbarengan menuju pintu masuk cafe dan suasana pesta ulang sudah dapat mereka rasakan meski tubuh mereka belum memasuki cafe tersebut.


Dian berjalan di paling belakang teman-temannya karena ia ingin seperti mempersilahkan tamu terlebih dahulu dan dapat ia lihat jika temannya yang sudah masuk lebih dulu telah disapa oleh beberapa pelayan yang berdiri sejajar didekat pintu masuk. Hingga tiba giliran ketika Dian yang menjejakkan kakinya di pintu masuk, ia dibuat begitu terkejut dengan seseorang yang juga ikut menyapa kedatangannya.


Ya orang itu ialah Indah. Mantan istrinya.


Bukan hanya Dian, Indah juga dibuat terkejut karena tamu yang hadir di cafenya ialah suaminya sendiri, ah lebih tepatnya mantan suami. Indah sering kali lupa jika sekarang dirinya bukan lagi berstatus sebagai istri dari Dian.


Indah memaksakan senyumnya atau lebih tepatnya ia merasa canggung dengan situasi seperti ini apalagi sekarang bahkan Dian juga tengah menatapnya terus, pandangan mereka masih bertemu dalam satu hari lurus. Hingga seseorang yang membuat mereka harus melepaskan pandangan itu.


" Bapak Dian, ayo pak kita masuk " salah satu bawahan Dian menegurnya untuk membawa dirinya masuk kedalam cafe itu.


Dian pun mengangguk dan berjalan melewati indah yang terlihat menundukkan pandangannya seperti tidak ingin melihat kearah Dian.


* * *


Di dapur cafe indah terlihat bingung ingin pulang saja atau membantu para pegawainya untuk melayani para tamu yang barusan datang termasuk Dian.


Sebenarnya ingin sekali dia pergi saja dari sini dari pada harus mempermalukan dirinya sendiri namun ia pun tidak mengelak jika sekarang dia sangat merindukan sosok Dian dan ini mungkin adalah satu-satunya kesempatan yang diberikan Tuhan kepada dirinya untuk memperbaiki hubungannya dan Dian. Siapa tau Dian juga masih mengharapkan dirinya untuk kembali.


Indah mulai berangan-angan sendiri.


Acara pesta ulang tahun pun dimulai ketika mereka mengeluarkan sebuah kue yang juga beserta lilin disana. Namun ketika hendak bernyanyi, mereka semua dikejutkan dengan kedatangan Reza dan beserta istrinya yang tak lain adalah Annisa.


Kemudian Dian beralih untuk menjabat tangan Annisa, namun Annisa tidak langsung menjabat tangan Dian dirinya terlebih dahulu melihat kearah sang suami, setelah dirasa Annisa kalau sang suami memperbolehkan barulah dirinya menyambut uluran tangan dari Dian sembari tersenyum.


Acara kemudian dilanjutkan dengan mereka yang semua berdiri untuk menyanyikan lagu ulang tahun untuk Dian. Tidak terkecuali Reza dan Annisa juga ikut bernyanyi juga bersama para pegawainya yang hadir disana.


" Sayang, apa kamu masih ingat kalau mas kemarin pernah bilang bahwa Dian dan indah sudah bercerai dan tidak pernah bertemu atau berkomunikasi lagi semenjak beberapa bulan ini " Ucap Reza, dirinya mengajak sang istri berbicara sembari tangannya yang juga ikut bertepuk mengiringi lagu yang dinyanyikan.


" Iya mas, Annisa masih ingat kok. Memangnya ada apa, kok mas tiba-tiba jadi ngebahas itu sih " sahut Annisa heran.


Reza menoleh kearah sang istri sebentar yang terlihat tengah menatap dirinya dengan pandangan bingung. " Sepertinya mereka hari ini akan ditakdirkan untuk bertemu " Reza kembali mengarahkan pandangan kearah depan.


" Loh kok bisa, emang Dian ngundang indah kesini nanti " tanya Annisa.


Reza menggeleng " Tidak. Karena cafe ini milik indah " sahut Reza.


" Beneran mas, kok bisa sih mereka sampai ditaksir bertemu secara kebetulan begini. Tapi kok annisa dari tadi ngga ada ngeliat indah sih mas " tanya Annisa.


" Itu " Reza mengarahkan sang istri menggunakan matanya hingga membuat Annisa mengikuti arah tatapan sang suami dan betul saja jika indah memang ada disana, dirinya terlihat sedang berdiri seorang diri. Mulutnya juga bergerak seperti ikut menyanyikan lagu ulang tahun untuk suaminya Dian.


Annisa jadi terharu melihat pemandangan seperti ini, namun dirinya juga ikut sedih akan masalah yang sedang menimpa rumah tangga Dian dan Indah.


Setelah selesai acara tiup lilin kemudian dilanjutkan dengan pemotongan kue namun ketika potongan kue pertama sudah ada ditangan Dian, dirinya bingung untuk memberikan potongan kue tersebut kepada siapa sedangkan ditempat ini tidak ada seseorang yang spesial menurut dirinya.


Reza pun yang seakan mengerti dengan kebingungan yang sedang Dian hadapi lantas membantu. " Baiklah, kita langsung makan saja bagaimana, saya kebetulan sedang lapar sekali sekarang " ucap Reza kepada para bawahannya yang hadir.

__ADS_1


Mau tidak mau mereka semua mengiyakan ucapan Reza selaku atasan tertinggi mereka dan dengan wajah yang sepertinya dipaksakan senyum mereka semua mengangguk dan menyetujui usul Reza.


Dian pun memberikan ucapan terima kasih kepada Reza lewat tatapan dan senyumannya yang hanya dibalas tatapan juga oleh Reza.


Kemudian para pelayan keluar dari tempatnya dan menyajikan berbagai macam makanan dengan menu yang beragam, tidak terlupa juga indah ikut menyajikan makanan tersebut diatas meja. Indah sengaja memposisikan dirinya dekat dengan Dian karena dirinya ingin mengulang momen ketika mereka sering makan bersama dulu yaitu ketika indah yang menyiapkan makanan untuk suaminya tersebut.


Aku sangat rindu kala kita makan bersama dan aku sebagai istrimu yang menyiapkan semuanya untukmu.


Indah mengambilkan beberapa makanan untuk Dian dan menyodorkan piring yang berisi penuh dengan berbagai macam makanan. " Ini khusus untuk tuan yang hari ini sedang berulang tahun, semoga anda menyukainya dan selamat menikmati " ucap indah sembari tersenyum ikhlas.


Indah lantas membawa pergi dirinya secepat mungkin dari sana, ia tidak bisa berlama-lama disana karena hanya akan membuat perasaannya semakin tidak karuan. Ingin sekali rasanya indah mengucapkan selamat ulang tahun kepada Dian namun niat itu ia urungkan lantaran kondisinya saat ini sedang tidak memungkinkan.


Selepas kepergian indah, Dian hanya menatap makanan yang sempat indah sajikan kepada dirinya dan ia pun ada mendengar beberapa orang sedang berbicara.


" Sepertinya aku pernah melihat perempuan itu tapi dimana ya, apa jangan-jangan dia juga bekerja ditempat kita soalnya wajahnya sangat tidak asing " seorang laki-laki yang merupakan bawahan Dian itu tiba-tiba berbicara.


Salah satu temannya pun ikut menimbrung dalam pembicaraan itu. " Iya benar, aku juga sepertinya kenal dengan perempuan tadi cuman tidak ingat dimana pernah bertemu ".


Reza dan Annisa pun saling lirik dan merasa posisi Dian terancam kembali hingga Reza pun kembali mengeluarkan suaranya. " Ayo cepat dimakan mumpung makanannya masih panas " ucap Reza. Kemudian para pembicara tadi langsung saja menutup mulut mereka dengan makanan yang tersedia diatas meja dihadapan mereka.


Selama jamuan makan, mereka semua terlihat gembira dan saling melemparkan candaan hingga membuat suasana semakin meriah akan tawa yang menggelegar. Tidak terasa jam menunjukkan waktu yang ingin menginjak tengah malam hingga satu per satu mereka ijin untuk undur diri dan pulang, sebelum pulang mereka tidak lupa akan mengucapkan selamat ulang tahun dan memberi hadiah kecil kepada Dian.


Sekarang tinggal lah mereka bertiga yaitu Dian, Reza dan Annisa. Reza kemudian mendekati Dian " Selesaikanlah urusan kalian, karena mungkin hanya ini kesempatan untuk kalian bisa bertemu, sebelum semuanya terlambat, aku harap kamu dapat mengambil keputusan yang bijak. Karena aku tau kamu bukan laki-laki yang bodoh " Reza tersenyum ketika kata bodoh itu ia ucapkan.


Kemudian Reza dan Annisa pun pamit untuk pulang tidak lupa juga mereka memberikan sebuah kado untuk Dian.


Setelah kepergian atasannya tadi, tanpa pikir panjang Dian langsung saja mencari keberadaan indah, ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini dan membuat dirinya menyesal di kemudian hari. Sudah cukup rasanya selama beberapa bulan ini dirinya meratapi akan nasib rumah tangganya dulu.


Dian bertanya kepada salah seorang pelayan untuk mencari tahu dimana keberadaan indah hingga jawaban dan arah ruangan indah pun Dian dapatkan, kakinya melangkah dengan pasti dan penuh harap.


Dan sekarang Dian tengah berada didepan pintu masuk ruangan indah, dirinya masih mengumpulkan banyak keberanian untuk membuka pintu tersebut hingga tanpa perlu berlama-lama lagi pintu itu ia buka dan dorong. Terlihat indah menatap kearah dirinya yang masuk begitu saja dan menutup kembali pintu itu.


Indah yang masih diselimuti rasa terkejut akan kedatangan Dian pun lantas berdiri dari tempat duduknya dan berjalan perlahan kearah Dian yang juga ia lihat sedang berjalan kearah dirinya.


" Apa yang kamu... " ucapan indah terpotong lantaran Dian membuat dirinya terkejut karena secara tiba-tiba berlari kearahnya dan memeluknya.


Ahh hangat sekali, rasanya begitu lama indah tidak merasakan pelukan seperti ini.


Setelah keterkejutan tadi hilang, indah pun berusaha untuk melepaskan pelukan diantara mereka. Namun usahanya tidak membuahkan hasil karena Dian malah semakin memeluk dirinya erat.


" Sebentar saja, biarkan seperti ini " ucap Dian lirih.


Bagaikan sebuah sihir, kata-kata Dian tadi mampu meluluhkan hati indah dan membuat indah menurut akan keinginannya.


* * * * * * *


Menurut kalian akan lebih baik indah dan Dian seperti apa ???


Jangan lupa berikan vote, like dan komentar nya ya 😁😘😘😘😘


Terima kasih dan selamat membaca.

__ADS_1


__ADS_2