
Wajah terkejut indah tidak dapat disembunyikan lagi setelah mendengar langsung dari mulut Reza bahwa dia telah memiliki istri apalagi sekarang istrinya tengah hamil muda. Sungguh indah memang benar benar melupakan kalau Reza Pratama atasan dari suaminya itu telah memiliki istri padahal dia pernah sekali memergoki Reza bersama istrinya namun indah tidak dapat melihat wajah istri Reza pada saat itu.
Entah apa yang dipikirkan indah saat ini, namun bayangan Annisa malah muncul dipikirannya seakan memutar memori yang telah lalu tentang Annisa yang sudah menikah, indah ingat ketika setelah sekian lama dirinya tidak bertemu Annisa dan mereka kembali dipertemukan pertama kalau dihotel milik Reza.
Saat itu indah dan Dian sedang berada dihotel itu juga dan bertemu Annisa, disitu Annisa memperkenalkan suaminya kepada mereka dan bahkan mereka berdua terang terangan melakukan ciuman dihadapan indah dan Reza.
Namun karena indah merasa kesal pada saat itu makanya dia tidak terlalu memperhatikan wajah suami Annisa yang diperkenalkan, namun indah merasa jika wajah suami Annisa saat itu mirip sekali dengan Reza Pratama yang begitu ia sukai ini.
"Aaarrggghhhh.... tidak mungkin, mana mungkin suaminya Annisa adalah Reza, mungkin wajah mereka saja yang agak mirip. Sangat tidak mungkin, sampai kiamat sekalipun Annisa tidak mungkin mempunyai suami seperti Reza. Karena sedikitpun Annisa tidak memiliki kelayakan untuk menjadi istri seorang Reza Pratama"
Batin indah.
Indah masih dipenuhi dengan pemikiran tentang Annisa dan Reza sampai sampai dirinya tidak sadar jika Reza sudah beberapa langkah meninggalkannya hingga indah pun berlari kecil menyusul Reza.
Indah :
"Pak Reza sudah mau pergi?"
Bukannya jawaban yang indah dapat namun hanya tatapan saja. Ya, ketika mendengar indah bertanya kepadanya, Reza hanya membalikkan badannya dan menatap kearah indah sebentar lalu tanpa kata kata Reza kembali meneruskan langkahnya untuk segera keluar dari cafe tersebut.
Indah mendengus kesal melihat Reza meninggalkannya dan hanya bisa menatap punggung Reza saja. Indah pun kembali ketempat duduknya semula untuk menemui teman teman sosialitanya tadi.
Teman 1 :
"Gimana berhasil ngga??" tanya teman indah yang sedari awal melihat tindakan indah untuk mendekati seorang pengusaha terkenal dikota dan negaranya itu.
Indah hanya mendengus kesal tanpa menjawab pertanyaan dari temannya itu.
Teman 2 :
"Udah gue bilang, ngga bakal mudah buat ngerayu pengusaha yang terkenal kaya dia, bahkan yang pernah gue dengar ni model sama artis aja dia tolak semua" tutur salah satu teman indah.
Indah :
"Masa iya, berarti hebat dong itu istrinya bisa menaklukan dia"
Semua teman indah terkejut dengan ekspresi wajah yang tidak dapat diartikan lagi.
Teman 1 :
"Apaan lo, kata siapa Reza Pratama udah punya istri, lo jangan ngawur deh"
Indah memutar bola matanya..
Indah :
"Gue ngga bohong. Waktu itu gue berkunjung kekantor suami gue dan kami berdua niatnya mau berterimakasih sama itu orang, pas kami keruangannya eh ngga tau nya dia lagi ciuman sama istrinya" jelas indah.
Indah menjelaskan kejadian itu secara rinci tanpa meninggalkan sedikitpun, bahkan dia juga bercerita kalau dia merasa agak mengenal sosok istri sang Reza Pratama itu namun ketika mencoba lagi untuk mengingat sosok istri seorang Reza yang terlintas dibenak indah adalah Annisa dan hanya Annisa.
Entah apakah yang membuat dirinya jadi memikirkan Annisa, mungkin dia sudah tidak sabar ingin mempermalukan Annisa nanti di acara reuni sekolah suaminya.
Setelah mendengar cerita dari indah, semua teman sosialitanya pun kaget karena mereka sedikitpun tidak pernah mendengar kabar atau bahkan berita tentang pernikahan Reza.
Teman 2 :
"Ahh tapi ngga papa, selama ada kesempatan bisa aja sih kalo lo mau ngerebut itu Reza dari istrinya. Baru juga hamil muda, orang yang udah punya anak satu dua aja masih bisa" salah seorang teman indah memberi motivasi kepada indah.
Indah tersenyum mendengar ucapan salah satu temannya itu seakan dirinya telah mendapatkan sebuah dukungan dan kekuatan.
***
Kantor Dinas Pariwisata.
Reza telah memarkirkan mobilnya dihalaman kantor tempat istrinya bekerja, setelah masuk dan bertanya kepada bagian resepsionis kemudian Reza kembali melangkahkan kakinya menuju lantai ruangan istrinya itu.
Sepanjang perjalanan Reza dari awal masuk gedung tersebut, seluruh pandangan mata baik wanita bahkan pria sekalipun tak lepas dari dirinya. Kalau dalam pandangan perempuan adalah Reza sosok yang begitu sangat sempurna menjadi idaman para perempuan, lain hal dalam pandangan pria ialah pancaran kharisma dan wibawanya yang mengiringi setiap langkahnya.
Reza telah menginjakkan kakinya dilantai tempat istrinya berada, matanya menelusuri semua yang berada didalamnya hingga sorot matanya terpaku pada seorang wanita yang dilihatnya tengah serius dengan komputer didepannya. Untunglah keadaan saat ini sepi dari para pekerja, entah kemanakah mereka yang bekerja dilantai yang sama dengan istrinya itu.
Annisa dikejutkan dengan tepukan pundaknya, hingga ia pun menolehkan kepalanya kebelakang.
Annisa :
"Mass, kamu udah nyampe, kok ngga bilang sih biar aku aja yang nyamperin kamu didepan ngga perlu repot repot keatas" tutur Annisa.
Reza :
"Kenapa, kamu takut ada yang tau kalau mas suami kamu" jawab Reza.
Annisa tersenyum mendapati raut wajah suaminya yang terlihat lucu.
__ADS_1
Annisa :
"Iya aku takut ada yang tau kalau kamu suami aku mas"
Reza :
"Kenapa?"
Reza menatap wajah sang istri dengan heran. Annisa pun mengerti maksud dari tatapan sang suami.
Annisa :
"Karena aku takut mereka bakal ngambil kamu, soalnya kan suami aku ini ngga cuman tampan tapi juga kaya" goda Annisa.
Cup..
Annisa mengecup bibir Reza sebentar.
Annisa :
"Makasih sayang, udah ngabulin permintaan aku" senyum Annisa.
Reza pun mengelus kepala Annisa dengan sayangnya dan membawa sang istri kedalam pelukannya. Tidak sia sia perjuangannya untuk membelikan semua permintaan sang istri meskipun harus meninggalkan rapat sekalipun, setelah melihat wajah bahagia dan senyuman cerah dari sang istri yang membuatnya juga ikut merasakan kebahagiaan itu.
***
Beberapa hari kemudian.
Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat hingga hari yang sangat Annisa hindari sudah berada didepan mata, ingin rasanya hari itu ia lewati begitu saja tanpa harus menjalaninya namun takdir berkata lain. Yang mana mau tidak mau dia harus menjalani hari itu, hari dimana dirinya harus kembali merasakan suasana sekolah.
Berat rasanya hati Annisa jika harus menghadiri acara tersebut, karena untuk berkumpul bersama teman teman sekolahnya saja dia enggan, menurut Annisa itu hanya akan membuat dirinya akan merasakan dan mengenang kembali masa lalu yang menyakitkan untuk dirinya.
Apakah dia harus pergi??
Apakah harus??
Di lubuk hatinya menginginkan untuk tidak hadir namun entah mengapa di sisi lain dirinya memaksanya untuk hadir. Terlebih lagi dorongan dari sang suami, entah mengapa belakangan ini yang sangat antusias untuk hadir ke acara tersebut ialah suaminya yaitu Reza bukan malah dirinya sendiri.
Apakah yang sedang suaminya itu pikirkan, entah lah Annisa juga tidak tau.
Seperti sekarang saja Annisa diboyong oleh Reza kesebuah butik pakaian yang sangat terkenal dikota mereka dan yang Annisa tidak menyangka lagi ialah desainer yang bernama Renaldi tersebut adalah teman Reza suaminya.
Renaldi :
Reza menyambut baik uluran tangan Renaldi dan menjabatnya. Kemudian Reza juga memperkenalkan kepada Renaldi bahwa orang yang sekarang ia bawa adalah istrinya yang sempat ia ceritakan beberapa waktu lalu.
Kemudian Renaldi menjulurkan kembali tangannya kepada Annisa, belum juga Annisa menyambut jabatan tangan itu namun dengan segera Reza menepisnya.
Renaldi :
"Wah bro, lu posesif amat sih baru juga mau jabat tangan" goda Renaldi.
Reza menatap tajam Renaldi.
Reza :
"Ngga perlu, tunjukin aja sekarang dimana semua gaun pesta lo yang yang paling bagus dan termahal dan jangan lupa yang tidak ada duanya" ucap Reza memberi perintah kepada Renaldi temannya sendiri.
Renaldi :
"Siapp bos" sahut Renaldi dengan tangan kanan memberi hormat kepada Reza.
Mereka berdua pun tertawa bersama oleh tingkah konyol masing masing, sedangkan Annisa hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kekonyolan suami dan temannya itu.
Renaldi pun menuntun jalan untuk Annisa dan Reza ketempat pakaian edisi terbatas yang dia miliki, Annisa dipersilahkan Reza untuk memilih sendiri gaun yang akan ia pakai untuk menghadiri acara reuni besok.
Reza :
"Sayang, mas kesebelah sana sebentar ya mau lihat tuxedo" ucap Reza.
Annisa pun menganggukkan kepalanya.
Reza berjalan bersama Renaldi kearah lain butik ini yang sepertinya tempat untuk pakaian pria seperti ucapan Reza tadi, Annisa pun ditinggal sendirian dengan berbagai macam gaun pesta yang mewah.
Annisa melihat lihat semua gaun itu tanpa melewatkan melihat harga gaun itu juga.
"Apa apaan harga semua gaun ini, dari yang aku lihat sedari tadi yang paling murah harganya 75 juta, sekarang gaun yang paling membuat ku jatuh hati seharga 250 juta."
Batin Annisa.
Ditengah kebimbangan Annisa dalam memilih gaun, ia dikejutkan dengan kehadiran seseorang.
__ADS_1
"Annisa"
Sapa orang tersebut yang membuat Annisa menoleh kearah sumber suara.
"Dian???" ucap Annisa yang terkejut dengan kehadiran Dian didekatnya.
Dian pun tanpa basa basi lagi langsung menarik tangan Annisa dan membawanya kearah ruang ganti, Annisa memukul tangan Dian agar melepaskannya namun Dian semakin mengeratkan pegangannya hingga membuat Annisa meringis kesakitan.
Dian mengunci ruang ganti tersebut dan menyudutkan Annisa ke dinding, Dian berdiri tepat didepan Annisa dengan meletakkan kedua tangannya disamping samping badan Annisa untuk mengunci pergerakan Annisa.
Annisa merasa terancam.
Annisa :
"Dian apa yang kamu lakukan, ini tidak benar" ucap Annisa yang berusaha untuk bersikap tenang.
Dian :
"Aku hanya ingin berbicara kepadamu Annisa, berilah aku waktu sebentar" tutur Annisa.
Annisa :
"Baiklah aku akan mendengarkannya, apa yang ingin kamu bicarakan"
Dian :
"Kembalilah kepadaku Annisa, aku akhirnya menyadari jika perasaan ku ini hanya untuk dirimu sekarang dan selamanya"
Annisa tertawa meremehkan.
Annisa :
"Omong kosong"
Dian :
"Percayalah kepadaku Annisa dan aku akan membuktikannya, aku akan selalu membahagiakan hidupmu selamanya"
Annisa :
"Tidak akan dan tidak akan pernah aku mau mempercayai ucapan kamu Dian, semua yang keluar dari mulutmu itu hanya omong kosong belaka" tunjuk Annisa kedepan wajah Dian.
"Dan satu lagi, jangan pernah kamu mendekati diriku lagi bahkan jika dikemudian hari kita bertemu lagi aku harap berpura pura lah untuk tidak saling mengenal satu sama lain. Camkan itu" lanjut Annisa.
Annisa sudah mulai bosan dengan segala tingkah laku Indah dan Dian, dia sudah tidak mau lagi berurusan dengan mereka berdua. Lagi pula semua tentang mereka itu hanya masa lalu yang tidak perlu untuk diingat lagi.
Annisa mendorong tubuh Dian yang berada didepannya membuat Dian yang dalam posisi tidak siap menjadi terlempar ke belakang. Annisa berusaha dengan cepat keluar dari kamar ganti tersebut sebelum Dian kembali menarik dirinya. Ketika Annisa membuka pintu, yang terlihat pertama kali adalah Reza suaminya.
Reza :
"Sayang, kamu ngapain disini?" tanya Reza heran melihat sang istri yang keluar dari kamar ganti laki laki.
Annisa gugup, ia takut kalau tiba tiba Dian keluar dari kamar ganti tersebut dan membuat kekacauan.
Annisa :
"Ee.. ehh mas, anu tadi itu. Tadi Annisa nyariin mas ngga ketemu jadi Annisa cari aja kesini" tutur Annisa kepada Reza, ia berharap kebohongannya ini tidak akan ketahuan.
Reza :
"Kenapa ngga nelpon aja sayang, kasian kamu capek jalan nyariin mas" sahut Reza.
Annisa tersenyum paksa.
Annisa :
"Yaudah mas, kita ketempat awal yuk, Annisa udah selesai tadi milih bajunya cuman belum dibayar aja" annisa
Annisa pun segera menarik lengan sang suami agar segera pergi meninggalkan kamar ganti tersebut.
*******
Enaknya Dian sama Indah diapain ya ??? 🤔
Ini udah 1700++ kata lebih ya 😁😁
Dukung author terus ya
Banyakin like dan votenya
Komennya apalagi 😁😁😁
__ADS_1
Terima kasih 🙏🙏🙏
18 April 2020.