
Setelah percakapan panjang antara Reza dan Dian yang berlangsung didalam ruangannya tadi akhirnya mereka sudahi dengan Reza yang memberi nasihat kepada Dian.
Waktu terus berjalan tidak terasa sudah sore hari yang merupakan waktu pulang kerja bagi para pegawai tidak terkecuali Reza yang berstatus atasan. Namun sebelum pulang Reza terpikirkan istrinya dan berniat menghubunginya.
Dreettt..
Ponsel Annisa berbunyi tanda sebuah panggilan telpon masuk dan dilihat Annisa nama penghubung yang tertera dilayar handphonenya adalah suaminya sendiri.
Annisa :
"Halo mas" jawab Annisa.
Reza :
"Halo sayang, apakah kamu sudah pulang kerja kalau belum biar mas yang jemput" ajak Reza kepada sang istri.
Annisa :
"Kebetulan belum mas, ini Annisa baru lagi beres beres buat pulang" jawab Annisa sembari membereskan beberapa berkas dimeja kerjanya.
Reza :
"Baguslah, kamu tunggu disana jangan kemana mana sebentar lagi mas jemput kamu" jawab Reza dengan segera meraih jas yang ia gantung dikursi kerjanya dan tak terlupa mengambil kunci mobil juga.
Dengan secepat kilat Reza berlari kecil keluar ruangannya menuju lift hingga tanpa sadar kalau dia sekarang menaiki lift khusus pegawai bukan lift pribadinya miliknya.
Reza nampak bingung mengapa ada pegawai didalam liftnya hingga Reza baru tersadar setelah dia melihat keadaan sekitar jika dia salah masuk lift namun agar cepat turun menuju kelantai dasar Reza mau tidak mau masuk saja kedalam lift tersebut yang penuh dengan para bawahannya karena memang sekarang mereka juga berkeperluan yang sama seperti dirinya yaitu ingin cepat cepat pulang.
Ditempat lain..
Annisa tau bahwa suaminya tadi sedang berlari karena nafas terengah-engah yang ia dengarkan dari balik telpon, memang sejak tadi telpon mereka berdua tidak dimatikan dan Reza pun masih fokus menaruh handphonenya ditelinga.
Annisa :
"Mas, kamu habis lari ya tadi?" suara Annisa memecah keheningan Reza setelah merasa canggung akibat salah masuk lift.
Reza :
"Eh ngga sayang, mas tadi cuman jalan cepat aja kok ngga lari" jawab Reza kepada sang istri diseberang telpon sana.
Para pegawai yang berada satu lift dengan Reza langsung saling menatap satu sama lain karena terkejut mendengar ucapan atasannya itu yang begitu lemah lembut.
Annisa :
"Itu sama aja mas, ngga usah buru buru kok Annisa ngga bakal kemana mana"
Reza :
"Iya maafin mas ya, mas hanya ingin cepat ketemu kamu" merasa bersalah dengan menundukkan sedikit wajahnya kebawah.
Kedua kalinya para pegawai itu dibuat terkejut oleh Reza karena barusan mendengar sesuatu yang sangat langka atau bahkan tidak pernah mereka dengar sebelumnya.
__ADS_1
"Maaf" ya kata itulah yang begitu keramat menurut mereka karena seumur hidup mereka tidak pernah mendengarnya keluar dari mulut sang bos.
Annisa :
"Loh kok minta maaf sih mas, ada ada aja. Ya udah hati hati dijalan ya Annisa tunggu. Annisa cinta mas" ucap Annisa tersenyum.
Reza :
"Mas juga cinta kamu" jawab Reza dengan senyuman penuhnya.
"Oh astaga, itu yang dibarusan diucapkan memang benar keluar dari mulut pak reza dan apa maksud dengan senyuman nya itu. Sungguh sebuah fenomena alam yang sangat langka, panjang umur aku bisa melihat pemandangan seperti ini"
Batin salah seorang pegawai yang melihat dan mendengar kejadian barusan, sedangkan pegawai yang lain masih ada beberapa dengan mulut yang masih terbuka saking terkejutnya.
"Udah, tutup mulut kalian"
Bisik salah seorang pegawai kepada beberapa rekan kerjanya untuk mengintruksikan agar mereka jangan menampakkan wajah bodohnya dihadapan sang bos.
Reza sekejap kemudian menetralkan kembali wajahnya yang tersenyum tadi hingga kembali menunjukkan wajah datarnya.
"Gila itu muka cepat amat berubahnya, power ranger aja kalah cepat kayanya"
Batin salah satu pegawai Reza.
Tinggg....
Lift terbuka.
***
Annisa berdiri didepan kantor tempat kerjanya untuk menunggu kedatangan suaminya yang berkata ingin menjemput dirinya sepulang kerja. Tidak beberapa lama terlihat sebuah mobil mewah berhenti tepat dihadapan Annisa dan turunlah seorang pria tampan yang tidak lain adalah Reza suaminya.
Reza berjalan menghampiri Annisa dan langsung memeluknya erat.
Annisa :
"Mas, malu nanti kalau dilihat orang" ucap Annisa berusaha melepaskan pelukan dari suaminya itu.
Reza tidak menggubris ocehan istrinya itu dan malah semakin memeluk erat Annisa dan menenggelamkan wajahnya dileher Annisa.
"Mas??" panggil Annisa.
"Ada apa?" tanya Annisa dengan nada pelan karena merasa kalau ada sesuatu yang aneh terjadi dengan suaminya melalui perlakuannya sekarang.
Reza menggelengkan kepalanya dan merenggangkan pelukan diantara mereka. Masih menikmati memandangi wajah istrinya itu, Reza meletakkan tangan kanannya di pipi sebelah kiri Annisa dan mengelusnya lembut.
Annisa memejamkan matanya sebentar sembari merasakan sentuhan lembut suaminya itu. Ketika Reza ingin menurunkan tangannya dari wajah istrinya, Annisa pun dengan cepat memegangi tangan Reza sembari menatap fokus kedua matanya.
Pandangan mereka sesaat bertemu, namun langsung Reza alihkan agar tidak membuat istrinya itu makin curiga terhadapnya. Tidak dapat dipungkiri lagi jika perkataan Dian tadi siang masih terekam jelas dipikiran Reza hingga sampai saat ini pun dia masih memikirkannya.
Reza juga tidak bisa memungkiri jika dia masih khawatir akan Annisa. Khawatir kalau suatu saat istrinya itu akan pergi meninggalkannya demi laki laki lain yaitu Dian. Meskipun beberapa kali Reza mendengar jika sang istri mengucapkan cinta kepadanya namun hal itu belum sepenuhnya bisa meyakinkan diri Reza.
__ADS_1
Rasa takut masih hinggap didalam dirinya, takut jika hal yang sedang ia pikirkan saat ini akan jadi kenyataan.
"Kenapa?"
Tanya Annisa dengan memandang wajah suaminya lekat.
Reza menatap lekat Annisa juga, namun bukannya menjawab Reza malah melamun sambil memandang kearah istrinya itu.
"Apakah kamu akan meninggalkan ku demi dia? Apakah perasaan mu terhadapnya dulu akan kembali lagi dan apakah pada akhirnya kamu akan lebih memilih dirinya dari pada aku. Aku mohon jangan tinggalkan aku, tetaplah bersama ku selamanya"
Batin Reza.
Annisa :
"Mas??" panggil Annisa lagi.
Reza :
"Ee..ehh iya sayang" jawab Reza gugup karena kedapatan tengah melamun.
Annisa :
"Ada apa? cerita aja sama Annisa" tanya Annisa lagi untuk kesekian kalinya karena merasa aneh dengan perilaku suaminya hari ini.
Reza :
"Ngga ada apa apa, mas cuman kecapean aja seharian ini banyak kerjaan" jawab Reza berbohong.
"Yasudah ayo kita pulang, mas pengen cepat cepat sampai rumah terus istirahat" lanjut Reza lagi untuk mengalihkan pembicaraan.
Annisa berjalan menuju mobil yang pintunya telah dibukakan oleh Reza, sebelum masuk Annisa memandang wajah Reza terlebih dahulu namun yang didapat hanya senyuman balasan dari Reza dan Annisa pun membalas senyuman dari suaminya itu meski dengan keanehan yang masih melanda dirinya.
Bahkan sampai didalam mobil menuju perjalanan pulang pun sikap Reza masih terlihat aneh menurut Annisa. Tangan Annisa sedari tadi tidak lepas dari genggaman Reza dan menerima berbagai macam perlakuan, bahkan seperti sekarang saja Reza masih menciumi tangan Annisa dan meletakkannya dibibirnya begitu sama seolah dia tidak ingin kehilangan Annisa.
Annisa hanya diam mendapat perlakuan seperti itu dari suaminya meskipun saat ini pikirannya sedang berkecamuk memikirkan alasan dari perubahan sifat Reza sekarang.
"Ada apa dengan mas Reza, sedari tadi perlakuannya kepada diriku seperti mengisyaratkan jika dia tidak akan membiarkan diriku pergi"
Batin Annisa.
*******
Jangan bosan ya 😁😁
Semoga kalian suka dengan kelanjutan ceritanya dan maaf jika banyak kesalahan dalam penulisan.
Support author terus ya, udah tau kan cara support author kaya gimana 😁😁
Selamat membaca dan
Terima Kasih 🙏🙏
__ADS_1
27 Maret 2020