Jodoh Warisan

Jodoh Warisan
MEMANTAU


__ADS_3

Setelah bercengkrama sebentar, Reza menyuruh kedua sekertarisnya itu untuk datang keruang kerjanya sebentar karena ada sesuatu yang akan Reza sampaikan. Sebelum itu Reza juga menyuruh sang istri untuk makan lebih dulu tanpa menunggu dirinya karena sepertinya Reza akan lama menyelesaikan pekerjaannya.


Annisa pun hanya mengangguk dan menuruti perintah suaminya tersebut. Kini Annisa sedang berada di meja makan seorang diri sambil melahap makanan yang dibuat bi ati sejak siang tadi.


***


Ruang Kerja Reza.


Reza telah duduk dibangku biasanya ia bekerja dirumah sedangkan Angela dan Doni terlihat sedang berdiri didepan Reza dengan meja kerja menjadi pembatasnya. Reza kemudian melemparkan sebuah amplop yang berisi undangan tadi ke meja tersebut yang sontak saja membuat terkejut Angela dan Doni.


Doni kemudian meraih undangan tersebut dari meja.


Doni :


"Ini apa pak?" tanya Doni heran.


Reza :


"Kalian lihat saja sendiri" jawab Reza kemudian menyandarkan dirinya dan melipat kedua tangannya itu di dadanya.


Sebelum membuka amplop tersebut, Doni dan Angela bersamaan melirik sebentar kearah Reza kemudian saling memandang heran setelah itu berlanjut dengan membuka amplop tersebut.


Tidak ada kata yang terucap dari mulut keduanya setelah membaca undangan tersebut, sepertinya mereka paham apa yang sekarang ada dipikiran bosnya itu.


Reza :


"Apakah benar Dian telah menyewa ballroom hotel kita untuk melaksanakan acara ini?" tanya Reza kepada kedua sekertarisnya itu.


Terlihat mereka berdua sedang memikirkan dan mengingat ngingat sesuatu terlebih dahulu.


Angela :


"Saya belum meminta daftar penyewa ballroom kita untuk bulan ini pak" jawab Angela.


Reza :


"Baiklah, aku minta kalian perhatikan hal ini. Jikalau memang benar Dian yang menyewa ballroom kita untuk acara reuni tersebut, aku mau kalian membantu Dian mempersiapkan segala sesuatunya agar acara tersebut berjalan lancar dan tidak mengecewakan. Karena aku ingin memberikan kejutan nantinya" senyuman sinis mengembang diwajah Reza.


Angela dan Doni pun menganggukkan kepalanya bersamaan karena mereka sangat paham apa makna dibalik ucapan atasannya tadi.


"Nyari masalah sama si bos sama aja kaya nyari mati"


Batin Doni bergidik ngeri.


Annisa merasa bosan, setelah makan ia tidak kembali ke kamarnya lagi pula tidak ada sang suami juga yang menunggunya didalam kamar karena Reza masih berada diruang kerjanya bersama kedua sekertarisnya itu entah apakah yang mereka bertiga lakukan disana hingga memakan waktu yang lama.


Karena bosan, Annisa pun pergi keluar rumah menuju halaman belakang karena suasana disana sangat enak untuk bersantai. Udara yang terasa asri karena pepohonan yang dirawat dengan baik hingga membuat siap saja betah berlama lama disana.




Annisa begitu menikmati harinya sekarang karena begitu banyak kebahagiaan yang dia rasakan pada hari ini apalagi setelah dia mendapat kabar tentang kehamilannya, belum lagi telah diberikan suami yang selalu mengerti dan mencintai dirinya dengan tulus.


***


Keesokkan harinya..


Pagi ini mereka berdua sudah berada di meja makan untuk memakan sarapan mereka sebelum berangkat kerja.


Reza :


"Sayang, kamu beneran mau kerja, ngga ambil cuti aja" tanya Reza yang tidak menginginkan istrinya itu kelelahan karena bekerja.

__ADS_1


Annisa tertawa mendengar perkataan konyol sang suami.


Annisa :


"Mas kami ada ada aja sih, mana bisa masih hamil muda udah ambil cuti, yang benar itu ketika udah mau lahiran" jawab Annisa dengan wajahnya masih tertawa.


Reza :


"Yaudah kalo gitu sayang ngga usah kerja aja, berhenti aja, mas ngga mau lihat kamu nanti kelelahan" ucap Reza memberi solusi.


Annisa :


"Ya ngga bisa gitu dong mas, berhenti kerja juga ngga bisa sembarangan lagi pula kerjaan Annisa lagi padat padatnya. Mas tenang aja, annisa akan selalu menjaga baby kita sepenuh hati bahkan dengan taruhan nyawa Annisa sekalipun" jawab Annisa agar sang suami tidak akan khawatir lagi kepadanya.


Reza bangkit dari kursinya melangkah ketempat duduk Annisa membuat Annisa menatap heran kearah sang suami dan refleks ikut berdiri menatap kearah suaminya itu. Pandangan mereka sesaat bertemu sebelum akhirnya Reza memeluk sang istri begitu erat, menyandarkan kepala sang istri di dadanya dan mengelus lembut rambut Annisa.


Annisa heran terhadap sikap suaminya sendiri namun ia juga membalas pelukan Reza dengan tidak kalah eratnya.


Reza :


"Kamu jangan ngomong kaya gitu lagi sayang, mas ngga suka kamu begitu meremehkan nyawa kamu sendiri. Cukup sekali kamu membuat mas menjadi seorang suami yang tidak berguna karena tidak dapat melindungi istrinya sendiri dan mas ngga mau lagi sampai kamu harus bertaruh nyawa untuk siapapun termasuk baby kita karena keselamatan kamu lebih utama sayang" nada bicara Reza menjadi lirih.


Annisa merasa bersalah.


Annisa :


"Maafin Annisa mas, Annisa ngga ada maksud kaya gitu kok. Annisa janji, Annisa akan selalu menjaga diri sendiri dan baby kita dengan segenap cinta Annisa" mengelus punggung Reza.


Reza melepas pelukan diantara mereka dan menjongkokkan tubuhnya agar setara dengan perut sang istri.


"Baik baik didalam ya sayang, jangan nyusahin mommy ketika mommy sedang kerja, kalo ada apa apa cepat hubungin daddy ya. Daddy bakal selalu ada buat kalian berdua. Daddy sayang kalian"


Reza mengelus serta mencium perut Annisa berulang kali untuk memberitahukan kepada keduanya kalau dirinya sangat menyayangi mereka bahkan melebihi dirinya sendiri.


***


Pagi hari Reza sama seperti sebelumnya, selalu saja kesibukan dengan mengecek kembali beberapa berkas sebelum menyetujui dan menandatanganinya. Terdengar suara ketukan di pintu ruangan Reza, setelah Reza mempersilahkan masuk barulah orang yang mengetuk pintu tadi masuk dan orang tersebut ialah Angela dengan membawa beberapa lembar kertas ditangannya.


Angela :


"Ini data yang bapak minta kemarin, sesuai tebakan bapak bahwa benar dalam beberapa hari kedepan ballroom hotel kita akan diadakan acara reuni sekolah istri bapak dan memang benar adanya juga bahwa Dian lah yang menjadi penanggung jawab acara tersebut" ucap Angel menjelaskan maksud kedatangan dirinya.


Reza membaca detail dengan kertas yang diberikan Angela tadi, didalamnya juga terdapat susunan acara reuni tersebut.


Reza :


"Baguslah, jalankan sesuai rencana awal" perintah Reza.


Angela :


"Baik pak" Angela pun meninggalkan ruangan Reza setelah tugasnya ia rasa selesai.


Siang harinya Reza isi dengan berjalan mengelilingi hotelnya seraya memantau kegiatan yang sedang berjalan didalam hotel miliknya tersebut. Baru Reza sadari kalau dirinya selama ini sudah sangat jarang untuk berkeliling melihat keadaan hotelnya dikarenakan banyak sekali masalah yang menimpa dirinya belakangan ini namun ia tetap bersyukur karena masalah itu pula membuat pernikahannya menjadi lebih berwarna apalagi sekarang dirinya sedang terlampau bahagia.


Reza berjalan menyusuri hotelnya tanpa Angela dan Doni disampingnya, karena memang sudah hal yang lumrah jika dimana ada Reza maka disitu pula akan ada kedua sekertaris setianya yaitu Angela dan Doni yang tiada lelah berdiri dan menemani kemanapun Reza pergi.


Tanpa disadari langkah kaki Reza membawanya menuju ballroom megah yang dimiliki hotelnya dan disana juga Reza melihat Dian tengah serius memberi arahan kepada para bawahannya. Reza pun berjalan menghampiri Dian..


Reza :


"Eehemmm..." Reza berdehem agar Dian mengetahui kedatangan dirinya.


Dian pun sontak membalikkan tubuhnya ketika kedua telinganya mendengar sebuah deheman seseorang. Sontak saja ia terkejut melihat atasannya itu sedang berada ditempat ia berada karena setahu Dian atasannya itu jarang keluar dari ruangannya.

__ADS_1


Karena hampir sebulan Dian bekerja disitu, Dian hanya melihat Reza ketika pagi dan sore saja, jam lainnya dia tidak akan bertemu dengan sang atasan kecuali dirinya mendatangi sendiri atasannya tersebut ke ruangannya.


Dian :


"Siang pak" sapa Dian sopan sambil sedikit menundukkan badannya.


Reza mengangguk pelan untuk membalas sapaan Dian.


Reza :


"Apa yang sedang kamu lakukan disini??" tanya Reza.


Dian :


"Saya hanya sedang memantau persiapan untuk sebuah acara yang akan segera diadakan disini pak" jawab Dian sekenanya.


Reza :


"Benarkah, acara apa yang akan diadakan disini nanti?" tanya Reza berpura pura tidak tahu.


Dian menghela nafas terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan atasannya tersebut.


Dian :


"Kalau saya boleh jujur, ballroom ini akan dipakai untuk acara reuni sekolah SMA saya pak nantinya dan saya juga yang akan menjadi penanggung jawab acara tersebut" Dian menjelaskan.


Reza manggut manggut tanda mengerti.


Dian :


"Apakah bapak tidak tahu, bukankah saya sudah menyebarkan undangan acara ini kemarin? Apakah istri bapak tidak menerimanya??" tanya Dian bingung.


Reza :


"Iya saya sudah mengetahuinya kemarin ketika istri saya mendapat undangan tersebut dan saya juga rencananya akan menemani istri saya untuk hadir di acara ini nantinya" jawab Reza.


Dian menghembuskan nafas lega ketika mendengar jawaban dari atasannya tersebut.


"Baguslah, berarti istri pak Reza bukan Annisa. Karena Annisa tidak aku berikan undangan kemarin dan juga kalau sampai Annisa yang menjadi istri pak Reza bisa gawat nanti masalahnya. Tapi memang tidak mungkin jika Annisa yang menjadi istri pak Reza karena dilihat dari manapun mereka tidak akan cocok bersama karena hanya aku lah yang cocok menjadi pendamping Annisa.


Batin Dian.


Dian terlihat melamun dan sambil tersenyum sendiri membuat Reza yang berada didepannya menjadi bingung.


Reza :


"Apa yang sedang kamu pikirkan??" tanya Reza dengan menepuk pundak Dian.


Dian pun sadar dari lamunannya dan dengan kikuk menjawab pertanyaan atasannya tersebut.


Dian :


"Eh.. tidak pak. Saya hanya merasa sangat tersanjung jika orang seperti bapak mau menghadiri acara sederhana yang kami buat ini" jawab Dian dengan senyuman kikuknya.


***


Kasih dukungan terus ya buat author.


Banyakin Vote, like dan komennya ya 😘😘😘


Terima Kasih 🙏🙏🙏


14 April 2020

__ADS_1


__ADS_2