
Bintang sudah mulai memberi warna dilangit yang sudah hitam itu, suasana sepi menyelimuti kediaman keluarga PRATAMA. Terutama kamar tidur Annisa dan Reza, tidur yang setelah sekian lama berlangsung akhirnya selesai ketika kelopak mata yang cantik nan indah itu terbuka.
Annisa mulai membuka matanya yang masih agak berat, pemandangan pertama yang ia lihat ketika membuka mata ialah senyuman manis sang suami yang tengah menatapnya dengan penuh cinta.
Cup..
Reza :
"Malam sayang" sapa Reza ketika melihat sang istri telah bangun dari tidur panjangnya, tidak lupa juga ciuman mesra yang diberikan Reza pada kening sang istri.
Annisa langsung tersenyum melihat kehangatan yang diberikan suaminya itu kepadanya.
"Malam juga sayang" balas Annisa dengan mengeratkan pelukan diantara mereka dan membenamkan wajahnya didalam pelukan sang suami.
Annisa merasa ada sesuatu yang janggal ketika dia melontarkan kata katanya tadi.
"Eh tunggu dulu, kaya ada sesuatu yang salah deh, malam? malam?" batin Annisa yang masih menenggelamkan wajahnya di dada sang suami sambil berpikir.
Annisa :
"Ma..malam????" teriak Annisa sambil mendongakkan kepalanya keatas untuk menatap suaminya.
Reza menundukkan kepalanya sedikit sambil mengelus puncak kepala sang istri dengan diiringi tertawa kecil sambil menatap istrinya itu.
Reza :
"Iya sayang, sekarang sudah malam" jawab Reza karena ia tahu alasan keterkejutan sang istri yang bahkan tidak menyadari kalau hari sekarang sudah kembali menjadi malam.
Annisa :
"Kok udah malam lagi sih mas, kan barusan kita baru bangun dari tidur pagi" tanya Annisa.
Reza :
"Memangnya kamu ngga ingat kita ngapain pagi tadi" tanya Reza kembali.
Blush....
Wajah Annisa menjadi merah merona karena malu, ia pun lantas kembali menundukkan kepalanya dan menenggelamkan lagi ke dada bidang suaminya itu, Annisa mengeratkan pelukannya karena saking malunya sedangkan Reza dibuat tertawa kecil karena tingkah malu istrinya itu.
Annisa :
"Mas, Annisa lapar" rengek Annisa kepada sang suami.
Reza :
"Oke, ayo bangun terus kita makan" sahut Reza.
Annisa :
"Tapi Annisa mau mandi dulu mas" sahut Annisa lagi.
Reza :
"Baiklah, kita mandi bareng gimana? biar cepat" goda Reza kepada Annisa yang disambut dengan memerahnya wajah istrinya itu.
__ADS_1
Annisa :
"Mass" jawab Annisa dengan malu.
Namun tanpa menunggu jawaban dari sang istri, Reza langsung menggendong tubuh istrinya yang ditutupi selimut itu.
Mereka berniat mandi bersama untuk mempersingkat waktu karena Annisa yang barusan sedang merengek kelaparan namun bukannya mempersingkat waktu yang ada malah sebaliknya.
***
*Dapur
Annisa yang merasa kesal kepada suaminya langsung pergi kedapur setelah selesai mandi, ia tidak menghiraukan lagi Reza yang masih berada dikamar. Bagaimana tidak kesal, niat awalnya ingin mempersingkat waktu malah jadi sebaliknya. Sekarang Annisa dilanda kelaparan yang sangat sangat parah karena bukan hanya lapar namun tenaganya pun dikuras habis oleh sang suami.
Annisa tidak tega membangunkan bi ati untuk membuatkan makanan untuknya karena jika dilihat sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam yang artinya para pembantunya sudah tidur terlelap dengan nyamannya. Annisa berpikir untuk memasak makanan yang ringan saja karena yang diperlukannya sekarang adalah makanan untuk pengganjal lapar tidak perlu terlalu enak dan ribet.
Ketika Annisa sedang asik memasak, ia merasakan seseorang yang sedang memeluknya dari belakang dan diapun diam saja menerima perlakuan itu, karena ia tau siapa lagi yang akan melakukan itu kalau bukan suaminya sendiri dan benar saja ketika Annisa mendengar suara yang keluar dari mulutnya.
Reza :
"Sayang??" panggil Reza kepada Annisa dengan wajah yang ia sandarkan dibahu sang istri.
Annisa :
"Hemm" jawab Annisa singkat karena ia sekarang sedang males untuk meladeni suaminya itu, pikirannya sekarang hanya untuk memasak dan makan.
Reza :
"Maaf ya, janji deh ngga lakuin lagi kaya gitu" ucap Reza ketika ia mendengar sahutan sang istri yang begitu cueknya, yang bisa diartikan ia sedang marah karena kejadian mandi bareng tadi.
Annisa :
Reza :
"Iya sayang, mas ngga akan ngulangin lagi deh, janji" jawab Reza yang seketika merasa senang karena sang istri sudah tidak marah lagi.
Annisa :
"Mas tolong ambilkan piring dong, ini masakannya udah mau selesai" pinta Annisa kepada sang suami.
Reza lalu melepas pelukannya dan membalikkan badan untuk mengambilkan piring yang diminta sang istri. Reza memberikan piring yang diminta tadi kepada Annisa. Ia kembali ingin melanjutkan memeluk sang istri seperti tadi namun dengan cepat dada Reza ditahan oleh tangan Annisa.
Reza :
"Sayang kok ditahan sih" tanya Reza yang bingung dengan tindakan istrinya itu.
Annisa :
"Aku lagi masak mas, kalau pelukan terus kapan kelarnya" sahut Annisa dengan memberikan senyuman kepada sang suami.
Reza :
"Tapi mas mau peluk" rengek Reza kepada Annisa.
__ADS_1
Mereka pun saling melempar senyuman karena tingkah lucu keduanya yang seperti anak kecil sekarang.
***
Dua hari sebelum Annisa kembali bekerja ia habiskan dengan istirahat dirumah ditemani suami dan ibu mertuanya. Ada kebahagiaan tersendiri yang sekarang Annisa rasakan yaitu sikap ibu mertuanya yang kini sudah mulai bisa menerimanya dan tidak sekasar dahulu lagi. Kalau dilihat, ibu mertuanya itu tidak memberikan perhatian yang berlebih kepada Annisa sebagaimana para mertua dan menantu yang lain namun dengan sikapnya yang sudah tidak seperti dahulu saja Annisa sudah sangat bersyukur dan berterima kasih.
Seperti saat ini saja ketika Annisa ingin membereskan meja makan setelah mereka selesai makan malam namun langsung dihentikan sang mertua.
Sarah :
"Tinggalkan saja, nanti ada bi ati yang beresin" ucap Sarah ketika melihat Annisa mulai membereskan meja makan.
Annisa hanya menuruti saja apa yang diperintahkan oleh ibu mertuanya karena ia tidak ingin membuat ibu mertuanya menjadi marah kepadanya hanya karena masalah sepele. Setelah Sarah pergi, Annisa pun menyusul Sarah pergi berlalu meninggalkan ruang makan untuk menuju ke kamarnya.
Annisa melihat Reza yang tengah duduk di sofa dengan laptop dipangkuannya yang bisa disimpulkan jika sekarang Reza sedang bekerja meskipun hanya lewat email dikarenakan Reza saat ini ingin menemani istrinya untuk beristirahat dirumah sampai sang istri nanti sudah bisa kembali bekerja seperti sedia kala, namun ketika melihat sang istri sudah masuk ke dalam kamar, Reza lantas dengan cepat mematikan laptop dan meletakkannya di meja samping sofa tersebut, Reza tidak ingin membuat istrinya jadi merasa bersalah karena telah membuat suaminya jadi tidak bekerja karena dirinya. Annisa yang memahami keadaan tersebut hanya berpura pura tidak mengetahui saja dan berjalan perlahan menghampiri reza yang tengah duduk di sofa dan mendudukkan tubuhnya disamping suaminya namun berbeda tempat duduk.
Annisa :
"Mas capek ya, sini Annisa pijatin" ucap Annisa kepada sang suami.
Reza :
"Engga, mas ngga capek sayang. Kamu yang kayanya kecapean baru juga sembuh udah main kedapur aja" sahut Reza.
Annisa hanya menyeringai tertawa mendapat sahutan dari sang suami karena ia malah tidak istirahat namun bekerja didapur.
Annisa :
"Maaf ya mas, yaudah mas aja deh pijatin kaki Annisa. Kaki Annisa pegel banget nih" jawab Annisa cepat untuk mengalihkan pembicaraan agar suaminya itu tidak akan mengomelinya lagi.
Reza pun memijat kaki Annisa sembari mereka berdua bercengkrama tertawa bersama membahas berbagai macam hal dari yang biasa sampai hal yang aneh. Baru pertama kali ini mereka menghabiskan waktu yang memang benar benar untuk kebersamaan tidak terganggu akan masalah pekerjaan dan lain sebagainya.
Canda tawa masih setia menghiasi wajah mereka, seakan tidak ada habisnya untuk mereka saling melempar senyuman dan tertawa entah apakah tertawa karena cerita yang mereka bicarakan atau saling tertawa karena tingkah konyol mereka masing masing.
*******
Semoga kalian suka ya dengan kelanjutan ceritanya.
Makasih untuk kalian yang selama ini masih setia mendukung author dalam berkarya.
Jika kalian merasa novel author mirip dengan novel yang lainnya tidak apa apa. Jika kalian masih mau membacanya maka author sangat berterima kasih, namun jika kalian tidak suka dengan novelnya author pun tidak keberatan.
Untuk jalan cerita dari awal author ngga ada mengikuti novel yang lain namun jika kalian berpikir seperti itu, itu hak kalian dan author tidak akan melarang.
"Percaya lah apa yang ingin kalian percaya, toh dengan dijelaskan juga kalian tidak akan mau menerima"
Jadi, terserah kalian semua mau berpikir seperti apa karena itu hak kalian dan aku pun menghargai segala pemikiran kalian karena setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda. Terima kasih untuk segala kritik dan sarannya selama ini 🙏🙏🙏
Support author terus ya 😁😁😁
Setelah membaca jangan lupa Like, komen dan vote ya.
07 Maret 2020
__ADS_1