
Sekarang usia kehamilan Annisa sudah menuju ke angka 7 bulan, semakin menegangkan terutama untuk Reza karena ia sangat takut terjadi apa apa terhadap sang istri, apalagi ketika pagi hari harus merelakan sang istri pergi bekerja.
Bolehkah Reza mengurung istrinya dirumah saja sekarang??
Pagi ini Annisa dan Reza sama sama sibuk dengan membenahi diri dan pakaian mereka untuk bersiap berangkat bekerja.
" Sayang, pasangin " ucap Reza manja dengan menyodorkan dasi dari tangannya kearah Annisa.
Annisa menyambut dasi tersebut dengan tersenyum sembari menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang suami yang manja seperti itu.
" Kamu jadi kan sayang bulan ini ngundurin dirinya ?? " tanya reza kepada Annisa yang ia lihat masih fokus memasangkan dasi dilehernya.
Sang istri menganggukkan kepalanya membuat senyum terbit dibibir sang suami.
" Makasih " ucap Reza ketika Annisa telah selesai memasangkan dasi kerjanya, lagi lagi Annisa hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju meja rias untuk memberi sedikit sentuhan make up diwajahnya.
Sebenarnya semenjak hamil, Annisa sangat males bersentuhan dengan berbagai macam produk skincare apapun tetapi demi untuk tidak terlihat pucat, dirinya pun memaksakan memakainya meskipun hanya sedikit.
Reza menghampiri Annisa yang sedang duduk menghadap meja rias yang berada didalam kamar mereka.
" Sayang ?? " panggil Reza sembari meletakkan kedua tangannya di kedua pundak Annisa sesekali mengelusnya lembut.
" Iya mas ?? " Annisa masih terlihat fokus pada pantulan dirinya didalam cermin tanpa mau melirik barang sedikitpun kearah sang suami yang memanggilnya tadi.
Reza meletakkan dagunya dibahu sebelah kanan Annisa " Kamu marah ya sama mas ??, ini mas lakuin buat kebaikan kamu dan bayi kita sayang, mas harap kamu mengerti dan mau menerima keputusan mas ini " Reza memberikan kecupan dipipi Annisa setelah selesai mengucapkan kalimatnya tadi.
" Iya mas, Annisa ngerti kok kalau ini semua untuk kebaikan kami " mengelus perutnya sambil tersenyum manis kearah sang suami.
Astaga Annisa bikin Reza jadi ngga tahan deh.. Ini boleh ngga sih berangkat kerjanya dimundurin satu jam lagi.
Reza semakin gemas dengan tingkah sang istri, ia pun mencubit kedua buah pipi Annisa " Gemesin deh kamu sayang, pengen mas bawa ke kasur lagi " goda Reza.
Annisa refleks saja memukul lengan atas sang suami " Astaga mas ihh, masa pagi-pagi udah mesum aja, nanti malam aja gimana " Annisa menaik turunkan alisnya tidak lupa dengan senyum manis andalannya sebagai balas ganti menggoda sang suami.
" Udah pinter ngegoda mas ya sekarang " Annisa mengangguk.
Reza pun membawa sang istri yang tengah dalam posisi duduk kedalam pelukannya, wajah Annisa mendarat di roti sobek sang suami.
" Terima kasih sayang, sudah mau bertahan bersama suamimu ini untuk mengarungi rumah tangga kita meskipun banyak sekali cobaan yang datang. Terima kasih banyak untuk istriku yang selalu percaya dan mendukung suamimu ini " lirih Reza sembari mengeratkan pelukannya yang juga dibalas oleh sang istri dengan saling mengeratkan pelukan diantara mereka.
Ada rasa bangga didalam kalimat panjang reza tadi, dirinya merasa sangat diberkahi karena memiliki sosok istri seperti Annisa yang selalu ada untuk dirinya. Selalu percaya dan selalu mendukung setiap langkah yang Reza ambil.
Mungkin tidak setiap perempuan memiliki hati yang kuat seperti Annisa, Reza berjanji akan selalu membahagiakan keluarga kecilnya ini. Akan dia limpahkan selalu kasih sayangnya kepada mereka, tidak akan Reza biarkan mereka menderita barang sedikitpun.
Reza akan selalu ada sebagai pahlawan bagi istri dan anak-anaknya kelak, itulah janji Reza kepada dirinya sendiri.
* * *
Kantor Dinas Pariwisata.
Annisa telah sampai ditempat kerjanya dengan mobil yang ia tumpangi bersama suaminya tadi, mungkin lebih bisa dibilang kalau Annisa diantar oleh Reza.
Seperti biasanya yang selalu menyambut Annisa ketika sudah sampai kantor adalah kedua temannya yaitu Amel dan Andre.
" Wahh.. wahh itu perut makin gede aja " goda Andre yang langsung mendapat pukulan oleh Amel.
" Sakit mel, main pukul aja lu kerjaannya " Andre mengelus lengannya yang kena pukul Amel tadi.
Amel menjulurkan lidahnya kearah Andre sebagai tanda mengolok ala anak-anak.
" Sukurin.. Lagian lu juga pake nanya pertanyaan yang aneh kaya gitu " Amel mendengus.
Annisa yang berada ditengah mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua temannya itu yang selalu bertengkar jika bertemu.
Annisa menengahi mereka " Udah-udah, kalian ini kerjaannya berantem mulu, ngga capek apa " Ucap Annisa.
" Dia duluan tuh, nanya yang ngga penting bikin orang emosi aja dengernya " tunjuk Amel kearah Andre.
Sebelum Andre berucap untuk membantah pernyataan Amel tadi, Annisa langsung saja berbicara kepada keduanya.
" Ada yang mau aku omongin nih sama kalian berdua, tapi pas kita makan siang nanti aja " ucap Annisa serius.
__ADS_1
" Kok gue dengernya agak ngga enak gitu ya rasanya " sahut Amel.
" Mau ngomong apaan sih lu sa, bikin kita penasaran aja, kenapa ngga sekarang aja sih " tanya Andre.
" Nanti aja, pas sekalian kita makan siang " ucap Annisa sembari pergi meninggalkan kedua temannya yang bingung dibuatnya.
Amel dan Andre saling pandang dalam kebingungan.
" Apaan lu lihatin gue, naksir " tanya Amel sambil melototkan matanya kearah Andre tajam.
" Iya " sahut Andre.
Astaga Andre sadar ngga sih sama ucapannya, bikin Amel malu kan tuh. Merah kan jadinya pipi Amel wkwk...
Amel tidak dapat berkata apa-apa lagi, sekarang sebelum semuanya terlambat, Amel dengan cepat mengambil langkah seribu untuk meninggalkan Andre yang masih berdiri disana.
" Apaan sih Andre pake ngomong kaya gitu, kan aku jadi baper " Amel bergumam sendiri sambil melangkah.
Dirinya tidak tau bagaimana nanti harus menghadapi Andre, padahal cuman karena satu kata saja sudah dapat membuat menjungkirbalikkan hati Amel.
Apakah Andre tau jika Amel memang sudah menyukainya sedari dulu. Begitu pikir Amel.
Sedangkan disisi lain, bukan hanya Amel yang sedang dilanda kebingungan bahkan Andre sendiri pun ikut merasakannya.
Tangan Andre pun masih berada di dadanya sembari merasakan kalau jantungnya berdebar dengan cepat. Ia pun juga masih bingung bagaimana mulutnya itu bisa berucap dengan mudahnya tanpa disaring terlebih dahulu.
Apakah yang barusan tadi dapat dikatakan kalau Andre sudah mengakui perasaannya.
Entah lah, hanya Andre dan Amel yang tau ...
* * *
Siang hari..
Annisa, Amel dan Andre sepertinya biasa menghabiskan waktu istirahat mereka dengan makan siang bersama, meskipun semenjak menikah Annisa lebih banyak makan siang bersama sang suami dikantor miliknya.
Amel dan Andre berjalan masing-masing disalah satu sisi tubuh Annisa seperti sedang mengawal dirinya, maklum saja karena Annisa teman mereka sedang hamil besar dan itu membuat mereka berdua menjadi was-was ketika berjalan bersama.
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya makanan mereka bertiga pun telah terhidang didepan mereka.
Eh, tapi tunggu dulu, kok ada yang aneh ya.
Ini meja makan kok tumben jadi sepi gini, pikir Annisa.
Lalu Annisa pun mengedarkan pandangannya kearah kedua temannya yang tengah duduk berhadapan tersebut. Annisa melihat gelagat yang aneh, yaitu Amel dan Andre terasa canggung dan salah tingkah. Beberapa kali mereka saling membuang pandangan kearah lain hanya agar tidak saling bertatap muka.
Suasana hening masih menyelimuti makan siang mereka hingga akhirnya Annisa pun buka suara.
" Kalian kenapa?? " Annisa bertanya seraya menatap keduanya bergantian.
Entah apa yang sedang Amel telan hingga membuatnya tersedak .
" Uhukkk... hukkk.. " Andre dengan refleks langsung bangkit berdiri memberikan segelas air kepada Amel dan mengelus punggung belakangnya.
Annisa yang semula hendak membantu Amel langsung ia urungkan ketika melihat raut wajah Andre yang khawatir melihat Amel tersedak, hal itu dapat dilihat dengan Andre yang siap siaga membantu Amel seperti halnya sekarang.
" Udah ngga papa?? " tanya Andre sembari menatap wajah Amel dengan jarak dekat.
Astaga, tuh kan baru juga ditatap udah merah wajah Amel nya.
" I..iyaa " jawab Amel singkat padat dan jelas namun dengan terbata.
Andre pun menganggukkan kepalanya dan kembali lagi ketempat duduk semulanya. Sorot mata Andre masih memperlihatkan kecemasannya kepada Amel.
" Oh iya, ada yang mau aku bicarakan sama kalian berdua " ucap Annisa membuka pembicaraan diantara mereka bertiga.
Kedua temannya menatap kearah Annisa yang terlihat serius berbicara.
" Sebenarnya bulan ini adalah bulan terakhir aku bekerja " tutur Annisa.
" Maksudnya lu mau mengundurkan diri, gitu ?? " tanya Amel
__ADS_1
" Iya " Annisa menganggukkan kepalanya.
" Suami aku maunya aku istirahat aja dirumah, melihat keadaan aku yang sudah hamil besar kaya gini, dia ngga tega ngeliat aku kerja. Kalau aku sih nurut aja, meskipun berat melepas pekerjaan yang selama ini sudah aku geluti " tutur panjang Annisa.
Amel pun mendekat dan mengusap bahu Annisa. " Ngga papa, lagian kan itu demi kebaikan kamu juga. Mengabdi untuk keluarga kan adalah hal yang mulia bagi seorang wanita " tutur Amel bijak.
Kenapa Annisa ngga sadar ya, kalau teman nya yang sering nyeleneh ini sekarang udah dewasa aja.
Annisa mencubit kedua pipi Amel " Uluh.. Uluh temen aku udah dewasa rupanya, udah siap ini kalau dilamar " goda Annisa yang membuat Amel malu.
" Apaan sih lu, yang ngelamar aja dari kemaren ngga ada " celetuk Amel konyol.
" Tuh Dre, Amel minta dilamar katanya " Annisa menggoda keduanya yang langsung saja mendapat pukulan dari Amel sedangkan Andre hanya senyum saja menanggapi candaan sang teman.
Mereka bertiga pun kembali menikmati makan siang dengan sesekali menyelengi dengan candaan, bahkan Amel dan Andre sudah tidak canggung lagi untuk saling melemparkan candaan satu sama lain.
* * *
Kediaman Keluarga PRATAMA..
Annisa sudah pulang dan sampai kerumah lebih dulu dari Reza sang suami. Kembali kekamar dan melaksanakan tugas sorenya yaitu mandi berendam untuk melepas penatnya setelah seharian berjibaku dengan pekerjaan.
Dengan nyamannya Annisa berendam hingga matanya terpejam menikmati kehangatan air yang menyelimuti tubuh polosnya.
Dilain tempat..
Mobil Reza terlihat sudah memasuki pekarangan rumahnya yang luas, dengan langkah pasti Reza menuju kearah kamarnya mencari keberadaan sang istri yang ia lihat tidak ada dilantai bawah.
" Sayang " panggil Reza ketika sudah memasuki kamar mereka, namun panggilannya tidak mendapatkan sahutan. Reza berjalan kearah kamar ganti namun nihil karena Annisa juga tidak ada disana.
" Mungkin dikamar mandi " gumam Reza.
Reza pun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan berusaha membuka pintu tersebut dan betapa beruntungnya Reza karena kamar mandinya tidak dikunci.
Reza memasuki kamar mandi dan menemukan sang istri yang tengah tertidur sambil merendam badannya. Tanpa menunggu lagi, Reza pun langsung melepaskan segala pakaian yang melekat ditubuhnya dan ikut masuk kedalam bath up mereka.
" Sayang " panggil Reza untuk membangunkan sang istri.
Tanpa perlu menunggu lama, Annisa menggerakkan kelopak matanya dan membukanya perlahan. " Mas, kamu udah pulang " Annisa bertanya kepada sang suami yang ternyata sudah duduk dihadapannya.
Reza duduk dengan posisi bersila, sedangkan kaki istrinya yang berselonjor tadi ia letakkan diatas kakinya yang melipat.
" Iya, baru aja mas pulang sayang " jawab Reza.
Didalam air, kedua tangan Reza memijat kedua kaki sang istri. Namun pijatannya perlahan naik dan naik membuat Annisa gelisah hingga ingin menarik kedua kakinya namun dengan cepat Reza mencegahnya.
" Mas, ini didalam bath up lo, nanti aja ya " tawar Annisa.
" Baiklah sayang " Annisa menghembuskan nafas lega ketika mendengar sahutan sang suami.
Namun apa mau dikata, Reza dengan tenaga yang kuat mengangkat tubuh sang istri yang masih polos kembali ke kamar tidur mereka.
Ohh astaga, sekarang yang Annisa perlukan adalah doa, semoga Annisa dapat bertahan dari terkaman kenikmatan sang suami wkwk..
* * * * * * *
Sekarang dicerita selanjutnya, author akan mengisahkan tentang kehidupan orang disekitarnya Annisa dan Reza.
Seperti teman Annisa yaitu Amel dan Andre, kedua sekertaris andalan Reza yaitu Angela dan Doni serta kisah kelanjutan hidup rumah tangga Dian dan Indah. Tunggu aja ya 😁😁
Ini author buat agar kalian ngga bosan kalau mengisahkan cerita Annisa dan Reza aja..
Dukung author terus ya, jangan lupa buat like dan votenya yang banyak.
Komentar nya juga jangan lupa setelah selesai membaca.
Beri author dukungan terus ya 😘😘😘
Terima kasih 🙏🙏🙏
Semoga kalian suka dengan kelanjutannya.
__ADS_1
05 Juni 2020.