
Annisa masih berkutat dengan pikirannya karena merasa ada yang janggal antara pembicaraan suami dan mantan. Oh bukan, Annisa dan Dian tidak sempat berpacaran namun hanya Annisa yang memiliki rasa kepadanya atau bisa disebut juga cinta bertepuk sebelah tangan.
"Mengapa Dian memanggil mas Reza dengan sebutan pak??"
"Apa hubungan Dian dengan mas Reza??"
"Dan yang lebih menganehkan lagi ada urusan apa Dian kesini bahkan sampai keruangan mas Reza langsung??"
Itulah berbagai macam isi dari kepala Annisa, berbagai macam tanda tanya besar yang sedang memenuhi otaknya.
Oh ayolah, bukan itu yang harus dipikirkan sekarang. Yang harus dilakukan Annisa sekarang adalah bagaimana keluar dari situasi yang mencekam ini. Dan yang lebih mengerikan lagi adalah mereka seperti sedang kepergok berbuat mesum didalam ruangan kerja dengan Annisa yang masih berada dipangkuan Reza, wajahnya yang masih menatap dada Reza seperti enggan untuk berbalik dan menampakkan mukanya kepada seseorang yang pernah mengisi relung hatinya dulu.
"Maaf sebelumnya pak, kami kesini hanya ingin mengantarkan kue ini saja sebagai ucapan terima kasih"
Ucap indah.
Oh belum selesai dengan satu masalah datang lagi masalah yang lain, bagaimana mungkin suara Mak Lampir yang begitu cempreng juga bisa berada diruangan ini, tidak mungkin hanya ada suara namun tidak ada orangnya.
Oke bisa dipastikan Mak Lampir indah juga ada diruangan Reza.
"Oh tuhan, belum selesai dengan masalah satu datang lagi masalah lain. Ada urusan apa Dian dan indah diruangan suamiku"
"Apakah mereka sudah tau jika mas Reza adalah suamiku"
"Tapi mana mungkin, ketika kami menikah kemarin hanya mengundang keluarga dekat dan teman yang datang di pernikahan aku hanya Amel dan Andre"
"Sebenarnya ada apa ini"
"Terus itu lagi apa maksudnya untuk berterima kasih, memangnya apa yang sudah mas Reza lakukan kepada mereka??"
Lagi dan lagi pikiran Annisa masih bingung dengan berbagai macam hal yang dia dengar sekarang, otaknya masih berusaha mencerna segala sesuatu yang terjadi sekarang.
Reza :
"Kalian bisa menaruhnya dimeja kerja saya" suruh Reza kepada indah yang masih memegang paper bag yang berisikan kue tersebut.
Indah melangkahkan kakinya menuju meja kerja Reza untuk menaruh kue yang ia bawa dengan sengaja tadi, tanpa disadari sambil berjalan indah melirik kearah bos suaminya tersebut.
Karena tidak bisa dipungkiri jika dia penasaran dengan sosok wanita yang bersama dengan atasan suaminya itu, siapa gerangan yang bisa menaklukkan hati seorang pria yang sangat kaya nan tampan tersebut.
Annisa yang merasa jika ada suara langkah kaki yang bergerak, langsung saja dia memeluk tubuh suaminya lagi dengan cepat dan menyembunyikan wajah dirinya pada dada suaminya agar tidak ketahuan oleh Dian dan Annisa. Setelah indah kembali ke posisi semulanya yaitu berada disamping suaminya yang sedang berdiri sadari tadi setelah ia selesai menaruh kue tersebut.
Indah dan Dian nampak masih setia berdiri didalam ruangan Reza tanpa ada berniat untuk melangkahkan kakinya dan pergi meninggalkan ruangan tersebut.
__ADS_1
Reza yang seakan paham maksud mereka lantas berpikiran untuk memperkenalkan Annisa sebagai istrinya kepada pegawai barunya tersebut.
Reza :
"Oh maaf saya lupa memperkenalkan dia kepada kalian, ini istri saya. Jadi apa yang kalian lihat sebelumnya tidak seperti yang kalian pikirkan. Saya tidak mungkin melakukannya dengan orang lain kecuali istri saya" tutur Reza menjelaskan kondisi mereka kepada pegawai barunya tersebut.
Indah dan Dian hanya bisa mengangguk mendengar penjelasan dari Reza dan mereka pun sekaligus merasa terkejut dengan penuturan bahwa bosnya itu telah menikah karena mereka tidak pernah mendengar kabar tersebut diinfotaiment ataupun media masa yang lain. Karena tidak mungkin kabar pernikahan seorang Reza Pratama tidak disiarkan di televisi bahkan wajahnya saja sudah langganan menjadi cover majalah bisnis dan fashion apalagi pernikahan.
"Gilaaa, aku tidak tau bahwa dia sudah menikah, apa aku ketinggalan berita"
Batin Indah.
Indah pun memberanikan diri untuk bertanya setelah mendengar penuturan dari bos suaminya tersebut.
Indah :
"Tapi pak, saya tidak pernah mendengar tentang pernikahan bapak? Apakah pernikahan bapak baru saja dilaksanakan??" tanya indah kepada Reza yang ia lihat masih setia memeluk istrinya yang duduk membelakangi dirinya.
Reza tersenyum kecil mendapati pertanyaan seperti itu.
Reza :
"Tidak, pernikahan kami sudah berusia beberapa bulan dan memang pernikahan kami tersebut diadakan privat hanya untuk pihak keluarga dan teman dekat saja yang hadir" jelas Reza kepada Indah dan Dian.
"Ini mas Reza kenapa pake dijelasin segala sih, mereka kan jadi ngga pergi pergi dari sini"
Batin Annisa.
Reza :
"Oh iya perkenalkan nama istri saya .." ucapan Reza terpotong setelah mendengar ucapan pelan istrinya yang sedang berada didada dirinya tersebut.
Annisa :
"Mas, aku malu dengan keadaan yang kaya gini. Nanti aja memperkenalkan aku sama mereka, sekarang posisi aku ngga pantas" ucap Annisa pelan namun masih dapat didengar Reza.
Reza pun paham maksud sang istri karena memang posisi istrinya tersebut tidak dalam keadaan yang pantas untuk memperkenalkan diri dan wajar saja jika dirinya malu karena mereka tadi memang seperti kedapatan berbuat mesum.
Reza :
"Maafkan saya, sepertinya istri saya masih malu atas kejadian tadi dan tidak berani memperkenalkan dirinya sekarang. Mungkin lain waktu akan saya kenalkan kepada kalian" ucap Reza memberitahukan kepada Dian dan Indah.
Dian dan Indah pun memakluminya dan berpamitan undur diri dari ruangan atasannya tersebut tidak lupa juga meminta maaf lagi atas kelancaran mereka yang memasuki ruangan bosnya tersebut.
__ADS_1
Setelah keluar dari ruangan Reza tadi, Indah berjalan disamping sang suami dengan lamunannya menatap kosong kedepan.
"Aku serasa kenal dengan baju yang dipakai istri Pak Reza tadi, kaya pernah lihat tapi dimana??"
Batin indah.
Seperti itulah pemikiran yang ada dikepala indah sedari tadi, berusaha mengingat sesuatu namun hasilnya nihil. Tidak ada memori yang dapat diputar ulang.
***
Sementara diruangan Reza Annisa sudah beralih tempat duduk dari atas pangkuan suaminya menjadi berada disamping sang suami sambil membenarkan pakaiannya yang sempat berantakan akibat perbuatan mereka tadi.
Keadaan masih hening sebentar setelah kepergian Indah dan Dian dari ruangan Reza hingga Annisa membuka suara untuk bertanya kepada suaminya itu.
Annisa :
"Siapa mereka tadi mas, ada keperluan apa mereka kesini dan lagi apa mas kenal dengan mereka??" pertanyaan beruntun yang keluar dari mulut Annisa.
Reza terkekeh mendengar pertanyaan dari sang istri, tidak biasanya sang istri begitu penasaran dengan pekerjaannya dan apa yang menyangkut didalamnya termasuk para pegawainya tersebut. Jika Annisa penasaran dengan pegawai Reza paling mentok juga bertanya tentang Angela dan Doni saja.
Reza :
"Yang laki laki tadi adalah Manager baru dihotel ini sedangkan yang perempuan tadi seperti kamu dengar adalah istrinya" jawab Reza santai.
Annisa :
"Apaa!!!!" teriak Annisa didepan wajah Reza seketika langsung ia tutup mulutnya tersebut karena merasa keceplosan.
Reza semakin bingung dengan tanggapan sang istri ketika mendengar jawabannya, keterkejutan sang istri terlihat aneh seakan ada sesuatu didalamnya.
"Gue tau kalau dunia ini memang sempit, tapi ngga gini juga"
Batin Annisa.
*******
Hai semuanya, saya ucapkan terima kasih atas kepedulian karena terhadap novel saya.
Terima kasih juga sudah menyempatkan waktunya untuk membaca, saya harap kedepannya kalian masih setia membaca novel saya.
Selalu jangan lupa untuk vote, like dan komen ya. Biar author semakin semangat untuk nulisnya 😁😁😁
Semoga kalian suka dengan episode ini.
__ADS_1
Terima kasih 🙏🙏🙏
19 Maret 2020