
Pagi menyambut annisa dan reza yang masih terlelap dalam tidur, entah apa yang membuat mereka berdua masih betah tidur padahal matahari sudah mulai naik dan menampakkan sinarnya.
Reza terbangun lebih dahulu dari pada annisa, ia menatap dalam wajah istrinya itu dan sesekali mengelusnya. Seseorang yang telah membuat hidupnya lebih berarti sekarang, seseorang yang membuat ia lebih semangat dalam mengerjakan apapun dan seseorang yang membuatnya sakit apabila melihat wanita itu menghindar dan tidak memperdulikannya.
Reza merasa apakah dia sudah mulai bergantung kepada annisa dan tidak bisa melakukan apapun tanpa dia. Padahal dulu dia sangat suka sendirian dalam melakukan apapun, meski tanpa kedua sekretaris setianya itu dia tetap bisa melakukan segala hal tetapi sekarang dia lebih suka mengerjakan sesuatu dan segala hal bersama istrinya.
Reza masih betah memandang wajah annisa, mengelus pipi dan bibir annisa lembut.
CUP
Reza mencium bibir annisa sekilas dan beralih mencium kening annisa.
"Tetaplah bersamaku ku selamanya sayang" batin reza.
Annisa membuka matanya karena merasa terganggu akan tidurnya. Annisa melihat reza yang sudah bangun terlebih dahulu dan sedang menatap dirinya.
CUP
Annisa mencium bibir reza agak lama.
"Pagi sayang" kata annisa dengan senyuman manisnya.
Reza mendekatkan wajahnya lagi kearah annisa.
Reza :
"Lagi dong sayang"
Dengan cepat annisa menahan wajah reza menggunakan tangannya.
Annisa :
"Udah ah ayo siap siap, mau pulang ngga hari ini" kata annisa kepada reza dengan masih menahan wajah suaminya itu.
Reza :
"Ayo ayo" jawab reza dengan senyum senangnya.
Annisa :
"Lah kok seneng banget mau pulang, kemarin aja pas tau mau pulang pengen disini lebih lama katanya"
Reza :
"Itukan kemarin sayang, hari ini beda lagi. Lagian kalau ngga pulang gimana mau bikin anak" ledek reza kepada annisa yang membuat wajah annisa memerah.
Annisa :
"Kalau urusan gitu aja cepat banget" kata annisa sebal.
Reza menatap gemas wajah annisa dan mencubit kedua pipi chubby istrinya itu. Reza dengan cepat berlari kekamar mandi untuk bersiap siap pulang. Tidak berapa lama reza membuka lagu pintu kamar mandi dan mengeluarkan kepalanya saja dari balik pintu.
__ADS_1
Reza :
"Sayang, mau mandi bareng ngga?" tawar reza sambil senyum kepada annisa yang masih duduk ditempat tidur.
Annisa :
"Massssssss!!!!!" jawab annisa dengan sedikit berteriak sambil melempar bantal kearah reza namun dengan cepat reza menutup pintu kamar mandi agar tidak terkena lemparan bantal dari annisa.
"Ihhh bisa banget sih punya suami bikin istri malu terus" batin annisa sambil memegang kedua pipinya yang seakan merasa panas itu dengan senyuman yang masih mengembang menghiasi wajah cantiknya.
Annisa dan reza yang telah selesai bersiap siap untuk pulang, sebelum pulang mereka terlebih dahulu sarapan bersama ayah mereka. Annisa dan reza mengenakan pakaian santai dan simple tetapi tidak mengurangi sedikitpun kesan elegan dan mewah mereka apalagi kecantikan dan ketampanan mereka semakin terpancar
Ketika keluar dari kamar secara bersamaan, mereka melihat ayah mereka yang sudah duduk dimeja makan dengan beberapa hidangan yang sederhana namun dapat menggugah selera siapapun yang melihatnya.
Annisa dan reza menghampiri ayah mereka.
Annisa :
"Ayah yang masak??" tanya annisa.
Jhony :
"Iya, yaudah ayo makan, kalian kan mau pulang setelah ini" jawab.
Jhony :
"Gimana hubungan kalian sekarang nak, apakah annisa menyusahkan mu" tanya jhony kepada menantunya
Reza :
"Tidak ayah, annisa sangat mandiri dalam melakukan apapun, dia juga wanita yang hebat" jawab reza dengan penuh keyakinan kepada mertuanya.
Jhony :
"Baguslah, ayah harap dengan kehadiran kamu, annisa dapat membuka hatinya lagi dan melupakan luka masa lalu nya itu" kata jhony dengan tatapan sedih dimatanya.
Reza :
"Memangnya ada apa dengan annisa, yah?" tanya reza penasaran akibat kata kata dari mertuanya itu.
Jhony :
"Annisa dulunya pernah mencintai seseorang dengan sangat dalam tetapi ia tidak berani untuk berjuang dan hanya bisa memendamnya saja. Annisa mencintai lelaki itu selama 7 tahun dan selama itu pula cintanya tidak pernah beralih sampai akhirnya ia tau kalau lelaki yang dicintainya akan menikah dan yang lebih menyakitkan ialah lelaki itu menikah dengan sahabatnya sendiri. Saat itu annisa begitu terpukul sekaligus kecewa karena merasa dibohongi oleh dua orang yang begitu ia sayangi. Sejak itu pula annisa menutup hatinya dan tidak ingin lagi mencintai seseorang karena annisa pikir hanya akan ada rasa sakit lagi ketika mencintai seseorang" tutur jhony panjang lebar kepada reza.
Reza :
"Reza juga pernah mendengar dari annisa langsung kalau dia pernah mencintai seseorang selama itu tetapi reza tidak tau jika seperti itu kisah sebenarnya" jawab reza yang masih tidak percaya jika istrinya yang selalu ia lihat bahagia setiap saat pernah melalui rasa sakit karena pengkhianatan sahabatnya sendiri.
__ADS_1
Jhony :
"Ya seperti itu lah nak, bahkan ayah sendiri dulu tidak bisa membantu annisa keluar dari rasa sakit itu. Ayah harap kamu dapat membantu annisa melupakan masa lalunya itu dan dapat membuka lembaran baru yang bahagia untuk keluarga kecil kalian" kata jhony sambil memegang satu tangan reza menggunakan kedua tangannya seperti sedang memohon.
Reza :
"Ayah tenang saja, reza berjanji akan selalu membuat annisa bahagia dan dapat melupakan masa lalu nya yang kelam. Reza tidak akan membiarkan annisa merasakan rasa sakit seperti itu lagi kedepannya" jawab reza sambil memegang kedua tangan ayahnya itu dengan satu tangannya lagi.
Jhony :
"Baiklah, ayah percaya padamu. Ayah titipkan annisa kepadamu dan sepertinya annisa juga sudah mulai mau membuka hatinya untukmu nak"
Keduanya pun saling lempar senyuman seakan sudah mencapai kesepakatan yang begitu besar dan berharga.
Reza dan jhony kembali bercanda dan tertawa seperti biasanya lagi dan tanpa disadari annisa sudah datang menghampiri mereka berdua yang sedang asik tertawa.
Annisa bahagia melihat kedua orang yang disayangi nya itu saling tertawa asik seakan tidak ada beban didalam hidup mereka.
Annisa :
"Bahagia banget sih" tanya annisa.
Reza :
"Iya dong, kan aku sama ayah tadi lagi bicarain perempuan cantik makanya bahagia" jawab reza dengan senyuman nya.
Annisa :
"Oh gitu, jadi sekarang udah berani bicarain perempuan dibelakang aku" jawab annisa kesal sembari membalikkan badannya dan membelakangi reza dan ayahnya.
Jhony :
"Sudah sudah, kalau gini kapan berangkatnya. Besok kalian sudah harus kembali bekerja lagi" kata jhony untuk menghentikan pertengkaran kecil anak dan menantunya itu.
Tidak beberapa lama annisa dan reza berpamitan kepada ayahnya untuk pulang dan akan berjanji jika tidak sibuk mereka akan kembali berkunjung.
Sebelum annisa dan reza pulang jhony mengatakan sesuatu kepada mereka berdua jika berkunjung kembali harus bertiga. Seakan mengerti dengan maksud sang ayah, annisa hanya bisa senyum dengan wajahnya yang memerah karena malu akibat sang ayah yang berbicara seperti itu namun lain halnya dengan reza yang dengan cepat mengiyakan kata kata sang ayah mertua.
Maaf jika banyak typo ya, semoga kalian suka dengan kelanjutan ceritanya.
Jangan lupa di Favoritkan, Like, Komen & Vote ya supaya author juga semangat untuk nulisnya 😊😊
Author mau tau dong siapa aja yang udah masukin novel author ke Favorit dan masih setia baca novel author ini 😊😊
Silahkan komen dibawah ya 👇👇👇
Semoga senang dan ngga bosan ya, serta selalu dukung author terus 😘😘😘
Terima kasih 🙏🙏🙏
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1