Jodoh Warisan

Jodoh Warisan
DONI & ANGELA PART 3


__ADS_3

Keesokkan harinya mereka kembali bekerja seperti biasa tanpa mau mengingat hal yang telah terjadi semalam, terutama Angela. Perempuan itu sangat malu sekali ketika bayangan kejadian kemarin malam memutar diotaknya.


Ohh astaga, bolehkah Angela lupa ingatan barang sedikit supaya tidak dapat mengingat sedikitpun kejadian semalam. Dirinya ingin sekali tidak hadir bekerja hari ini seandainya bisa.


" Angela, keruangan saya sekarang "


Suara telpon dari seberang sana yang memerintahkan dirinya agar segera menuju keruangan atasannya, ya siapa lagi kalau bukan Reza.


Angela berjalan penuh percaya diri seperti biasa menuju ruangan Reza dengan ketukan pintu terlebih dahulu sebelum ia menarik ganggang pintu untuk membukanya.


Namun kepercayaan diri tadi seketika hilang ketika ia melihat bukan hanya atasannya saja yang berada diruangan itu namun juga Doni. Orang yang telah merebut ciuman pertamanya semalam.


Angela melangkah pelan menuju meja kerja atasannya Reza dan tepat disamping Reza berdiri lah Doni yang sedari tadi memang sudah berada disana.


Ketika Angela sudah sampai didepan meja kerja Reza, ia pun menanyakan perihal apa atasannya itu memanggilnya kesini.


" Ada perihal apa bapak memanggil saya ?? " tanya Angela dengan menundukkan pandangannya, ia tidak ingin sampai matanya bertemu dengan tatapan Doni yang sedari tadi ia rasa tengah memandangnya.


" Tolong kamu dan Doni menggantikan saya nanti siang ini untuk tanda tangan kontrak kerjasama dengan perusahaan keuangan My Finance. Karena siang nanti saya tidak bisa hadir dikarena istri saya minta ditemani makan siang, " ucap Reza memberikan perintah.


Angela gelagapan, ingin sekali dia menolak perintah atasannya itu namun hal itu sangat tidak mungkin karena selama ini dirinya tidak pernah menolak perintah Reza sekalipun itu adalah perintah yang sulit.


Pandangan Angela sempat menatap kearah Doni sebelum ia mengiyakan perintah dari Reza. Dan benar saja baru juga ia melirik kearah Doni ternyata Doni memang sudah sedari tadi melihat kearahnya.


Angela menjadi canggung setelah ditatap Doni, namun yang tukang tatap tidak merasa bersalah sedikitpun setelah membuat anak gadis orang malu, dirinya bahkan malah melemparkan senyuman manis untuk Angela.


Aduh Angela diberi senyuman semanis itu pagi-pagi begini jadi memerahkan wajahnya.


Dengan segera Angela memalingkan wajahnya kesamping agar tidak dilihat Doni dan atasannya Reza. Ia bahkan malu sekali, baru juga diberi senyuman begitu sudah jadi panas seluruh wajahnya.


Reza mengerutkan keningnya melihat tingkah laku Angela yang sekarang berada tepat didepannya, wajahnya memerah tiba-tiba membuat Reza berpikir jika sekertaris nya itu sedang dalam keadaan sakit sekarang. Namun setelah pandangannya ia alihkan ke sebelah kanannya yang dimana Doni sedang berdiri tepat disampingnya. Reza melihat Doni menatap Angela dengan pandangan yang berbeda seperti biasanya, apalagi senyuman yang sedari tadi masih tercetak diwajah Doni tidak luntur sedikitpun.


Paham. Reza akhirnya paham dengan situasi yang terjadi sekarang hingga ia pun berpikir tentang sesuatu yang lain.


" Baiklah, saya harap kalian dapat melaksanakan tugas yang saya berikan nanti dengan baik, saya tunggu hasilnya " ucap Reza lagi memberi perintah.


" Baik pak " ucap mereka bersamaan.


Lalu Angela dan Doni pamit untuk pergi meninggalkan ruangan Reza. Namun hanya Doni yang diperbolehkan Reza keluar dari ruangannya sedangkan Angela ia suruh untuk tinggal sebentar.


" Ada apa lagi pak, apa masih ada yang perlu saya kerjakan " tanya Angela bingung karena atasannya itu menyuruh untuk dirinya tinggal sebentar.


" Ah tidak. Aku hanya ingin menyampaikan kalau anak dari pemilik perusahaan My Finance itu menyukai Doni dan ayahnya juga tertarik untuk mengambil Doni untuk jadi menantunya. Hanya untuk mengingatkan, jaga baik-baik orang yang kamu cintai sebelum akhirnya membuat dirimu menyesal suatu hari nanti " Reza memberikan nasihat kepada sekertaris yang sudah ia anggap seperti temannya sendiri.


" Aa.. apa maksud bapak, saya tidak mengerti " ucap Angela terbata.


Reza tersenyum. " Kamu akan mengerti jika nanti mengalami bagaimana rasanya kehilangan dan menyesal ".


Angela masih diselimuti kebingungan.


" Baiklah Angela, kamu bisa keluar. Cepatlah bersiap-siap karena sebentar lagi jam makan siang " ucap Reza.

__ADS_1


Angela pun menundukkan tubuhnya sedikit sebagai tanda memberi hormat lalu berjalan menuju pintu untuk keluar.


* * *


Jam Makan Siang.


Sepanjang perjalanan menuju cafe tempat pertemuan untuk mereka menandatangani kontrak, Angela hanya terdiam sambil menatap lurus jalanan didepannya. Entah sekarang apa yang membuat wanita itu menjadi seperti mempunyai beban pikiran yang berat, apalagi setelah mendengar nasehat dari atasannya tadi.


Ia tidak menampik jika dirinya juga takut hal itu terjadi, sedangkan sekarang dirinya sedang meyakinkan hatinya agar tidak salah dalam memilih dan melangkah. Angela memang tipe perempuan yang mempunyai perhitungan yang tinggi dalam hal apapun entah pekerjaan atau kehidupan pribadinya.


Dia tidak akan sembarangan dalam mengambil setiap keputusan, itulah yang membuat kinerja nya dalam bekerja sangat lah baik.


" Angela, kita sudah sampai " Doni menepuk pelan bahu Angela seolah menyadarkan dirinya yang sedari tadi pikirannya sedang pergi kelayapan entah kemana.


" Ah iya " Angela membuka seat belt dan tangan kirinya sudah ingin membuka pintu mobil namun terhenti ketika Doni memegang lengan kanannya.


Angela menoleh kearah Doni.


" Ada apa, sejak pagi tadi kamu tidak berbicara sedikitpun kepada ku. Apa aku ada membuat kesalahan?? " Doni bertanya dengan rasa takut seandainya dirinya sudah membuat kecewa wanita yang dicintainya ini.


Angela melepaskan pegangan tangan Doni dari lengannya " Tidak, kamu tidak ada membuat kesalahan apapun, hanya saja aku sedang tidak enak badan makanya tidak banyak bicara sejak tadi pagi " Angela berusaha menjelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman.


" Kamu sakit??.. sakit apa, kenapa ngga bilang dari tadi, harusnya kamu istirahat saja biar aku yang mengerjakan tugas ini sendiri. Baiklah, ayo kita kerumah sakit " Doni hendak menjalankan mobilnya lagi namun Angela menghentikannya.


" Kalau kamu sendirian kesini, yang ada nanti kamu bakal dijodohin sama anak bapak itu " batin Angela.


" Aku ngga papa kok, tenang aja. Ayo kita masuk, jangan sampai membuat partner bisnis kita menunggu " ajak Angela.


Aduh Doni kalau gini terus kan Angela bisa meleleh, perempuan mana coba yang bisa tahan kalau diperhatiin.


Angela dan Doni lalu masuk kesebuah cafe menuju tempat pertemuan mereka yang berada didalam ruangan privat. Ketika membuka pintunya, nampaklah seorang pria paruh baya yang mungkin usianya sudah berkepala lima.


" Selamat siang pak " Doni menyapa lalu menyodorkan tangannya untuk bersalaman. Kemudian Angela mengikuti setelah bapak tadi menyambut salam dari tangan Doni.


Mereka bertiga pun duduk berbincang sebentar lalu Doni mengeluarkan berkas perjanjian kerjasama mereka. Akhirnya proses kerjasama pun telah disepakati dengan Doni dan Pimpinan perusahan yang bergerak di bidang keuangan itu telah selesai menandatangani berkas perjanjian kerjasama mereka. Ditutup dengan kembalinya bersalaman.


Tidak lama setelah itu para pelayan mengantarkan makan siang untuk mereka bertiga yang sudah dipesan terlebih dahulu tadi. Mereka pun memulai makan bersamanya dengan keheningan yang mengambil alih suasana.


" Apakah saya bisa bertanya sesuatu " pandangan pak Heru jatuh kepada Doni yang tepat berada didepannya.


Angela melirik kan matanya kearah Doni. Dia bersiap-siap membuka lebar-lebar telinganya agar dapat mendengar dan mengerti akan maksud pembicaraan kedua pria didekatnya itu.


" Apakah nak Doni ini sudah memiliki pasangan ?? " tanya pak Heru.


*Deggg...


" Tuh kan bener* "


Apa yang Angela duga ternyata benar, pertanyaan yang menakutkan menurut perempuan itu akhirnya keluar.


" Ahh itu ... " Doni jadi bingung ingin menjawab apa atas pertanyaan yang diberikan pak Heru kepadanya.

__ADS_1


Doni melirik kearah Angela yang terlihat juga melirik kearahnya, pandangan mereka bertemu hingga Angela memutuskan pandangan itu.


" Bagaimana, kalau memang nak Doni sedang tidak memiliki pasangan kebetulan saya juga memiliki seorang putri yang masih single " ucap pak Heru seperti makna perjodohan secara tidak langsung. " Seandainya bisa memiliki menantu seperti nak Doni ini bapak bisa tenang melepas putri bapak untuk menikah " sambung pak Heru lagi.


" Ini beneran mau bicara tentang perjodohan, masa iya, seriusan " Angela kembali bergumul dengan pikirannya.


Doni tersenyum kearah pak Heru seakan memberikan harapan besar kepada pria paruh baya disampingnya itu.


" Kenapa dia malah senyum, jangan-jangan dia juga mau lagi sama anak bapak ini. Ini maksud Doni apaan sih "


Angela juga ikut menerka-nerka apa makna dibalik senyuman Doni itu.


" Terima kasih atas pujian bapak tadi, saya juga berharap dapat memiliki seorang mertua yang sangat baik seperti bapak " sahut Doni.


Wajah Angela berubah, astaga dia belum siap mendengar ini. Masa iya Doni mau jadi menantu pak Heru, bukannya dia belum menerima jawaban atas pernyataan cintanya kepada Angela, masa sih dia mau menyerah duluan.


" Mungkin memang bukan jodoh " Angela menundukkan pandangannya kebawah, ia merasa tidak tahan lagi berada diruangan ini.


Angela perlahan bangun mendorong kursi yang sempat ia duduki tadi bersiap untuk segera keluar dari ruangan tersebut, perasaan sesak mulai memenuhi dadanya.


Namun langkahnya terhambat setelah sebuah cekalan tangan menghentikannya. Angela menoleh kearah Doni yang berada disampingnya namun lelaki itu tetap memandang lurus kearah depan tempat pak Heru berada. Sedangkan pak Heru terheran melihat adegan itu, ia juga ikut menatap Doni setelah itu pandangannya beralih kepada Angela.


Kebingungan itu akhirnya sirna setelah mendengarkan kata yang keluar dari mulut Doni.


" Saya berterima kasih sekali atas tawaran bapak tadi, namun saya mohon maaf harus mengatakan ini langsung. Karena hati saya sudah dimiliki seseorang dan saya tidak bisa memberikan hati saya lagi kepada orang lain. Saya sangat bahagia telah memberikan hati dan cinta saya untuk perempuan itu dan saya tidak menyesalinya sama sekali " jeda sesaat dalam ucapan Doni. " Saya harap bapak dapat mendoakan kebahagiaan untuk saya dan orang yang saya cintai ini " Doni beralih menatap Angela, pandangan mereka bertemu.


Hati Angela bergemuruh, ia seakan tidak dapat lagi menahan rasa bahagia didalam dirinya. Ingin sekali ia menumpahkan dan memeluk tubuh laki-laki yang baru saja membuat jantungnya itu berdetak kencang serta hatinya yang berbunga-bunga.


Doni tersenyum kepada Angela dan Angela pun membalas senyuman itu dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.


Pak Heru tersenyum mendengar dan melihat secara langsung pengakuan cinta anak muda didepannya, rupanya selama ini dirinya tidak salah dalam menilai orang. Begitu pikir pak Heru.


" Baguslah, aku turut bahagia untuk kalian berdua. Aku harap suatu saat nanti anak ku juga akan mendapatkan seorang lelaki seperti mu " puji pak Heru kepada Doni.


" Terima kasih pak, dan saya doakan semoga anak bapak juga akan selalu diberikan kebahagiaan " sahut Doni.


Doni lalu menarik pelan tangan Angela untuk menyuruhnya kembali duduk disampingnya, Angela pun mengerti dan ia pun duduk kembali seperti semula.


Pegangan tangan dipergelangan tadi perlahan turun menuju jemari Angela dan menggenggamnya, Angela menoleh dan mendapati jika Doni kembali tersenyum kepadanya seakan dibalik senyuman itu tersirat begitu banyak kebahagiaan yang sedang menanti untuk Angela.


* * *


Bagaimana?? udah cocok belum Doni sama Angela nya.


Berikan komentar dan dukungan kalian buat mereka ya terutama buat author 😁😁😁


Jangan lupa vote, like dan komentarnya..


Selamat membaca dan semoga suka sama kelanjutannya.


Terima kasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2