Jodoh Warisan

Jodoh Warisan
MALL


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang mereka hanya diisi dengan kesunyian, beberapa kali Annisa mengajak Reza untuk berbicara namun hanya senyuman dan selalu senyuman yang ia dapat sebagai balasan.


Dibalik senyuman yang sedari tadi Annisa terima ia merasa bahwa ada sesuatu dibaliknya namun ia tidak tau apa itu. Hingga Annisa mendapatkan sebuah ide untuk membuat suaminya itu tidak suntuk dan mendiamkan dirinya lagi.


"Mas, kita mampir ke mall dulu ya, ada beberapa barang yang mau Annisa beli"


Ajak Annisa kepada Reza agar mereka mampir ke mall terlebih dahulu sebelum pulang kerumah karena Annisa ingin membuat suaminya menjadi kembali ceria seperti biasa tidak seperti sekarang. Ini bukan seperti Reza yang Annisa kenal menurutnya.


"Hemm baiklah"


Hanya itu yang terlontar dari mulut Reza meskipun jawaban itu Reza barengi dengan senyumannya namun hati Annisa masih tidak tenang dibuatnya.


Tidak seberapa lama mobil yang mereka tumpangi telah sampai ditempat tujuan, terlihat banyak sekali pengunjung yang berlalu lalang disana. Ada yang bersama keluarganya, ada sepasang kekasih yang terlihat sedang pacaran maupun para pegawai yang dibuat sibuk oleh pengunjung mall tersebut.


Memasuki mall tersebut Annisa lantas saja langsung mengaitkan kedua tangannya kesalah satu tangan Reza. Annisa ingin menegaskan jika laki laki yang tengah ia gandeng tersebut adalah miliknya dan untuk para wanita yang sedang memandangi suaminya sedari tadi hendak lah sadar kalau laki laki yang mereka lihat itu sudah milik orang lain dan itu dirinya.


"Ini suami gue yang kelebihan ganteng apa itu cewe cewe yang pada ganjen. Hidup gue serba salah jadinya, punya suami jelek dihina, punya suami ganteng takut diambil pelakor"


Batin Annisa.


Reza tersenyum kecil mendapati kelakuan istrinya tersebut yang ia lihat begitu manis dengan sifat cemburunya apalagi wajahnya yang ia buat segarang mungkin agar para wanita lain takut kepadanya. Ingin segala Reza langsung memeluk istrinya itu namun ia masih tau batasan karena sekarang mereka tengah berada ditempat umum.


Namun berbeda dengan yang tengah dilakukan oleh istrinya itu, Annisa malah berkelakuan aneh dengan bermanja manja didepan umum.


"Sayang, aku lapar, ayo kita makan"


Suara Annisa yang dibuatnya semanja mungkin yang dengan seketika membuat mood Reza menjadi cerah kembali. Lagi lagi Reza ingin sekali menerkam istrinya itu sekarang juga.


"Astaga istriku, mengapa kamu begitu menggemaskan. Aku rasa telah mengambil langkah yang salah untuk jalan jalan, seandainya tau seperti ini lebih baik aku menghabiskan waktu dikamar saja"


Batin Reza.


Reza kemudian membawa Annisa ke salah satu cafe yang ada di mall tersebut, lagi lagi beberapa wanita yang berada disana langsung melihat kearah Reza, pandangan terpana mereka membuat Annisa risih kembali. Annisa langsung dengan cepat menarik Reza ke arah meja yang berada dipojokan dengan Reza yang Annisa suruh duduk dikursi yang mengarah menghadap tembok, lalu Annisa duduk dikursi yang berada didepan suaminya itu.


Setelah memesan beberapa jenis makanan lalu tidak menunggu lama pesanan mereka datang, selama makan Annisa terus mengajak suaminya itu untuk berbicara agar membuat mood suaminya menjadi baik kembali namun tanpa Annisa sadari jika mood Reza memang sudah kembali ceria karena tinggal laku yang dirinya tunjukan sedari tadi.


Annisa masih melihat ada beberapa wanita yang menatap suaminya sedari tadi, ia pun memikirkan cara lagi untuk menyingkirkan para pelakor pemula tersebut.


"Sayang habis ini kita mau kemana lagi?" tanya Annisa kepada Reza dengan manja dan penuh senyuman.


Reza hanya biasa saja menanggapinya.


"Apaa mau langsung pulang kerumah, mau olahraga lagi" suara Annisa dibuat agak keras agar para wanita itu mendengarnya bicara.


Dan benar saja para wanita itu langsung melotot mendengar ucapan Annisa.


Annisa pun kembali melanjutkan aktingnya meskipun inya mendapatkan tatapan heran dari sang suami.

__ADS_1


"Sayang kamu ini bisa aja, jangan bicara disini ah malu tau"


Ucap Annisa sembari berpura pura tertawa kecil dan menepuk bahu suaminya pelan kemudian melirik kearah wanita wanita tadi dan benar saja mereka langsung mengalihkan pandangan mereka dari suaminya.


"Sukurin, malu ngga lu dengernya"


Gumam Annisa.


Reza hanya geleng geleng kepala melihat tingkah istrinya yang aneh sedari mereka pertama menginjakkan kaki di mall ini.


Selesai makan, Annisa melanjutkan jalan jalannya mengitari mall tersebut dan sampai disalah satu toko pakaian yang terlihat mewah dan berkelas, Annisa lantas melangkahkan kakinya memasuki toko baju tersebut diikuti oleh sang suami yang senantiasa berjalan disampingnya karena sedari tadi tangan Annisa masih setia bergandengan dengan tangan Reza.


Dreettt...


Handphone Reza berbunyi dan ia lihat nama dikontaknya tersebut, terlihat nama sekertarisnya yang telah menghubunginya.


Reza :


"Sayang, mas kesana sebentar ya angkat telpon dari Angela dulu" ucap Reza memberitahukan kepada sang istri yang tengah asik melihat lihat berbagai macam baju didepannya.


Annisa :


"Iya mas ngga papa, Annisa juga pengen lihat lihat baju dulu siapa tau ada yang cocok" jawab Annisa memperbolehkan kepada suaminya untuk meninggalkan dirinya sebentar.


Reza :


"Kamu pilih pilih dulu aja bajunya, kalau ada yang cocok beli aja langsung, kalau kamu bingung beli aja semuanya entar mas yang bayar" ucap Reza sembari mengecup kening sang istri dan pergi meninggalkan Annisa.


Karena baju baju mereka disusun berdasarkan kegunaannya. Baju kerja, gaun pesta, baju rumahan dan outfit simple buat jalan jalan mereka letakkan berbeda agar memudahkan bagi para konsumen.


Lama mengitari toko tersebut hingga akhirnya Annisa matanya menangkap sebuah dress pendek simple yang sudah dapat ia bayangkan jika dress tersebut cocok untuk ia pakai bekerja maupun jalan jalan.


Annisa langsung saja bergegas hendak menarik baju tersebut namun belum lengannya sampai untuk menarik baju tersebut sebuah sentuhan ia rasakan dia pergelangan tangannya, hal itu lantas saja membuat Annisa langsung menoleh kebelakang.


"Kamu, apa apaan ini lepaskan tangan saya" ucap Annisa formal terhadap orang didepannya tersebut.


"Annisa aku mau bicara sesuatu sama kamu" ucap Dian kepada Annisa yang berusaha melepaskan pegangan tangannya namun Dian semakin mengeratkan pegangan tersebut agar Annisa tidak pergi pikirnya.


Ya benar saja orang tersebut adalah Dian.


"Maaf menurut saya tidak ada yang perlu dibicarakan lagi diantara kita berdua" jawab Annisa dengan berusaha melepaskan diri dari Dian.


Belum sempat Dian menjawab ucapan Annisa, sebuah suara mengagetkan mereka berdua.


"Apa apaan ini" teriak indah kepada Dian Annisa.


Dian dengan sigap melepaskan pegangan tangannya dari Annisa.

__ADS_1


Indah semakin mendekatkan diri kearah mereka berdua dan


Plakkk...


Sebuah tamparan mendarat mulus di pipi Annisa dan membuat wajah Annisa langsung bergerak kesamping akibat tamparan tersebut.


Senyuman sinis terlihat diwajah Annisa.


"Dasar lo ya perempuan ga tau diri, udah tau dia suami orang masih aja lo gangguin. Udah ngga laku apa lo sampai mau ngambil suami orang"


Ucapan indah yang begitu keras membuat para pengunjung toko tersebut menjadi melihat kearah mereka bertiga dan berbagai desas desus bisikan tidak mengenakkan terdengar ditelinga Annisa.


"Dasar perempuan murahan, gue tau lo masih ngga bisa move on dari suami gue tapi ngga gini juga sampai lo mau hancurin rumah tangga orang lain. Dasar perempuan ngga punya harga diri, pasti lo rela kan memberikan harga diri lo biar suami gue mau sama lo"


Indah kembali melanjutkan kata katanya untuk mempermalukan Annisa ditempat umum, ia pun sengaja berbicara begitu keras agar pengunjung yang lain mendengarkan pembicaraan mereka.


"Cukup" ucap Annisa.


"Apa? Cukup? ini belum seberapa, gue akan permaluin lo lebih parah lagi agar lo ngga bakal punya muka buat keluar rumah" bisik indah kepada annisa


"Ibu ibu semuanya mohon perhatiannya, perempuan didepan saya ini adalah pelakor, dia ingin merebut suami saya dan menghancurkan rumah tangga saya. Jadi saya harap ibu ibu semuanya jika bertemu dengannya harap menjaga suami kalian agar tidak direbut olehnya, dia adalah perempuan yang sangat licik"


Ucap indah panjang lebar dengan suara yang begitu keras hingga membuat Annisa kembali mendapatkan hujatan dan tatapan yang begitu sinis dari para pengunjung toko tersebut.


Senyuman licik terukir diwajah indah karena telah berhasil mempermalukan Annisa didepan umum.


"Cukup" teriak Annisa kepada indah yang berdiri didepannya dan


Plakkk..


Tamparan balasan bersarang disalah satu pipi indah.


*******


Maaf ya baru up karena author lagi ngga enak badan, minta doanya ya semoga author diberi kesehatan selalu 😁🙏🙏🙏


Maaf jika masih banyak kekurangan dalam novel author dan semoga kalian masih suka membaca novel author ini. Tidak lupa juga author ucapkan terima kasih untuk kalian yang setia membaca dan menunggu setiap kelanjutan novel ini.


Jangan lupa dukung Author terus ya.


Vote..


Like..


Komen yang banyak ya 😘😘😘


Terima Kasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


Happy Reading 😁


29 Maret 2020


__ADS_2