Jodoh Warisan

Jodoh Warisan
PEREMPUAN ITU??


__ADS_3

Pagi ini Annisa membantu sang suami mempersiapkan keperluannya untuk bekerja, setelah dirasa selesai barulah Annisa juga bersiap untuk dirinya sendiri. Tinggal sentuhan terakhir yakni sekarang Annisa tengah memoles wajahnya dengan make up tipis atau bisa dikatakan hanya make up biasa karena entah mengapa semenjak hamil Annisa sangat malas untuk menyentuh keperluan rutin seorang perempuan. Seandainya jika saja dia tidak bekerja, mungkin sekarang wajah Annisa tanpa make up sedikitpun.


Buktinya pagi ini Annisa hanya memakai krim muka dan bedak bayi saja sebagai pelapisnya ditambah sedikit lipstik tipis agar mukanya tidak kelihatan pucat.


Yang pernah Annisa dengar jika seorang wanita hamil males menggunakan make up maka kemungkinan bayi yang dikandung adalah laki laki, sungguh Annisa berharap apa kata orang tua dulu itu benar karena dia sangat ingin mengandung bayi laki laki. Annisa juga sadar jika dia pun harus memberikan seorang anak laki laki untuk menjadi penerus dikeluarga Pratama nantinya.


Meskipun tidak ada tuntutan apapun dari sang suami tentang jenis kelamin anak mereka namun Annisa masih saja berharap jika anaknya nanti adalah laki laki. Bahkan tanpa sadar karena memikirkan itu sekarang Annisa seperti orang gila yang tersenyum sendiri didepan cermin meja rias didalam kamarnya.


Reza mendekati sang istri yang ia lihat sedari tadi sedang senyum senyum sendiri, Reza mencium salah satu pipi Annisa yang membuat Annisa kaget dan sadar dari lamunannya tadi.


Reza :


"Lagi mikirin apa sih sayang, kok senyum senyum dari tadi"? tanya Reza yang sekarang dirinya sedang berdiri dibelakang tubuh Annisa dengan kedua tangannya yang ia letakkan diatas bahu Annisa sembari memberikan beberapa kecupan diatas kepala Annisa.


Annisa memegang salah satu tangan suaminya yang berada dibahunya, Annisa tersenyum menatap sang suami melewati cermin rias besar itu.


Annisa :


"Annisa lagi bahagia aja mas, atas segala yang terjadi dikeluarga kita. Annisa masih ngga percaya aja kalau sekarang Annisa sedang hamil dan sebentar lagi keluarga kecil kita akan lengkap dengan kehadirannya" Annisa mengelus perut ratanya sendiri menggunakan tangan kanannya.


Reza tersenyum kemudian memindahkan posisi Annisa dari didepan cermin menjadi menyamping dan Reza juga berjalan untuk kemudian berada tepat dihadapan sang istri. Reza menunduk untuk menyamakan tinggi badannya dan perut sang istri.


Reza mencium lama perut Annisa seperti membagikan kasih sayangnya lewat ciuman itu kepada buah hatinya yang masih berada didalam kandungan.


Reza :


"Sehat sehat kamu didalam sana sayang, mamah sama papah disini selalu setia menunggumu kamu. Lahirlah kedunia ini dan papah berjanji akan selalu menjaga dan memberikan kasih sayang yang tiada henti kepada kamu, anakku. Ajarkan lah papah dan mamah tentang apa itu arti orang tua lewat dirimu. Dan mari kita membuat keluarga kecil bahagia sayang"


Reza kembali mencium perut sang istri dan memeluk pinggang Annisa, Annisa agak terharu mendengar ucapan suaminya itu sedari tadi. Annisa tidak tau jika Reza dapat berbicara sebegitu manis kepada calon anak mereka. Agak lama pelukan itu terjadi hingga Reza kembali mulai berdiri dan mencium kening Annisa sedangkan Annisa memejamkan matanya untuk menikmati ciuman suaminya itu.


Reza kemudian memeluk tubuh Annisa yang sedang duduk tersebut hingga kepala Annisa hanya sampai perut Reza saja, Reza dengan lembut memberikan sentuhan dikepala sang istri. Annisa sangat menyukai pelukan Reza hingga dirinyapun membalas pelukan itu.


Reza :


"Jaga bayi kita sayang, jangan terlalu lelah jika bekerja dan mas ngga mau kalau sampai terjadi apa apa sama kalian. Ingat, kalian adalah sumber kekuatan mas untuk melewati hari demi hari yang kita jalani"


Reza melepas pelukan diantara mereka dan menunduk sedikit mensejajarkan wajahnya dengan wajah sang istri. Reza memiringkan wajahnya untuk mencium bibir Annisa sedangkan Annisa dengan mudahnya mulai menutup kedua matanya.


Reza mencium Annisa dengan lembut sembari memberikan lumatan lumatan kecil pada bibir Annisa, ciuman itu semakin membuat Reza bergairah hingga Reza menahan tengkuk sang istri untuk memperdalam ciuman mereka.


Ciuman mereka Reza lepas sebentar ketika merasa sang istri telah kehabisan nafas, Reza menyatukan kening mereka dengan nafas mereka berdua yang masih terengah engah akibat ciuman tadi.


Reza :


"Apakah hari ini kita ngga usah kerja aja sayang??" tanya Reza yang sepertinya mulai terpancing hasrat.


Annisa tertawa kecil melihat kelakuan sang suami dipagi hari, kemudian Annisa menjauhkan wajah mereka dengan mendorong pelan bahu Reza.


Annisa :


"Engga ah, itu sih mau nya kamu mas" jawab Annisa sembari berdiri meninggalkan bangku meja riasnya melewati tubuh Reza menuju pintu kamar mereka.


"Ayo mas kita berangkat, Annisa udah siap" lanjut Annisa lagi.


Namun Reza masih tidak bergeming ditempat hingga mau tidak mau annisa kembali lagi menuju tempat berdiri sang suami, Annisa melihat wajah Reza yang dibikin seolah sedang merajuk terhadap dirinya.


Annisa :


"Ya ampun, suamiku lucu deh kalo lagi ngambek" goda Annisa.

__ADS_1


Annisa pun mengecup sekilas bibir Reza dan dengan cepat pergi dari hadapan Reza sebelum ia diterkam kembali oleh nafsu suaminya itu.


Reza tersenyum mendapat kecupan dari Annisa meskipun terbilang singkat.


Reza :


"Sayang, tunggu suami mu yang tampan ini" teriak Reza dengan segera menyusul sang istri keluar dari kamar mereka.


Sepanjang perjalanan Reza mengantar Annisa kerja hanya diisi dengan percakapan ringan seperti memikirkan persiapan apa saja yang mereka perlukan untuk sang buah hati karena mereka sama sekali tidak memiliki pengalaman sedikitpun tentang merawat seorang bayi, mereka harus memikirkannya dengan hati hati.


Sampai didepan gedung pemerintahan tempat Annisa bekerja, Reza sudah memarkirkan mobilnya hendak turun untuk mengantar Annisa sampai masuk kedalam gedung namun dengan cepat Annisa tolak.


Sebelum meninggalkan mobil, Reza terlebih dahulu mencium kening Annisa dan memeluknya seakan memberitahu bahwa biarkan lah seperti ini dulu sebentar saja.


Annisa berpamitan kepada sang suami dan membuka pintu mobil untuk keluar, namun baru beberapa langkah Annisa kembali dipanggil oleh Reza.


Reza menurunkan kaca mobilnya untuk memanggil Annisa.


Reza :


"Sayang, jangan lupa kita makan siang bareng nanti" ucap Reza mengingatkan janji makan siang mereka.


Annisa :


"Iya mas, nanti Annisa yang kekantor nya mas. Yaudah mending mas berangkat deh, takutnya nanti telat" Annisa melambaikan tangannya kearah Reza.


Reza :


"Iya sayang, mas berangkat ya. Jaga diri kamu dan bayi kita, kalau ada apa apa cepat hubungin mas sayang"


Annisa :


* * *


Siang hari.


World Hotel.


Sesuai dengan janji mereka pagi tadi, Annisa sudah sampai ditempat kerja Reza untuk makan siang bersama. Namun sebelum menuju ketempat sang suami, mata Annisa tidak sengaja menemukan seseorang yang ia kenal yang juga sedang berada dihotel ini, yang lebih tepatnya di restauran hotel sedang berbicara dengan seorang perempuan seperti temannya.


"Indah??" gumam Annisa pelan.


Ya orang tersebut adalah indah yang sedang ia lihat makan bersama seorang teman perempuannya, terlihat dari kejauhan mereka sedang membicarakan sesuatu yang serius sepertinya. Tidak seberapa lama Annisa melihat mereka berbicara, muncul seseorang yang berbicara kepada teman perempuan indah seperti sedang memberitahukan sesuatu dan benar saja setelah itu indah dan perempuan itu menyelesaikan pembicaraan mereka, mereka berdua bersalaman sebelum akhirnya berpisah.


Teman perempuan indah terlihat menuju sebuah lift sedangkan indah berjalan menuju pintu keluar hotel, dengan sigap Annisa bersembunyi dibalik tiang hotel yang tinggi kokoh dan besar itu agar indah tidak mengetahui kalau dirinya juga sedang berada disana.


Annisa menatap punggung indah yang sudah keluar dari hotel milik suaminya.


"Kenapa perasaan ku jadi ngga enak ya selepas melihat indah dan temannya tadi"


Batin Annisa.


Annisa pun tidak mau terlaku memikirkan sesuatu yang tidak jelas seperti itu, jika memang sesuatu akan terjadi maka mau tidak mau Annisa harus bisa menghadapinya nanti. Annisa kembali melangkahkan kakinya menuju lift dan lantai tempat ruangan suaminya berada.


Tidak menunggu beberapa lama akhirnya Annisa sampai dilantai paling atas tempat ruangan suaminya berada, namun langkahnya terhenti ketika melihat seorang wanita dan satu orang lagi yang baru ia kenal memasuki ruangan suaminya. Annisa pun mengambil langkah cepat untuk menyusul Doni sekertaris suaminya yang sepertinya ingin memasuki ruangan itu juga.


Annisa :


"Doni??" panggil Annisa pelan.

__ADS_1


Doni pun yang merasa namanya dipanggil langsung menoleh ke sumber suara dan mendapati kalau yang memanggilnya tadi ialah istri dari bosnya.


Annisa melambaikan tangannya mengisyaratkan untuk Doni mendekat kearahnya sekarang.


Dan Doni yang mengerti pun langsung saja berjalan menuju tempat istri bosnya itu berdiri.


Doni :


"Ada apa Bu??" tanya Doni bingung.


Annisa :


"Perempuan tadi itu siapa, yang barusan masuk keruangan mas Reza?" Annisa langsung saja bertanya tanpa basa basi sedikitpun.


Doni :


"Oh perempuan itu, dia Sandra Ayunda. Model yang lagi dikontrak oleh hotel kita untuk pembuatan iklan terbaru musim ini. Sepertinya mereka sedang ingin bertanya sesuatu karena penandatanganan kontrak sudah dilakukan kemarin" Doni menjelaskan dengan begitu rinci hingga Annisa dapat mengerti maksud dari semua ini.


Annisa :


"Baiklah terima kasih atas informasinya, kamu bisa melanjutkan kerja mu lagi"


Doni :


"Baik bu, saya permisi kalau begitu. Tapi apakah ibu mau keruangan pak Reza, kalau begitu kita bareng saja" tawar Doni.


Annisa nampak memikirkan sesuatu sebelum memberikan jawabannya kepada Doni.


"Jadi begitu. Mungkin inilah maksud dari tenang sebelum badai, ternyata badainya sudah didepan mata ku, pantas saja sedari kemarin perasaan ku engga enak. Oke baiklah, aku terima tantangan kalian berdua"


Batin Annisa.


Annisa nampak senyum senyum sendiri memikirkan sesuatu didalam pikirannya yang tentu saja membuat Doni makin bingung karena sedari tadi ia menunggu jawaban Annisa eh yang Doni terima malah istri bosnya itu senyum senyum sendiri sepeti orang gila.


Doni :


"Bu.. Apa ibu tidak apa apa? jadi bagaimana, apakah mau bareng saya untuk keruangannya pak Reza?" tanya Doni lagi.


Annisa :


"Oke, ayo kita bareng saja keruangan mas Reza nya" jawab Annisa.


Annisa dan Doni pun melangkahkan kakinya menuju ruangan Reza dengan Doni yang berjalan terlebih dahulu dan Annisa berada dibelakangnya.


Annisa tersenyum..


"Pertunjukkan dimulai"


* * * * * * *


Mari kita ikut masuk kedalam permainan Indah dan Sandra, siapa yang ngga sabar nih melihat pertempuran Annisa melawan kedua perempuan ini.


Yang sabar ya, jangan emosi ngebacanya. Ingat lagi puasa 🤣🤣🤣


Dukung author terus, jangan sampai like sama vote nya makin sedikit apalagi komentarnya yang sedikit jadi ngga ramekan nanti author sedih 😭😭😭


Karena kalian para pembaca lah yang membuat novel ini jadi rame 😁😁


Terima kasih pembaca setiaku 😘😘😘

__ADS_1


28 April 2020.


__ADS_2